Sri Widayati
Prodi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Univeristas Islam Bandung

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Studi Pendahuluan Efektivitas Penggunaan Fly Ash Dalam Pengolahan Air Asam Tambang Pada Tambang Batubara Di PT XYZ Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Devi Ulfa Yunita; Sri Widayati; Dudi Nasrudin Usman
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.5848

Abstract

Abstract. Based on the Regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia Number 5 of 2022 concerning Wastewater Treatment for Mining Businesses and Activities, the resulting coal wastewater must meet the established standard quality standards it is necessary to treat wastewater so that it does not pollute the environment environment and interfere with human health. Management of acid mine drainage can be done by adding chemicals to neutralize the pH of acid mine drainage, one of which is by using fly ash. This research was conducted to determine the effectiveness of the use of fly ash in neutralizing the pH of the water and reducing the levels of Fe and Mn metals in the settling pond using several measurement and testing parameters, namely measuring the degree of acidity and testing the levels of Fe and Mn metals. The test results for 31 days showed that the average incoming water discharge was 614,462 l/day, the average pH value before handling was 5.64, the moderate Fe metal content before handling was 8.58 mg/l, and the average Mn content before handling of 5.60 mg/l. From the test results, it was found that the required amount of fly ash was 16,066 g/day. The effectiveness of increasing the average pH was 20.52%, the effectiveness of reducing Fe metal levels was 46.37%, and the effectiveness of reducing Mn levels was 40.99%. Abstrak. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Pengolahan Air Limbah Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pertambangan bahwa air limbah batubara yang dihasilkan harus memenuhi nilai baku mutu standar yang sudah ditetapkan, maka perlu dilakukan pengolahan air limbah agar tidak mencemari lingkungan sekitar dan mengganggu kesehatan manusia. Pengolahan air asam tambang dapat dilakukan dengan menambahkan bahan kimia untuk menetralkan pH air asam tambang, salah satunya dengan menggunakan fly ash. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan fly ash dalam menetralkan pH air dan menurunkan kadar logam Fe dan Mn di settling pond dengan menggunakan beberapa parameter pengukuran dan pengujian, yaitu pengukuran derajat keasaman dan pengujian kadar logam Fe dan Mn. Hasil pengujian selama 31 hari didapatkan rata – rata debit air yang masuk sebesar 614.462 l/hari, rata – rata nilai pH sebelum penanganan sebesar 5,64, rata – rata kadar logam Fe sebelum penanganan sebesar 8,58 mg/l, dan rata – rata kadar logam Mn sebelum penanganan sebesar 5,60 mg/l. Dari hasil pengujian tersebut didapatkan jumlah kebutuhan fly ash sebesar 16.066 g/hari. Efektivitas kenaikan pH rata – rata sebesar 20,52%, efektivitas penurunan kadar logam Fe rata – rata sebesar 46,37%, dan efektivitas penurunan kadar logam Mn rata – rata sebesar 40,99%.
Rancangan Crushing Plant Tambang Sirtu di CV Barokah Laksana Jaya, Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat Gilar Antarfallah; Sri Widayati; Sriyanti
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.6285

