Fitri Aprianti
Department Of English Language Education, Faculty Of Teacher Training And Education, University Of Muhammadiyah Cirebon, Cirebon, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DIFFERENTIATED INSTRUCTION IN INCLUSIVE EFL CLASSROOMS: A TWO-CYCLE CASE STUDY FROM INDONESIA Susilawati; Fitri Aprianti; Eline Rozaliya Winarto
Indonesian EFL Journal Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ieflj.v12i2.111

Abstract

The implementation of inclusive classrooms is a mandated educational policy in Indonesia, requiring schools to accommodate students with diverse learning needs, including those with special educational needs (SEN). Within this framework, this study investigates how differentiated instruction (DI) is enacted in an inclusive junior high school EFL classroom in Cirebon and examines its influence on students’ academic engagement and affective experiences. This study provides the first systematic documentation of all four DI components, including content, process, product, and learning environment, across two instructional cycles in an Indonesian inclusive EFL classroom, with disaggregated analysis of student responses by learning profile. Adopting a qualitative case study design, data were collected through classroom observations, formative assessments, teacher reflections, and semi structured interviews, enabling methodological triangulation across the two cycles. The findings show that the teacher implemented multiple forms of differentiation, particularly in content and process, through strategies such as recorded word lists, peer assisted learning, group discussions, visual scaffolds, and tiered tasks. As instruction progressed, these strategies were refined to respond more consistently to students’ diverse readiness levels and learning challenges. Student experiences varied by learning profile: auditory learners showed strong academic engagement but limited affective involvement; kinesthetic learners demonstrated balanced participation; and verbal social learners benefited most from collaborative activities. Students with SEN were supported through extended time, visual aids, and peer mentoring, while independent learners responded positively to opportunities for creative autonomy. Overall, the study shows that differentiated instruction enhances equitable access to EFL learning while fostering motivation, confidence, and belonging in heterogeneous classrooms..
Mengasah Kemampuan Kognitif Siswa Sekolah Dasar dengan Media Board berbasis Game Educaplay Juwanda Prayuda; Fitri Aprianti; Widia Nur Jannah
Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia Vol 3 No 4 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/judikdas.v3i4.1982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif siswa sekolah dasar melalui integrasi media board self dan game-based learning menggunakan platform Educaplay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan model Kurt Lewin, yang terdiri dari empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dan dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I, fokus utama adalah penerapan media board self sebagai sarana pembelajaran. Setelah siklus pertama dievaluasi melalui post-test, ditemukan bahwa meskipun ada peningkatan, hasil belum optimal. Pada siklus II, media board self diperkuat dengan teknologi game-based learning melalui Educaplay, untuk memberikan stimulus interaktif yang lebih dinamis dalam pembelajaran. Setiap siklus diukur menggunakan pre-test dan post-test dengan instrumen tes yang sama, yang mencakup enam indikator kognitif berdasarkan taksonomi Bloom, yaitu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai rata-rata kemampuan kognitif siswa dari 46,66 pada pra-siklus, menjadi 67,77 pada siklus I, dan 80,07 pada siklus II. Peningkatan paling signifikan terlihat pada kemampuan mencipta, yang meningkat dari 26,67 pada siklus I menjadi 50,00 pada siklus II. Integrasi media board self dan game-based learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa.
Penerapan Disiplin Positif di Sekolah Dasar dalam Upaya Pencegahan Tiga Dosa Besar Pendidikan: Studi Pengabdian di SDN Silih Asuh 2 Kota Cirebon Fitri Aprianti; Muh Arif Syarif; Muzayyanah
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.202681.23878

Abstract

Kasus tiga dosa besar pendidikan yang mencakup kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi terus meningkat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kota Cirebon. Permendikbud No. 46 Tahun 2023 hadir sebagai landasan hukum untuk membangun disiplin positif yang menekankan pada penghargaan terhadap peserta didik serta pencegahan kekerasan di sekolah. Namun, implementasi disiplin positif di tingkat sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SDN Silih Asuh 2 Kota Cirebon dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman guru, membentuk ekosistem pendukung, serta mendorong keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berpusat pada peserta didik. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan guru, sosialisasi kepada siswa dan orang tua, pembentukan Tim Disiplin Positif, serta penyusunan dokumen pendukung dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru lebih dari 80%, terbentuknya tim dan dokumen pendukung disiplin positif, serta meningkatnya partisipasi orang tua dalam mendukung budaya sekolah yang sehat. Program ini berkontribusi pada implementasi Kurikulum Merdeka serta mendukung pencapaian SDGs khususnya pendidikan berkualitas dan pengurangan kesenjangan. Kesimpulannya, disiplin positif dapat menjadi strategi efektif dalam mencegah tiga dosa besar pendidikan sekaligus menguatkan profil pelajar Pancasila.
Educaplay for Selective Listening Instruction: Students Benefits and Challenges in an EFL Classroom Mia Aulia; Dila Charisma; Fitri Aprianti
Journal of English Language and Education Vol 11, No 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i4.3027

Abstract

Listening is one of the most challenging language skills for EFL learners, particularly in selective listening activities that require students to identify specific information from spoken texts. To address this issue, interactive digital media such as Educaplay can provide engaging learning experiences and support listening comprehension. This study aimed to explore the benefits experienced by eighth-grade students when using Educaplay in selective listening activities. A qualitative case study design was selected because it enabled an in-depth exploration of students’ learning experiences, perceptions, and interactions within a real classroom context. The study involved 39 eighth-grade students at a junior high school in Kuningan Regency, West Java. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, student reflections, and field notes, and analyzed using thematic analysis. The findings revealed that Educaplay enhanced students’ engagement, motivation, confidence, vocabulary development, and selective listening abilities. Its interactive, game-based features promoted active participation and improved students’ ability to identify specific information from spoken texts while fostering time management and critical thinking. Although internet connectivity, audio comprehension, and device limitations posed challenges, students generally responded positively, indicating that Educaplay is an effective medium for supporting selective listening instruction in EFL classrooms.