Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Share : Social Work Journal

DISKURSUS CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DALAM MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) Meilanny Budiarti Santoso; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i2.37076

Abstract

Corporate social responsibility (CSR) masih menjadi konsep yang ambigu. Ambiguitas terjadi antara lain karena konsep CSR melintasi beberapa disiplin ilmu, yang secara konseptual tidak diajarkan secara komprehensif di lembaga pendidikan dan secara global telah menantang peran serta tanggung jawab dari karyawan, perusahaan dan juga Negara. Terlepas dari persepsi ambiguitas berdasarkan tinjauan literatur yang luas tersebut, secara konsepsual CSR terkait dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang pada umumnya dianggap berhubungan dengan pengambilan keputusan bisnis yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Bahkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) menjadi isu tersendiri dalam program-program CSR di seluruh dunia, demikian pula Indonesia. Kajian ini dilakukan secara kualitatif dan melalui studi pustaka. Dari ketiga aspek yang berbeda, namun saling berhubungan, studi ini menemukan ada sejumlah besar penelitian yang menilai hubungan antara CSR dengan kinerja bisnis keuangan (ekonomi) dan CSR dengan aspek manusia (sosial), tetapi kurang menilai hubungan CSR dengan aspek lingkungan. Penelitian tentang aspek lingkungan yang sudah dipelajari oleh para pakar masih terbatas, dan berbagi literatur secara signifikan menunjukkan kurangnya integritas atau universalitas. Beberapa hasil penelitian mengklaim bahwa hal tersebut dikarenakan kurangnya kerangka kerja analitis yang sistematis, sehingga kondisi tersebut menantang berbagai pihak untuk mengembangkan berbagai tools untuk mendorong praktik CSR dengan memperhatikan ketiga aspek tersebut, khususnya terkait aspek lingkungan.
EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT (EBM): MENGGAGAS DESA WISATA DI KAWASAN GEOPARK CILETUH-SUKABUMI Santoso Tri Raharjo; Nurliana Cipta Apsari; Meilanny Budiarti Santoso; Budhi Wibhawa; Sahadi Humaedi
Share : Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.943 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i2.19591

Abstract

Pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat (EBM) atau community-based tourism (CBT) dapat menjamin kesinambungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Kuncinya adalah kesadaran dan partisipasi masyarakat lokal terhadap pentingnya konservasi dan pemeliharan kawasan Geopark Ciletuh. Kesadaran masyarakat lokal merupakan ruh dari partisipasi, oleh karenanya perlu ditumbuhkan dan dikembangkan secara secara sistematis dan terencana. Kemauan, kesempatan dan kemampuan sebagai prasyarat untuk berpartisipasi harus tumbuh dan berkembang secara mandiri dan berkelanjutan. Sebab, masyarakat lokal-lah yang seharusnya memperoleh manfaat pertama dan utama dari pengembangan Geopark Ciletuh untuk masuk dalam Global Geopark Network (GGN) UNESCO. Ironisnya, justru masyarakat luar yang seringkali mengetahui terlebih dahulu atas kekayaan dari keragaman bumi, keragaman biologi, dan keragaman budaya di kawasan Ciletuh Sukabumi Selatan. Upaya membangun dan mengembangkan kepariwisataan secara mandiri dan berkesinambungan, dengan tetap mengutamakan konservasi, maka partisipasi masyarakat lokal mutlak diperlukan. Partisipasi masyarakat secara ideal dapat dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Model EBM-CBT merupakan model pengembangan kepariwisataan yang berlandaskan pada partisipasi masyarakat yang kuat. Pengembangan dan pengelolaan desa-desa wisata di kawasan pengembangan Geopark Ciletuh, dapat merupakan ujud dari ekowisata berbasi masyatakat (EBM).
PENTINGNYA BUKU PANDUAN BAGI VOLUNTEER PADA ORGANISASI SOSIAL (STUDI KASUS PADA LEMBAGA REHABILITASI ODHA DAN KONSUMEN NAPZA RUMAH CEMARA KOTA BANDUNG) Rini Rizkiawati; Budhi Wibhawa; Meilanny Budiarti Santoso; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.646 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15723

