Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Binawan Student Journal

UJI COBA CAKRAM STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS KELURAHAN SUNTER AGUNG II Icuk Susanto Putro; Meylina Djafar; Isti Istianah
Binawan Student Journal Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.287 KB)

Abstract

Dalam standar antropometri, metode yang digunakan adalah menentukan z-score (WHO, 2010). Perhitungan manual membutuhkan waktu yang lama, tenaga yang ekstra dan dana yang lebih besar. Untuk mengetahui hasil uji coba Cakram sebagai standar ukur menentukan status gizi balita di Posyandu Wilayah Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok. Desain penelitian quasi eksperimental dengan menggunakan subjek balita. Pada tahap eksperimen peneliti menggunakan metode research and development untuk mengembangkan Cakram (BB/PB) atau (BB/TB) berdasarkan standar antropometri WHO 2005. Populasi berjumlah 520 orang. Sampel sejumlah 155 responden yang dipilih dengan cara metode purposive sampling. Cakram memiliki waktu yang paling cepat dibandingkan dengan Software WHO Anthro dan Tabel Z-Score WHO 2005 dalam menentukan status gizi dengan rata-rata waktu adalah 2:56 menit untuk 10 subyek. Ada perbedaan prevalensi status gizi balita antara menggunakan Cakram dengan Software WHO Anthro (p=0,025); namun tidak ada perbedaan prevalensi status gizi balita antara menggunakan Cakram dengan Tabel Z-Score WHO 2005 (p=1,00). Berdasarkan nilai reliabilitas K=1,00, menunjukkan bahwa Cakram dapat digunakan untuk menentukan gizi kurang, gizi lebih dan gabungan dari gizi kurang dan gizi lebih. Cakram dapat mendeteksi balita gizi lebih; gabungan kurang dan gizi lebih, dan gizi kurang sebesar 100%, jika dibandingkan dengan Tabel Z-Score WHO 2005. Perlu dilakukan pengembangan cakram serupa untuk menentukan status gizi berdasarkan indeks BB/U, TB/U, atau PB/U dan IMT/U
HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI (FE), RIWAYAT MPASI DENGAN STATUS GIZI BB/U PADA BALITA USIA 12-59 BULAN Aida Mudrika Syaugi; Isti Istianah
Binawan Student Journal Vol. 1 No. 3 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.607 KB) | DOI: 10.54771/bsj.v1i3.74

Abstract

Terjadinya kekurangan status gizi pada awal kehidupan akan berdampak terhadap kehidupan selanjutnya seperti pertumbuhan terhambat, bblr, daya tahan tubuh rendah dan resiko meninggal dunia. Salah satu faktornya adalah kekurangan zat besi, yang dapat mengganggu pertumbuhan yang menyebabkan anak menjadi gizi kurang dan meningkatkan risiko diare dan infeksi saluran nafas. MPASI dini maupun terlambat akan menyebabkan bayi rentan mengalami penyakit infeksi, alergi, kekurangan gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara asupan zat besi dan riwayat MPASI dengan status gizi BB/U pada balita. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 122 balita dan respondennya adalah ibu yang memiliki balita berusia 12-59 bulan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji chi square p: 0,05). Balita yang mengalami gizi kurang sebanyak 25 balita (20,5%) dan balita dengan status gizi normal sebanyak 97 (79,5%). Kesimpulan dari data ini adalah adanya hubungan yang bermakna antara riwayat MPASI dengan status gizi BB/U pada balita usia 12-59 bulan di Puskesmas Jatiluhur Bekasi.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BIJI RAMBUTAN TERHADAP ORGANOLEPTIK DAN PROKSIMAT PEMBUATAN PANCAKE KLASIK Susi Sulfiani; Isti Istianah
Binawan Student Journal Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.61 KB) | DOI: 10.54771/bsj.v2i2.166

