Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

HUBUNGAN EFIKASI DIRI, KESIAPAN BELAJAR SISWA DENGAN KECURANGAN AKADEMIK PADA PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID 19 Virlyana Meika Damayanti; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45754

Abstract

Abstrak Adanya pandemi berdampak pada sebagian aktivitas kehidupan. Salah satu dampak yang dirasakan yaitu pada sistem pendidikan di Indonesia yang berubah menjadi metode belajar daring. Pembelajaran daring menciptakan banyak perubahan dalam proses belajar siswa. Di samping adanya kemudahan teknologi, hal itu juga menjadi kesempatan siswa untuk berbuat curang demi mencari nilai. Salah satu faktor munculnya perilaku kecurangan akademik pada siswa yaitu efikasi diri. Selain itu, adanya perubahan metode belajar daring juga mengharuskan siswa memiliki kesiapan belajar untuk menunjang keberhasilan. Penelitian ini bermaksud untuk mencari tahu hubungan antara efikasi diri dan kesiapan belajar siswa terhadap kecurangan akademik di salah satu SMA di Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan jumlah sampel 122 pengambilannya menggunakan teknik cluster random sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian uji F menunjukkan nilai signifikansi 0.00 < 0.05 yang menunjukkan bahwa efikasi diri dan kesiapan belajar berpengaruh terhadap kecurangan akademik. Kata Kunci: Efikasi diri, Kesiapan Belajar, Kecurangan Akademik Abstract The existence of a pandemic has an impact on some life activities. One of the perceived impacts is on the education system in Indonesia which has turned into an online learning method. Online learning creates many changes in the student learning process. In addition to the convenience of technology, it is also an opportunity for students to cheat to find grades. One factor in the emergence of academic cheating behavior in students is self-efficacy. In addition, the change in online learning methods also requires students to have a readiness to learn to support success. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and student learning readiness against academic cheating in SMA in East Java. The research method is quantitative with a sampel used is 122 using cluster random sampling technique. The research data were analyzed using multiple regression test. The results of the F test showed a significance value of 0.00 < 0.05 which indicated that self-efficacy and learning readiness had an effect on academic cheating. Keywords: Self-efficacy, Learning Readiness, Academic Cheating
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DENGAN SIBLING RIVALRY PADA REMAJA DENGAN JENIS KELAMIN SEBAGAI VARIABEL MODERATOR Alfina Laili Duumirrotin; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45756

Abstract

Abstrak Pola asuh ialah sikap dan perilaku orang tua untuk berinteraksi, membimbing, dan membina anak. Sedangkan sibling rivalry ialah fenomena persaingan yang terjadi pada hubungan saudara. Penelitian ini mengungkap hubungan yang terjadi antara pola asuh dan sibling rivalry pada remaja dengan jenis kelamin sebagai variabel moderator. Pendekatan dengan metode kuantitatif digunakan untuk mengungkap hubungan tersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah 103 siswa SMA N 1 Tuban yang mencakup 83 perempuan dan 20 laki-laki. Pengolahan data dengan teknik analisis regresi berganda yang dilakukan mendapatkan hasil nilai korelasi sebesar 0,307 (R=0,307) dan nilai signifikansi yaitu 0,020 (p < 0,05). Sehingga kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara pola asuh dan sibling rivalry pada remaja dengan jenis kelamin sebagai variabel moderator. Terdapat kenaikan nilai adjusted R square sebesar 1 % yang menunjukkan bahwa peran variabel jenis kelamin sebagai moderator yaitu memberikan kekuatan hubungan antara pola asuh dan sibling rivalry pada remaja. Kata Kunci : Pola asuh, Sibling rivalry, Jenis Kelamin Abstract Parenting is the attitude and behavior of parents to interact, guide, and foster children. While sibling rivalry is a phenomenon of competition that occurs in sibling relationships. This study reveals the relationship that occurs between parenting and sibling rivalry in adolescents with gender as a moderating variable. Approach with quantitative method is used to reveal this relationship. The subjects in this study were 103 students of SMA N 1 Tuban which included 83 women and 20 men. Data processing with multiple regression analysis technique was carried out to obtain a correlation value of 0.307 (R = 0.307) and a significance value of 0.020 (p < 0.05). So the conclusion is that there is a relationship between parenting and sibling rivalry in adolescents with gender as a moderating variable. There is an increase in the adjusted R square value of 1% which indicates that the role of the sex variable as a moderator is to provide a strong relationship between parenting and sibling rivalry in adolescents. Keywords : Parenting Style, Sibling rivalry, Type Of Gender
HARAPAN PADA PEREMPUAN YANG BELUM MEMILIKI ANAK Lenia Indri Safitri; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45974

