Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : TEKNO

PENGARUH DIMENSI DAN KEDALAMAN TERTANAM TERHADAP RESPONS DINAMIS PONDASI MESIN TIPE BLOK PADA GETARAN VERTIKAL DAN LATERAL Balamba, Sjachrul
TEKNO Vol 11, No 59 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini masih banyak terdapat pondasi mesin yang direncanakan secara praktis yaitu dengan mengambil massa pondasi sama dengan dua sampai tiga kali massa mesin. Kontrol stabilitas pondasi banyak dilakukan untuk kondisi statis saja sedangkan respons dinamis akibat getaran mesin tidak ditinjau. Kenyataannya, sebagian besar pondasi tersebut memiliki rasio redaman kurang dari satu sehingga akan menimbulkan masalah bagi lingkungan di sekitarnya. Untuk mengantisipasi masalah tersebut perlu dilakukan analisis terhadap respons dinamis sistem pondasi-tanah yang meliputi perhitungan konstanta pegas ekivalen, rasio redaman, frekuensi natural dan amplitudo sistem yang sangat tergantung pada dimensi dan kedalaman tertanam pondasi. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap respons dinamis sistem pondasi sesuai dengan perubahan dimensi dan kedalaman tertanam sehingga diperoleh solusi yang tepat untuk mengatasi ketidakstabilan dinamis dari pondasi mesin tipe blok. Pada penelitian ini dibuat beberapa model pondasi dengan berbagai variasi panjang, lebar dan kedalaman tertanam untuk mendapatkan dimensi yang sesuai dengan amplitude yang memenuhi persyaratan. Hasil penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa dimensi pondasi blok l=3b akan memberikan amplitude yang kecil pada G=Gs dan G=0,5Gs untuk getaran vertikal dan lateral. Untuk ragam getaran besar akan memberikan amplitudo kecil.Kata kunci : respon dinamis, pondasi mesin, getaran vertikal dan lateral
PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP DAYA DUKUNG TIANG PANCANG TUNGGAL AKIBAT BEBAN LATERAL DENGAN METODE KEANDALAN BALAMBA, SJACHRUL
TEKNO Vol 8, No 54 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakpastian pada asumsi dasar dalam desain menyangkut sifat-sifat tanah, bahan konstruksi, dan metode yangdigunakan selalu tidak dapat dihindarkan karena data yang ada kurang merepresentasikan kondisi yang dianalisis.Pada penelitian ini tiang pancang (Free Head) yang terbuat dari material beton prategang berbentuk bujur sangkar,dipancangkan ke dalam tanah pasir padat (c = 0) yang homogen dan isotropik. Dengan panjang tiang dan ukuranpenampang yang bervariasi, tiang pancang diberikan beban lateral statis.Untuk analisa keandalan diperlukan beberapa parameter probabilitas yaitu COV, mean (nilai rata-rata) standardeviasi, dan tipe distribusi dari variabel yang digunakan. Selanjutnya analisis beban lateral yang dilakukanberdasarkan Teori Meyerhof, dengan cara trial and error akan menghasilkan indeks keandalan  untuk menentukanbeban lateral batas tiang pancang.Semakin panjang tiang dan semakin besar indeks keandalan  yang diperoleh akan memberikan daya dukung yangsemakin besar. Berdasarkan indeks keandalan rencana (=2.3) diperoleh beban lateral batas, dimana tiang denganpanjang tiang L = 20 m dan D = 0.35 m memberikan daya dukung yang paling besar.Kata-kata kunci : tiang pancang, beban lateral, keandalan
Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Kestabilan Struktur Embankment Pada Daerah Reklamasi (Studi Kasus : Pulau Gangga) Alzan, .; Balamba, Sjachrul; Sumampouw, J. E. R.
