Teuku Budi Aulia
Pengajar Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of The Civil Engineering Student

PENGARUH PENGGUNAAN AIR DINGIN DAN AIR PANAS PADA CAMPURAN BETON MUTU TINGGI MENGGUNAKAN ACCELERATOR DAN RETARDER TERHADAP KUAT TEKAN Satria, Riski; Aulia, Teuku Budi; mahlil, mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 Desember 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i3.19493

Abstract

Perubahan iklim yang saat ini terjadi akan berpengaruh terhadap suhu air di bumi yang akan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Air dalam campuran beton memiliki fungsi yang paling utama dalam proses pembuatan dan membentuk kekutan beton mutu tinggi yang digunakan. Penelitian ini berguna untuk mengetahui pengaruh penggunaan air dingin dan air panas pada campuran beton mutu tinggi menggunakan accelerator dan retader untuk memperoleh mutu beton paling tinggi. Suhu air yang digunakan yaitu air normal (23°C), air dingin(10°C), dan air panas (100°C). Variasi accelerator dan retarder yang dipakai yaitu 0%, 0,25%, 0,50% dan 0,75% dari berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm berjumlah 45 buah, dengan 5 benda uji setiap variasi. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan beton mutu tinggi dengan campuran air dingin dan air panas menggunakan accelerator dan retarder dapat mempengaruhi kuat tekan beton jika dibandingkan dengan beton menggunakan air normal tanpa accelerator dan retarder. Pengujian kuat tekan beton mutu tinggi menggunakan campuran air dingin (10°C) ditambahkan accelerator paling tinggi terjadi pada variasi 0,25% dibandingkan dengan air normal tanpa accelerator dan retader, sedangkan pada campuran air panas (100°C) ditambahkan retarder paling tinggi terjadi pada variasi 0,25% dibandingkan dengan air normal tanpa accelerator dan retader. Hasil analisis varian menunjukan bahwa penggunaan campuran air dingin dan air panas menggunakan accelerator dan retarder dalam campuran beton mutu tinggi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan beton pada setiap variasi accelerator dan retarder dengan kuat tekan paling optimum terjadi pada variasi 0,25%.
Pengaruh Bakteri Staphylococcus sp. Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi pada Self-Healing Concrete Haikal, Muhammad; Asyifa, Cut Nella; Aulia, Teuku Budi
Journal of The Civil Engineering Student Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v6i2.29961

Abstract

Beton merupakan materi konstruksi yang sangat umum digunakan, namun keretakan pada beton adalah masalah yang tak dapat dihindari. Keretakan tersebut mengakibatkan penurunan daya tahan, permeabilitas, dan kekuatan struktural beton. Untuk mengatasi masalah ini digunakan sebuah inovasi adalah dengan memanfaatkan kemampuan self-healing beton menggunakan bakteri dalam campuran beton. Beton self-healing yang memungkinkan penyembuhan retakan kecil dengan bantuan bakteri yang diinduksi, sering disebut sebagai beton bakteri. Penelitian ini menggunakan bakteri berasal dari isolasi TPA Gampong Jawa, Banda dari genus Staphylococcus sp., dan dienkapsulasi dalam tanah diatomae untuk kemudian dicampurkan dalam campuran beton. Penelitian ini mengkaji pengaruh teknologi beton mutu tinggi dengan penambahan bakteri. Campuran beton mencakup bahan tambahan seperti bahan kimia (viscocrete 3115N), mineral (silica fume), dan bakteri genus Staphylococcus sp. Bakteri ini ditambahkan dalam variasi berat 0%, 0,5%, 0,6%, dan 0,7% dari berat semen dengan nilai FAS 0,3. Bakteri diberi nutrient broth yang menjadi nutrisi untuk bakteri, kemudian urea dan CaCl2 dihidrolisis menjadi CaCO3 (kalsit) oleh bakteri untuk menutup keretakan. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm, total 12 benda uji dengan 9 benda uji yang menggunakan enkapsulasi bakteri. Pengujian beton pada umur 28 hari dilakukan dengan pengujian kuat tekan yang sebelumnya direndam beton selama 7 hari pasca diberikan retak awal 70% dari kuat tekan beton rencana 50 MPa dan dikalikan dengan faktor korelasi beton umur 7 hari. Nilai kuat tekan rata-rata beton mutu tinggi pada variasi bakteri 0,7%; 0,6%; 0,5%; dan 0,0% adalah 63,87 MPa; 58,22 MPa; 43,79 MPa; 59,95 MPa. Persentase kenaikan nilai kuat tekan pasca pembebanan awal pada variasi bakteri 0,7%; 0,6%; 0,5% adalah 143,30%; 121,77%; 66,83%. Berdasarkan penelitian ini didapat variasi 0,7% memiliki efektivitas terbaik dalam peningkatan nilai kuat tekan.
PENGARUH SUBSTITUSI ADITIF DAN AGREGAT TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON MUTU TINGGI YANG DIEKSPOS PADA LINGKUNGAN AGRESIF Warmi, Anggi; Aulia, Teuku Budi; Afifuddin, Mochammad
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i1.3827

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitianpengaruh substitusi aditif dan agregat terhadap kuat tarik belah beton mutu tinggi yang diekspos pada lingkungan. Ini merupakan penelitian lanjutan dari peneltian sebelumnya. Substitusi yang digunakan adalah abu pozzolan alam (15%), fly ash batu bara (15%), abu cangkang sawit (15%) sebagai pengganti semen, Pasir pozzolan alam (10%), kerak boiler cangkang sawit (20%) sebagai pengganti agregat halus, bongkahan cangkang sawit (40%) sebagai pengganti agregat kasar dan tanpa substitusi sebagai pembanding. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tarik belah beton benda uji selinder berukuran 15 x 30 cm yang diekspos pada lingkungan air tawar, air asin dan yang ditanam di dalam tanah. Benda uji terlebih dahulu dirawat didalam air tawar selama 27 hari dan umur 28 hari, diekspospada lingkungan agrsif. Lama pengeksposanan adalah 56 hari, 84 hari dan 112 hari, jumlah benda uji adalag 189 buah.Hasil penelitian menunjukan nilai kuat tarik belah beton mutu tinggi menggunakan substitusi abu pozzolan alam sebagai penganti semen, untuk pengeksposan air tawar peningkatan terjadi pada pengeksposan 56 hari sebesar 7,7%, untuk pengeksposan air asin terjadi peningkatan pada pengeksposan 84 hari sebesar 8.4% dan untuk pengeksposan yang ditanam di dalam tanah terjadi peningkatan pada pengeksposan 112 hari sebesar 7,3% dari beton tanpa substitusi (normal).