Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA Juniardi, Ade; Asrinawaty, Asrinawaty; Ilmi, M. Bahrul
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v7i1.8787

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan sampah merupakan suatu upaya untuk melakukan pengurangan dan penanganan sampah. Kota Banjarmasin memiliki jumlah penduduk pada tahun 2017 sebanyak 692.793 jiwa dan mengalami pertambahan jumlah penduduk pada tahun 2018 menjadi 700.869 jiwa yang artinya sampah buangan yang dihasilkan akan semakin banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, sarana prasarana, dan peraturan daerah dengan perilaku ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kampung Biru sesuai Perda Nomor 21 Tahun 2011. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini mengacu pada jumlah kepala keluarga yang ada di Kampung Biru dengan jumlah 776 Kepala Keluarga dengan jumlah sampel sebanyak 89. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan wawancara, data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pengelolaan sampah rumah tangga di Kampung Biru sebagian besar kategori buruk (52,8%). Hasil analisis terdapat hubungan pada variavel pengetahuan (p-value = 0,035), sarana prasarana (p-value = 0,0001),  dan peraturan daerah (p-value = 0,0001),  dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kampung Biru. Sedangkan variabel sikap tidak ada hubungan dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kampung Biru. Diharapkan instansi terkait dapat lebih aktif mengawasi dan memberikan sanksi tegas terhadap masyarakat yang melanggar sesuai peraturan daerah yang berlaku agar menimbulkan efek jera, sehingga tercapainya pengelolaan sampah yang baik sesuai Perda Nomor 21 Tahun 2011. Kata-kata kunci: Pengetahuan, sikap, sarana, prasarana, peraturan, sampah  ABSTRACT                              Waste management is an effort to reduce and handle waste. The city of Banjarmasin has a population of 2017 as many as 692,793 people and has increased the population in 2018 to 700,869 people which means that the amount of waste produced will be more and more. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, infrastructure, and regional regulations with the behavior of housewives in household waste management in Kampung Biru according to Regional Regulation No. 21 of 2011. This study uses a cross sectional design. The population in this study refers to the number of household heads in Kampung Biru with 776 households with a sample size of 89. The instruments used were questionnaire and interview, the data were analyzed by chi-square test. The results of this study indicate that the behavior of household waste management in Kampung Biru is mostly in the bad category (52.8%). The results of the analysis are related to the knowledge variable (p-value = 0.035), infrastructure (p-value = 0.0001), and local regulations (p-value = 0.0001), in the management of household waste in Kampung Biru. While the attitude variable has no relationship in household waste management in Kampung Biru. It is expected that the relevant agencies can be more active in supervising and giving strict sanctions against people who violate according to the prevailing regional regulations in order to create a deterrent effect, so that good waste management is achieved according to Regional Regulation No. 21 of 2011. Keywords: Knowledge, attitude, infrastructure, regulation, waste 
Pengetahuan, Sikap Dan Motivasi Kader Sebagai Determinan Penemuan Suspek Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Mekar Kota Banjarmasin Agatha Kusuma Wardani; Asrinawaty Asrinawaty; Norfai Norfai
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 10 No 3 (2020): Juli
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v10i3.256

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease that has increased from year to year, This is due to the difficulty of finding a new suspected positive BTA in patients with pulmonary TB or called as Case detection rate (CDR). Alternative tuberculosis programs to increase Case detection rate (CDR) with active case finding involving health cadres. The purpose of the study was to determine and analyze the relationship of knowledge, attitudes and motivation of cadres as a determinant of the discovery of suspected pulmonary tuberculosis in the working area of ​​the Karang Mekar Public Health Center Banjarmasin in 2019. The design of the study used an analytical survey with a cross-sectional approach. The population were all pulmonary tuberkulosis cadres in the Karang Mekar Public Health Center Banjarmasin, which were numbered 48 cadres. The sample used a total sampling technique. The data analysis used chi-square statistical test with 95% of confidence level.Most cadres at the Karang Mekar Public Health Center had good knowledge those were 19 (39.6%), had positive attitudes those were 32 (66.7%), and low motivation those were 31 (64.6%). There was a relationship between cadres' knowledge (p-value = 0.019 ≤ 0.05), motivation (p-value = 0.04 ≤ 0.05) for the discovery of suspected pulmonary TB in the working area of ​​the Karang Mekar Public Health Center Banjarmasin. There was no relationship between attitudes towards the discovery of suspected pulmonary TB in the working area of ​​the Karang Mekar Public Health Center in Banjarmasin (p-value = 0.473> 0.05). The advice needed is improving cadres' understanding further by holding training and providing cadres' motivation by giving awards to cadres who have done their tasks well.
DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN BARITO KUALA KALIMANTAN SELATAN Yuli Hasniati; Meilya Farika Indah; Asrinawaty Asrinawaty; Kasman Kasman
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 11 No. 1: MARET 2015
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.109 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v11i1.514