TEKNO Vol 13, No 64 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reklamasi merupakan alternatif pemenuhan kebutuhan lahan masyarakat di era saat ini. Aspek perekonomian menjadi pendorong terjadinya reklamasi, oleh karena itu untuk mendukung laju perekonomian tanah reklamasi harus stabil dari segi penurunan dan nilai SF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanah yang baik digunakan dalam reklamasi dengan tinjauan tanah daerah likupang. Dalam penelitian ini digunakan 2 jenis tanah yang berbeda yaitu tanah A(SC) pada desa Tarabitan dan tanah B(CH) pada desa Kampung Islam. Analisis kestabilan reklamsi pada pulau Gangga menggunakan program Plaxis v8.2 yang dapat menghitung besarnya nilai penurunan dan nilai SF. Pengujian di laboratorium diperlukan untuk memenuhi data yang diperlukan Plaxis v8.2 seperti ɣsat , ɣunsat ,kx,y , E, v , ϕ , c. Hasil penelitian menunjukan bahwa 2 jenis tanah  memiliki penurunan dan nilai SF yang berbeda. setelah dilakukan variasi muka air laut CH memiliki kemampuan yang lebih baik dari pada tanah SC ini ditunjukan dengan penurunan terbesar tanah SC 0,0574 m dan CH 3,94E-03 m. Sedangkan dilihat dari angka keamanan(SF) sama halnya dengan penurunan tanah CH lebih baik dari tanah SC ini di tunjukan angka keaman CH 2,00 dan tanah SC 1,125. Kata kunci : reklamasi, penurunan, SF
Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Kestabilan Struktur Embankment Di Daerah Reklamasi (Studi Kasus : Malalayang) Sa'pang, Richard O.; Balamba, Sjachrul; Sumampouw, J. E. R.
TEKNO Vol 13, No 62 (2015): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan reklamasi pantai akhir-akhir ini sering terjadi karena merupakan alternatif pilihan yang banyak dipilih untuk memperluas lahan dalam upaya menampung kegiatan pembangunan. Kebutuhan lahan yang dilakukan melalui reklamasi pantai pada umumnya disebabkan: Harus dekat pantai, Ingin dekat dengan pantai, Akan memperbaiki kondisi pantai yang kumuh, Lahan pembangunan diperkotaan sudah tidak memadai sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai jenis tanah yang dipakai sebagai tanah urugan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kelayakan Tanah Kalasey dan Tanah Ring Road sebagai tanah urugan berdasarkan nilai faktor keamanan, nilai penurunan dan beban maksimum yang dapat dipikul. Faktor keamanan dan penurunan merupakan hal yang penting dalam perencanaan konstruksi bangunan, sehingga diketahui beban maksimum yang dapat dipikul dari konstruksi tersebut. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain penyelidikan tanah dilaboratorium berdasarkan ASTM (Ameriacan Society For Testing Material), perhitungan faktor keamanan, penurunan dan beban maksimum menggunakan plaxis v8.2 yang menggunakan metode FEM (Finite Element Method), serta menggunakan tabel dan grafik untuk menampilkan hasil penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penurunan ijin yang didapat berdasarkan model struktur framed structure, continuous sebesar 5,08 cm. Beban maksimum yang dapat dipikul dari struktur embankment untuk jenis tanah Kalasey yaitu sebesar 107 KN/m² dengan nilai faktor keamanan 1.9 (tanpa tanggul), 3.2 (menggunakan tanggul, muka air 1), dan 3.2 (menggunakan tanggul, muka air 2), dan jenis tanah Ring road sebesar 30 KN/m² dengan nilai faktor keamanan 1.6 (tanpa tanggul), 4.5 (menggunakan tanggul, muka air 1) dan 5.4 (menggunakan tanggul, muka air 2), dan variasi antara jenis tanh Kalasey dan Ring road sebesar 50 KN/m² dengan nilai faktor keamanan 1.8 (tanpa tanggul), 4.3 (menggunakan tanggul, muka air 1) dan 5.0 (menggunakan tanggul, muka air 2). Dapat disimpulkan bahwa jenis tanah Kalasey memiliki daya dukung yang lebih baik daripada tanah Ring road. Kata kunci: tanah kalasey, tanah ring road, kapasitas beban, penurunan, faktor keamanan.
