Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : ETTISAL Journal of Communication

PENGELOLAAN MANAJEMEN KRISIS OLEH HUMAS PADA INSTANSI KESEHATAN DI WILAYAH YOGYAKARTA TAHUN 2017 Kristina Andriyani; Rosalia Nurdiarti
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 2 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i2.1930

Abstract

AbstrakKrisis dapat terjadi dimana saja, pada siapa saja dan kapan saja. Dalam hal ini yang akan menjadi sorotan utama adalah pengelolaan krisis pada instansi kesehatan dengan objek yang menjadi focus utama adalah rumah sakit jogja internasional. Karena pada dasarnya suatu organisasi tidak terlepas dari adanya factor eksternal dan internal. Kedua hal tersebut dapat mempengaruhi terjadinya krisis bila manajemen tidak dikelola dengan baik. Tujuan dari penulisan  ini adalah untuk mengetahui tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pengelolan krisis di RS JIH Yogyakarta dengan metode data yang digunakan yaitu melalui dua tahap: 1. Menggunakkan pendekatan studi kasus melalui FGD dan yang ke 2 adalah dengan melakukan wawancara secara mendalam dengan pihak yang terkait dalam pengelolaan manajemen krisis di intansi setempat. Hasil dari penulisan ini adalah instansi dapat tetap menjaga reputasi perusahaan dengan pengelolaan yang baik melalui tahap-tahap perencaan dalam menanggulangi krisis.  AbstractCrisis can happen anywhere, to anyone and anytime. In this case, the main highlight is the management of crisis in health institutions with the object of the main focus is Jogja International Hospital. It is because basically an organization cannot be separated from the external and internal factors. Both of these can affect the occurrence of a crisis if not managed properly. The purpose of this paper is to know the stages performed in the management of the crisis at JIH Yogyakarta with the method of data used through two stages: the first is using a case study approach through FGD and the second is conducting in-depth interviews with relevant parties in the management of crisis management at the local institution. The result of this paper is that the institution can maintain the reputation of the company with good management through the stages of planning in tackling the crisis. 
Etika Dan Tanggung Jawab Sosial Politik Anggota DPRD Kota Yogyakarta Dalam Implementasi Kebijakan Publik Rosalia Nurdiarti; Muhammad Nastain
ETTISAL : Journal of Communication Vol 6, No 1 (2021): ETTISAL: Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v6i1.5070

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana etika dan tanggung jawab sosial politik anggota DPRD Kota Yogyakarta Fraksi PDIP dalam mengimplementasikan kebijakan publik. Dimensi politis kehidupan manusia mencakup lingkaran kelembagaan hukum dan negara, sistem-sistem nilai serta ideologi yang memberikan legitimasi. Etika dan tanggung jawab sosial politik hadir dengan tujuan menciptakan sebuah konsep kenegaraan yang melahirkan kesejahteraan sosial berbasis keadilan dan persamaan. Tetapi kontestasi perebutan kekuasaan dan kepentingan politis tertentu seringkali mengalahkan bentuk tanggungjawab sosial pada konstituen dan masyarakat. Dalam pendekatan social responsibility terdapat tiga elemen implementasi tanggungjawab sosial, yaitu enabling, empowering dan protecting. Etika politik menjadi kunci dalam upaya mendapatkan kepercayaan masyarakat pada sistem politik dan politisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu intrinsic case study. Jenis studi ini ditempuh untuk memahami etika dan tanggungjawab sosial politik anggota DPRD secara lebih mendalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pengamatan gejala terkait strategi tanggungjawab sosial politik dan wawancara mendalam untuk menggali motivasi, opini, nilai dan pengalaman narasumber. Subyek dari riset ini adalah anggota DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi PDI-P sebagai fraksi yang mendominasi perolehan suara pada Pemilu 2019 dan menduduki jabatan ketua DPRD Kota. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi etika politik ditunjukkan dengan adanya akuntabilitas dan transparansi program politik pada masyarakat. Perwujudan tanggungjawab sosial politik tampak pada penguatan soliditas konstituen, meneruskan aspirasi masyarakat dan melakukan advokasi ketika ada penerapan kebijakan yang tidak sesuai.Abstract This research aims to understand how the ethics and socio-political responsibility of members of the Yogyakarta Parliament PDIP Faction in implementing public policy. The political dimension of human life includes the institutional circle of law and state, the values and ideologies that give legitimacy. Ethics and socio-political responsibility comes with the aim of creating a concept of statehood that gives birth to social welfare based on justice and equality. But contesting power struggles and certain political interests often trumps the form of social responsibility in constituents and communities. In the social responsibility approach there are three elements of social responsibility implementation, namely enabling, empowering and protecting. Political ethics are key in trying to gain public trust in the political system and politicians. This study uses qualitative descriptive method with case study approach that is intrinsic case study. This type of study was taken to understand the ethics and socio-political responsibilities of dprd members in more depth. Data collection is conducted through observations, observations of symptoms related to socio-political responsibility strategies and in-depth interviews to explore motivations, opinions, values and experiences of resource persons. The subject of this research is a member of the Yogyakarta City Parliament from the PDI-P Faction as the faction that dominated the vote in the 2019 elections and held the position of chairman of the City Parliament. The result of this study is that the implementation of political ethics is demonstrated by the accountability and transparency of political programs in the community.  The realization of socio-political responsibility is seen in strengthening the solidity of the constituents, continuing the aspirations of the community and advocating when there is an inappropriate implementation of policies.
MEDIA SOSIAL, POLA INTERAKSI DAN RELASI SOSIAL PADA GRUP WHATSAPP ALUMNI SDK. ST. MARIA BLITAR Rosalia Nurdiarti
ETTISAL : Journal of Communication Vol 3, No 1 (2018): ETTISAL Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ettisal.v3i1.1929