Abstract

Setiap tahun konsumsi masyarakat pada buah rambutan meningkat. Sedangkan biji rambutan belum banyak dimanfaatkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk memanfaatkan biji rambutan dari segi kandungan gizi. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan tepung biji rambutan sehingga dapat menghasilkan pancake dengan zat gizi serta sifat organoleptik terbaik. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan perlakuan berupa penambahan tepung biji rambutan. Hasil dari uji hedonik terhadap karakteristik sensorial, berupa penilaian kepuasan dan mutu, lalu dianalisis menggunakan statistika one-way ANOVA dan uji post hoc Duncan (kriteria p > 0,05) untuk menentukan formula terpilih. Dari hasil penelitian didapatkan pancake klasik formula F20% (20% tepung biji rambutan). Formula F2 memiliki kadar air 40,88%, abu 1,22%, lemak 15,62%, protein 5,18%, karbohidrat 37,10%. Kandungan energi total 309,70 kcal/100g. Penambahan tepung biji rambutan pada pancake memberikan pengaruh terhadap sifat organoleptik, dan dengan perbedaan antara formula terpilih (F2) dan formula kontrol (F0) pada kandungan gizi (kadar lemak, protein, dan karbohidrat) adalah kurang dari 15%, dan perbedaan kandungan energi adalah kurang dari 2%, oleh karena itu F2 dapat diterima (tidak berbeda nyata dengan nilai signifikan p<0,05).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KELURAHAN CILILITAN JAKARTA TIMUR Anindita Larasati; Isti Istianah
Binawan Student Journal Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v3i2.335

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab tingginya angka kematian di Indonesia. Hipertensi adalah faktor utama untuk penyakit kardiovaskuler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja puskesmas kelurahan Cililitan Jakarta timur. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan rancangan cross sectional. Total responden sebanyak 102 lansia yang didapatkan melalui teknik satisfied random sampling. Data hipertensi diperoleh melalui pengukuran tekanan darah, data karakteristik dan data pengetahuan gizi didapat melalui kuesioner, data pola tidur didapat melalui kuesioner PSQI, data asupan natrium dan kalium didapat melalui recall 2 x 24 jam. Penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-square dengan p-value (<0,05). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sebanyak 55 responden (53,9%) memiliki tekanan darah pre-hipertensi. Berdasarkan uji Chi-square diperoleh nilai p=0,458 pada variabel pengetahuan gizi, p=0,006 pada variabel pola tidur, p=0,588 pada variabel asupan natrium, p=0,191 pada variabel asupan kalium (p=0,191). Penelitian ini menyimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi (p=0,006), asupan natrium (p=0,588), dan asupan kalium (0191), dengan kejadian hipertensi (p=>0,05). Namun ada hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan kejadian hipertensi (p=<0,05).
GAMBARAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STATUS GIZI PADA BALITA Debora Tika Saragih; Isti Istianah
Binawan Student Journal Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut WHO (2020), angka pemberian ASI eksklusif masih cukup rendah, yaitu sekitar 44% dari tujuan pemberian ASI eksklusif sebesar 50%. Rendahnya prevalensi pemberian ASI eksklusif akan mempengaruhi risiko stunting. Frekuensi stunting pada anak balita di Desa Senyubuk sebesar 4,5%. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan penelitian deskriptif. Desain penelitian menggunakan data sekunder dari buku kohort posyandu untuk melakukan survei. Fokus pada pendataan selama tiga bulan pada tahun 2021 yaitu Oktober, November, dan Desember. Penilaian deskriptif ini mengungkapkan distribusi frekuensi Balita Non Eksklusif yang berjumlah 18 anak (18%), yang jauh lebih stunting dibandingkan Balita dengan ASI yang hanya terdiri dari tiga anak (3%). Prevalensi stunting anak di Desa Senyubuk masih tergolong tinggi. Jika balita tidak cukup mengkonsumsi ASI, mereka rentan terhadap kekurangan gizi, yang dapat mengakibatkan stunting. Diperkirakan bahwa penelitian selanjutnya akan secara langsung mengidentifikasi unsur-unsur lain yang mempengaruhi status gizi.