Abstract

Pemberian ASI di Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Hal ini disebabkan presentasi bayi yang menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 15,3%. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Alalak tahun 2015. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitin analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitin adalah seluruh ibu-ibu yang memiliki bayi umur 7-24 bulan di Desa Tanjung Harapan sebanyak 55 orang dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik chi-squere dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan dengan pemberian ASI Eksklusif. Tidak ada hubungan antara tempat persalinan dengan pemberian ASI Eksklusif. Disarankan agar petugas meningkatkan penyuluhan tentang pemberian ASI Ekslusif pada masyarakat, keluarga dan para ibu hamil dan menyusui untuk meningkatkan pengetahuan agar ibu dapat memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya.
PENINGKATAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU MELALUI MEDIA PROMOSI KESEHATAN DALAM MENGATASI KASUS PREEKLAMSI IBU MELAHIRKAN DI KELURAHAN SURGI MUFTI KOTA BANJARMASIN Achmad Rizal; Asrinawaty Asrinawaty; Agus Jalpi; Umi Hani
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 5, No 1 (2019): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.5 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v5i1.2373

Abstract

Posyandu merupakan salah satu wujud nyata partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Salah satu indikatornya adalah tercapainya cakupan partisipasi ibu yang dapat meningkat dengan informasi dan ajakn yang dilakukan oleh kader Posyandu. Sasaran atau khalayak dalam pelaksanaan ini adalah kader posyandu yang berada di wilayah kelurahan surgi mufti kota Banjarmasin Pelaksanaan Kegiatan ini bertujuan untuk mengaktifkan kader posyandu memlalui peningkatan pemberdayaan melalui media promosi kesehatan. Metode yang akan dilakukan yaitu melalui pendekatan yang ditawarkan untuk mendukung realisasi program pengabdian kepada masyarakat melalui media promosi kesehatan bagi kader posyandu di kelurahan surgi mufti tentang kasus preekelamsi ibu melahrikan hal ini disebabkan karena tidak mendapat penanganan yang tepat akibat minim pengetahuan ibu terhadap Tanda dan bahaya pada kehamilan, tekanan darah tinggi dapat mempengaruhi otak, ginjal, hati, dan paru-paru. Preeklamsia secara tradisional dianggap sebagai kondisi yang paling sering mendahului Eklampsia (kejang karena tekanan darah tinggi pada kehamilan). Preeklampsia menyebabkan kelahiran prematur (baik spontan maupun untuk menyelamatkan bayi dan ibu), kelahiran bayi cacat atau perkembangan janin tidak sempurna, bahkan berpotensi mengancam jiwa. Hal ini terjadi karena ada gangguan pada pertumbuhan serta perkembangan plesenta, sehingga hal ini mengganggu aliran darah ke bayi maupun ibu. Plasenta merupakan organ yang khusus dibentuk saat kehamilan dan berfungsi sebagai pemasok makanan maupun oksigen dari ibu ke janin. Makanan dan oksigen didistribusikan melalui aliran darah, oleh karena itu untuk mendukung pertumbuhan serta perkembangan janin, plasenta membutuhkan pasokan aliran darah yang besar dan konstan. Namun pada ibu yang mengalami preeklampsia, plasenta tidak mendapatkan darah yang cukup. Hal ini terjadi diperkirakan akibat plasenta yang tidak bekerja dengan baik untuk menyalurkan aliran darah tersebut, kemudian mengganggu pembuluh darah dan tekanan darah pada ibu.luaran yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu publikasi pada jurnal ber ISSN atau Prosiding Pengabdian Kepada Masyarakat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN SUMBER INFORMASI DENGAN UPAYA PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA KOMUNITAS ANAK JALANAN DI BANJARMASIN TAHUN 2016 Noorhidayah Noorhidayah; Asrinawaty Asrinawaty; Perdana Perdana
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.407 KB)