Abstract

AbstrakInteraksi dan interkonektivitas menjadi hal yang niscaya pada era masyarakat informasi hari ini. Hasrat manusia untuk saling berkelompok dan berjejaring satu sama lain, dalam era teknologi dan informasi hari ini mewujud dalam relasi yang diperantarai oleh media, salah satunya media sosial. Dari beragam media sosial yang paling berkembang saat ini adalah Whatsapp, dimana memungkinkan untuk membentuk kelompok- kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan memahami bagaimana relasi dan pola interaksi grup alumni SD yang secara psikologis dipengaruhi oleh memori masa kecil, kemudian terjalin sebuah konstruksi emosional dalam relasi interpersonal persahabatan hingga dewasa. Peneliti berpartisipasi bersama subyek untuk mendapatkan kedalaman data melalui metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual. Hasil penelitian menunjukkan, pola relasi terbentuk hingga dewasa karena beberapa telah ada kedekatan dan kedalaman interaksi sejak SD. Relasi sosial hadir dalam dimensi ruang dan waktu di media sosial, terdiri dari interelasi antara rekonstruksi, visibility dan praktik dari interaksi dan komunikasi antar anggota. Menurut Martin Buber, tingkatan interaksi mewujud dalam interaksi model komunikasi I-You dan I-Thou. Perjumpaan kembali setelah puluhan tahun, tidak menghilangan kenangan masa kecil sehingga bentuk – bentuk relasi tersebut hadir kembali melalui acara reuni, arisan rutin dan basket secara periodik.   AbstractInteraction and interconnectivity become necessary in today's information society era. Human desire to group each other and network each other, in the era of technology and information today manifests in the mediated relationship by the media, one of social media. Of the most evolving variety of social media today is whatsapp, which makes it possible to form groups. This study aims to observe and understand how relationships and interaction patterns of elementary school alumni who are psychologically influenced by the memory of childhood, then intertwined an emotional construction in the relationship of interpersonal friendship to adulthood. Researchers participated with subjects to gain depth of data through qualitative methods with a virtual ethnographic approach. The results showed, the pattern of relationships formed to adulthood because some have been there proximity and depth of interaction since elementary. Social relationships are present in the dimensions of space and time in social media, consisting of interrelation between reconstruction, visibility and practice of interaction and communication among members. According to Martin Buber, interaction levels manifest in the interaction of communication models I-You and I-Thou. Re-encounter after decades, does not diminish childhood memories so that the forms of the relationship are re-present through reunions, routine social gatherings and basketball periodically.