Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KONSEP GARAPAN ANDUNG HU: SEBUAH TAFSIR MUSIKAL ATAS RATAPAN KEMATIAN MASYARAKAT BATAK TOBA Della Rosa Panggabean; Fresti Yuliza; Sherli Novalinda; Hafif HR
Melayu Arts and Performance Journal Vol 5, No 1 (2022): Melayu Arts and Performance Journal
Publisher : Pascasarjana Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/mapj.v5i1.2501

Abstract

This article discusses the musical concept of an orchestral piece entitled Andung Hu, which in Batak language means my lament. Andung Hu’s work departs from the reinterpretation of the Andung tradition, a lamentation of sorrow in the context of the death committed by the Toba Batak people. Applying the method of transformation, with the concept of transit and transition, this paper is intended as a form of elaboration of the concept of Andung Hu’s work. The data collected from the work process by Della Rosa Pangabean, which was analyzed critically-reflectively, by viewing the work process as a form of artistic research. The results of the analysis show that the transformation process from the Andung tradition in the Toba Batak society to the Andung Hu Orchestra takes three key stages, namely: interpretation; orchestration; and improvisation. The materials and tools used in the stages of the creation process are: scales; atonal technique; motive; development techniques; and taganing motifs. The result of the work is a composition in the form of a program music entitled Andung Hu.Keywords: lamentation; Toba Batak; musical concept; Andung Hu; orchestraAbstrakTulisan ini membicarakan tentang konsep musikal dari sebuah karya orkestra berjudul Andung Hu, yang dalam Bahasa Batak berarti ratapanku. Karya Andung Hu berangkat dari reinterpretasi atas tradisi Andung, sebuah ratapan kesedihan dalam konteks kematian yang dilakukan oleh masyarakat Batak Toba. Menerapkan metode transformasi atau alih wahana, dengan konsep transit dan transisi, tulisan ini dimaksudkan sebagai bentuk penjabaran konsep garapan dari karya Andung Hu. Data-data dihimpun dari proses berkarya oleh Della Rosa Pangabean, yang dianalisis secara kritis-reflektif, dengan memandang proses berkarya tersebut sebagai suatu bentuk penelitian artitik. Hasil analisis menunjukkan bahwa proses transformasi dari tradisi Andung dalam masyarakat Batak Toba menjadi karya Orkestra Andung Hu, menempuh tiga tahapan kunci, yakni: interpretasi; orkestrasi; dan improvisasi. Adapun bahan dan alat yang digunakan dalam tahapan proses penciptaan itu adalah: tangga nada; teknik atonal; motif; teknik pengembangan; dan motif taganing. Adapun hasil karya adalah sebuah komposisi dengan bentuk musik programa yang diberi judul Andung Hu.Kata Kunci: ratapan kematian; Batak Toba; konsep musikal; Andung Hu; orkestrasi
Interpretasi dan Penerapan Teknik Vokal Pada Repertoar Ach Ich Fühl’s, Regnava Nel Silenzio, Selayang Pandang, dan Stand Up For Love Angelica Febrianti Br Haloho; Nora Anggraini; Della Rosa Panggabean
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 9, No 1 (2023): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v9i1.3800

Abstract

Artikel ini memuat tulisan tentang pertunjukan solis vokal dalam membawakan repertoar dan interpretasi terhadap repertoar yang disajikan. Repertoar yang disajikan dalam pertunjukan diantaranya Ach Ich Fühl’s, Regnava Nel Silenzio, Selayang Pandang, dan Stand Up For Love. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang penerapan teknik dan interpretasi solis vokal dalam setiap repertoar yang dibawakan. Adapun teknik-teknik yang digunakan seperti; headvoice, chest voice, falsetto, vibrato, staccato, coloratura, riff and runs, phrasering, dan cengkok melayu. Setiap repertoar memiliki zaman, genre, teknik, dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, sehingga penting untuk melakukan tinjauan terhadap repertoar sebelum melakukan pertunjukan.
Pertunjukan Solis Gitar dengan Repertoar Concerto in D Major Rv 93, Laila Canggung, dan Ephiphany (Guitar Solis Performance with Repertoire Concerto in D Major Rv 93, Laila Awkward, and Ephiphany) Seption, Moch Faisal; Supriando, Supriando; Panggabean, Della Rosa; Andranofa, Andranofa
Musica: Journal of Music Vol 3, No 1 (2023): MUSICA : JOURNAL OF MUSIC
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/musica.v3i1.3484

