Bahrudin Bahrudin
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Early Reading Difficulties : A Phenomena in Reading Problems Bahrudin Bahrudin; Mohammad Arif Taboer; Sunardi Sunardi; Endang Rochyadi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 7, No 1 (2020): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um029v7i12020p16-19

Abstract

Reading Difficulties in one of challenging which faced by student in elementary school in Indonesia. This research purpose to find variety of challenging by student in early reading. 31 students with early reading problems who comes from 7 elementary school is use as respondent. Data collection is use by informal early reading test which validation with expert in special education needs and Bahasa Indonesia. Finding of this research is almost students with reading problems can read the letters, both vowel and consonant. They have problems in blending between letters become syllable and word.
Kebutuhan layanan pendidikan khusus di sekolah dasar Bahrudin Bahrudin; Indra Jaya; Cecep Kustandi
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 7, No 1 (2021): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/02021829

Abstract

There is no real data on students who need special service education in elementary schools for the DKI Jakarta area. This study is interested in identifying and analyzing elementary school students who need special service education. This study will determine the real condition of the prevalence of the number of students in elementary schools who need special education services. The research method used is a quantitative approach. The instrument in this study used questions derived from the variable characteristics and characteristics of children with special needs. We collaborated with 14 elementary schools in the Thousand Islands, DKI Jakarta and the number of respondents in this study was 70 teachers. The data analysis technique was carried out by statistical analysis for quantitative. Therefore, the results obtained from a number of questions were asked to respondents and then transferred to the frequency distribution table. The results showed that the special needs most needed by students with special needs are slow learning, learning difficulties and intellectual disorders. The demand for educational services can increase family outreach efforts with schools through communication according to the types of needs of students. Inclusive school environments are ready to change and adapt and consider the needs of all people. The future research is required for an IQ test to ascertain special needs for intellectual disabilities and learning disabilities.
Prediktor Kesulitan Membaca Permulaan di Sekolah Dasar Mohammad Arif Taboer; Endang Rochyadi; Sunardi Sunardi; Bahrudin Bahrudin
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 29 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i22020p182-190

Abstract

This article is intended to describe predictors of initial reading difficulty in students with reading difficulties in primary schools. This study used a descriptive research design. The results of this study indicate that the predictors that cause reading difficulties in students are (1) phonological awareness, (2) visual perception, and (3) one predictor that is still uncertain. However, the interesting thing is the phenomenon where students do not experience obstacles in phonological awareness or visual perception, but still experience difficulties in reading. The presumptions that appear in the last predictor are related to external factors. Artikel ini ditujukan guna mendeskripsikan prediktor kesulitan membaca permulaan pada siswa dengan kesulitan membaca di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa prediktor yang menyebabkan kesulitan membaca pada siswa adalah (1) kesadaran fonologi, (2) persepsi visual, dan (3) satu prediktor yang masih belum diketahui secara pasti. Namun demikian hal yang menarik adalah fenomena dimana para siswa tidak mengalami hambatan dalam kesadaran fonologi ataupun persepsi visual, namun masih tetap mengalami kesulitan dalam membaca. Dugaan yang muncul pada prediktor terakhir adalah berkenaan dengan faktor eksternal.
Perkembangan Kemampuan Membaca Permulaan pada Siswa dengan Hambatan Intelektual Mohammad Arif Taboer; Bahrudin Bahrudin; Indra Jaya; Dwi Aisyah Amani; Ratu Balqis; Wafa Hafshah Irwan; Novia Ramadhanti; Muhammad Lukman Sahaja
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p8-14

Abstract

Perkembangan cara pandang terhadap siswa dengan hambatan intelektual memberikan kesempatan berkembangnya kemampuan akademik siswa dengan hambatan intelektual. Salah satu perkembangan akademik yang menjadi focus adalah pengembangan keterampilan membaca permulaan. Banyak studi yang membuktikan bahwa siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan namun demikian jika dihubungan dengan pemahaman global delayed maka seberapa jauh perbedaan berkembangnya keterampilan membaca permulaan siswa dengan hambatan intelektual dengan sebayanya. Studi ini dikembangkan dalam rangka mendapatkan deskripsi perkembangan kemampuan membaca permulaan yang terjadi pada siswa dengan hambatan intelektual yang kemudian dapat memberikan informasi mengenai prediksi siswa dengan hambatan intelektual dapat mengembangkan keterampilan membaca permulaan. Studi ini dilakukan pada delapan belas orang siswa dengan hambatan intelektual yang belajar pada kelas IV sampai dengan VI jenjang sekolah dasar. Semua siswa diberikan tes perkembangan membaca permulaan. Hasil studi menunjukan bahwa pada tahap perkembangan kesadaran linguistic seluruh siswa memiliki kemampuan yang baik dalam memahami kosa kata dan kalimat sederhana.. Pada tahap perkembangan kesadaran fonologi ditemukan sebanyak 8 orang belum mencapai perkembangan kesadaran fonologi secara paripurna. Pada tahap perkembangan decoding ditemukan sebanyak 4 orang siswa mengalami persoalan dalam membaca huruf vocal, seabayak 7 orang siswa mengalami persoalan dalam membaca huruf konsonan, keseluruhan siswa mengalami kesulitan dalam membaca suku kata dan kata. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa selama tiga tahun siswa dengan hambatan intelektual mengembangkan kesadaran linguistic dan memasuki tahun ke empat sekolah, siswa mulai mengembangkan kesadaran fonologi dan beberapa siswa dapat mengembangkan keterampilan decoding pada tahun ke lima di sekolah.
Penerapan Metode Suku Kata (Syllabic Method) pada Pembelajaran Membaca Permulaan Siswa Hambatan Intelektual Ringan (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas V SLB Negeri 6 Jakarta Barat) Sekar Fitriana Banowati; Ishak Gerald Bachtiar; Bahrudin Bahrudin
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 11, No 2 (2025): November (On Progress)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v11i22025p240-243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode suku kata atau syllabic method pada pembelajaran membaca permulaan siswa hambatan intelektual ringan di kelas 5 C SLB Negeri 6 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif atau qualitative research dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini bermaksud untuk menggali secara lebih mendalam mengenai pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan menggunakan metode suku kata ‘’syllabic method’’ meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Berdasarkan fenomena dilapangan, ditemukan siswa hambatan intelektual ringan yang mampu membaca secara lancar. Pernyataan ini sangatlah berbanding terbalik bersamaan dengan kajian literatur yang dikemukakan oleh Diagnostic And Statistical Manual Of Mental Disorders Fifth Edition (DSM-5) mengenai keterlambatan pada bidang akademik yang dimiliki siswa hambatan intelektual ringan serta stigma yang beranggapan memandang siswa hambatan intelektual ringan mengalami keterlambatan pada aspek akademik dan perilaku adaptif. Berdasarkan hasil penelitian penerapan pembelajaran membaca menggunakan metode suku kata dapat mengoptimalkan pembelajaran membaca permulaan siswa hambatan intelektual ringan.