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang harapan pada perempuan yang belum memiliki anak tanpa disengaja (Involuntary Childless). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada tiga orang subjek. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara secara mendalam. Data yang ada selanjutnya dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan teori harapan dan untuk mengetahui keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data dengan mewawancarai significant others dan melakukan member cheking. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan pathway thinking antar subjek. Subjek 1 dan 3 memiliki memiliki pathway thinking berupa usaha secara spiritual dan medis, melakukan program hamil, dan memiliki alternatif ketika menghadapi hambatan. Sedangkan pada subjek 2 hanya memiliki pathway thinking dengan memperbaiki kualitas hidup dan tidak melakukan usaha lain yang lebih berarti karena merasa sudah lelah. Meskipun terdapat perbedaan pada pathway thinking, penelitian ini memberikan pemahaman bahwa perempuan yang belum memiliki anak tanpa sengaja tetap memiliki harapan untuk memiliki anak. Kata Kunci: Involuntary Childless, Harapan, perempuan Abstract This study examines the expectations of women who have not had children by accident. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach on three subjects. The data used in this study were obtained through in-depth interviews. The existing data were then analyzed using thematic analysis based on the theory of expectations and to determine the validity of the data using triangulation of data sources by interviewing significant others and doing member checking. This study found that there are differences in pathway thinking between subjects. Subjects 1 and 3 have pathway thinking in the form of spiritual and medical efforts, carry out pregnancy programs, and have alternatives when facing obstacles. Meanwhile, subject 2 only has pathway thinking by improving the quality of life and not doing other more meaningful efforts because they feel tired. Although there are differences in pathway thinking, this study provides an understanding that women who have not had children accidentally still have hope of having children. Keywords: Involuntary Childless, Hope, Girl
GAMBARAN KEBERFUNGSIAN SOSIAL PADA MAHASISWA YANG MENGALAMI ZOOM FATIGUE Pratita Arsyannor Shabrina; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45976

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas keberfungsian sosial pada mahasiswa yang mengalami zoom fatigue. Penelitian ini dirasa sangat penting, karena dapat dilihat bahwa masa pandemi telah berlangsung selama dua tahun yang mengakibatkan sistem pembelajaran di lakukan secara daring, sehingga penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas bagi mahasiswa terkait fenomena keberfungsian sosial pada mahasiswa yang mengalami zoom fatigue. Pada penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini merupakan wawancara dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (in-depth interview). Penelitian ini menggunakan metode wawancara pada dua subjek, satu laki-laki dan satu perempuan berusia 21 tahun. Analisis data dilakukan secara tematik yang memperoleh hasil keberfungsian sosial dalam penelitian ini menghasilkan tiga tema yaitu gambaran keberfungsian sosial, dampak perubahan keberfungsian sosial, dan strategi mengatasi dampak akibat perubahan keberfungsian sosial. Kata Kunci: zoom fatigue, keberfungsian sosial, dalam jaringan (daring). Abstract The purpose of this study is to discuss social functioning in students who experience zoom fatigue. This research is considered very important, because it can be seen that the pandemic period has lasted for two years which resulted in the learning system being carried out online, so that this research can provide broader insights for students related to the phenomenon of social functioning in students who experience zoom fatigue. In this study used a qualitative approach with case study methods (case study). Data collection techniques in this study are interviews using in-depth interview techniques. The study used interview methods on two subjects, 21 years old one male and one woman. Data analysis conducted thematically that obtained the results of social functioning in this study resulted in three themes, namely a picture of social functioning, the impact of changes in social functioning, and strategies to overcome the impact of changes in social functioning. Keywords: zoom fatigue, social functioning, online.
PERBEDAAN KECEMASAN AKADEMIK DITINJAU DARI ANGKATAN MASUK PADA MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID-19 Putri Agustiani; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46601