Abstract

Rumah Cemara merupakan organisasi sosial yang memiliki keterbatasan Sumber Daya Manusia yaitu 32 Orang. Pada dasarnya Human Resource Development (HRD) yang bertanggung jawab menangani pengelolaan Sumber Daya Manusia ataupun staff. Dalam suatu organisasi sosial ketika memiliki Sumber Daya Manusia yang terbatas, maka dibutuhkanlah volunteer untuk membantu dalam menjalankan suatu program atau kegiatan. Banyak sekali masyarakat yang ingin menjadi volunteer di Rumah Cemara. Namun, mengenai mekanisme perekrutan volunteer saat ini belum memiliki kualifikasi syarat secara khusus sesuai dengan kebutuhan dari Rumah Cemara. Hal tersebut membuat beberapa calon volunteer tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya. Melalui penulisan artikel ini, diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pentingnya panduan untuk volunteer dalam suatu organisasi sosial Rumah Cemara is a social organization with limited human resources of 32 people. Basically, Human Resource Development (HRD) is responsible for managing Human Resources or staff. In a social organization when it has limited Human Resources, it is necessary volunteers to assist in running a program or activity. Lots of people who want to volunteer at Rumah Cemara. However, the current volunteer recruitment mechanism does not yet have qualification requirements specifically in accordance with the needs of Rumah Cemara. It makes some volunteer candidates not knowing what to do. Through the writing of this article, it is expected to provide an overview of the importance of guidance for volunteers in a social organization.
KEKUATAN MAHASISWA BERWIRAUSAHA: KASUS DI UNIVERSITAS PADJADJARAN Sindy Husnul Yaqien; Santoso Tri Raharjo; Arie Surya Gutama
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.412 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.18100

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kekuatan Mahasiswa Berwirausaha: Kasus di Universitas Padjadjaran”. Fenomena saat ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang tinggi belum menjamin seseorang dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. Data statistik (Badan Pusat Statistik, 2017) mencatat bahwa sebanyak 618.758 lulusan universitas di Indonesia yang belum memiliki pekerjaan tetap. Berwirausaha sejak mahasiswa menjadi salah satu alternatif alternatif, sekaligus menunjukkan potensi kekuatan mahasiswa dalam menghadapi persoalan tersebut. Dalam merespon potensi berwirausaha di kalangan mahasiswa, beragam program telah ditawarkan oleh Pemerintah melalui Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk mendorong mahasiswa berwirausaha dapat terus berkembang baik. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang terdaftar aktif sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran dan berwirausaha dalam rentang waktu 1-3 tahun. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, serta dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner, observasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui proses penyuntingan, pengkodean, dan tabulasi data, serta interpretasi data dan display. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan mahasiswa berwirausaha di Universitas Padjadjaran memiliki potensi kekuatan dan peluang usaha yang termasuk dalam kategori tinggi. Pendampingan berkesinambungan melalui workshop-workshop pada mahasiswa berwirausaha perlu secara serius dilakukan oleh pihak perguruan tinggi, yang bermitra dengan pelaku-pelaku usaha, baik swasta maupun pemerintah. Agar usaha yang telah dirintis oleh para mahasiswa tersebut dapat sinambung setelah mereka lulus kuliah. This research is entitled "The Strength of Entrepreneurial Students: Cases in Padjadjaran University". The current phenomenon shows that a high level of education does not guarantee that someone can get a job easily. Statistical data (Central Bureau of Statistics, 2017) notes that 618,758 university graduates in Indonesia do not have permanent employment. Entrepreneurship since students become one alternative alternative, as well as showing the potential strength of students in facing the problem. In responding to the potential of entrepreneurship among students, various programs have been offered by the Government through the Ministry of Research and Higher Education to encourage entrepreneurship students to continue to grow well. The population in this study are students who are enrolled as active students of Padjadjaran University and entrepreneurship within the span of 1-3 years. Descriptive research method with a quantitative approach, and by collecting data using questionnaires, observation, and literature study. Data analysis is done through the process of editing, coding, and data tabulation, as well as data interpretation and display. The results of this study indicate that the strength of entrepreneurial students at Padjadjaran University has the potential strength and business opportunities that fall into the high category. Continuous mentoring through student workshops on entrepreneurship needs to be seriously undertaken by the universities, in partnership with business actors, both private and public. So that the efforts that have been initiated by the students can continue after they graduate from college.
TRANSFORMASI NILAI SOSIAL BUDAYA MENJADI KEUNTUNGAN EKONOMI: REFLEKSI HASIL PERHITUNGAN SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI) PROGRAM SIBA BATIK KUJUR Meilanny Budiarti Santoso; Sahadi Humaedi; Santoso Tri Raharjo; Hendri Mulyono
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.33210

