Muhammad Iqbal Nashrullah
Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Strategies to Foster Pluralism Awareness through Islamic Religious Education at Bumi Damai Foundation Yogyakarta Nashrullah, Muhammad Iqbal; Kholis, Nur; Mukaromah, Siti; Basyir, Kunawi
Didaktika Religia Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Postgraduate Program, State Islamic Institute (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/didaktika.v11i2.3390

Abstract

This article aims to analyze the strategies used in cultivating pluralism awareness through Islamic Education at Bumi Damai Foundation, Yogyakarta. This research uses qualitative research methods with a case study approach. Interviews were conducted with caregivers, heads of institutions, and teachers. All interviews are recorded and then transcripts of interview results are provided. Data analysis uses 3 stages: data reduction, data display, and drawing/verifying data conclusions. This study found that the Bumi Damai Foundation in implementing a strategy to foster pluralism awareness through Islamic Education implements several programs, namely: the tahfidz program with emphasis on memorization of the context of pluralism contained in the Qur’an, Da’wah Al-Muhibbin studying several areas from different cultures and religions, applying the motto Hubbul Wathon Minal Iman, visits and social services in several non-Muslim places of worship,  and emphasized memorizing and deepening the contents of Asmaul Husna. This research contributes to scarcity studies that uncover strategies and methods for cultivating awareness of pluralism within Social Welfare Institutions. Similar research is appropriate to uncover strategies of Islamic forms of education used to foster awareness of pluralism in social institutions.
Strategies to Foster Pluralism Awareness through Islamic Religious Education at Bumi Damai Foundation Yogyakarta Nashrullah, Muhammad Iqbal; Kholis, Nur; Mukaromah, Siti; Basyir, Kunawi
Didaktika Religia Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Postgraduate Program, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/didaktika.v11i2.3390

Abstract

This article aims to analyze the strategies used in cultivating pluralism awareness through Islamic Education at Bumi Damai Foundation, Yogyakarta. This research uses qualitative research methods with a case study approach. Interviews were conducted with caregivers, heads of institutions, and teachers. All interviews are recorded and then transcripts of interview results are provided. Data analysis uses 3 stages: data reduction, data display, and drawing/verifying data conclusions. This study found that the Bumi Damai Foundation in implementing a strategy to foster pluralism awareness through Islamic Education implements several programs, namely: the tahfidz program with emphasis on memorization of the context of pluralism contained in the Qur’an, Da’wah Al-Muhibbin studying several areas from different cultures and religions, applying the motto Hubbul Wathon Minal Iman, visits and social services in several non-Muslim places of worship,  and emphasized memorizing and deepening the contents of Asmaul Husna. This research contributes to scarcity studies that uncover strategies and methods for cultivating awareness of pluralism within Social Welfare Institutions. Similar research is appropriate to uncover strategies of Islamic forms of education used to foster awareness of pluralism in social institutions.
PENDIDIKAN KARAKTER ABAH GURU SEKUMPUL: STUDI RELASI KUASA ABAH GURU SEKUMPUL DENGAN KELOMPOK TAREKAT SAMMANIYAH Kurnia PS, Alaika M. Bagus; Muvid, Muhamad Basyrul; Nashrullah, Muhammad Iqbal; Huda, Saihul Atho Alaul
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4164

