Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS PEKERJA PEREMPUAN K3L DI UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR Ayu Batari Salsasaida; Muhammad Fedryansyah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 1, No 2 (2018): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v1i2.18247

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan analisis mengenai pekerja perempuan K3L di Universitas Padjadjaran Jatinangor, khususnya di Zona 3. Adapun latar belakangnya adalah karena pada zaman dahulu, perempuan masih sering sekali mengalami diskriminasi dalam hal apapun, bahkan dalam hal pekerjaan diluar rumah ataupun pembagian peran kerja didalam keluarga sendiri. Tak jarang pula perempuan dianggap tidak dapat melakukan apa-apa dan tidak dapat menghasilkan apa-apa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang ditunjukkan untuk menggambarkan fenomena yang ada yang berlangsung saat ini. Penelitian ini tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan pada variable-variabel bebas, tetapi menggambarkan suatu kondisi apa adanya. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan mewawancarai pekerja perempuan K3L dan juga menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 75% atau mayoritas pekerja disini merupakan perempuan dan otomatis perempuan menjadi roda terlaksananya pekerjaan K3L di Universitas Padjadjaran Jatinangor ini, dan mereka juga bisa mendapatkan penghasilan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Tentunya dengan adanya hal ini diharapkan dapat mematahkan stiga-stigma buruk mengenai perempuan.
Anomaly "Marriage Mut'ah" in Arab Village Bogor Safira Amalia Nuranisa; Nunung Nurwati; Muhammad Fedryansyah
LEGAL BRIEF Vol. 11 No. 2 (2022): Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.646 KB)

Abstract

This article focuses on the problem of deviant behavior that examines the phenomenon of tourist irregularities labeled halal. The focus of the situation in this study is to explain the phenomenon of marriage mut'ah (contract marriage) currently as halal tourism in the Arab village of Cisarua in Bogor Regency. This study uses a qualitative approach to develop concepts, explain the reality associated with a theory, and develop an understanding of a phenomenon. The results of studies show that the phenomenon of contract marriage is a social-cultural formation, a social construction, not an instinct, so contract marriage can be interpreted as a form of efforts to legalize the form of adultery, adultery, struggles to escape from the pressures of poverty, efforts to legitimize sexual desire so as not to say cheating, all of which are very dependent on their society. The practice of contract marriages is done through brokers or specific individuals whose place is hidden where the whereabouts are unknown. It can be concluded that the current control over the phenomenon of marital mut'ah is considered to be no longer sufficient if it is only based on the family. Therefore, social control must involve various parties; it is no longer sufficiently preventive or persuasive. On the other hand, simultaneously by multiple groups, whether preventive or repressive, non-violence (transparent) or coercive is still carried out in various forms.
FAKTOR INDIVIDU DAN LINGKUNGAN SOSIAL SEBAGAI PENYEBAB PERILAKU SEXTING DI KALANGAN REMAJA Firda Dwi Anjani; Santoso Tri Raharjo; Muhammad Fedryansyah
Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v12i1.33684

Abstract

Perilaku sexting didefinisikan sebagai kegiatan mengirim atau menerima konten seksual secara eksplisit melalui pesan teks, ponsel pintar, serta media sosial dalam bentuk kata-kata, gambar maupun video. Perilaku ini merupakan jenis permasalahan sosial dengan media baru melalui teknologi internet, yang memberikan dampak negatif pada aspek keberfungsian sosial individu terkait, yakni remaja. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor individu dan lingkungan sosial sebagai penyebab perilaku sexting di kalangan remaja. Pendeskripsian diawali dengan penjabaran mengenai perilaku sexting di kalangan remaja, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai faktor individu dan faktor lingkungan sosial sebagai penyebab perilaku sexting di kalangan remaja. Metode pengkajian ini menggunakan studi literatur dalam kerangka perspektif ekologi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab perilaku sexting dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, faktor individu yang berkaitan dengan kondisi biologis, psikologis, dan spiritual remaja. Kedua, faktor lingkungan sosial yang berupa variasi dan pola interaksi keluarga, pola hubungan dengan teman sebaya dan pasangan, serta kondisi masyarakat dimana remaja tersebut tinggal.
PERILAKU 3M DALAM PENGUATAN KAPASITAS DI KECAMATAN PABUARAN KABUPATEN CIREBON Arie Surya Gutama; Muhammad Fedryansyah; Maulana Irfan
Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): Sawala : Jurnal pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa dan Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sawala.v3i2.38121

