Panggabean, Della Rosa
Institusi Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KONSEP GARAPAN ANDUNG HU: SEBUAH TAFSIR MUSIKAL ATAS RATAPAN KEMATIAN MASYARAKAT BATAK TOBA Della Rosa Panggabean; Fresti Yuliza; Sherli Novalinda; Hafif HR
Melayu Arts and Performance Journal Vol 5, No 1 (2022): Melayu Arts and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v5i1.2501

Abstract

This article discusses the musical concept of an orchestral piece entitled Andung Hu, which in Batak language means my lament. Andung Hu’s work departs from the reinterpretation of the Andung tradition, a lamentation of sorrow in the context of the death committed by the Toba Batak people. Applying the method of transformation, with the concept of transit and transition, this paper is intended as a form of elaboration of the concept of Andung Hu’s work. The data collected from the work process by Della Rosa Pangabean, which was analyzed critically-reflectively, by viewing the work process as a form of artistic research. The results of the analysis show that the transformation process from the Andung tradition in the Toba Batak society to the Andung Hu Orchestra takes three key stages, namely: interpretation; orchestration; and improvisation. The materials and tools used in the stages of the creation process are: scales; atonal technique; motive; development techniques; and taganing motifs. The result of the work is a composition in the form of a program music entitled Andung Hu.Keywords: lamentation; Toba Batak; musical concept; Andung Hu; orchestraAbstrakTulisan ini membicarakan tentang konsep musikal dari sebuah karya orkestra berjudul Andung Hu, yang dalam Bahasa Batak berarti ratapanku. Karya Andung Hu berangkat dari reinterpretasi atas tradisi Andung, sebuah ratapan kesedihan dalam konteks kematian yang dilakukan oleh masyarakat Batak Toba. Menerapkan metode transformasi atau alih wahana, dengan konsep transit dan transisi, tulisan ini dimaksudkan sebagai bentuk penjabaran konsep garapan dari karya Andung Hu. Data-data dihimpun dari proses berkarya oleh Della Rosa Pangabean, yang dianalisis secara kritis-reflektif, dengan memandang proses berkarya tersebut sebagai suatu bentuk penelitian artitik. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses transformasi dari tradisi Andung dalam masyarakat Batak Toba menjadi karya Orkestra Andung Hu, menempuh tiga tahapan kunci, yakni: interpretasi; orkestrasi; dan improvisasi. Adapun bahan dan alat yang digunakan dalam tahapan proses penciptaan itu adalah: tangga nada; teknik atonal; motif; teknik pengembangan; dan motif taganing. Adapun hasil karya adalah sebuah komposisi dengan bentuk musik programa yang diberi judul Andung Hu.Kata Kunci: ratapan kematian; Batak Toba; konsep musikal; Andung Hu; orkestrasi
Interpretasi dan Penerapan Teknik Vokal Pada Repertoar Ach Ich Fühl’s, Regnava Nel Silenzio, Selayang Pandang, dan Stand Up For Love Angelica Febrianti Br Haloho; Nora Anggraini; Della Rosa Panggabean
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 9, No 1 (2023): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v9i1.3800

Abstract

Artikel ini memuat tulisan tentang pertunjukan solis vokal dalam membawakan repertoar dan interpretasi terhadap repertoar yang disajikan. Repertoar yang disajikan dalam pertunjukan diantaranya Ach Ich Fühl’s, Regnava Nel Silenzio, Selayang Pandang, dan Stand Up For Love. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang penerapan teknik dan interpretasi solis vokal dalam setiap repertoar yang dibawakan. Adapun teknik-teknik yang digunakan seperti; headvoice, chest voice, falsetto, vibrato, staccato, coloratura, riff and runs, phrasering, dan cengkok melayu. Setiap repertoar memiliki zaman, genre, teknik, dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, sehingga penting untuk melakukan tinjauan terhadap repertoar sebelum melakukan pertunjukan.
Application of Management Principles in Production Orchestra Performance in Indonesia Adha, Yasril; Rosa.P, Della; Surayya, Yade
Scoring: Journal of Film Music Vol 1, No 2 (2023): Scoring Jurnal of Film Musik
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/scoring.v1i2.3980