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kegundahan akademik mengenai sosok ulama sentral yang mampu mempengaruhi hampir mayoritas masyarakat banjar. Sehingga penelitian ini bersifat fenomenologi, dengan melakukan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun teknik pengambilan data pada penelitian ini ialah dengan melakukan observasi aktif, wawancara terbuka, hingga dokumentasi. Sehingga hasil penelitian ini memberikan dua garis besar dalam memahami bagaimana relasi kuasa sebagai pisau analisisnya. Yaitu fase keraton sebagai pengumpulan modal untuk membentuk strategi relasi kekuasaan, fase kedua ialah fase sekumpul, sebagai pengatur ritme kewilayahan, peta demografi, pengembangan akhlak, hingga persebaran ajaran akhlak. Sehingga posisi Abah Guru Sekumpul juga mampu menjadi keluarga ditengah-tengah masyarakat, ayah bagi para murid tarekatnya, dan teman sejawat bagi warga Sekumpul dan Banjarmasin pada umumnya.
Fleksibilitas-Integratif: Konsep Baru dalam Modernisasi Pendidikan Pesantren Nashrullah, Muhammad Iqbal; Mafaza, Akmalia Fitri
Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Vol 8, No 2 (2025): Transformasi Pembelajaran PAI di Era Digital
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jspi.8.2.72-80

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul. Namun, di era abad ke-21, pesantren menghadapi tantangan untuk menyesuaikan sistem pendidikan dengan tuntutan keterampilan abad ke-21 yang meliputi berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta literasi digital. Artikel ini membahas konsep baru fleksibilitas-integratif yang muncul dari penelitian multi-kasus di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Manyar dan Pondok Pesantren Al-Fattah Siman, Lamongan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pesantren Ihyaul Ulum menerapkan pendekatan salaf-modern dengan menekankan fleksibilitas melalui program non-formal yang dijalankan, sedangkan Pesantren Al-Fattah lebih menekankan integrasi pendidikan formal dengan sistem pesantren melalui kurikulum yang terstruktur. Perbandingan dua model ini melahirkan konsep fleksibilitas-integratif, yaitu pendekatan modernisasi yang memadukan keluwesan khas tradisi pesantren dengan integrasi kurikulum nasional dan keterampilan abad ke-21. Konsep ini dinilai mampu menjawab kebutuhan santri agar memiliki kompetensi religius sekaligus keterampilan global yang relevan. Keunggulan model ini terletak pada kemampuan menjaga identitas pesantren sambil memperkuat daya saing alumni di dunia kerja modern. Namun, tantangan implementasi tetap ada, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, resistensi terhadap perubahan, dan minimnya fasilitas digital. Artikel ini menegaskan bahwa fleksibilitas-integratif dapat menjadi paradigma baru dalam modernisasi pendidikan pesantren yang adaptif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
DESAIN INSTRUKSIONAL DIGITAL BERBASIS ADDIE DAN PENERAPANNYA DALAM MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS DIGITAL (TIKTOK) Alaika M. Bagus Kurnia PS; Laelatun Naajichiyyah; Ana Aliyatul Farodisah; Nia Novita Sari; Syofiatul Hasanah; Muhammad Iqbal Nashrullah
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 10 No 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid: jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan.v10i1.6522

Abstract

Proses pembelajaran yang baik harus mempertimbangkan perencanaan sepanjang pelaksanaannya, karena perencanaan akan menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Perencanaan ini mencakup persiapan materi, media, model, dan strategi yang sesuai dengan materi pengajaran. Seorang guru harus memiliki pengetahuan tentang desain pembelajaran, salah satunya adalah model ADDIE. Model ADDIE merupakan akronim dari Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate dan dapat diterapkan secara prosedural, siklik, dan integratif. Desain ini menawarkan kerangka kerja komprehensif untuk merencanakan, mengembangkan, dan mengevaluasi pembelajaran, memastikan efektivitas dan efisiensinya. Model pengembangan media pembelajaran digunakan untuk menciptakan dan memaksimalkan proses pembelajaran. Desain ADDIE mengharuskan guru untuk menerapkan langkah-langkah pembelajaran atau mengembangkan media pembelajaran secara berurutan, memastikan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat divalidasi dengan benar karena langkah-langkah yang sistematis. Pembahasan ini menjelaskan langkah-langkah untuk mengembangkan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan memanfaatkan media sosial TikTok.
PENDIDIKAN KARAKTER ABAH GURU SEKUMPUL: STUDI RELASI KUASA ABAH GURU SEKUMPUL DENGAN KELOMPOK TAREKAT SAMMANIYAH: Studi Relasi Kuasa Abah Guru Sekumpul Dengan Kelompok Tarekat Sammaniyah Alaika M. Bagus Kurnia PS; Muhamad Basyrul Muvid; Muhammad Iqbal Nashrullah; Saihul Atho Alaul Huda
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4164

