Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer

Uji Kontrol Sistem Penerangan Bangunan Non IoT Berbasis Komunikasi Nirkabel Wi-Fi Aulia Oktaviani Prasiska; Budi Rahmani
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 17, No 2: Agustus 2021
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.961 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v17i2.645

Abstract

AbstractPeople desperately need the efficiency of time, energy, and cost in their daily lives. Therefore various efforts are made to be achieved, and one of them is by utilizing a smartphone or smartphone device. One of the applications developed and based on the Android operating system is on automation, whether for lighting houses, buildings, etc. Especially in the building lighting system, the problem is when the building guard forgets to turn off one or more lights. It isn't easy when the building guard has to return to the light switch position, especially in a multi-storey building, and he or she is already in the lobby (ground floor). This research has designed the build of a system to control the lighting lights of buildings. Some devices serve as command givers (android phones), and there are command recipients (microcontrollers). The type of connection used is Wi-Fi wireless communication between the microcontroller and the smartphone without utilizing an internet connection (IoT). The enhancements used are access points to bridge communication from the mobile phone to the command receiver module.The system's test results designed to build have found good performance in multi-storey buildings (three storeys). Among them is that the system implemented using wireless communication (Wi-Fi) with a control distance of approximately 12 meters without interference from other mobile Keywords : building lighting system; wemosD1;  Wi-Fi; microcontroller; Android;AbstrakManusia sangat membutuhkan adanya efisiensi waktu, tenaga, dan biaya di kehidupan sehari harinya. Karenanya berbagai upaya dilakukan agar hal itu dapat dicapai, dan salah satunya adalah dengan memanfaatkan perangkat telepon pintar atau smart phone. Salah satu aplikasi yang dikembangkan dan berbasis sistem operasi android adalah pada otomasi, baik untuk penerangan rumah, gedung, dan atau yang lainnya. Khusus pada sistem penerangan gedung, persoalan yang dihadapi adalah pada ketika penjaga gedung lupa mematikan satu lampu atau lebih. Hal ini akan menyulitkannya ketika harus kembali ke posisi saklar lampu tersebut berada, apalagi pada gedung bertingkat dan saat itu penjaga gedung sudah berada di lobby (lantai dasar). Penelitian ini telah merancang bangun sebuah sistem untuk melakukan pengontrolan lampu penerangan gedung. Ada perangkat yang berfungsi sebagai pemberi perintah (handphone android) dan ada penerima perintah (mikrokontroler). Jenis koneksi yang digunakan adalah komunikasi nirkabel Wi-Fi antara mikrokontroller dan smartphone tanpa memanfaatkan koneksi internet (IoT). Perangkat tambahan yang digunakan adalah akses poin untuk menjembatani komunikasi dari handphone ke modul penerima perintah.Hasil pengujian terhadap sistem yang dirancang bangun telah mendapati kinerja yang baik pada gedung bertingkat (berlantai tiga) dengan variasi jarak kontrol terhadap lampu sejauh 2 s.d. 9 meter. Hal ini tergantung daya sinyal Wi-Fi yang ditangkap dan ada atau kuat tidaknya gangguan dari sinyal Wi-Fi lainnya.Kata kunci: sistem penerangan gedung; wemosD1;  Wi-Fi; mikrokontroler; Android;
Sistem Pakar Deteksi Kerusakan PLC (Power Line Carrier) dengan Metode Forward chaining Achmad Kariadi; Budi Rahmani; Syahib Natarsyah
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 10, No 1: Pebruari 2014
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.81 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v10i1.46

Abstract

Dalam perkembangan Teknologi Informasi yang semakin pesat, segala bidang kehidupan dunia diwarnai dengan penerapan teknologi. Terutama pada PT PLN (Persero) AP2B Sistem Kalselteng yang terdapat peralatan PLC (Power Line Carrier), peralatan ini sangat sensitif jika terjadi kerusakan. Karena dapat mengakibatkan gagalnya komunikasi antar Gardu Induk PLN yang berakibat fatal pada sistem penyaluran tenaga listrik serta penurunan penilaian kinerja peralatan. Sistem pakar yang dibangun adalah untuk mendeteksi kerusakan PLC dengan menerapkan metode forward chaining. Sistem ini menggunakan bahasa pemrogramandelphi yang databasenya dengan microsoft acces. Pada penelitian yang telah dilakukan, gejala kerusakan pada PLC (Power Line Carrier) dicoba untuk dirangkum dan dianalisis, sehingga hasil diagnosa terhadap kerusakan dapat diberikan kesimpulan dan solusinya. Hasil daripenelitian ini diterapkan pada PT PLN (Persero) AP2B Sistem Kalselteng.Kata Kunci: PLC, Forward chaining, Sistem Pakar
SISTEM ROBOT PENGIKUT GARIS DAN PEMADAM API BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51 Budi Rahmani; Djoko Dwijo Riyadi
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 6, No 2: Agustus 2010
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.511 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v6i2.80

