Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyelamatan Arsip Keluarga Melalui Layanan Arsip Keluarga (LASIGA) Pada Kelurahan Kwitang Jakarta Lolytasari, Lolytasari; Ashri, Najmi Kurnia; Az Zahra, Fathimah; Hamidah, Mila; Wardani, Maharsi Dyah Kusuma; Suprayogi, Mukmin
Shaut Al-Maktabah : Jurnal Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Vol. 17 No. 1 (2025): Shaut al-Maktabah
Publisher : Program Studi Diploma Tiga Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37108/shaut.v17i1.1484

Abstract

Background of the Study: The loss of archives leads to the disappearance of valuable recorded information. Family archives serve as crucial assets tied to identity, legal evidence, and property ownership. The Provincial Archival Institution plays a key role in educating the public and providing facilities for archive preservation. One such initiative is LASIGA, a family archive preservation program by the Jakarta Provincial Library and Archives Office (DISPUSIP). Objectives:  This research aimed to analyze the implementation of the LASIGA program in Kwitang, North Jakarta. It examined DISPUSIP’s role in promoting awareness and engagement in family archive preservation. Method: A descriptive qualitative approach was used, involving three informants directly participating in LASIGA activities. Data collection included observations and documentation, followed by analysis to assess the program's effectiveness. Finding:  The study found that DISPUSIP actively conducted outreach programs across Jakarta, educating the public on the significance of family archives. These initiatives emphasized archives as personal and national assets, successfully encouraging public participation in digitization efforts. The LASIGA program fostered enthusiasm among residents to preserve their records, reflecting the Jakarta government's commitment to archive conservation. Conclusion: The LASIGA program effectively increased public awareness of family archive preservation. Through educational outreach and facilitation, DISPUSIP successfully promoted the importance of safeguarding historical and legal documents for future generations.
Upaya Peningkatan Kemandirian Keluarga Rawan Hipertensi di Wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma Tahun 2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Widyanto, Susilo; Amarasenja, Putu Kayla; Maharani, Thalia Carissa; Rebecca, Nathania Maharani; Azzahra, Aliyah; Az Zahra, Fathimah; Syarief B, Inayah Achmad; Wiguna, Michael Putra; Hamidah, Naya; Salsabila, Dinda Nasywa
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i1.4126

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang menjadi penyebab utama kematian dan komplikasi serius, termasuk di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat terutama pada usia produktif, sehingga memerlukan penanganan dan pencegahan sejak dini. Peningkatan kemandirian keluarga melalui Asuhan Keperawatan Keluarga menjadi strategi penting untuk mengendalikan hipertensi secara efektif dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Tujuan : untuk mengetahui tingkat kemandirian keluarga rawan hipertensi di wilayah Kelurahan Wijaya Kusuma sebagai dasar penyusunan upaya peningkatan kemandirian keluarga rawan hipertensi. Metode : Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross sectional yang menggambarkan upaya peningkatan kemandirian keluarga rawan hipertensi di Kelurahan Wijaya Kusuma. Data sekunder diperoleh dari laporan proyek Tim PKM PENARI dan dianalisis untuk menilai hubungan antara upaya kemandirian dan kondisi keluarga rawan hipertensi. Hasil : Berdasarkan data Puskesmas Grogol Petamburan tahun 2024, hipertensi menjadi penyakit terbanyak dengan 24.793 kasus. Wilayah Wijaya Kusuma tercatat sebagai penyumbang kasus hipertensi tertinggi sebanyak 3.747 kasus. Kasus hipertensi berdasarkan jenis kelamin relatif seimbang, dengan 1.891 kasus pada laki-laki dan 1.856 pada perempuan. Tingkat kemandirian pasien hipertensi di Kelurahan Wijaya Kusuma sebanyak 3.747 KK untuk tingkat kemandirian I, II, III, dan IV. Kesimpulan : Hipertensi menjadi kasus terbanyak di Wijaya Kusuma pada tahun 2024 dengan 3.747 kasus, dan intervensi inovatif Puskesmas berhasil meningkatkan kemandirian keluarga hingga 100% pada Level IV.