Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Kesesuaian Karakteristik Lokasi Halte Busway Kota Semarang Berbasis Transit Oriented Development (Tod) Kamila, Noor Annisa; Mulyanto, Budi; Hidayat, Janthy Trilusianthy
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 7, No 3 (2023): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v7i3.5334

Abstract

The implementation of the Bus Rapid Transit (BRT) System in Semarang City is an opportunity to create a spatial quality area for controlled mobility with the integration of the BRT System and land use activities using the concept of transit-oriented development (TOD) based area. The location of this research is within 800 meters radius of 16 start and final transit points in 8 corridors of BRT Trans Semarang. This research aims to determine the suitability of the characteristics of the application of the TOD Concept on BRT Trans Semarang. The variables used are building density, accessibility, connectivity, land use, and park and ride. The research method used is descriptive quantitative research by providing an assessment of each variable on the suitability of the existing conditions of each transit point. The result of this research indicates that the bus stop that has the highest percentage level of conformity of the TOD characteristics is the Tawang Station bus stop 87% and the lowest percentage level of conformity of the TOD characteristics is Ahmad Yani Airport Terminal bus stop 33%.
Pemenuhan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik Di Kota Bogor Hidayat, Janthy Trilusianthy
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i2.3213

Abstract

According to Bogor City RTRW for 2011 – 2031, the city’s green open space is allocated 20% or around 2,229.63 Ha of the total area of Bogor City. Existing area of green open space in Bogor City is 468,18 Ha. The need for urban space is increasing every year, while the limited availability of urban space causes green open spaces in urban areas to decline because they become functional buildings which cause a decline in function and environmental balance in urban areas. In an effort to fulfill the quality of public green open space in the city of Bogor, research was conducted with the aims of (1) identifying the exisiting condition of public green open space in the city of Bogor (2) Identifying green open space based on oxygen needs in the city of Bogor (3) Analysis of the fufillment of the quality of public green open space in the city of Bogor based on distribution exixting green open spaces, green open space besed on the quality vegetation density, and green open space requirements based on oxygen.As for the results of this reseacrch, based on the existing conditions of green open space, not all sub-districts have 20% green open space, the looking at green open space based on oxygen needs, the largest green open space required is in West Bogor District, then the sub-district with the smallest green open space requirement is in Central Bogor District. Fulfillment of the quality of green open space is divided into 3 categories good, sufficient, and poor green open space.
Analisis Penggunaan Lahan kawasan Sempadan dan Arahan Pengendaliannya: Studi Kasus Sempadan di Antara Sempadan Sungai Cipakancilan dengan Sempadan Rel Kereta di Kelurahan Kebon Pedes Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Hidayat, Janthy Trilusianthy; Waskitaningsih, Novida
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i8.4199

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat di wilayah perkotaan meningkatkan kebutuhan akan lahan, yang sering kali tidak sebanding dengan ketersediaannya. Keterbatasan lahan mendorong masyarakat mengokupansi dan memanfaatkan area lindung seperti sempadan sungai dan rel kereta api, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan transportasi. Di Kelurahan Kebon Pedes, banyak bangunan didirikan di antara sempadan Sungai Cipakancilan dan rel kereta api tanpa mengikuti aturan sempadan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meidentifikasi penggunaan lahan eksisting di kawasan tersebut; (2) mengevaluasi kesesuaiannya terhadap rencana pola ruang; dan (3) merumuskan arahan pengendalian pemanfaatan ruang. Metode pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara, kuesioner, serta survei data sekunder, metode analisis meliputi analisis spasial dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 jenis penggunaan lahan di RW 01, RW 06, dan RW 13, yang didominasi oleh permukiman seluas 10,8648 ha (79,2%), dan penggunaan terkecil berupa bangunan utilitas sebesar 0,0071 ha (0,1%). Luas lahan yang sesuai dengan rencana tata ruang mencapai 83%, sementara 17% lainnya tidak sesuai, mencakup 162 bangunan. Arahan pengendalian mencakup sanksi administratif, rekomendasi pembongkaran bangunan ilegal, sertpenerapan insentif dan disinsentif terhadap bangunan legal namun tidak sesuai tata ruang.
Pendampingan Masyarakat dalam Penyusunan Peta Interaktif Desa Wisata Lebakmuncang Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung Waskitaningsih, Novida; Febriani, Yusi; Mujio, Mujio; Hidayat, Janthy Trilusianthy; Pamungkas, Prambudiantho Putro; Hakim, Mochamad Azizul; Chaniago, Irma Yunita
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i5.3331

