Dessy Hasanah Siti Asiah
Departemen Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ANAK SEBAGAI KELOMPOK RENTAN YANG TERDAMPAK KONFLIK BERSENJATA DAN SITUASI KEKERASAN LAINNYA Hana Hanifah; Meilanny Budiarti Santoso; Dessy Hasanah Siti Asiah
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 2, No 1 (2019): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v2i1.23125

Abstract

Isu perlindungan anak merupakan isu yang mendunia. Segala bentuk aturan mengenai hak anak telah ditetapkan dan disetujui oleh hampir semua negara di dunia. Namun, aturan mengenai hak-hak anak yang telah dibuat sejak dulu tidak menjamin pelanggaran hak anak berakhir. Konflik bersenjata dan situasi kekerasan lainnya yang sampai saat ini masih sering terjadi dan membuat pemenuhan serta perlindungan hak anak harus menjadi perhatian utama semua pihak. Dampak konflik bersenjata dan kekerasan lainnya, membuat pemerintah, masyarakat dan organisasi pelayanan sosial harus bekerjasama untuk melakukan upaya pencegahan dan penanganan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh anak yang terkena dampak tersebut. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode studi literatur dengan mencari relevansi antara teori yang sesuai dengan kasus atau permasalahan yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemerintah, aparat keamanan dan penegak hukum, para profesional termasuk pekerja sosial, serta masyarakat harus ikut andil dalam mengusut kasus-kasus konflik dan kekerasan yang melibatkan anak-anak dalam upaya pemenuhan dan perlindungan terhadap hak anak. Upaya menciptakan lingkungan yang peduli terhadap perlindungan anak dari konflik dan situasi kekerasan lainnya dapat menggunakan pendekatan manajemen kasus, para professional dan spesialis perlindungan anak dapat memfasilitasi penguatan lingkungan di sekitar anak untuk melakukan perlindungan terhadap anak dengan memastikan bahwa pendekatan yang dilakukan terstruktur dan diambil untuk mengidentifikasi, menilai, merencanakan, dan meninjau kebutuhan perlindungan terhadap anak.  The issue of child protection is a global problem. All forms of rules regarding children's rights have been established and approved by almost all countries in the world. However, the rules regarding children's rights that have been made since long ago do not guarantee violations of children's rights end. Armed conflict and other violent situations that still occur frequently and make the fulfillment and protection of children's rights must be the main concern of all parties. The impact of armed conflict and other violence, makes the government, society and social service organizations must work together to make efforts to prevent and deal with various problems faced by the affected children. The method used in writing this article is a literature study method by looking for relevance between theories that are in accordance with the case or problem being studied. The results of the study show that the government, security forces and law enforcement, professionals including social workers, and the community must take part in investigating cases of conflict and violence involving children in efforts to fulfill and protect children's rights. Efforts to create an environment that cares for the protection of children from conflict and other violent situations can use a case management approach, professionals and child protection specialists can facilitate strengthening the environment around children to protect children by ensuring that the approach taken is structured and taken to identify, assess, plan and review child protection needs.
EDUKASI PENANGANAN COVID-19 BAGI ORANG TUA DENGAN ANAK DISABILITAS DALAM MASA PPKM DARURAT DI DESA TEGALLUAR KABUPATEN BANDUNG Moch Zaenuddin; Dessy Hasanah Siti Asiah; Meilanny Budiarti Santoso; Aldi Ahmad Rifa'i
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i3.37358

Abstract

Lonjakan kasus pandemi COVID-19 terjadi di Indonesia yang mendorong pemerintah untuk memberlakukan PPKM Darurat di seluruh Pulau Jawa dan Bali pada bulan Juli 2021. Pemberlakukan masa pembatasan memaksa berlanjutnya penutupan sekolah dan berbagai fasilitas publik. Dalam masa pembatasan ini, Anak Dengan Disabilitas sebagai salah satu kelompok rentan menjadi salah satu kelompok paling terdampak yang menyebabkan semakin besarnya hambatan bagi mereka untuk bertahan dan berkembang. Penanganan COVID-19 bagi Anak Dengan Disabilitas dibutuhkan karena mereka menjadi kelompok yang terabaikan dalam situasi krisis. Sehingga dibutuhkan suatu upaya edukasi bagi pendamping Anak Dengan Disabilitas terutama orang tua untuk mendampingi anaknya agar mampu melaksanakan protokol kesehatan dan tetap berkembang selama berada di rumah. Desa Tegalluar menjadi lokasi dilaksanakannya kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dikarenakan terdapat orang tua dan ADD yang terdampak dari pemberlakuan PPKM Darurat. Hasil dari pelaksanaan edukasi secara daring didapatkan bahwa orang tua telah mampu mendampingi ADD untuk menangani COVID-19 dalam masa PPKM Darurat.
MENUMBUHKAN KESADARAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI KEBIASAAN HIDUP BARU DI MASA PANDEMI COVID-19 Meilanny Budiarti Santoso; Moch Zainuddin; Dessy Hasanah Siti Asiah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.32769