Abstract

Artikel ini memuat tentang pertunjukan repertoar gitar dan analisis permainan karya seni musik instrumen gitar klasik dan elektrik dengan repertoar yang dipilih yaitu Concerto In D Major, Laila Canggung dan Ephiphany. Analisis yang dihadirkan berupa permainan teknik gitar klasik serta gitar elektrik seperti Tirando dan appoyando, Apergio Right Hand, Legato, Barrer, Palm Mute, Vibrato, Slide dan Bending, Form Musik, gaya dan genre, serta metode pertunjukan. Ketiga repertoar yang dipilih ditinjau dari tingkat kesulitan sebagai bentuk pencapaian dari hasil pembelajaran musik di kampus ISI PadangpanjangKata Kunci: Pertunjukan Solois; Teknik Gitar Klasik dan Elektrik; Repertoar; ConcertoABSTRACTThis article contains an repertoire show and analysis of the playing of classical and electric guitar instruments with the selected repertoire of Concerto In D Major, Laila Canggung and Ephiphany. The analysis presented is in the form of playing classical guitar and electric guitar techniques such as Tirando and appoyando, Right Hand Apergio, Legato, Barrer, Palm Mute, Vibrato, Slide and Bending, Music Form, style and genre, and performance methods. The three repertoires chosen are reviewed from the level of difficulty as a form of achievement from the results of music learning at the ISI Padangpanjang campus.Keywords: Soloist Performance; Classical and Electric Guitar Technique; Repertoire; Concerto
Babunyi: Recomposition of Materak Art in Minimalist Music Concept Al Mubaraq, M. Habib; Panggabean, Della Rosa; Anggraini, Nora; Putra, Vindo Alhamda
Scoring: Journal of Film Music Vol 3, No 1 (2025): Scoring Jurnal of Film Music
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/scoring.v3i1.5547

Abstract

The musical composition “Babunyi” (a recomposition of Materak art in the minimalist music concept) is inspired by one of the kompang patterns found in Materak art, specifically the Kurang 1 pattern, which consists of the Induk (parent), Anak 2 (second child), and Anak 3 (third child) patterns. The concept of "Babunyi" utilizes a minimalist music approach, processed using the harmonic minor scale, and will be realized in a mixed ensemble format. The creation method for this work consists of three stages: exploration, experimentation, and realization. There are three structural processes in this composition: I (restricted pitch and rhythm materials), II (phasing), and III (long duration). The conclusion drawn is the use of minimal patterns followed by gradual changes until a complete musical composition is achieved.  Keywords : Materak, Kompang, Kurang 1, Minimalist Music, Mixed Ensamble.
Pertunjukan Solis Vokal Dengan Repertoar Ah! Quel Giorno Ognor Rammento, Umpan Jinak Di Air Tenang, If Ain’t Got You Dan Rudang-Rudang Kegeluhen Fiska Warina; Della Rosa Panggabean; Ofa Yutri Kumala; Yade Surayya
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1343