Abstract

Desa Wisata Lebakmuncang memiliki potensi wisata agroedukasi dan budaya yang dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) melalui berbagai paket wisata. Meskipun penerapan smart governance melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk promosi wisata sudah dilakukan, bentuk promosi yang ada belum inovatif dan belum menampilkan atraksi serta fasilitas wisata dalam bentuk visual spasial. Kurangnya promosi berbasis peta interaktif menjadi kendala bagi wisatawan untuk memahami kondisi dan daya tarik wisata desa secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pokdarwis dalam penerapan smart governance dan promosi digital, serta menghasilkan peta interaktif desa wisata sebagai media promosi baru. Metode yang digunakan adalah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui sosialisasi, pelatihan, dan praktik penyusunan peta interaktif desa wisata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan pokdarwis yang signifikan, terlihat dari peningkatan skor post-test sebesar 35,5%. Selain itu, kegiatan ini berhasil menghasilkan peta interaktif desa wisata dan buku panduan/tutorial editing peta interaktif yang diserahkan kepada pokdarwis sebagai media promosi digital. Implikasi dari penelitian ini adalah peningkatan kemampuan pokdarwis dalam mengelola desa wisata secara profesional, peningkatan efektivitas promosi digital, serta kemudahan bagi wisatawan untuk memahami dan mengakses atraksi wisata di Desa Lebakmuncang.
Analisis Transportasi untuk Lokasi Pengisian Bahan Bakar Moda Kendaraan Listrik Jaya, GN Purnama; Hidayat, Janthy Trilusianthy
Action Research Literate Vol. 8 No. 2 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i2.198

Abstract

Dengan teknologi yang diciptakan oleh kendaraan kendaraan listrik berbasis baterai menjadi salah satu kendaraan yang banyak diminati oleh masyarakat kelas atas atau ekonomi diatas rata rata. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penentuan titik lokasi sarana pengisian kendaraan listrik dengan menggunakan analisis GIS (overlay) dan untuk mengidentifikasi penentuan titik prioritas lokasi sarana pengisian kendaraan listrik di Segitiga Emas Setiabudi menggunakan analisis GIS (Overlay dan Kernel Density). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat 4 (empat) titik lokasi yang dapat dgunakan seagai stasiun pengisian kendaraan listrik yang meliputi Ciputra World 1 di Jalan Dogol, Parkir Komersil di Jalan Karet Pedurenan, Parkir Komersil Wisma Bakrie di Jalan H.R Rasuna Said dan Parkir Komersil di World Trade Centre di Jalan Jenderal Sudirman, dengan penentuan berdasarkan tempat parkir, partisipasi kebutuhan daya dan penggunaan lahan. Skala prioritas untuk lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik di Kawasan Segitiga Emas yaitu Ciputra World 1 di Jalan Dogol dengan prioritas rendah, Parkir Komersil di Jalan Karet Pedurenan dengan prioritas rendah, Parkir Komersil Wisma Bakrie di Jalan H.R Rasuna Said dengan prioritas rendah dan Parkir Komersil di World Trade Centre di Jalan Jenderal Sudirman dengan prioritas Tinggi.
Pemenuhan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik Di Kota Bogor Hidayat, Janthy Trilusianthy
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i2.3213

Abstract

According to Bogor City RTRW for 2011 – 2031, the city’s green open space is allocated 20% or around 2,229.63 Ha of the total area of Bogor City. Existing area of green open space in Bogor City is 468,18 Ha. The need for urban space is increasing every year, while the limited availability of urban space causes green open spaces in urban areas to decline because they become functional buildings which cause a decline in function and environmental balance in urban areas. In an effort to fulfill the quality of public green open space in the city of Bogor, research was conducted with the aims of (1) identifying the exisiting condition of public green open space in the city of Bogor (2) Identifying green open space based on oxygen needs in the city of Bogor (3) Analysis of the fufillment of the quality of public green open space in the city of Bogor based on distribution exixting green open spaces, green open space besed on the quality vegetation density, and green open space requirements based on oxygen.As for the results of this reseacrch, based on the existing conditions of green open space, not all sub-districts have 20% green open space, the looking at green open space based on oxygen needs, the largest green open space required is in West Bogor District, then the sub-district with the smallest green open space requirement is in Central Bogor District. Fulfillment of the quality of green open space is divided into 3 categories good, sufficient, and poor green open space.
Analisis Hubungan Urban SPRAWL dan Daya Dukung Daya Tampung Lingkungan Hidup – Sektor Air di Kota Depok Pardamean, David; Hidayat, Janthy Trilusianthy; Wicaksono, Arif
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i7.15836