Abstract

The purpose of writing this article is to examine musical performances in the orchestral format in Indonesia, which were previously considered high culture, but currently, orchestral performances are of great interest to the public in different ways. This can be seen from the many requests from the Indonesian people to perform modern orchestral performances at various large and prestigious events. Modern orchestral performances generally occur within the context of the performing arts industry. Because in the context of the Indonesian orchestra management industry, it cannot be separated from managing adequate and solid performance production through good management. Managing Indonesian orchestra performances today requires the application of effective management principles. This research uses a management analysis framework in the management of orchestra performances by Harold Koontz and Cyril O'Donnell in their book Principles of Management: An Analysis of Management Functions by taking a performing arts management approach.
Branding on Social Media Platforms As a Solution For Mixed Procession Music Groups In The City Of Padang, West Sumatra, Indonesia HR, Hafif; Marh, Fahmi; Rosa, Della; Surayya, Yade
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 2 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v25i2.3865

Abstract

Pancaragam, the only active music group in West Sumatra Province, Indonesia, holds significant potential but has yet to gain widespread recognition. Similar to Tanjidor groups in Betawi Kalimantan, such as Pontianak and Pemangkat, Pancaragam faces challenges in expanding its reach and economic impact on its musicians. To address this, we offer strategic solutions focused on enhancing visibility through social media platforms. This proposal includes the implementation of management patterns that align with the characteristics of each social media platform. Firstly, a profound understanding is needed on how to manage and leverage the specific features of platforms such as Instagram, Facebook, and YouTube. This involves the use of compelling visual content, such as video snippets from their performances, as well as active engagement with fans through comments and direct messaging. Furthermore, the implementation of creative digital campaign strategies can elevate Pancaragam's online presence. Contests or music challenges on these platforms can encourage community participation, while special offers or discounts for live performances can attract a broader audience. Collaborating with local influencers or social media users with an interest in traditional arts and culture can also be an effective way to expand networks and reach new audiences. With a combination of focused management and digital marketing strategies, Pancaragam can gain broader recognition, enhance their online presence, and ultimately provide a positive economic impact for its musicians.
Pertunjukan Solis Gitar dengan Repertoar Concerto in D Major Rv 93, Laila Canggung, dan Ephiphany (Guitar Solis Performance with Repertoire Concerto in D Major Rv 93, Laila Awkward, and Ephiphany) Seption, Moch Faisal; Supriando, Supriando; Panggabean, Della Rosa; Andranofa, Andranofa
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3484

Abstract

Artikel ini memuat tentang pertunjukan repertoar gitar dan analisis permainan karya seni musik instrumen gitar klasik dan elektrik dengan repertoar yang dipilih yaitu Concerto In D Major, Laila Canggung dan Ephiphany. Analisis yang dihadirkan berupa permainan teknik gitar klasik serta gitar elektrik seperti Tirando dan appoyando, Apergio Right Hand, Legato, Barrer, Palm Mute, Vibrato, Slide dan Bending, Form Musik, gaya dan genre, serta metode pertunjukan. Ketiga repertoar yang dipilih ditinjau dari tingkat kesulitan sebagai bentuk pencapaian dari hasil pembelajaran musik di kampus ISI PadangpanjangKata Kunci: Pertunjukan Solois; Teknik Gitar Klasik dan Elektrik; Repertoar; ConcertoABSTRACTThis article contains an repertoire show and analysis of the playing of classical and electric guitar instruments with the selected repertoire of Concerto In D Major, Laila Canggung and Ephiphany. The analysis presented is in the form of playing classical guitar and electric guitar techniques such as Tirando and appoyando, Right Hand Apergio, Legato, Barrer, Palm Mute, Vibrato, Slide and Bending, Music Form, style and genre, and performance methods. The three repertoires chosen are reviewed from the level of difficulty as a form of achievement from the results of music learning at the ISI Padangpanjang campus.Keywords: Soloist Performance; Classical and Electric Guitar Technique; Repertoire; Concerto
Struktur Bentuk Musik Ansamble Gonrang Sipitu-Pitu Pengiring Tor-Tor Sirittak Hotang pada Pesta Rondang Bittang Garama dan Anak Boru Di Simalungun Provinsi Sumatera Utara Girsang, Gracelyanti; Kustilo, Anton; Pangabean, Della Rosa; Tindaon, Rosmegawaty; Nurkholis, Nurkholis
Musica: Journal of Music Vol 4, No 2 (2024): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v4i2.4682