Abstract

Abstrak Pandemi covid-19 yang melanda berbagai Negara di dunia, yang salah satunya adalah Indonesia menjadikan pemerintah menetapkan kebijakan baru bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam segala aspek kehidupan. Aspek kehidupan yang paling dirasakan para mahasiswa adalah di dunia pendidikan, proses pembelajaran yang biasanya dilakukan secara luring di ruang kelas dengan teman-teman dan dosen, kini berubah menjadi daring yang harus diterapkan di rumah masing-masing dengan menggunakan media elektronik seperti smartphone dan laptop untuk menunjang proses pembelajaran agar tetap efektif walaupun di masa pandemi ini. Penggunaan laptop dan smartphone dalam jangka waktu yang lama menyebabkan beberapa mahasiswa yang telah dipilih sebagai subjek yaitu berjumlah 109 terdiri dari tiga kategori subjek diantaranya adalah mahasiswa angkatan 2019, 2020, dan 2021. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster sampling dan dianalisis menggunakan anava 1 jalur, sehingga didapatkan hasil bahwa mereka mengalami kelelahan yang berakibat pada distress secara fisik yaitu otot tegang, tubuh berkeringat, tangan gemetar dan jantung berdetak cepat dalam mengikuti proses pembelajaran ataupun ketika mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Kemudian berdasarkan hipotesis yang ada pada jenis penelitian kuantitatif ini ditolak yaitu dibuktikan menilai dengan tidak ditemukannya perbedaan kecemasan akademik yang ditinjau dari angkatan masuk pada mahasiswa di masa pandemi covid-19 dengan nilai Fe < Ft (0.298 < 3.08). Kata Kunci: Kecemasan Akademik, Mahasiswa, Pembelajaran Daring Abstract The covid-19 pandemic that has hit various countries in the world, one of which is Indonesia, has made the government set new policies for all Indonesian people in all aspects of life. The aspect of life that is most felt by students is in the world of education, the learning process which is usually done offline in the classroom with friends and lecturers, has now turned into online which must be implemented in their respective homes by using electronic media such as smartphones and laptops to communicate. support the learning process so that it remains effective even during this pandemi. The use of laptops and smartphones for a long period of time causes several students who have been selected as subjects, totaling 109 consisting of three categories of subjects including students of class 2019, 2020, and 2021. Sampling was carried out using cluster sampling technique and analyzed using 1-way anova, so it was found that they experienced fatigue which resulted in physical distress, namely tense muscles, sweaty bodies, shaking hands and fast heart beats in following the learning process or when doing the assigned tasks. Then based on the hypothesis that this type of quantitative research was rejected, it was proven that there was no difference in academic anxiety in terms of the incoming batch of students during the covid-19 pandemic with a value of Fe < Ft (0.298 < 3.08). Keywords: Academic Anxiety, Students, Online Learning
HUBUNGAN HEALTH BELIEF MODEL DENGAN PERILAKU KEPATUHAN TERHADAP PROGRAM VAKSINASI COVID-19 PADA MAHASISWA Naufal Ferdian Zuhdi Pratama; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46649

Abstract

Abstrak Pemerintah resmi melakukan program vaksinasi Covid-19, dan terdapat fenomena Pro-kontra pada program vaksinasi Covid-19, sehingga adanya masyarakat yang menolak melakukan program vaksinasi pemerintah. Namun pada akhir bulan September 2021 angka penerimaan vaksinasi covid-19 meningkat dan membuat Indonesia menerima peringkat 6 dunia dalam jumlah orang yang menerima vaksin. Health Belief Model bisa dijadikan dasar untuk menganalisis factor yang berhubungan dengan penerimaan vaksid covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Health Belief Model (HBM) dengan Perilaku Kepatuhan terhadap program vaksinasi covid-19 pada Mahasiswa. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 362 Mahasiswa dan Penelitian ini melibatkan mahasiswa dengan rentang umur 18-25 tahun yang sudah melakukan vaksin Covid-19 tahap 1 ataupun tahap 2. Penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi product moment yang menunjukkan adanya hubungan antara health belief model dengan perilaku kepatuhan vaksinasi covid-19 pada mahasiswa. Berdasarkan data hasil pada penelitian ini diketahui nilai signifikansi sebesar 0.000 lebih besar dari 0,05 sedanglan nilai koefisien korelasi memperoleh nilai sebesar 0,718 sehingga terdapat hubungan signifikan dengan arah positif. Kata Kunci: Health Belief Model,Perilaku Kepatuhan,Vaksinasi Covid-19 Abstract The government officially carries out the Covid-19 vaccination program, and there are pros and cons phenomena in the Covid-19 vaccination program, so there are people who refuse to carry out the government vaccination program. However, at the end of September 2021, the number of receiving Covid-19 vaccinations increased and made Indonesia ranked 6th in the world in the number of people who received the vaccine. The Health Belief Model can be used as a basis for analyzing factors related to receiving the COVID-19 vaccine. This study aims to determine the relationship between the Health Belief Model (HBM) and Compliance Behavior towards the Covid-19 vaccination program in students. Quantitative method is the method used in this research. The sample of this research was carried out by 362 students and this study involved students with an age range of 18-25 years who had taken the Covid-19 vaccine stage 1 or stage 2. The data analysis technique used was the product moment correlation technique which showed a relationship between the health belief model and adherence to covid-19 behavior in students. Based on the results of this study, it is known that the significance value of 0.000 is greater than 0.05 while the correlation coefficient value is 0.718 so that there is a significant relationship with a positive direction. Keywords: Health Belief Model, Compliance Behavior, Covid-19 Vaccination
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN REGULASI EMOSI PADA ATLET PENCAK SILAT PUSLATDA JAWA TIMUR Wahyu Octavianingrum; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47002

