This community service activity was conducted in Tajur Halang Village, Tajur Halang District, Bogor Regency, with a focus on increasing the capacity of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to address digital marketing challenges. The main challenges partners face are low digital literacy and limited market access, which prevent MSMEs from fully leveraging digital media for product promotion and sales. The objective of this activity was to improve the community’s understanding, skills, and confidence in managing digital-based marketing and expanding market reach through social media and e-commerce platforms. The implementation method used a participatory-educational approach through training, simulations, and direct mentoring. Materials covered basic marketing concepts, digital marketing strategies, promotional content creation, product photography, and the use of digital business applications such as WhatsApp Business. The activity results showed a significant increase in marketing understanding (from 52% to 79%), promotional content creation skills, and participants’ confidence in using digital media. Participants also began utilizing marketplaces and social media to promote their products independently. This program successfully empowered the Tajur Halang Village community to be more adaptive to digital transformation and strengthened the competitiveness of local MSMEs in the digital economy era.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tajur Halang, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, dengan fokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menghadapi tantangan digitalisasi pemasaran. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya literasi digital dan keterbatasan akses pasar, yang menyebabkan pelaku UMKM belum mampu memanfaatkan media digital secara optimal untuk promosi dan penjualan produk. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola pemasaran berbasis digital serta memperluas jangkauan pasar melalui media sosial dan platform e-commerce. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui pelatihan, simulasi, dan pendampingan langsung. Materi meliputi konsep dasar pemasaran, strategi digital marketing, pembuatan konten promosi, fotografi produk, serta penggunaan aplikasi bisnis digital seperti WhatsApp Business. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pemahaman pemasaran (dari 52% menjadi 79%), kemampuan pembuatan konten promosi, dan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan media digital. Peserta juga mulai memanfaatkan marketplace dan media sosial untuk promosi produk secara mandiri. Program ini berhasil memberdayakan masyarakat Desa Tajur Halang untuk lebih adaptif terhadap transformasi digital dan memperkuat daya saing UMKM lokal di era ekonomi digital