Abstract

Ansamble Gonrang Sipitu-pitu pengiring Tor-tor Sirittak Hotang merupakan kesenian tradisional yang berada di Silau Kahean, kabupaten Simalungun, provinsi Sumatera Utara. Instrumen yang dipakai dalam ansamble ini terdiri dari satu buah Sarunei Ponggol-ponggol, tujuh Gonrang, satu Mongmongan, dan satu Ogung yang dimainkan oleh enam orang pemain laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bentuk Musik Ansamble Gonrang Sipitupitu pengiring Tor-tor Sirittak Hotang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan musikologi. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka yaitu buku, skripsi dan jurnal, kemudian studi lapangan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori struktur musik Schneck and Berger, Leon Stein dan Karl Edmund Prier. Hasil penelitian ini menemukan bahwa struktur bentuk musik Ansamble Gonrang Sipitu-pitu terdiri dari intro, motif, frase, periode dan coda yang tergolong dalam dua bagian bentuk musik. Kata Kunci: Ansamble Gonrang Sipitu-pitu; Masyarakat Simalungun; Struktur Bentuk Musik; Tor-tor Sirittak Hotang.
Pertunjukan Solis Vokal Dengan Repertoar Bella Mia Fiamma, Lemak Manis Dan I Surrender Tambunan, Reza Reswati; Rosa, Della; Tindaon, Rosmegawaty; Kumala, Ofa Yutri; HR, Hafif
Musica: Journal of Music Vol 5, No 1 (2025): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v5i1.5318

Abstract

Pertunjukan musik merupakan bentuk ekspresi seni yang menghadirkan keindahan melalui elemen-elemen vokal dan instrumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mengekspresikan dan menginterpretasikan tiga repertoar musik dari berbagai genre dan gaya musikal dengan bentuk iringan musik yang berbeda. Karya pertama, Bella Mia Fiamma oleh Wolfgang Amadeus Mozart, dieksplorasi dalam konteks gaya klasik dengan iringan orkestra, menekankan pada dinamika, artikulasi, dan ekspresi khas era Klasik. Karya kedua, Lemak Manis oleh Ruslan Madun, dikaji dalam interpretasi gaya Musik Melayu dengan iringan Combo Band, yang mengedepankan ornamentasi khas musik tradisional Melayu serta nuansa ekspresi vokal yang sesuai dengan karakter musiknya. Sementara itu, karya ketiga, I Surrender oleh Louis Biancaniello dan Sam Watters, dianalisis dari aspek ekspresi dan interpretasi dalam format musik pop dengan iringan Combo Band, memperhatikan teknik vokal yang mendukung emosi serta gaya modern yang khas. Dengan metode analisis kualitatif berbasis studi interpretasi musik, penelitian ini mengidentifikasi pendekatan terbaik dalam mengekspresikan ketiga karya sesuai dengan gaya dan karakteristik musikalnya.Kata Kunci: Ekspresi, Interpretasi, Bella Mia Fiamma, Lemak Manis, I Surrender
Babunyi: Recomposition of Materak Art in Minimalist Music Concept Al Mubaraq, M. Habib; Panggabean, Della Rosa; Anggraini, Nora; Putra, Vindo Alhamda
Scoring: Journal of Film Music Vol 3, No 1 (2025): Scoring Jurnal of Film Music
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/scoring.v3i1.5547