Abstract

POLA ASUH ORANGTUA SISWA BERPRESTASI NON-AKADEMIK Erlina Batari; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 6 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi.
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i6.47433

Abstract

AbstrakSiswa ialah individu yang terdaftar dalam lembaga pendidikan yang ingin mengembangkan suatu potensi akademik dan non akademik. Prestasi non akademik yang dilakukan oleh siswa adalah untuk melengkapi kebutuhan siswa dalam mengembangkan hobi, bakat, dan minat siswa. Orang tua berperan sebagai pendidik pertama bagi seorang anak. Pola asuh yang diberikan oleh orang tua kepada anak akan memberikan suatu proses dalam segala kegiatan anak termasuk prestasi anak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pola asuh seperti apa yang diberikan kepada anak yang memiliki prestasi di bidang non akademik. Metode pengumpulan data ada penelitian ini ialah metode kualitatif fenomenologi melalui wawancara semi struktur. Menggunakan metode fenomenologi, sehingga analisisnya berupa Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Penelitian ini dapat diuji dengan keabsahan kredibilitas dengan menggunakan teknik member check. Subyek pada penelitian ini berjumlah 3 orang partisipan dengan masing-masing partisipan memiliki prestasi non akademik dibilang olahraga. Dalam penelitian ini menemukan tiga tema induk yakni penerapan pola asuh, bentuk dukungan orang tua, dan perilaku dan sikap anak terhadap pola asuh yang diterapkan. Dari ciri-ciri keempat pola asuh yang ada, orang tua ketiga subjek siswa berprestasi non akademik menerapkan pola asuh demokratis. Orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis membuat anak yang memiliki segudang prestasi non-akademik dapat mengendalikan diri dan stress dengan baik selama latihan dan selama pertandingan, serta ceria dan memiliki hubungan erat dengan orang tua.Kata Kunci : Siswa, prestasi non-akademik, pola asuh orangtuaAbstractChildren who wants to develop an academic and non-academic potential by registering in educational institutions are also known as students. The non-academic achievements is used for complementing students' needs in order to develop hobbies, talents, and interest. Parents have the biggest role to be the main and first educators for a child. Parenting style will provide a process in children's activities including children's achievement. This research aimed to get a better understanding about parenting style which given to the children who have achivements in non-academic fields. The data collecting method that used in this research is qualitative with phenomenological approach through semi-structured interviews. Using the phenomenological method, with the result that formed interpretative Phenomenological Analysis (IPA). This research used member check as validity of credibility technique. This research contains of 3 participants with different non academic. From the characteristics of the four existing parenting styles, the parents of the three subjects of non-academic achievement students applied democratic parenting. Parents who apply democratic parenting make children who have a myriad of non-academic achievements able to control themselves and stress well during practice and during matches, as well as cheerful and have a close relationship with their parents.Keyword : Students, non-academic achievement, parenting style
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN PERILAKU ASERTIF MAHASISWA SELAMA MASA PANDEMI Dian Zabrina Ardaningrum; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 7 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i7.47979