Abstract

Abstract. CV Barokah Laksana Jaya is one of the companies engaged in the mining industry sector that produces mining materials. The company is located in Seungkeu Village, Sukamukti Village, Banyuresmi District, Garut Regency, West Java Province. In an effort to meet market needs and increase the value and marketability of minerals (Sirtu), CV. Barokah Laksana Jaya will plan sirtu processing activities to improve the quality of sirtu production to meet the needs of raw materials for infrastructure development. In increasing the selling power of sirtu from mining, CV. Barokah Laksana Jaya designed a crushing plant with a production target of 100 tons/hour. The processing design that is made is the preparation stage, namely reducing the size of the mined minerals and then grouping them into certain fractional sizes that have been planned by the company according to market needs. There are several tools used in the crushing plant including feeding using a grizzly feeder, primary crushing using a jaw crusher, secondary using a cone crusher, sizing using a vibrating screen, then there are supporting tools used to facilitate the transportation and feeding process, namely belt conveyors and hoppers. Processing is carried out with the number of incoming feeds of 100 tons/hour. The tools used in this design are one hopper unit with a capacity adapted to feed of 71.5 m3,one grizzly feeder ZSW – 380 x 95II, one jaw crusher with PE type – 60 x 900 VI, one cone crusher with type PYB-1200, one unit vibrating screen with type 2YK – 1548 and 5 units belt conveyor. The final product produced according to the company's request is divided into 3 products, namely fraction 1 (-20 mm – 10 mm), fraction 2 ( -10 mm + 5 mm), Fraction 3 / milled sand (-5 mm) with the amount of production reached according to the plan that is equal to 100 tons / hour. Abstrak. CV. Barokah Laksana Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada sektor industri pertambangan yang memproduksi bahan galian sirtu, Perusahaan ini berlokasi di Kampung Seungkeu, Kelurahan Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar dan meningkatkan nilai dan daya jual bahan galian (Sirtu), CV. Barokah Laksana Jaya akan melakukan perencanaan kegiatan pengolahan sirtu untuk meningkatkan kualitas produksi sirtu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pembangunan infrastruktur. Dalam meningkatakan daya jual sirtu dari hasil penambangan, CV. Barokah Laksana Jaya melakukan perancangan crushing plant dengan target produksi 100 ton/jam. Rancangan pengolahan yang dibuat merupakan tahap preparasi yaitu pengecilan ukuran terhadap bahan galian yang ditambang dan kemudian dikelompokan menjadi ukuran – ukuran fraksi tertentu yang sudah direncanakan oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan pasar. Terdapat beberapa alat yang digunakan dalam tahap crushing plant diantaranya meliputi pengumpanan menggunakan, grizzly feeder, primary crushing menggunakan jaw crusher, secondary crusing menggunakan cone crusher, sizing menggunakan vibrating screen, kemudian terdapat alat penunjang yang digunakan untuk mempermudah proses pengangkutan dan pengumpanan yaitu belt conveyor dan hopper. Pengolahan dilakukan dengan jumlah feed yang masuk sebesar 100 ton/jam. Alat yang digunakan dalam rancangan ini yaitu satu unit hopper dengan kapasitas disesuaikan dengan feed yang ada sebesar 71,5 m3 , satu unit grizzly feeder ZSW – 380 x 95II, satu unit jaw crusher dengan tipe PE – 60 x 900 VI, satu unit cone crusher dengan tipe PYB-1200, satu unit vibrating screen dengan tipe 2YK – 1548 dan 5 unit belt conveyor. Produk akhir yang dihasilkan sesuai dengan permintaan perushaan yaitu dibagi menjadi 3 produk yaitu fraksi 1 (-20 mm – 10 mm), fraksi 2 (-10 mm+5 mm), Fraksi 3 / pasir giling (-5 mm) dengan jumlah produksi tercapai sesuai rencana yaitu sebesar 100 ton/jam. Kata Kunci : Crushing Plant, Vibrating Screen, Layout Rancangan Crushing Plant
Pengelolaan Air Asam Tambang Menggunakan Karbon Aktif Fine Coal di Penambangan Batubara Muhammad Aziz Rahmatullah; Sri Widayati; Solihin
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i1.2126

