Wahyudin, Agus
1Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Respons jagung (Zea mays l.) akibat jarak tanam pada sistem tanam legowo (2:1) dan berbagai dosis pupuk nitrogen pada tanah inceptisol Jatinangor Agus Wahyudin; Yuyun Yuwariah Yuwariah; Fiky Yulianto Wicaksono; Reza Aed Galib Bajri
Kultivasi Vol 16, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.414 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v16i3.14390

Abstract

Di Indonesia jagung menjadi sumber karbohidrat kedua setelah padi. Selain sebagai sumber kebutuhan pangan jagung juga dapat digunakan sebagai sumber pakan ternak dan bahan baku industri.Penelitian ini bertujuan untuk mengamatiinteraksi sistem tanam legowo (2:1) dengan pupuk N yang menghasilkan pertum-buhan dan hasil terbaik pada tanaman jagung (Zea mays L.) Hibrida Pertiwi 3, di Jatinangor mulai bulan November 2016 sampai Maret 2017. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial. Perlakuan terdiri dari dua faktor, masing-masing faktor terdiri dari tiga taraf dan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah sistem tanam legowo (2:1)  dengan menggunakan jarak tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu 75 cm x 25 cm x 25 cm, 75 cm x 30 cm x 30 cm dan 75 cm x 35 cm x 35 cm. Faktor kedua adalah dosis pupuk N terdiri dari tiga taraf, yaitu 200 kg/ha (2,25 g/lubang), 300 kg/ha (3,75 g/lubang) dan 400 kg/ha (5 g/lubang).Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara jarak tanam legowo 2 : 1 denganpemberian pupuk N terhadap Indeks Luas Daun tanaman jagung. Jarak tanam legowo 2 : 1 memberikan hasil terbaik yaitu pada jarak tanam 75 cm x 25 cm x 25 cm dengan hasil (12264.00 g/petak atau 11,68 ton/ha) dan dosis pupuk N 400 kg/ha dengan hasil (11036.27 g/petak atau 10.05 ton/ha) terhadap bobot biji pipilan kering per petak dan per hektar. Kata kunci: Jagung, Sistem Tanam Legowo (2:1), Dosis Pupuk N
Pertumbuhan dan hasil gandum (Triticum aestivum L.) yang diberi asam salisilat dan kalsium klorida dengan selang waktu yang berbeda di dataran medium Jatinangor Fiky Yulianto Wicaksono; Aep Wawan Irwan; Agus Wahyudin; Linda Wahyu Setianingrum
Kultivasi Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.935 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v14i2.12063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, hasil, dan kualitas hasil tanaman gandum yang maksimum di dataran medium melalui pemberian kalsium klorida dan asam salisilat dengan interval waktu yang terbaik. Percobaan dilakukan sejak Maret hingga Juli 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Univer-sitas Padjadjaran, Jatinangor, dengan ketinggian tempat yaitu ± 750 m di atas permukaan laut. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari lima perlakuan dan diulang empat kali sehingga terdapat 20 plot percobaan. Ukuran petak percobaan yang digunakan adalah 3 m x 4 m. Adapun perlakuan yang diberikan adalah A = Aplikasi CaCl2 dan Asam Salisilat dengan interval waktu 3 hari, B = Aplikasi CaCl2 dan Asam Salisilat dengan interval waktu 6 hari, C = Aplikasi CaCl2 dan Asam Salisilat dengan interval waktu 9 hari, D = Aplikasi CaCl2 dan Asam Salisilat dengan interval waktu 12 hari, dan E = Aplikasi CaCl2 dan Asam Salisilat dengan interval waktu 15 hari.Perbedaan nilai rata-rata perlakuan diuji dengan Duncan Multiple Range Test pada taraf nyata 5 %. Grafik antar perlakuan dibandingkan dengan uji kesejajaran dan keberimpitan garis regresi (uji Chow pada taraf nyata 5 %). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbe-daan yang nyata yang diberikan salah satu perlakuan terhadap komponen pertumbuhan (jumlah anakan, kandungan klorofil, dan indeks luas daun), komponen hasil (jumlah malai, panjang malai, gabah isi, bobot biji per malai, dan bobot biji per tanaman). Pemberian asam salisilat dan kalsium klorida memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman gandum terbaik pada interval 9 hari. Kata kunci : Gandum ∙ Asam salisilat ∙ Kalsium klorida 
Respons tanaman kedelai (Glycine max) varietas Wilis akibat pemberian berbagai dosis pupuk N, P, K, dan pupuk guano pada tanah Inceptisol Jatinangor Agus Wahyudin; Fiky Yulianto Wicaksono; Aep Wawan Irwan; Ruminta Ruminta; Rizka Fitriani
Kultivasi Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.421 KB) | DOI: 10.24198/kultivasi.v16i2.13223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah pemberian Pupuk Organik Padat Guano dapat memberikan hasil yang sama dengan pemberian Pupuk N,P,K. Percobaan dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor dengan ketinggian 754m dpl dan menggunakan tanah inceptisol dengan pH 6,18.Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari 8 perlakuan kombinasi dosis pupuk, yang terdiri dari 100% N,P,K, 100% Pupuk Guano, 75% N,P,K + 100% Pupuk Guano, 50% N,P,K + 100% Pupuk Guano, 75% N,P,K + 75% Pupuk Guano, 50% N,P,K + 75% Pupuk Guano, 75% N,P,K + 50% Pupuk Guano serta 50% N,P,K + 50% Pupuk Guano. Percobaan diulang sebanyak 4 kali, dengan demikian terdapat 32 satuan percobaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beberapa dosis pupuk N,P,K dan pupuk guano memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, bobot kering tanaman, biomassa tanaman, jumlah bintil akar efektif, jumlah polong isi per tanaman, jumlah polong hampa per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, indeks panen, bobot biji per hektar. Perlakuan 50% N,P,K + 50% Pupuk Guano memberikan hasil yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan kontrol pada tinggi tanaman, biomassa tanaman, indeks luas daun, jumlah daun, jumlah polong isi per tanaman, jumlah polong hampa per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 100 biji, indeks panen serta bobot biji per hektar.Kata Kunci : Tanaman Kedelai, Pupuk N,P,K, Pupuk Guano
Potensi Penurunan Produksi Padi Akibat Variabilitas Curah Hujan di Kabupaten Subang Jawa Barat Ruminta Roem; Agus Wahyudin; Tati Nurmala; Joko Wiratmo; dan Fiky Yulianto Wicaksono
Indonesian Journal of Agronomy Vol. 46 No. 2 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.187 KB)

