Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : VISIKES

JENIS KELAMIN, USIA DAN PENDIDIKAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN INTERNET PADA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG Sylvia Anjani; Enny Rachmani; Fitria Wulandari; Faik Agiwahyuanto
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 2 (2022): VISIKES (SUPLEMEN)
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i2Supp.5921

Abstract

Semarang Smart City merupakan perbaikan layanan di semua sektor termasuk sektor kesehatan dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan dikembangkannya sistem informasi kesehatan. Menurut APJII, jumlah pengguna internet di Indonesia untuk tenaga kesehatan masih sangat rendah sebesar 0,1%. Keberhasilan penerapan teknologi dan informasi perlu diimbangi dengan kemampuan yang dimiliki petugas kesehatan. Maka perlu kita mengetahui hubungan jenis kelamin, usia dan tingkat pendidikan dengan penggunaan internet pada tenaga kesehatan di PuskesmasKota Semarang. Jenis penelitian kuantitatif dengan uji statistik chisquare. Sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan (medis dan penunjang medis) di Puskesmas Kota Semarang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 397 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitianmenunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara jeniskelamin dengan perilaku penggunaan internet dengan mobilephone (pv=0,021) dan komputer (pv=0,028), terdapat hubungan yang signifikat pula tingkat pendidikan dengan perilaku penggunaan internet dengan mobile phone (pv=0,004) dan komputer (pv=0,000), namun tidak ada hubungan yang signifikanantara usia dengan penggunaan internet dengan mobile phone (pv=0,841) dan komputer (pv=0,136). Ketersediaan internet dikantor dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya untuk mendukung pelayanan kesehatan bukan untuk mengakses hiburan yang dapat berdampak pada produktifitas kerja. Selain itu, diperlukan upaya peningkatan literasi teknologi informasikomunikasi pada tenaga kesehatan.
TINJAUAN PROSEDUR PEMILAHAN DOKUMEN REKAM MEDIS NON AKTIF DI FILING RSUD KELET JEPARA TAHUN 2019 Jaka Susilo; Sylvia Anjani
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 2 (2019): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.438 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v18i2.2773

Abstract

dokumen rekam medis merupakan sumber informasi yang harus dipertanggungjawabkan keasliannya. Salah satu tugas bagian filing adalah memilah dokumen rekam medis aktif dan non aktif, supaya tidak terjadi penumpukan dokumen rekam medis di rak filing. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Data diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah 4 petugas filing dan kepala rekam medis. Objek penelitian adalah fungsi petugas filing. RSUD Kelet Jepara mempunyai kebijakan pengelolaan dokumen rekam medis, namun belum menyatakan kewajiban petugas filing untuk melakukan pemilahan dokumen rekam medis non aktif. RS sudah mempunyai SOP pengelolaan dokumen rekam medis non aktif, Pelaksaanaan jadwal retensi arsip belum sepenuhnya dilakukan, pemilahan dokumen rekam medis berdasar kelompok penyakit tidak disebutkan dalam jadwal tersebut. Proses pemilahan dokumen rekam medis inaktif hanya berpedoman pada tanggal terakhir berobat pasien (5 tahun terakhir), tata cara pemilahan dokumen rekam medis inaktif belum sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan, penyimpanan dokumen rekam medis menggunakan sistem sentralisasi. Saran, RSUD Kelet Jepara sebaiknya membuat jadwal retensi arsip berdasarkan jenis penyakit, melaksanakan jadwal pemilahan secara berkala agar tidak terjadi penumpukan dokumen.
KESEHATAN KESELAMATAN KERJA PETUGAS FILLING UNIT REKAM MEDIS STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT KABUPATEN TEGAL Fitria Wulandari; Sylvia Anjani; Prasasti Wisellia; Aprilia Ayu Fadhollah
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 2 (2022): VISIKES (SUPLEMEN)
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i2Supp.5775