Abstract

Idealnya program corporate social responsibility (CSR) merupakan investasi sosial bagi perusahaan, sehingga di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan melainkan juga menciptakan perubahan dan manfaat bagi stakeholders program. Terhadap program investasi sosial tersebut, perusahaan pun dapat melakukan penghitungan keuntungan yang diperoleh salah satunya dengan menggunakan metode social return on investment (SROI). Artikel ini bertujuan untuk mengungkap transformasi nilai sosial budaya menjadi keuntungan ekonomi dari program CSR PT. Bukit Asam Tbk. pada Program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur sebagai refleksi atas hasil perhitungan rasio SROI yang telah diperoleh. Penelitian ini di desain menggunakan pendekatan kualitatif, melibatkan 15 orang informan dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, FGD, observasi, studi litelatur, dan sutdi pustaka. Verifikasi data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan Program SIBA Batik Kujur telah berhasil menumbuhkan kapasitas masyarakat dalam menciptakan perubahan positif yang dimaknai sebagai dampak dari investasi sosial yang dilakukan. Berbagai dampak tersebut yaitu berupa meningkatnya kohesivitas sosial, meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keluarga, meningkatnya kapasitas masyarakat dan tumbuhnya kebanggaan masyarakat terhadap sejarah leluhur mereka. Program SIBA Batik Kujur telah mendatangkan keuntungan finansial dan keuntungan dalam bentuk nilai sosial, sehingga berbagai bentuk keuntungan tersebut menjadi pendorong terjadinya transformasi bagi stakholders sebagai bentuk manfaat dari program dan bagi perusahaan pun dapat mencapai tujuannya.
FAKTOR INDIVIDU DAN LINGKUNGAN SOSIAL SEBAGAI PENYEBAB PERILAKU SEXTING DI KALANGAN REMAJA Firda Dwi Anjani; Santoso Tri Raharjo; Muhammad Fedryansyah
Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v12i1.33684

Abstract

Perilaku sexting didefinisikan sebagai kegiatan mengirim atau menerima konten seksual secara eksplisit melalui pesan teks, ponsel pintar, serta media sosial dalam bentuk kata-kata, gambar maupun video. Perilaku ini merupakan jenis permasalahan sosial dengan media baru melalui teknologi internet, yang memberikan dampak negatif pada aspek keberfungsian sosial individu terkait, yakni remaja. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor individu dan lingkungan sosial sebagai penyebab perilaku sexting di kalangan remaja. Pendeskripsian diawali dengan penjabaran mengenai perilaku sexting di kalangan remaja, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai faktor individu dan faktor lingkungan sosial sebagai penyebab perilaku sexting di kalangan remaja. Metode pengkajian ini menggunakan studi literatur dalam kerangka perspektif ekologi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab perilaku sexting dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, faktor individu yang berkaitan dengan kondisi biologis, psikologis, dan spiritual remaja. Kedua, faktor lingkungan sosial yang berupa variasi dan pola interaksi keluarga, pola hubungan dengan teman sebaya dan pasangan, serta kondisi masyarakat dimana remaja tersebut tinggal.