Abstract

Latar Belakang : AIDS (Aquired Immuno Deficiency Syndrom) merupakan penyakit menular yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immuno Deficiency Virus). Saat ini HIV/AIDS telah menyebarluas di seluruh bagian dunia. Berdasarkan data DinKes Provinsi Kalimantan Selatan terhitung sejak tahun 2002 sampai dengan Desember 2015 telah ditemukan dan dilaporkan sebanyak 1237 kasus HIV dan AIDS dengan rincian adalah HIV sebanyak 664 Kasus (53,7%) dan AIDS sebanyak 573 Kasus (46.3%) dengan penderita terbanyak berada di usia 15-29 tahun yaitu sebanyak 503 kasus.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan sumber informasi dengan upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja komunitas anak jalanan di Banjarmasin.Metode Penelitian : penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan total sampling yaitu sebanyak 51 orang.Hasil : Hasil penelitian dari 51 orang remaja komunitas anak jalanan bahwa pengetahuan remaja komunitas anak jalanan terbanyak pada kategori cukup dengan jumlah 25 orang (49%). Untuk sikap remaja komunitas anak jalanan terbanyak pada kategori sikap positif dengan jumlah 31 orang (60,8%). Sumber informasi remaja komunitas anak jalanan terbanyak pada kategori cukup dengan jumlah 20 orang (39,2%). Untuk upaya pencegahan HIV/AIDS terbanyak pada kategori mencegah dengan jumlah 29 orang (56,9%). Dari hasil analisis uji chi Square didapatkan hasil pengetahuan dengan upaya pencegahan p value = 0,000 α (0,05). Hasil analisis sikap dengan upaya pencegahan didapatkan hasil p value = 0,000 α ( 0,05), sedangkan hasil analisis sumber informasi p value = 0,000 α (0,05).Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan sumber informasi dengan upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja komunitas anak jalanan di Banjarmasin tahun 2016. Diharapkan agar instansi yang memberikan pembinaan pada anak jalanan agar mengadakan kerjasama dengan instansi kesehatan untuk memberikan penyuluhan bagi para anak jalanan tentang bahaya dan upaya pencegahan HIV/AIDS.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Sumber Informasi, Upaya Pencegahan.
HUBUNGAN PELATIHAN DAN MOTIVASI DENGAN KEAKTIFAN KADER DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELUK TIRAM BANJARMASIN Noorhidayah Noorhidayah; Asrinawaty Asrinawaty; Maki Zam Zam
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.657 KB)