Abstract

The musical composition “Babunyi” (a recomposition of Materak art in the minimalist music concept) is inspired by one of the kompang patterns found in Materak art, specifically the Kurang 1 pattern, which consists of the Induk (parent), Anak 2 (second child), and Anak 3 (third child) patterns. The concept of "Babunyi" utilizes a minimalist music approach, processed using the harmonic minor scale, and will be realized in a mixed ensemble format. The creation method for this work consists of three stages: exploration, experimentation, and realization. There are three structural processes in this composition: I (restricted pitch and rhythm materials), II (phasing), and III (long duration). The conclusion drawn is the use of minimal patterns followed by gradual changes until a complete musical composition is achieved.  Keywords : Materak, Kompang, Kurang 1, Minimalist Music, Mixed Ensamble.
PEMBELAJARAN LAGU “PISO SURIT” BENTUK ANSAMBEL CAMPURAN DI GEREJA BATAK KARO PROTESTAN PADANG Eldika Eldika; Anton Kustilo; Randi Restu Hadi; Della Rosa; Aluna Aluna
Musica: Journal of Music Vol 6, No 1 (2026): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v6i1.6009

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pembelajaran Lagu Piso Surit dalam Bentuk Ansambel Campuran” ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan peneliti dalam memberikan pembelajaran seni musik kepada kaum muda di gereja GBKP Padang. Lagu Piso Surit diaransemen ulang ke dalam format ansambel musik dengan beberapa instrumen seperti keteng-keteng, penganak, piano, gitar elektrik, gitar bass, dan drumset. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif berupa penelitian tindakan kelas, dengan tujuan untuk memecahkan masalah yang ditemukan dalam proses pembelajaran di lapangan. Dalam proses penelitian dan pengajaran, peneliti menggunakan teori musik Aaron Copland yang digunakan sebagai alat bantu untuk memahami unsur-unsur dasar musik, seperti melodi, harmoni, dan ritme. Pembelajaran yang diajarkan sesuai dengan ilmu musik konvensional sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memainkan musik dengan baik dan benar
Pertunjukan Solis Vokal Dengan Repertoar Ah! Quel Giorno Ognor Rammento, Umpan Jinak Di Air Tenang, If Ain’t Got You Dan Rudang-Rudang Kegeluhen Fiska Warina; Della Rosa Panggabean; Ofa Yutri Kumala; Yade Surayya
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1343

Abstract

Tugas akhir pada jenjang pendidikan tinggi seni merupakan tahap kulminasi dari seluruh proses pembelajaran mahasiswa selama masa studi. Pada program studi seni musik Institut Seni Indonesia Padang Panjang ini mensyaratkan, penyajian tiga repertoar lintas genre, yaitu klasik, melayu, dan populer. Namun, penyaji menambahkan satu lagu daerah sebagai bentuk penghormatan kepada kedua orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana menginterpretasikan empat repertoar dengan berbagai teknik dan ekspresi dari masing-masing repertoar tersebut dalam satu rangkaian pertunjukan. Repertoar pertama “Ah! Quel Giorno Ognor Rammento” oleh Gioachino Rossini, dieksplorasi dalam konteks gaya klasik dengan iringan orkestra, menekankan pada teknik bel canto dan coloratura. Repertoar kedua “Umpan Jinak Di Air Tenang” oleh Datuk Ahmad Jais, dieksplorasi dalam gaya musik Melayu dengan iringan orkestra, combo band dan instrumen tradisional melayu, yang menekankan pada ornamentasi khas musik tradisional melayu, mempertahankan dialek melayu serta nuansa ekspresi vokal yang sesuai dengan karakter musiknya. Repertoar ketiga “If Ain’t Got You” oleh Alicia Keys, dieksplorasi dalam format musik klasik modern dengan iringan orkestra dan combo band serta penekanan kepada ekspresi dan interpretasi yang mendalam pada lagu. Repertoar keempat “Rudang-Rudang Kegeluhen” oleh Medsen Sembiring, dieksplorasi dalam gaya musik tradisi modern dengan iringan orkestra, combo band dan musik tradisional batak yang menekankan pada dialek karo, ekspresi dan interpretasi yang mendalam pada lagu tersebut. Dengan metode analisis kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi pendekatan terbaik dalam mengekspresikan, penerapan teknik keempat karya sesuai dengan gaya dan karakteristik musikalnya.