Abstract

Abstract. Acid mine water is water that has a low pH (pH<5) which contains various dissolved metals such as iron (Fe), manganese (Mn), and other sulfate compounds. Acid mine water has an impact in the form of environmental pollution, so it is necessary to handle Acid Mine Drainage using activated carbon so that it does not affect the surrounding environment. The research method used in this study is the active method by mixing activated carbon into 6 settling ponds, it aims to be able to determine the effect of activated carbon on settling ponds in the form of pH and Fe and Mn levels based on standard water quality standards.The rate of decrease in Fe metal content and Mn metal content after mixing using activated charcoal was 76,0% for Fe metal content and 18,60% for Mn metal content. The need for activated carbon for 31 days for the purpose of neutralizing acid mine water is 154790,8 kg/liter. Abstrak. Air asam tambang merupakan air yang memiliki pH rendah (pH<5) yang mengandung berbagai logam terlarut seperti besi (Fe), mangan (Mn), serta senyawa sulfat lainnya. Air asam tambang menimbulkan dampak berupa terjadinya pencemaran lingkungan sehingga perlu dilakukannya penanganan air asam tambang dengan menggunakan Karbon aktif sehingga tidak mempengaruhi lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode aktif dengan cara mencampurkan Karbon aktif kedalam 6 kolam pengendapan, hal tersebut bertujuan untuk dapat mengetahui pengaruh karbon aktif pada kolam pengendapan berupa pH serta kadar Fe dan Mn dengan berdasarkan standar nilai baku mutu air. Laju penurunan kadar logam Fe dan kadar logam Mn setelah pencampuran dengan menggunakan Karbon aktif yaitu sebesar 76,0% untuk kadar logam Fe dan 18,60 % untuk kadar logam Mn. Kebutuhan karbon aktif selama 31 hari untuk keperluan penetralan air asam tambang sebesar 154790,8 kg/liter.
Rencana Teknis dan Ekonomis Reklamasi PT Tonia Mitra Sejahtera Site Lengora Pantai La Ode Hadi Irawan; Sri Widayati; Sriyanti
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i1.2132

Abstract

Abstract. Environmental impacts that can occur such as decreased soil productivity, soil compaction, the possibility of erosion, unstable soil movement, disruption of flora and fauna, disruption of population health and so on. To overcome these various kinds of problems, it is necessary to carry out a countermeasures plan in this case in the form of reclamation. The reclamation activities are aimed at managing and improving the condition of the former mining land area into productive land. In carrying out reclamation activities on ex-mining land, it is carried out to find out technical plans for land use and revegetation as well as plant maintenance and care. Reclamation activities are carried out with land use stewardship and revegetation activities. Land use management is carried out by backfilling ex-mining land, then spreading top soil. Revegetation activities are carried out by determining plant spacing, selecting plant species, procuring seeds and planting as well as maintaining and caring for them. The area of land to be reclaimed at PT TMS is in accordance with the planned mining area of 19,196 hectares. The estimated reclamation costs to be incurred with a total area of 19.196 Ha is Rp. 6,909,020,471, -, consisting of direct costs for land management of Rp. 5,823,036,665, - and a revegetation fee of Rp. 226,886,651, - and indirect costs for reclamation planning costs Rp. 497,940,639, - and a supervision fee of Rp. 354,618,870,-. Abstrak. Dampak lingkungan yang dapat terjadi seperti penurunan produktivitas tanah, pemadatan tanah, kemungkinan terjadinya erosi, gerakan tanah yang tidak stabil, terganggunya flora dan fauna, terganggunya kesehatan penduduk dan sebagainya. Untuk mengatasi berbagai macam masalah tersebut, maka perlu dilakukan suatu rencana penanggulangan dalam hal ini berupa reklamasi. Kegiatan reklamasi tersebut ditujukan guna menata dan memperbaiki kondisi daerah lahan bekas tambang menjadi lahan yang produktif. Dalam melakukan kegiatan reklamasi lahan bekas tambang dilakukan untuk mengetahui rencana teknis pada penatagunaan lahan dan revegetasi serta pemeliharaan dan perawatan tanaman. Kegiatan reklamasi dilakukan dengan kegiatan penatagunaan lahan dan revegetasi. Penatagunaan lahan dilakukan dengan penimbunan kembali lahan bekas tambang, lalu dilakukan penebaran tanah pucuk. Kegiatan revegetasi dilakukan dengan penentuan jarak tanam, pemilihan jenis tanaman, pengadaan bibit dan penanaman serta pemeliharaan dan perawatan. Luas lahan yang akan direklamasi di PT TMS sesuai dengan luas rencana penambangan yaitu 19,196 Hektar. Estimasi biaya reklamasi yang akan dikeluarkan dengan total luas area 19,196 Ha yaitu sebesar Rp. 6.909.020.471,-, yang terdiri dari biaya langsung untuk penataan lahan sebesar Rp. 5.823.036.665,- dan biaya revegetasi sebesar Rp. 226.886.651,- serta biaya tidak langsung untuk biaya perencanaan reklamasi sebesar Rp. 497.940.639,- dan biaya supervisi sebesar Rp. 354.618.870,-.
Pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai Campuran Media Tanam di PT Bukit Asam, Tbk Tanjung Enim Sumatera Selatan Firhan Ali; Sri Widayati; Dudi Nasrudin Usman
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.8858