Abstract

 Robot Pengikut Garis merupakan suatu bentuk robot bergerak otonom yang mempunyai misi mengikuti suatu garis pandu yang telah ditentukan secara otonom. Dalam perancangan dan implementasinya, masalah-masalah yang harus dipecahkan adalah sistem penglihatan robot, arsitektur perangkat keras yang meliputi perangkat elektronik dan mekanik, dan organisasi perangkat lunak untuk basis pengetahuan dan pengendalian secara waktu nyata.Penelitian ini melakukan rancang bangun suatu robot pengikut garis dengan menggunakan mikrokontroler AT89C51 dan sensor infra merah. Sistem mekanik robot mengadopsi sistem manuver pada mobil empat roda biasa. Basis pengetahuan robot berisi pengkodean aksi yang harus dilakukan oleh robot berdasarkan informasi dari sensor. Metode untuk transformasi informasi menjadi aksi menggunakan metode tabel tengok.Hasilnya memperlihatkan bahwa robot mampu mengikuti garis dengan jari-jari kelengkungan minimal 35 cm. Kecepatan maksimal robot saat mengelilingi elips dengan panjang sumbu terpanjang 85 cm dan sumbu terpendek 65 cm mencapai 5 cm/detik. Terlihat juga saat garis terlepas dari daerah pendeteksian sensor, robot dapat memperkirakan posisi garis dan berusaha menemukan kembali garis tersebut. Kata kunci: robot pengikut garis, Robot pemadam api, mikrokontroler AT89C51
APLIKASI ROBOT CERDAS BERBASIS AVR DAN BAHASA C Budi Rahmani
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 6, No 1: Pebruari 2010
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.581 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v6i1.76

Abstract

 Kontes Robot Cerdas Indonesia merupakan ajang bergengsi tingkat nasional yang setiap tahun diselenggarakan oleh DP2M Ditjen Dikti dan diikuti oleh PTN dan PTS seluruh Indonesia. STMIK Banjarbaru merupakan salah satu peserta KRCI sejak tahun 2008. Pengembangan robot cerdas di STMIK Banjarbaru berjalan secara perlahan karena ketidak adaan dana khusus untuk kegiatan penelitian dan pengembangannya.Pada penelitian ini akan dikembangkan apa yang telah dicapai dan dihasilkan pada penelitian terdahulu (PDM 2007) dengan objek yang sama. Hanya saja pengembangan yang dilakukan adalah disisi pengendali yang sudah menggunakan Mikrokontroler AVR  dan tidak lagi menggunanan mikrokontroler klasik seri AT895x. Kemudian bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa C dari sebelumnya menggunakan bahasa assembly. Dari sisi fisik robot ini telah dibentuk dengan chasis dari bahan acrylic. Hal yang cukup sulit dikembangkan dari penelitian ini adalah mengenai pemadam api yang sebelumnya direncanakan menggunakan semprotan air sebagai pengganti kipas, namun ternyata memodifikasi dan membuat pompa air mini tidaklah mudah. Untuk itu masih digunakan kipas angin pada robot yang dibuat kali ini.Apa yang telah dicapai dalam penelitian ini pada dasarnya adalah sebuah robot pemadam api yang dilengkapi dengan beberapa sensor dinding untuk keperluan navigasi. Kemudian juga robot ini telah dilengkapi dengan sensor panas/api yang dibuat dari photo diode. Pada dasarya robot telah dapat bergerak sesuai dengan harapan pada arena yang dibuat untuk mencari api dari lilin dan memadamkannya, hanya saja kecepatan navigasinya masih relatif lambat.  Keyword: Robot Cerdas Pemadam Api, Atmel AVR, Bahasa C
Model Sistem Penerangan Toilet Berbasis Sensor Gerak Terkendali Mikrokontroler Atmega328 Julaiha Julaiha; Budi Rahmani
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 18, No 1: Februari 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.256 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v18i1.780