Abstract

Tugas akhir pada jenjang pendidikan tinggi seni merupakan tahap kulminasi dari seluruh proses pembelajaran mahasiswa selama masa studi. Pada program studi seni musik Institut Seni Indonesia Padang Panjang ini mensyaratkan, penyajian tiga repertoar lintas genre, yaitu klasik, melayu, dan populer. Namun, penyaji menambahkan satu lagu daerah sebagai bentuk penghormatan kepada kedua orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana menginterpretasikan empat repertoar dengan berbagai teknik dan ekspresi dari masing-masing repertoar tersebut dalam satu rangkaian pertunjukan. Repertoar pertama “Ah! Quel Giorno Ognor Rammento” oleh Gioachino Rossini, dieksplorasi dalam konteks gaya klasik dengan iringan orkestra, menekankan pada teknik bel canto dan coloratura. Repertoar kedua “Umpan Jinak Di Air Tenang” oleh Datuk Ahmad Jais, dieksplorasi dalam gaya musik Melayu dengan iringan orkestra, combo band dan instrumen tradisional melayu, yang menekankan pada ornamentasi khas musik tradisional melayu, mempertahankan dialek melayu serta nuansa ekspresi vokal yang sesuai dengan karakter musiknya. Repertoar ketiga “If Ain’t Got You” oleh Alicia Keys, dieksplorasi dalam format musik klasik modern dengan iringan orkestra dan combo band serta penekanan kepada ekspresi dan interpretasi yang mendalam pada lagu. Repertoar keempat “Rudang-Rudang Kegeluhen” oleh Medsen Sembiring, dieksplorasi dalam gaya musik tradisi modern dengan iringan orkestra, combo band dan musik tradisional batak yang menekankan pada dialek karo, ekspresi dan interpretasi yang mendalam pada lagu tersebut. Dengan metode analisis kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi pendekatan terbaik dalam mengekspresikan, penerapan teknik keempat karya sesuai dengan gaya dan karakteristik musikalnya.
Analisis Pertunjukan Solis Vokal dengan Repertoar Bel Raggio Lusinghier, Zapin Melayu, Secret Love Song, dan Bunda Nori Chyntia; Della Rosa Panggabean; Ofa Yutri Kumala; Aluna
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1375

Abstract

Pertunjukan solis vokal menuntut kemampuan menyeluruh yang mengintegrasikan penguasaan teknik vokal, ketepatan interpretasi, dan kedalaman ekspresi musikal. Implementasi teknik vokal serta adaptasi gaya artistik dalam membawakan empat repertoar lintas genre yaitu klasik, Melayu, dan populer dideskripsikan dan dianalisis secara mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan studi artistik berbasis praktik. Untuk menghimpun data, digunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, serta kajian literatur dari buku, skripsi, dan jurnal. Analisisnya berfokus pada penguasaan teknik vokal, interpretasi, dan ekspresi spesifik pada setiap repertoar. Repertoar “Bel Raggio Lusinghier” karya Gioachino Rossini mengeksplorasi teknik coloratura dan tradisi Bel Canto yang menuntut kelincahan ornamentasi. Repertoar “Zapin Melayu” karya Datuk Suhaimi Mohd Zain difokuskan pada penguasaan cengkok sebagai identitas budaya dalam balutan aransemen orkestra dan instrumen tradisional. Pada repertoar populer “Secret Love Song” karya Emma Rohan, Jason Desrouleaux, Jez Ashurst, dan Rachel Furner menuntut kontrol dinamika dan penguasaan register suara mulai dari chest voice, belting, dan falsetto untuk merealisasikan rasa dari lirik lagu tersebut, sementara repertoar “Bunda” karya Melly Goeslaw difokuskan pada interpretasi dan eskpresi melalui kedalaman penghayatan sebagai bentuk dedikasi emosional personal terhadap sosok ibu. Hasil kajian merepresentasikan kemampuan teknik vokal menjadi landasan terhadap ketepatan eskpresi dan tingginya kualitas penghayatan, sehingga pesan emosional setiap karya tersampaikan secara komunikatif kepada penonton. Penelititan ini diharapkan dapat memperkaya referensi pengajaran musik dalam menyelaraskan tuntutan musik, menjadi acuan bagi penyanyi dan akademisi dalam menguasai ragam teknik serta adaptasi gaya lintas genre.