Abstract

Abstract. Coal is a fossil fuel that is available in large quantities in Indonesia. The process of burning coal produces waste in the form of fly ash and bottom ash (FABA) which if allowed to accumulate for a long time can cause problems for the environment and living things. This study aims to utilize coal ash waste as a mixture of planting media to reduce environmental pollution. The research was conducted on tomato and chili plants by observing the growth of these plants. In this study, there were three comparisons of the composition of the planting media mixture used, namely 85% soil (T85%) and 15% faba (FB15), 65% soil (T65%) and 35% faba (FB35%), and 50% soil (T50). %) and 50% faba (FB50%). The comparison of the three compositions recommended for mixed planting media is the composition of T50% and FB50%. Because it can optimize waste and plant growth results are not much different from the other two compositions. The composition made with different levels of faba content makes chili and tomato plants grow at levels of 50%, this can increase the use of waste that has been wasted and is very economical if this faba is used as a mixture of planting media. Abstrak. Batubara merupakan bahan bakar fosil yang tersedia dalam jumlah banyak di Indonesia. Proses pembakaran batubara menghasilkan limbah berupa fly ash dan bottom ash (FABA) yang mana apabila dibiarkan menumpuk dalam waktu yang lama dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan dan makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah abu batubara untuk campuran media tanam agar dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Penelitian dilakukan pada tanaman tomat dan cabai dengan mengamati pertumbuhan tanaman tersebut. Dalam penelitian ini komposisi campuran media tanam yang digunakan ada tiga pembanding yaitu tanah 85% (T85%) dan faba 15% (FB15), tanah 65% (T65%) dan faba 35% (FB35%), serta tanah 50% (T50%) dan faba 50% (FB50%). Perbandingan tiga komposisi yang direkomendasikan untuk campuran media tanam adalah komposisi T50% dan FB50%. Karena dapat mengoptimalkan limbah serta hasil pertumbuhan tanamannya tidak jauh berbeda dari kedua komposisi lainnya. Komposisi yang dibuat dengan tingkatan kadar faba yang berbeda membuat keberhasilan pada tanaman cabai dan tomat bisa tumbuh dengan kadar sebesar 50%, hal ini bisa meningkatkan penggunakan limbah yang sudah terbuang serta sangat ekonomis bila faba ini menjadi campuran media tanam.
Aplikasi VB untuk Evaluasi Real Option Tambang Nikel PT XYZ Sulawesi Selatan Zamzam Muhammad Akbar; M. Rahman Ardhiansyah; Sri Widayati
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.10326