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan kesehatan merupakan pusat penyelenggaraan upaya kesehatan bagi masyarakat yang bermutu, merata, terjangkau dengan peran masyarakat secara aktif. Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dilaksanakan oleh, dari, dan, bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan balita.Perkembangan dan peningkatan mutu pelayanan Posyandu sangat dipengaruhi oleh peran serta masyarakat. Keberhasilan kegiatan Posyandu sangat bergantung pada partisipasi secara aktif dari kader yang bertugas di Posyandu. Fungsi kader dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu sangat besar yaitu mulai dari tahap perintisan posyandu, penghubung dengan lembaga yang menunjang penyelenggaraan Posyandu, sebagai perencana pelaksana dan sebagai pembina serta sebagai penyuluh untuk memotivasi masyarakat yang berperan serta dalam kegiatan posyandu di wilayahnya.(Depkes Ri, 2006). Tenaga kader dalam menjalankan pelayanan kesehatan di Posyandu merupakan sumber daya yang penting dan sangat dibutuhkan.Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tahun 2015 di dapatkan bahwa wilayah kerja Puskesmas Teluk Tiram merupakan jumlah terbanyak kader yang tidak aktif dibandingkan dengan posyandu di wilayah kerja Puskesmas lainnya di Banjarmasin. Pada bulan Mei 2016, Puskesmas Teluk Tiram mempunyai kader sebanyak 71 orang. Kader yang aktif dalam pelaksanaan kegiatan posyandu sebanyak 57 orang. sedangkan yang tidak aktif sebanyak 14 orang.Tujuan Penelitian : untuk mengetahui hubungan pelatihan dan motivasi dengan keaktifan kader dalam pelaksanaan kegiatan posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Teluk Tiram Banjarmasin. Metode Penelitian : penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan total sampling yaitu sebanyak 70 kader.Hasil : Hasil penelitian dari 70 orang kader yang memiliki kategori terlatih dan aktif sebanyak 56 orang (81,2%) dan kader yang terlatih tetapi tidak aktif sebanyak 13 orang (18,8%) sedangkan Kader yang tidak terlatih dan tidak aktif ada 1 orang, Untuk motivasi kader, yang memiliki motivasi tinggi dan aktif sebanyak 56 orang (81,2%), yang memiliki motivasi tinggi dan tidak aktif sebanyak 13 orang (18,8%), sedangkan kader yang memiliki motivasi rendah dan tidak aktif ada 1 orang.Dari hasil analisis uji chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% (0,05) didapatkan hasil pelatihan dengan keaktifan kader p value = 0,200 α (0,05). Hasil analisis motivasi dengan keaktifan kader didapatkan hasil p value = 0,200 α (0,05).Kesimpulan : tidak adanya hubungan yang bermakna antara Pelatihan dan Motivasi dengan Keaktifan kader. Diharapkan agar kader tetap berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu, karena kader adalah tonggak utama pelaksanaan posyandu.Kata kunci: Pelatihan, Motivasi, Keaktifan kader dalam kegiatan Posyandu
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA DENGAN PENATALAKSANAAN GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANDASAN ULIN Siti Hardianti Kartini; Fahrurazi Fahrurazi; Asrinawaty Asrinawaty
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 2, No 2 (2015): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v2i2.2626

Abstract

Status gizi adalah keadaan seimbang antara asupan gizi dengan kebutuhan zat gizi. Status gizi seimbang bila jumlah asupan zat gizi sesuai dengan kebutuhan. Status gizi tidak seimbang dapat dipresentasikan dalam bentuk zat gizi kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu balita tentang penatalaksanaan gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Landasan Ulin Kota Banjarbaru tahun 2014. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik yang dilakukan dengan cara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki anak balita yang berobat ke Puskesmas Banjarbaru Landasan Ulin dari bulan Januari – April 2014 yaitu sebanyak 425. Sampel sebanyak 81 responden. Dari penelitian yang menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang penatalaksanaan gizi kurang di wilayah kerja puskesmas landasan ulin banjarbaru. Diperoleh p value sebesar 0,000. nilai p value < 0,05 maka Ha diterima atau Ho di tolak. Dan ada hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan penatalaksaan gizi balita. Sikap diperoleh lewat pengalaman akan menimbulkan pengaruh langsung terhadap prilaku. Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat lebih memberikan informasi kepada ibu yang memiliki balita atau masyarakat tentang penatalaksanaan gizi kurang pada balita.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, DAN PERILAKU VULVA HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA SANTRIWATI BARU PONPES DARUL HIJRAH BANJARBARU Nurul Indah Qariati; Asrinawaty Asrinawaty
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 5, No 1 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.664 KB) | DOI: 10.31602/ann.v5i1.1644