Abstract

Perkembangan Kota Depok menyebabkan perubahan tata guna lahan, dengan munculnya pengembangan sprawl seperti pengembangan pita dan pengembangan leapfrog. Dampak negatif urban sprawl di Kota Depok antara lain kemacetan lalu lintas, banjir, pencemaran udara, dan pencemaran air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan urban sprawl dengan kondisi daya dukung lingkungan pada sektor perairan di Kota Depok. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis distribusi spasial, autokorelasi spasial, dan korelasi rank Spearman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perkembangan urban sprawl yang terjadi di Kota Depok selama 10 tahun terakhir menunjukkan indikasi tren penurunan urban sprawl, dengan ditemukannya indeks Low Sprawl mendominasi sebesar 84,43% pada periode kedua yaitu tahun 2018 hingga tahun 2023. Namun pada periode tahun 2013 hingga 2018, temuan menunjukkan bahwa kecenderungan Strong Sprawl lebih dominan, cenderung mengarah ke pinggiran kota Depok karena harga tanah yang relatif murah dan belum diterapkannya peraturan zonasi. Lebih lanjut, tipologi urban sprawl yang terjadi mengalami pergeseran dari kecenderungan pengembangan pita menjadi leapfrog sprawl yang berupaya mengisi ruang-ruang kosong akibat pengembangan pita selama periode 2013 hingga 2018. Di sisi lain, perkembangan urban sprawl selama periode tahun 2018 hingga tahun 2023 menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap Status Daya Dukung Lingkungan Hidup/D3TLH - Bidang Air Minum, walaupun dengan arah negatif yang lemah. Indikasi tersebut juga menunjukkan bahwa baik non-sprawl, low sprawl, maupun strong sprawl bukanlah faktor penentu utama dan kuat melebihi 81% Status Daya Dukung Lingkungan Hidup/D3TLH - Sektor Air Minum di Kota Depok.
Kinerja Infrastruktur Pelayanan Jaringan Jalan Kabupaten di Wilayah Pengembangan Timur Kabupaten Bogor Djakapermanan, Ruchyat Deni; Hidayat, Janthy Trilusianthy
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 4 (2023): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i4.20787

Abstract

The Eastern Development Region (WP Timur) of Bogor Regency, consisting of 7 districts, holds a strategic position and is experiencing rapid development. WP Timur is currently in the process of forming a new "Bogor Timur" Regency and is also the site of several national strategic projects. Infrastructure development, particularly road networks, must be able to anticipate the region's growth and changing needs. To improve the management of road infrastructure, an evaluation of the road network's performance is required.. The methodology involves (1) comparing the existing road variable values with the performance standards set by government regulations, (2) analyzing the connectivity index of the county road network, and (3) conducting an integrative assessment based on the analysis of various variables. The results of this research indicate that (1) Cariu District meets the standards for 8 road performance variables, including having good connectivity. Jonggol, Sukamakmur, and Tanjungsari Districts meet 5 variables with deficiencies in accessibility, mobility, road condition, and connectivity. Gunung Putri, Cileungsi, and Klapanunggal Districts meet only 3 variables with deficiencies in accessibility, mobility, and road condition. Gunung Putri and Cileungsi have low traffic loads, while Klapanunggal lacks connectivity. (2) New road construction is needed in Gunung Putri, Cileungsi, Klapanunggal, and Jonggol Districts based on Accessibility SPM, and in Gunung Putri, Cileungsi, Klapanunggal, Sukamakmur, and Tanjungsari Districts based on Mobility SPM. The construction of new roads aims to anticipate increased traffic volume and enhance connectivity. (3) Efforts are required to improve road conditions and maintenance in the 6 districts other than Cariu based on Road Condition SPM
IDENTIFIKASI POTENSI LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KABUPATEN CIANJUR Hidayat, Janthy Trilusianthy; Waskitaningsih, Novida; Ulhaq, Muhammad Alif Dhiya
KURVATEK Vol 11 No 1 (2026): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v11i1.6436

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk alami serta adanya peluang migrasi masuk penduduk di Kabupaten Cianjur berpotensi menyebabkan berkembangnya aktivitas permukiman pada kawasan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas lahan yang sesuai untuk mendukung aktivitas pengembangan kawasan permukiman di Kabupaten Cianjur berdasarkan kriteria kondisi fisik serta kebijakan pemanfaatan lahannya. Penelitian dilakukan dengan menganalisis kesesuaian lahan permukiman melalui perhitungan Multi-Criteria Evaluation (MCE) dan menganalisis ketersediaan lahan permukiman yang dilakukan dengan membandingkan fungsi peruntukan kawasan menurut penggunaan lahan eksisting, kebijakan rencana pola ruang, serta kebijakan peruntukan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Cianjur. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 7.038,651 Ha (1,94%) luas lahan yang memiliki potensi untuk pengembangan kawasan permukiman di Kabupaten Cianjur. Angka tersebut terbagi menjadi lahan dengan kelas potensi S1 seluas 123,841 Ha (0,03%), lahan dengan kelas potensi S2 seluas 6.481,492 Ha (1,79%), serta lahan dengan kelas potensi S3 seluas 433,318 Ha (0,12%). Kata kunci: Lahan, Pengembangan, Permukiman