Abstract

Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan baru di masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon, yaitu penerapan protokol kesehatan berupa 3M (Menjaga Jarak, Memakai Masker, dan Mencuci Tangan). Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan upaya yang dilakukan dalam penguatan kapasitas pada penerapan perilaku 3M di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka. Data yang diperoleh melalui jurnal ilmiah atau berita online yang terkait dengan tema pengabdian kepada masyarakat dan data sekunder Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon dalam angka. Pendekatan teoritik yang digunakan ialah community organizing pada dimensi penguatan kapasitas yang terdiri dari kemunculan pemimpin lokal, kemunculan organisasi formal dan informal, terbukanya akses komunikasi vertikal dan horizontal antara masyarakat terdampak, dan terbukanya hubungan masyarakat terdampak dengan pihak luar. Hasil pengabdian pada masyarakat menunjukkan penguatan kapasitas dalam perilaku 3M belum optimal. Hal ini dibuktikan belum munculnya local leader dan organisasi lokal yang bersifat informal. Oleh karena itu saran dari pengabdian kepada masyarakat ini ialah diperlukan partisipasi berbagai pihak untuk memunculkan kedua aspek tersebut.Pandemi Covid-19 mengubah kebiasaan baru di masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon, yaitu penerapan protokol kesehatan berupa 3M (Menjaga Jarak, Memakai Masker, dan Mencuci Tangan). Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan upaya yang dilakukan dalam penguatan kapasitas pada penerapan perilaku 3M di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka. Data yang diperoleh melalui jurnal ilmiah atau berita online yang terkait dengan tema pengabdian kepada masyarakat dan data sekunder Kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon dalam angka. Pendekatan teoritik yang digunakan ialah community organizing pada dimensi penguatan kapasitas yang terdiri dari kemunculan pemimpin lokal, kemunculan organisasi formal dan informal, terbukanya akses komunikasi vertikal dan horizontal antara masyarakat terdampak, dan terbukanya hubungan masyarakat terdampak dengan pihak luar. Hasil pengabdian pada masyarakat menunjukkan penguatan kapasitas dalam perilaku 3M belum optimal. Hal ini dibuktikan belum munculnya local leader dan organisasi lokal yang bersifat informal. Oleh karena itu saran dari pengabdian kepada masyarakat ini ialah diperlukan partisipasi berbagai pihak untuk memunculkan kedua aspek tersebut.
KONSTRUKSI SOSIAL KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI PONDOK PESANTREN MANARUL HUDA KOTA BANDUNG Ulfah Karimah Yamani; Wahyu Gunawan; Muhammad Fedryansyah
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 4 No. 3 (2023): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 4 Nomor 3, September 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v4i3.1128

Abstract

Children are people who are very vulnerable to sexual violence. Sexual harassment can occur anywhere, including in institutions with strong religious foundations that uphold high moral standards. This study intends to examine how sexual violence against children is socially constructed at the Manarul Huda Islamic Boarding School, Bandung. To understand the social construction of sexual violence against minors in Islamic boarding schools, this study uses a qualitative methodology and case study techniques. The analytical tool used is Peter L. Berger's theory of Social Construction. As a result of research, this can be explained through 3 (three) stages, namely externalization where in this stage the child victim's understanding is limited to the basic concept of sexual violence, secondly the objectification of the meaning of the concept of sexual violence which is then understood by the child to feel confused and afraid of the perpetrator's actions accept. Third, internalization of what actions need to be taken when sexual violence occurs, during the 2016-2021 period sexual violence took place, from family abuse and child confessions, family victims who reported it to the police.  
IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU INDONESIA PINTAR (KIP) BERDASARKAN BASIS NILAI KEADILAN DALAM KEBIJAKAN SOSIAL Arie Surya Gutama; Muhammad Fedryansyah; Eva Nuriyah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.35872