Abstract

Masalah organ reproduksi pada remaja perlu mendapatkan perhatian yang serius, 33% dari jumlah total beban penyakit yang diderita para perempuan di dunia salah satunya adalah keputihan. Di Indonesia 75% wanita pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya dan setengah diantaranya mengalami keputihan sebanyak dua kali atau lebih. Keputihan ditandai keluarnya cairan dari organ reproduksi karna infeksi kuman, bakteri, atau jamur, dan keparahan dapat semakin terjadi karena perempuan yang tidak mengetahui membersihkan daerah vaginanya. Pengetahuan dan perawatan yang baik merupakan faktor penentu dalam memelihara kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan perilaku vulva hygiene dengan kejadian keputihan pada Santriwati Baru Ponpes Darul Hijrah Banjarbaru. Jenis penelitian yang digunakan  survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santriwati baru pondok pesantrien Darul Hijrah Banjarbaru dengan pengambilan sampel 83 orang. Data di analisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan, santriwati baru yang mengalami keputihan normal sebanyak 86,7 % dan keputihan tidak normal 13,3%. Ada hubungan(0,035) antara perilaku vulva hygiene dengan keputihan dan tidak ada hubungan pengetahuan (0,514) dengan kejadian keputihan.
Analisis Kepemilikan Jamban Sehat pada masyarakat tepi sungai Di Kota Banjarmasin (Studi Di RT 01 Kelurahan Alalak Utara) Meilya Farika Indah; Asrinawaty Asrinawaty; Noor Azizah Nopeana
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 5, No 2 (2018): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.136 KB) | DOI: 10.31602/ann.v5i2.1669

Abstract

Budaya masyarakat tepi sungai yang lebih suka membuang air besar (BAB) di sungai, membuat mereka enggan membuat jamban di rumah masing-masing. Berdasarkan studi awal menunjukkan sebagian besar masyarakat di RT 01 kelurahan Alalak Utara masih menggunakan jamban cemplung untuk buang air besar/kecil dan limbah rumah tangganya langsung dialirkan ke sungai. Data Puskesmas Alalak Tengah tahun 2017 di kelurahan Alalak Utara menunjukkan jamban keluarga yang terinspeksi sebanyak 626 buah dan hanya 587 buah yang memenuhi syarat atau 14,1%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepemilikan jamban sehat pada masyarakat pinggiran sungai di RT 01 kelurahan Alalak Utara wilayah kerja Puskesmas Alalak Tengah kota Banjarmasin. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu survei analitik dengan pendekatan  cross sectional study. Populasi adalah seluruh kepala keluarga di RT 01 kelurahan Alalak Utara, yaitu sebanyak 187 kepala keluarga. Sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling, berjumlah 65 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value 0,001), sikap (p value 0,000), tingkat pendidikan (p value 0,000), status ekonomi (p value 0,000) dengan kepemilikan jamban sehat, tidak ada hubungan antara peran petugas (p value 0,07) dengan kepemilikan jamban sehat. Disarankan agar masyarakat bersama-sama petugas kesehatan lebih berperan aktif dalam menjaga kesehatan lingkungan yaitu dengan cara membangun jamban sehat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya memiliki jamban sehat.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI LANSIA DI POSYANDU LANSIA KAKAKTUA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PELAMBUAN Asrinawaty Asrinawati; Norfai Norfai
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 1, No 1 (2014): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.886 KB) | DOI: 10.31602/ann.v1i1.106

Abstract

AbstrakBerbagai penelitian yang dilakukan para pakar menunjukkan bahwa masalah gizi pada lansia sebagian besar merupakan masalah status gizi berlebih yang memicu timbulnya berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes melitus, batu empedu, rematik, gnjal, sirosis hati, dan kanker. Sedangkan masalah gizi kurang juga banyak terjadi seperti kurang energi kronis, anemia, dan kekurangan zat gizi mikro lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian hipertensi lansia di posyandu lansia wilayah kerja puskesmas pelambuan tahun 2013. jenis penelitian ini menggunakan observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien lansia yang terdaftar di posyandu lansia Kakaktua wilayah kerja puskesmas Pelambuan sebanyak 60 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara stratified sampling random. Pengolahan dan analisis data menggunakan program komputer dengan menggunakan uji che square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara status gizi dengan kejadian hipertensi lansia di posyandu lansia Kakaktua (p value < 0,05). Diharapkan lansia dapat menjaga pola makan gizi seimbang serta perlunya dukungan dari pihak keluarga untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sekaligus mengajak lansia agar dapat memeriksakan kesehatannya keposyandu terdekat.Kata Kunci : status gizi, hipertensi, lansia