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kegundahan akademik mengenai sosok ulama sentral yang mampu mempengaruhi hampir mayoritas masyarakat banjar. Sehingga penelitian ini bersifat fenomenologi, dengan melakukan pendekatan penelitian kualitatif. Adapun teknik pengambilan data pada penelitian ini ialah dengan melakukan observasi aktif, wawancara terbuka, hingga dokumentasi. Sehingga hasil penelitian ini memberikan dua garis besar dalam memahami bagaimana relasi kuasa sebagai pisau analisisnya. Yaitu fase keraton sebagai pengumpulan modal untuk membentuk strategi relasi kekuasaan, fase kedua ialah fase sekumpul, sebagai pengatur ritme kewilayahan, peta demografi, pengembangan akhlak, hingga persebaran ajaran akhlak. Sehingga posisi Abah Guru Sekumpul juga mampu menjadi keluarga ditengah-tengah masyarakat, ayah bagi para murid tarekatnya, dan teman sejawat bagi warga Sekumpul dan Banjarmasin pada umumnya.
DESAIN INSTRUKSIONAL DIGITAL BERBASIS ADDIE DAN PENERAPANNYA DALAM MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS DIGITAL (TIKTOK) Alaika M. Bagus Kurnia PS; Laelatun Naajichiyyah; Ana Aliyatul Farodisah; Nia Novita Sari; Syofiatul Hasanah; Muhammad Iqbal Nashrullah
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.6522

Abstract

Proses pembelajaran yang baik harus mempertimbangkan perencanaan sepanjang pelaksanaannya, karena perencanaan akan menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Perencanaan ini mencakup persiapan materi, media, model, dan strategi yang sesuai dengan materi pengajaran. Seorang guru harus memiliki pengetahuan tentang desain pembelajaran, salah satunya adalah model ADDIE. Model ADDIE merupakan akronim dari Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate dan dapat diterapkan secara prosedural, siklik, dan integratif. Desain ini menawarkan kerangka kerja komprehensif untuk merencanakan, mengembangkan, dan mengevaluasi pembelajaran, memastikan efektivitas dan efisiensinya. Model pengembangan media pembelajaran digunakan untuk menciptakan dan memaksimalkan proses pembelajaran. Desain ADDIE mengharuskan guru untuk menerapkan langkah-langkah pembelajaran atau mengembangkan media pembelajaran secara berurutan, memastikan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat divalidasi dengan benar karena langkah-langkah yang sistematis. Pembahasan ini menjelaskan langkah-langkah untuk mengembangkan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan memanfaatkan media sosial TikTok.
Literasi Digital untuk Pencegahan Bullying dan Pembentukan Karakter Siswa Siti Sufaidah; Muhammad Iqbal Nashrullah; Ibrahim Ibrahim; Arif Abdur Roofiq; Septian Dwi Wahyu; Mursyid Hero Sejati; M. Achsanul Khuluq Izzulchaq; Ahmad Nur Wahid; Chairul Anam
Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasif.v6i3.6359