Abstract

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) masih menjadi ancaman bagi masyarakat dunia termasuk Indonesia. Peningkatan kasus belum memperlihatkan adanya penurunan angka penyebaran virus. Pemerintah dalam menanggapi krisis kesehatan telah melakukan beberapa kebijakan untuk menekan penyebaran infeksi COVID-19. Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) menjadi salah satu kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam merespon situasi pandemi. AKB bertujuan agar masyarakat dapat melaksanakan protokol kesehatan ketika terpaksa beraktivitas di luar rumah dalam masa pandemi COVID-19. Upaya preventif dan promosi ini harus disebarluaskan kepada setiap masyarakat agar semakin banyak masyarakat menjalankan protokol kesehatan. Kegiatan sosialisasi secara daring melalui media sosial menjadi metode yang ditempuh dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di masa pandemi COVID-19. Tingginya intensitas penggunaan media sosial menjadi media paling efektif dalam penyebaran edukasi mengenai AKB.
EKSISTENSI BISNIS ONLINE DI MASA PANDEMI COVID-19: PERSPEKTIF KOGNITIF SOSIAL Meilanny Budiarti Santoso; Moch Zainuddin; Dessy Hasanah Siti Asiah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.33380

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan eksistensi bisnis online di masa pandemi yang dilihat dari perspektif kognitif sosial serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan didukung oleh sumber data sekunder yang bersumber dari referensi hasil riset serupa, referensi berupa studi literatur dan pemberitaan online yang terkait dengan topik penelitian ini. Pengumpulan data dilaksanakan rentang waktu bulan Juni-Agustus 2020, dengan teknik survei menggunakan intrumen kuesioner yang disebar melalui media sosial dan forward chat. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah 147 masyarakat yang berdomisili di Provinsi Jawa Barat. Hasil temuan menunjukka bahwa 55,2% masyarakat memiliki minat berbisnis online di masa pandemi. Hal ini dipengaruhi oleh dua faktor yang faktor sosial dan faktor kognitif. Faktor sosial meliputi faktor aktivitas dan kebiasaan masyarakat selama pandemi dan faktor cakupan yang meluas melalui inovasi fitur kewirausahaan online di berbagai media platform kewirausahaan. Sedangkan faktor kognitif meliputi faktor resiliensi masyarakat di masa pandemi dan faktor efikasi diri dalam pengembangan usaha pada aspek individu.
PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP ANAK USIA PRASEKOLAH DALAM MENGGUNAKAN GAWAI Herni Wulandari; Dessy Hasanah Siti Asiah; Meilanny Budiarti Santoso
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v2i2.32690

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan pengawasan orang tua terhadap anak usia prasekolah saat menggunakan gawai. Pengawasan merupakan kegiatan yang memiliki tujuan agar dapat melindungi dalam bentuk perhatian, sehingga anak dapat berkembang terutama anak usia prasekolah. Dalam menggunakan gawai anak memerlukan pendampingan dari orang tua untuk mengarahkan serta memberikan pemahaman-pemahaman mengenai media yang ditonton untuk menunjang pengetahuan serta persepsi-persepsi positif bagi anak. Adapun aspek-aspek pengawasan orang tua dalam pengawasan anak usia prasekolah yang diteliti dalam penelitian ini adalah mediasi aktif prnggunaan media daring, Mediasi aktif keamanan penggunaan media daring, Mediasi pembatasan, pembatasan teknis, dan monitoring. Aspek-aspek pengawasan orang tua  yang diteliti ini agar dapat terhindar dari dampak negatif penggunaan gawai. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua sudah melakukan pengawasan dalam penggunaan gawai pada anak, berusaha meluangkan waktunya untuk melakukan pendampingan pada anak, membantu anak ketika mengalami kesulitan dalam pengoperasian gawai, memberikan arahan untuk membuka konten bersifat edukatif, orang tua berusaha menerapkan kedisiplinan waktu penggunaan gawai sebagai bentuk pengawasannya. Terdapat perbedaan antara ayah dan ibu dalam melakukan pengawasan. Belum semua aspek pengawasan dapat dilakukan secara langsung oleh orang tua karena faktor kesibukan pekerjaan, sehingga orang tua belum dapat melakukan perannya pada aspek-aspek tertentu.
Sosialisasi booklet aman Covid-19: Upaya peningkatan kapasitas orang tua pendamping anak dengan disabilitas pasca pandemi Santoso, Meilanny Budiarti; Zainudiin, Moch; Asiah, Dessy Hasanah Siti
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v6i3.1396

Abstract

Peningkatan kapasitas orang tua anak difabel merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam membantu tumbuh kembang anak difabel, apalagi di masa pandemi Covid-19, peran orang tua semakin sulit dijalankan dan berlanjut hingga setelahnya. pandemi Covid-19. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pengabdian masyarakat sebagai bentuk pendidikan bagi masyarakat. Metodologi yang digunakan berupa sosialisasi Booklet Anak Covid-19 yang menginformasikan kepada orang tua anak difabel mengenai pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru termasuk mengenai protokol kesehatan dan upaya yang dapat dilakukan dalam mendampingi anak difabel terutama saat melakukan aktivitas. di rumah. Hasil yang diperoleh dengan mensosialisasikan Booklet Aman Covid-19 adalah orang tua dapat memahami informasi yang diberikan dan terbantu untuk mencari solusi alternatif dalam mendampingi anak difabel saat beraktivitas di rumah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan manfaat terutama bagi pengembangan kapasitas orang tua anak penyandang disabilitas dalam menjalani kehidupan pascapandemi Covid-19.