Abstract

Indonesia Pintar (PIP) program is a government program that aims to provide educational cash assistance aimed at vulnerable elementary, junior high, and high school students after 6-21 years of economic inequality. PIP recipients will receive a Smart Indonesia Card (KIP) which is given as an identity marker as the beneficiary of the PIP program. This research aims to find out the implementation of PIP in various regions in Indonesia, know the obstacles during the program and identify this PIP as a social policy. The results showed that PIP as a social policy has fulfilled equity value as one of the important instruments of social policy, but the implementation of PIP program that receives PIP assistance has not been fully optimal when in the field. Not all children who are eligible to receive assistance in Indonesia can enjoy the educational assistance.
PENERAPAN PRINSIP HAM PADA SISTEM LAYANAN DAN RUJUKAN TERPADU (SLRT) DI KABUPATEN BANDUNG Firda Dwi Anjani; Binahayati Rusyidi; Muhammad Fedryansyah
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol 12, No 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.34066

Abstract

Abstract. The implementation of SLRT must seek the application of legal, responsive, transparent, participatory, gender equality, accountable, objective, and sustainable principles. Bandung Regency is an area that has held SLRT since 2016 until now and has received Best Practice achievements from the Ministry of Social Affairs. In fact, the characteristics of the region can be a challenge for the implementation of the SLRT implementation principle. Namely, the male population is greater than the female population, the area is large and consists of lowlands and highlands, and the 69 OPDs have their own programs and target recipients. The researcher wants to know how the Bandung Regency SLRT applies the principles of its implementation by using a human rights-based approach theory. This is because there is harmony between the principles of implementing SLRT and human rights principles in the form of participation, accountability, non-discrimination and equity. Information regarding the implementation of SLRT Bandung Regency is presented using qualitative data, sourced from interviews, non-participant observation, and literature studies. The findings of the study state that the implementation of SLRT in Bandung Regency shows active community participation and differences in treatment in the delivery of services that support substantive gender equality. On the other hand, not all OPDs in Bandung Regency have succeeded in integrating their programs and program beneficiary targets with SLRT. Thus, service delivery is not fully sustainable. However, this is not a form of government reluctance, but rather due to limited resources. Keywords: Implementation of SLRT; Human Rights-Based Approach; Human Rights Principle. Abstrak. Penyelenggaraan SLRT harus mengupayakan penerapan asas legal, responsif, transparan, partisipatif, kesetaraan gender, akuntabel, objektif, dan berkelanjutan. Kabupaten Bandung merupakan daerah yang telah menyelenggarakan SLRT sejak tahun 2016 hingga saat ini dan mendapatkan prestasi Best Practice dari Kementerian Sosial. Padahal, karakteristik wilayahnya dapat menjadi tantangan diterapkannya asas penyelenggaraan SLRT. Yaitu, jumlah penduduk laki-laki yang lebih banyak dibandingkan perempuan, wilayah yang luas dan terdiri atas dataran rendah dan tinggi, serta 69 OPD yang memiliki program dan sasaran penerimanya masing-masing. Peneliti ingin mengetahui bagaimana SLRT Kabupaten Bandung menerapkan asas penyelenggaraannya dengan menggunakan teori pendekatan berbasis HAM. Pasalnya, terdapat keselarasan antara asas penyelenggaraan SLRT dengan prinsip HAM berupa partisipasi, akuntabilitas, non diskriminasi dan ekuitas. Informasi mengenai penyelenggaraan SLRT Kabupaten Bandung disajikan menggunakan data kualitatif, bersumber dari kegiatan wawancara, observasi non partisipan, dan studi literatur. Hasil temuan penelitian menyatakan penyelenggaraan SLRT Kabupaten Bandung menunjukkan upaya partisipasi aktif masyarakat dan perbedaan perlakuan dalam penyelenggaraan layanan yang mendukung kesetaraan substantif gender. Di sisi lain, belum semua OPD di Kabupaten Bandung berhasil mengintegrasikan program dan sasaran penerima programnya dengan SLRT. Sehingga, penyelenggaraan layanan belum sepenuhnya berkelanjutan. Namun, hal tersebut bukan merupakan bentuk keengganan pemerintah, melainkan karena keterbatasan sumber daya. Kata kunci: Penyelenggaraan SLRT; Pendekatan Berbasis HAM; Prinsip HAM