Abstract

The development of information and communication technology has led to the increasing use of social media among elementary school students. This condition poses serious challenges, particularly regarding low levels of digital literacy and the prevalence of bullying behavior, both directly and through social media (cyberbullying). This community service program aims to improve students’ digital literacy, especially in understanding morals and ethics in using social media. The program was carried out in three stages, namely preparation, implementation, and evaluation, targeting fourth to sixth-grade students. The partner in this activity was SDN Talun Kidul, involving the principal and teachers. The results of the program indicate positive changes among students. After the activity, students were able to distinguish between good and bad behavior, reduce the use of negative language, demonstrate mutual respect, and show the courage to reprimand peers engaged in bullying. The program concluded with an anti-bullying declaration as a collective commitment to creating a safe and conducive school environment. Thus, digital literacy socialization has proven effective in fostering students’ wisdom, empathy, and social responsibility. This program is recommended to be implemented sustainably by involving students, teachers, parents, and schools to build a positive culture in the use of social media.
Digital Learning Resources in Islamic Religious Education: A Literature Review Tarida, Lesna; Muhammad Iqbal Nashrullah; Muhammad Royyan Faqih Azhary
Journal Of Islamic Education And Pesantren Vol 5 No 2 (2025): Journal of Islamic Education and Pesantren
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang m Asy'ari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/jiep.v5i2.11052

Abstract

This study aims to comprehensively describe the types and formats of digital learning resources relevant to Islamic Religious Education (IRE) through a literature-based review. The research adopts a descriptive qualitative approach using a literature study of various scholarly sources published between 2010 and 2024. Data were analyzed through content analysis and thematic analysis to identify the characteristics, classifications, and potential uses of digital learning resources in the context of IRE instruction. The findings indicate that digital learning resources in IRE encompass seven main types, namely e-books, instructional videos, podcasts, online learning platforms, interactive simulations, educational games, and collaborative forums. These resources are available in various digital formats, such as PDF, ePub, MP4, MP3, HTML, and SCORM, and can be accessed through a range of digital devices, including computers, tablets, and smartphones. The results suggest that the use of digital learning resources has the potential to enhance the accessibility, flexibility, and effectiveness of IRE learning. However, their optimal utilization requires adequate digital infrastructure, improved digital competencies of educators and learners, and the development of high-quality, contextualized IRE content. This review is expected to serve as a conceptual reference for educators and instructional developers in integrating digital learning resources more systematically and adaptively into Islamic Religious Education.
Perkembangan Ulum al-Diin dan Implikasinya terhadap Perubahan Paradigma Pendidikan Islam Kontemporer Muhammad Iqbal Nashrullah; Alaika Bagus Kurnia; Siahul Atho Alaul Huda; Toha Makhsun
IERA, Islamic Education and Research Academy Vol. 7 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Ulum al-Dīn in the contemporary era faces significant challenges due to advances in science and technology, globalization, and shifts in educational paradigms. These conditions necessitate the reconstruction of Ulum al-Dīn studies to ensure their continued relevance in addressing contemporary issues in Islamic Religious Education (IRE). This study aims to analyze the development of Ulum al-Dīn and its implications for contemporary Islamic Religious Education through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The study employed the PRISMA guidelines by analyzing 20 selected articles from an initial pool of 44 articles retrieved from the Scopus database. The data were analyzed thematically using NVivo software. The findings indicate that: (1) the relationship between Ulum al-Dīn and secular sciences has evolved toward an integrative-interconnected paradigm, requiring Islamic Religious Education to integrate Islamic sciences with science, technology, and the social sciences in curriculum development and instructional practices; (2) the development of Ulum al-Dīn from the classical to the modern era demonstrates an expansion toward multidisciplinary, interdisciplinary, and transdisciplinary approaches, encouraging Islamic Religious Education to develop innovative, contextual, and responsive learning that aligns with scientific advancements; and (3) the persistence of partial and textual understandings of Ulum al-Dīn has contributed to intolerance and radicalism, thereby requiring Islamic Religious Education to strengthen religious moderation, critical thinking, digital literacy, and twentyfirst-century competencies. Therefore, Ulum al-Dīn should be developed as an integrative scientific paradigm that serves as the foundation for transforming Islamic Religious Education to produce graduates who are religious, moderate, adaptive, and globally competitive in the contemporary era.