Abstract

Latar belakang: Kesehatan keselamatan kerja (k3) diterapkan agar dapat menghasilkan produktivitas kerja dengan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai prosedur kesehatan. dari hasil survey awal , Petugas menggalami masalah gangguan kesehatan seperti sesak nafas, batuk dan pilek. oleh karena itu, di perlukan penelitian lebih lanjut untuk menggali informasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui  risiko gangguan lingkungan kerja dan gangguan kesehatan keselamatan kerja (k3) pada petugas rekam medis dibagian filing. Metode: Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk google form yang diisi oleh kepala rekam medis dan petugas filing, analisis hasil dengan menghitung hasil jawaban responden, terhadap pertanyaan penelitian yang di berikan yaitu : persentase gangguan kesehatan, serta ketersediaan dan kepatuhan  petugas dalam  penggunaan APD, Hasil : Risiko Kecelakaan kerja yang mempunyai prosentase tertinggi di bagian filling di rumah sakit adalah tersayat dokumen, sedangkan risiko gangguan kesehatan yang sering dialami oleh petugas di kedua rumah sakit adalah pegal-pegal, sedangkan yang paling jarang di alami adalah mata perih. Di kedua rumah sakit telah tersedia APD ( alat pelindung diri ) bagi petugas, namun APD yang paling sering di gunakan adalah masker.  Diperlukan upaya lebih lanjut dari rumah sakit agar petugas lebih tertib dalam menggunakan alat pelindung diri serta mewaspadai risiko terjadinya gangguan kesehatan dan keselamatan kerja.Kata Kunci ; Kesehatan Keselamatan Kerja, Rekam Medis, APD
Efektivitas Penggunaan Kartu Menuju Sehat Lansia di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Cepiring Kabupaten Kendal Sylvia Anjani
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 16, No 1 (2017): VisiKes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.836 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v16i1.1859

Abstract

The health services for Elderly-Integrated Health Post (IHP) include physical and emotional mental health checks that are recorded and monitored with Elderly-Growth Chart. This study aims to know the efectiveness of the use of Elderly-Growth Chart.This was qualitative research. Data collected by in-depth interviews, used interview guidelines, to the elderly-Growth Chart users, the main informants were elderly IHP health workers and triangulation informant were elderly ad elderly families.The results showed that the use of elderly-Growth Chart was not efective because since 2013 elderly-Growth Chart had not been used anymore because Elderly-Growth Chart were often lost and not taken during the elderly-IHP, tables in forms that were too small that cause diiculty to write and read and there was an additional workload on health workers to do the recording, because there were 3 reports that must be made.The recomendation is developing the recording system of health examination result of elderly IHP to help health workers, elderly and elderly families to monitor, and do early detection diseases and improve the elderly healthKeywords: elderly, elderly IHP, elderly growth chart
KEAMANAN DAN KERAHASIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS BAGIAN FILING RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG TAHUN 2020 Sylvia Anjani; Zaenal Sugiyanto; Faik Agiwahyuanto; Layla Nur Azizah; Fitria Wulandari
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 21, No 2 (2022): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v21i2Supp.6683

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan pengamatan awal masih ditemukan petugas selain rekam medis atau selain petugas filing yang masuk ke ruang filing. Pada pintu filing yang menuju ke bagian pendaftaran pintu tidak terkunci. Melindungi keamanan serta kerahasiaan ruang filing sangat diperlukan agar terhindar dari kejahatan, kecelakaan dan lainnya.Tujuan: mendeskripsikan keamanan dan kerahasiaan dokumen rekam medis diruang filing RS Roemani Muhammadiyah Semarang.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode observasi dan wawancara.Hasil: Penelitian menunjukan dari segi aspek fisik sudah aman, sampul dokumen RM terbuat dari bahan kertas Art Karton 230gr. Ruangan filing tidak tersedia APAR, kamfer dan tracer. Petugas masih melakukan aktifitas makan dan minum di ruang filing. Pintu ke-2 tidak terkunci dan masih ada selain petugas rekam medis yang masuk ke ruang filing.Kesimpulan: Sebaiknya pihak rumah sakit melengkapi ruang filing dengan APAR, tracer, kamfer dan melakukan pemeliharaan kebersihan di ruang filing. Untuk menjaga kerahasiaan rekam medis pasien sebaiknya rumah sakit dengan tegas melarang selain petugas filing untuk masuk ke ruang filing.