Abstract

Abstrak. Energi listrik yang digunakan di sebuah instansi dan cenderung mengarah kepada pemborosan adalah hal yang serius. Salah satunya adalah di bagian toilet yang seringkali didapati pemborosan energi listrik ini karena tidak dimatikannya lampu pada saat toilet tidak digunakan. Karenanya pemborosan energi sebanding dengan jumlah biaya bulanan yang dikeluarkan oleh suatu instansi. Jika pemborosan dapat dikurangi, maka biaya ekstra yang harus dibayarpun akan dapat dikurangi pula. Penelitian ini mengembangkan algoritme yang dimulai ketika pengguna menekan push button untuk menyalakan lampu dan kemudian menghidupkan sensor gerak. Ketika ada pengguna masuk ke toilet dan terdeteksi adanya gerakan, maka otomatis lampu toilet akan terus dinyalakan. Namun jika setelah penekanan push button si pengguna tidak berada di toilet, maka dalam kurung waktu 60 detik lampu toilet akan dimatikan secara otomatis. Begitu pula jika pengguna telah keluar dari toilet maka dalam jangka waktu kurang lebih 60 detik, maka lampu toilet akan mati secara otomatis pula. Hasil pengujian menggunakan sensor gerak yang dimaksimalkan algoritmenya di sebuah toilet selama kurang lebih 2 minggu mendapati bahwa konsumsi daya listrik setelah digunakannya alat berkurang sebesar 7,08 %. Kemudian hasil pengujian perangkat menunjukkan keberhasilan deteksi sensor gerak adalah 100%.Kata Kunci: Toilet; Otomasi; Penerangan; Listrik PLN Abstract. Electrical energy used in an agency tends to lead to waste is a serious matter. One of them is in the toilet, which is often a waste of electrical energy because the lights are not turned off when the bathroom is not in use. Therefore, energy waste is proportional to the number of monthly costs incurred by an agency. If debris can be reduced, the extra costs that must be paid will also be reduced. This research develops an algorithm that starts when the user presses the push button to turn on the light and then turns on the motion sensor. When a user enters the toilet and motion are detected, the toilet light will automatically continue to be turned on. However, if the user is not in the bathroom after pressing the push button, then within 60 seconds, the toilet light will be turned off automatically. Likewise, if the user has left the toilet within approximately 60 seconds, the toilet light will turn off automatically. The test results using a motion sensor whose algorithm was maximized in a toilet for approximately two weeks found that electric power consumption after using the tool was reduced by 7.08%. Then the device test results show that the motion sensor detection success is 100%.Keywords: Toilet; Automation; lighting; PLN Electricity
Uji Akurasi Grid-Edge-Depth Map Pada Purwarupa Alat Bantu Melihat Menggunakan Kamera Stereo Budi Rahmani
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 18, No 2: Agustus 2022
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.77 KB) | DOI: 10.35889/progresif.v18i2.924

Abstract

The Grid-Edge-Depth Map (GED-map) algorithm can measure objects with distances from 64 cm to 500 cm and has been tested on a wheeled robot to help it avoid obstacles in the experimental environment. This study examines the accuracy of the GED-map that can be used to help people with visual impairments. The research was conducted by modifying a stereo camera into a device that can be used by humans such as a helmet and processed by a laptop. The test was carried out with three scenarios that required the user to stand at a distance of 100 cm, 125 cm and 150 cm from a table, chair, or wall with 15 tests in each scenario. The results of the distance measurement by the system are then computed based on the angle of the installed stereo camera and compared the results with the real distance. The test results show an average accuracy of 94.86% with 3 experimental scenarios, which means that this tool is feasible to implement. It's just that research and improvement need to be done to reduce the size of the distance measurement processing computer that currently uses a laptop.Keywords: GED-map; Visual impairment; Stereo cameras; Viewing aids Abstrak. Algoritme Grid-Edge-Depth Map (GED-map) dapat mengukur objek dengan jarak antara 64 cm sampai dengan 500 cm dan telah diuji pada robot beroda untuk membantunya menghindari halangan yang ada di lingkungan percobaan. Penelitian ini menguji akurasi GED-map yang dapat dimanfaatkan untuk membantu para penyandang disabilitas penglihatan. Penelitian dilakukan dengan memodifikasi kamera stereo menjadi perangkat yang bisa digunakan oleh manusia seperti helm dan diproses oleh sebuah laptop. Pengujian dilakukan dengan tiga skenario yang menyaratkan pengguna alat untuk berdiri pada jarak 100 cm, 125 cm dan 150 cm terhadap meja, kursi, maupun tembok dengan 15 kali pengujian pada setiap skenarionya. Hasil pengukuran jarak oleh sistem kemudian dikomputasi berdasarkan sudut kamera stereo yang terpasang dan dibandingkan hasilnya terhadap jarak riil. Hasil pengujian menunjukkan rerata akurasi sebesar 94,86% dengan 3 skenario percobaan, yang artinya alat ini layak untuk diimplementasikan. Hanya saja penelitian dan penyempurnaan perlu dilakukan untuk mengurangi ukuran komputer pemroses pengukuran jarak yang sementara ini masih menggunakan laptop.Kata kunci: GED-map; Disabilitas penglihatan; Stereo camera; Alat bantu melihat