Abstract

Research on hazard, vulnerability, and risks of the decline in rice production due to climate change has been implemented in Subang West Java. This study aims to assess the level of hazard, vulnerability, and risks of the decline in rice production and identify areas that very high level of the decline in rice production. Materials of this study is data of climate, agroclimate, rice production, and socio-economic. Methods of this study is descriptive explanatory that using risk assessment concept where risk is a function of hazard and vulnerability. The results was showed in spatial map using GIS.  The results indicate that in Subang area has experienced climate change shown by the changing patterns (trend) of rainfall, rain day, and the distribution of annual rainfall. Decreased rice harvested area above 5.2% per year occurred in Cisalak, Dawuan, Pabuaran, Patokbesi, Pagaden, and Pusakanagara. Decreased rice production over 11.2% per yeas occurred in Cisalak, Dawuan, Pabuaran, and Pusakanagara.The very high vulnerability occurred in Pabuaran.The high risks of decline in harvested area and production of rice respectively found in Patokbesi and Pabuaran. The high risk reduction in harvested area and production of rice in the region due to the disruption of water supply, growth, development, and production plants due to climate change.
Respons Tanaman Jagung (Zea mays L.) Hibrida Akibat Jarak Tanam Berbeda Pada Sistem Tatam Legowo (2:1) Dan Jenis Pupuk Organik Di Inceptisols Jatinangor. Agus Wahyudin; Y. Yuwariah; Fiky Yulianto W; A. F. Kevin A
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.066 KB) | DOI: 10.35138/paspalum.v6i1.74