Abstract

Abstract. Nickel price volatility creates significant uncertainty in cash-flow projections and may lead conventional Discounted Cash Flow (DCF) valuation to undervalue managerial flexibility in mining investments. This study evaluates the investment feasibility of a laterite nickel mining project at PT XYZ (South Sulawesi) using DCF and Real Options Analysis (ROA) with Binomial Lattice and Black–Scholes models. The DCF results indicate the project is not financially feasible, yielding a negative Net Present Value (NPV) of IDR –109.78 billion, an Internal Rate of Return (IRR) of 5%, and a Payback Period of 7.58 years. ROA quantifies the value of managerial flexibility under market uncertainty, producing an option value of approximately IDR 62.03 billion using the Binomial Lattice model and IDR 7.136 billion using the Black–Scholes model (values to be aligned with the finalized calculation table). Although the option value adds economic insight, it does not fully offset the negative NPV under the base-case assumptions. Therefore, the recommended strategy is to delay investment until market conditions improve or to reassess the exercise cost structure. This study also implements VBA in Microsoft Excel to automate calculations, improving computational efficiency and reducing input errors. Abstrak. Volatilitas harga nikel menimbulkan ketidakpastian proyeksi arus kas sehingga penilaian investasi menggunakan Discounted Cash Flow (DCF) berpotensi mengabaikan nilai fleksibilitas manajerial. Penelitian ini mengevaluasi kelayakan investasi proyek tambang nikel laterit PT XYZ (Sulawesi Selatan) menggunakan DCF dan Real Options Analysis (ROA) dengan model Binomial Lattice dan Black–Scholes, serta mengotomasi perhitungan menggunakan VBA pada Microsoft Excel. Hasil DCF menunjukkan proyek belum layak secara finansial dengan NPV sebesar –Rp109,78 miliar, IRR 5%, dan Payback Period 7,58 tahun. ROA menghasilkan nilai opsi sekitar Rp62,03 miliar (Binomial Lattice) dan Rp7,136 miliar (Black–Scholes) (akan diseragamkan dengan tabel hasil final). Nilai opsi menunjukkan adanya manfaat fleksibilitas keputusan, namun belum cukup untuk menutup NPV yang negatif pada skenario dasar. Oleh karena itu, strategi yang disarankan adalah menunda pelaksanaan investasi hingga kondisi pasar lebih menguntungkan atau meninjau kembali struktur biaya pelaksanaan investasi. Implementasi VBA mempercepat proses perhitungan, meningkatkan konsistensi hasil, dan mengurangi kesalahan input.
Optimasi Rancangan Sequence Penambangan Batupasir untuk Pencapaian Target Produksi Achmed Alfarizi Gerard; Yunus Ashari; Sri Widayati
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v6i1.10325

Abstract

Abstrak. Kegiatan penambangan batupasir memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan material konstruksi dan pembangunan infrastruktur. Peningkatan aktivitas pembangunan menyebabkan permintaan batupasir terus meningkat, sehingga perusahaan tambang dituntut untuk mencapai target produksi secara berkelanjutan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan perencanaan tambang terbuka yang tersusun dengan baik, meliputi penentuan tahapan penambangan, perencanaan kemajuan tambang, dan pengendalian produksi. Penelitian ini dilakukan di CV Bumi Pasir Makmur yang berlokasi di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, dengan luas wilayah izin usaha pertambangan sebesar 16,2 hektar. Metode penelitian meliputi analisis model geologi dan estimasi sumber daya batupasir menggunakan metode geofisika geolistrik, serta kajian geoteknik untuk menentukan geometri lereng yang stabil. Hasil analisis digunakan sebagai dasar dalam perancangan mine sequence yang efektif guna mendukung keselamatan dan kelancaran operasi penambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan batupasir yang dapat ditambang sebesar 4.555.125 BCM. Dengan target produksi tahunan sebesar 1.152.858,14 BCM, umur tambang diproyeksikan selama lima tahun. Perencanaan tambang yang terstruktur dan terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta mendukung keberlanjutan dan kelayakan operasi penambangan. Abstract. Sandstone mining plays an important role in supplying construction materials for infrastructure development. The increasing intensity of construction activities has led to higher demand for sandstone, requiring mining companies to achieve production targets in a sustainable manner. This condition emphasizes the need for well-structured open-pit mine planning, including mining sequence design, mine advance planning, and production control. This study was conducted at CV Bumi Pasir Makmur, located in Leles District, Garut Regency, West Java Province, covering a mining area of 16.2 hectares. The research involved geological modeling and sandstone resource estimation using geoelectrical resistivity methods, supported by geotechnical analysis to determine stable slope geometry. The results were integrated into an optimized mine sequence design aimed at improving operational efficiency and maintaining mining safety. The analysis identified mineable sandstone reserves of 4,555,125 BCM. With an annual production target of 1,152,858.14 BCM, the projected mine life is approximately five years. The proposed integrated mine planning approach is expected to enhance productivity while supporting the sustainability and technical feasibility of the mining operation.