Abstract

Abstrak Mahasiswa melaksanakan proses pembelajaran secara daring pada saat keadaan pandemi, karena keterbatasan dalam kemungkinan untuk pelaksanaan dalam pembelajaran secara tatap muka dengan banyak orang di dalamnya. Salah satu universita yang melaksanakan proses pembelajaran daring adalah universitas negeri surabaya. Proses pembelajaran yang berbeda dengan proses sebelumnya membuat banyak perubahan yang berdampak baik bagi mahasiswa, dosen, instansi dan juga pemerintah. Untuk melihat bagaimana proses pelaksanaan perkuliahan berlangsung dapat dilihat dari bagaimana keaktifan mahasiswa dalam proses perkuliahan dengan mengungkapkan pendapat, opini dan juga mau untuk bertanya dalam proses perkuliahan, merupakan sebuah hal yang dapat disebut sebagai perilaku asertif dimana seseorang mampu dengan nyaman menyatakan apa yang menjadi pikiran dan juga perasaan nya kepada orang lain dengan nyaman. Harga diri merupakan salah satu faktor yang dapat mengembang perilaku asertif seseorang, dengan evaluasi diri yang menggambarkan bagaimana dirinya berharga dan juga memahami kompetensi dirinya mampu mendorong individu untuk mudah mengekspresikan dirinya ke dalam lingkungannya. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk untuk menelusuri hubungan diantara harga diri dengan perilaku asertif mahasiswa selama masa pandemi. Sampel yang digunakan untuk penelitian adalah diambil menggunakan 10 orang dalam setiap kelas angkatan dengan total sejumlah 200 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah pearson correlation. Hasil yang didapatkan dalam penelitian adalah terdapat hubungan positif antara harga diri dengan perilaku asertif mahasiswa dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 dan nilai koefisiensi yang didapatkan sebesar 0.673. Kata Kunci : Harga diri, Perilaku Asertif, Mahasiswa, Pandemi Abstract Students carry out the learning process boldly during a pandemic, due to limitations in the possibilities for face-to-face learning with many people in it. One of the universities that implements a bold learning process is the State University of Surabaya. The learning process that is different from the previous process makes many changes that have a good impact on students, lecturers, agencies and also the government. To see how the lecture process takes place, it can be seen from how active students are in the lecture process by expressing opinions, opinions and also wanting to ask questions in the lecture process, which is something that can be done as assertive behavior where someone can express what is said to be his thoughts and feelings to other people. others comfortably. Self-esteem is one of the factors that can develop a person's assertive behavior, with a self-evaluation that describes how valuable he is and also his competence is able to encourage individuals to express themselves in their environment. This research was conducted in the form of exploring the relationship between self-esteem and student assertive behavior during the pandemic. The sample used for this study was taken using 10 people in each class with a total of 200 people. The data analysis technique used is Pearson correlation. The results obtained in the study are that there is a positive relationship between self-esteem and student assertive behavior with a significance value of 0.000 and a coefficient value of 0.673. Keywords : Self esteem, assertive behaviour, college student, pandemi
GAMBARAN KELEKATAN PADA REMAJA DENGAN AYAH YANG BEKERJA SEBAGAI PELAYAR Athiyyah Isna Insyirah; Siti Ina Savira
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 8 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i8.51416

Abstract

Abstrak Pelayar adalah salah satu profesi yang mengharuskan para pekerjanya untuk jauh dari keluarga dalam kurun waktu yang lama. Pekerjaan ini memiliki dampak kepada para kepala keluarga, yaitu ayah yang mana kontribusi dalam mengasuh anak menjadi kurang karena lamanya durasi berlayar. Hal tersebut dapat berisiko mempengaruhi kelekatan yang tercipta antara ayah dan anak. Maka dari itu penelitian ini penting dilakukan untuk melihat dan menggali lebih dalam mengenai bagaimana kelekatan yang terbangun antara remaja dengan ayah yang bekerja sebagai pelayar. Metode kualitatif dengan studi kasus digunakan pada penelitian ini. Pengambilan data diambil menggunakan teknik wawancara bersifat semi- terstruktur dengan jumlah partisipan remaja sebanyak 3 (tiga) orang yakni 2 perempuan dan 1 laki-laki yang memiliki ayah dengan profesi sebagai pelayar. Data pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik analisis tematik (AT) dan berhasil dalam mengidentifikasi tiga tema penting yaitu gambaran kelekatan remaja dengan ayah, (2) dampak kurangnya kehadiran ayah (karena berlayar) pada hubungan kelekatan, dan (3) upaya yang dilakukan untuk mengatasi dampak serta mempererat hubungan kedekatan dengan Kata Kunci: kelekatan, remaja, ayah, pelayar Abstract Sailor is one of the professions that requires workers to be away from their families for long periods of time. This work has an impact on the heads of families, specifically fathers whose contribution in raising children is reduced because they have to work. This can jeopardize the bond created or attachment between father and his child. Therefore, this research is important to do to see and search deeper how the attachment that occurs between adolescents and fathers who work as sailors.Qualitative method with case study used in this research. Collecting data using interview with semi-structure technique with a total of 3 (three) participants, including two female and one male who has a father with a profession as a sailor. The data in this study were analyzed using the thematic analysis technique (AT) and succeeded in identifying three important themes, namely (1) the description of adolescent attachment to fathers, (2) the impact of lack of father presence (due to screen work) on attachment relationships, and (3) efforts made to overcome the impact and strengthen close relationships with fathers. Keywords: attachment, adolescent, father, sailor.