Abstract

The objective of this research was to find the best combination of plant spacing and organic fertilizer on the growth and yield of maize (Zea mays L.) Pertiwi-3 in Jatinangor. The experiment was carried outin Ciparanje experimental field on November 2016 to March 2017. The experiment used was Randomized Block Design (RBD) which consisted of  six treatments and four replications, which were the plant spacing  20cmx20xmx75cm + 5t/ha compost, 25cmx25cmx75cm + 5t/ha compost, 30cmx30cmx75cm + 5t/ha compost, 20cmx20cmx75cm + 5t/ha cow manure, 25cmx25cmx75cm + 5t/ha cow manure and 30cmx30cmx75cm + 5t/ha cow manure. The result of the experiment showed that the best result of 100 dry seeds weight was in the treatment of plant spacing 20cmx20cmx75cm + 5t/ha cow manure with a weight of  45,19g. The highest score of Leaf Area Index (LAI) was in the treatment of plant spacing 20cmx20cmx75cm + 5t/ha cow manure score of 2,92 was not significantly different from the treatment of plant spacing 20cmx20cmx75cm + 5t/ha compost with score of 2,82. 
Pengaruh Pola Tanam Tumpangsari Jagung (Zea mays L.) dengan Padi Hitam (Oryza sativa L.) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung di Arjasari Kabupaten Bandung. Aprianti Resti Saputri; Yuyun Yuwariah; Agus Wahyudin; Dedi Ruswandi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.067 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1376

Abstract

Permintaan jagung dan padi hitam meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk terutama padi hitam yang berkhasiat sebagai antioksidan.  Upaya peningkatan produksi jagung dan padi hitam, salah satunya melalui sistem tanam tumpangsari. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan genotipe jagung terbaik dalam tumpangsari dengan padi hitam. Percobaan dilaksanakan dari bulan Februari 2017 sampai bulan Agustus 2017 di Arjasari, Kabupaten Bandung dengan ketinggian tempat mencapai 960 m di atas permukaan laut. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah dengan sistim pertanaman sebagai petak utama dan genotip jagung sebagai anak petak.  Petak utama adalah jagung tunggal dan jagung/ padi hitam; sedangkan anak petak adalah 17 genotip jagung DR. padi hitam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sistem tumpangsari jagung dan padi hitam dapat memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, indeks luas daun, panjang tongkol dan bobot biji pipilan kering tanaman jagung. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan tumpangsari padi hitam dengan jagung DR 8, 12, dan 13 dengan hasil bobot biji pipilan kering 5,00 ton/ha, 5,87 ton/ha dan 5,46 ton/ha dan masing-masing mendapatkan nisbah kesetaraan lahan dengan besaran 1,26 , 1,22 dan 1,23. Kata kunci : Jagung, Padi Hitam, Tumpangsari
Respons kacang hijau (Vigna radiata L.) akibat jarak tanam dan jenis pupuk kandang pada tanah inceptisol Jatinangor agus wahyudin
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v5i1.3002

Abstract

Sari. Kacang hijau merupakan salah satu tanaman legum yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Permasalahan dalam budidaya kacang hijau di Indonesia diantaranya adalah produksinya yang masih rendah. Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan cara intensifikasi, yaitu dengan memperbaiki kondisi tanah dengan penambahan pupuk kandang dan melakukan pengaturan jarak tanam dengan sistem jajar legowo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk kandang dan jarak tanam sistem jajar legowo terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Percobaan dilaksanakan pada bulan Februari 2019 sampai dengan Mei 2019 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Jatinangor, Jawa Barat. Percobaan ini menggunakan Rancangan Split Plot dengan tiga taraf jarak tanam sistem jajar legowo (10x10x40cm, 20x20x40cm, dan 30x30x40cm) sebagai petak utama dan tiga taraf pupuk kandang (ayam, sapi, kambing) sebagai anak petak dengan ulangan sebanyak tiga kali. Hasil percobaan menjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi pupuk kandang dan jarak tanam. Perlakuan pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Perlakuan jarak tanam 10x10x40cm berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, indeks luas daun, dan bobot biji per petakan.