Analisis Campuran Semen Dan Tras Pada Tanah Pasir Terhadap Kuat Geser Dengan Menggunakan Uji Geser Langsung Kumolontang, Claudia Ester; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 17, No 72 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilisasi tanah adalah suatu cara yang digunakan untuk mengubah atau memperbaiki sifat tanah dasar sehingga diharapkan tanah dasar tersebut mutunya dapat lebih baik dan dapat meningkatkan daya dukung tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat geser tanah dengan pengaruh penambahan semen dan tras terhadap kuat geser dengan menggunakan uji geser langsung. Hasil pengujian geser langsung (Direct Shear Test) menunjukkan terjadinya peningkatan nilai parameter kuat geser tanah pasir yang di stabilisasi dengan semen PCC dan tras. Nilai kuat geser tertinggi terdapat pada campuran pasir yang distabilisasi dengan semen PCC. Campuran semen PCC saja menghasilkan nilai kuat geser tertinggi pada kadar semen PCC 25% yaitu, sebesar 0,410 kg/cm2 dan untuk campuran pasir dan tras menghasilkan nilai kuat geser tertinggi pada kadar fiber 10 % yaitu, sebesar 0,245 kg/cm2. Pada penelitian ini presentase campuran semen dan tras yang sama, dengan kadar air dan kepadatan yang berbeda mendapatkan hasil kohesi dan sudut geser yang berbeda. Dan nilai kohesi, sudut geser tertinggi ada pada tanah pasir dalam kondisi padat. Nilai sudut geser tertinggi di dapatkan pada tanah pasir stabilisasi semen 25% yaitu sebesar 39,16° dengan kadar air 23% dan kepadatan 2,76 g/cm3. Sementara nilai kuat geser tertinggi didapatkan pada tanah pasir stabilisasi tras 10% yaitu 24.24° dengan kadar air 26% dan kepadatan 2.1 g/cm3.
Analisis Kelelahan Struktur Pada Tiang Pancang Di Dermaga Belang Dengan Metode Fracture Mechanics Nelwan, Koinonia Septrosha Vera; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan struktur adalah salah satu jenis kerusakan atau kegagalan yang bisa berakibat keruntuhan yang sering dialami oleh suatu struktur seperti dermaga, yang menerima beban berulang. Pondasi yang merupakan struktur bawah dari suatu konstruksi pun bisa mengalami masalah kelelahan struktur akibat menerima beban berulang yang ada. Jika pondasi telah mencapai proses fatigue akhir, yakni kegagalan (failure) maka keseluruhan konstruksi tersebut bisa runtuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelelahan yang terjadi pada struktur dermaga di Belang khususnya bagian pondasi dari dermaga tersebut. Analisis kelelahan dilakukan dengan metode Fracture Mechanics (FM) atau mekanika retakan yang hasilnya digunakan untuk menghitung umur kelelahan akibat beban berulang yang terjadi. Dan diperoleh umur kelelahan untuk tinggi gelombang Hz = 0,79 m, 1,13 m, 1,47 m, 1,81 m, 2,15 dan 3,0 m umur bangunan adalah 146052,3 tahun, 26856,6 tahun, 5905,1 tahun, 1405,1 tahun, 373,9 tahun dan 21,99 tahun. Kata kunci: fatigue, pondasi, gelombang
PENGARUH DIMENSI DAN KEDALAMAN TERTANAM TERHADAP RESPONS DINAMIS PONDASI MESIN TIPE BLOK PADA GETARAN ROCKING DAN TORSI Balamba, Sjachrul
TEKNO Vol 11, No 59 (2013): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi mesin merupakan pondasi yang digunakan untuk menopang beban dinamis berupa getaran yang dihasilkan oleh mesin yang berada diatas pondasi tersebut. Untuk pondasi yang menopang beban dinamis ini digunakan perhitungan yang jelas berbeda dengan pondasi yang hanya menopang beban statis, dimana harus memperhatikan adanya beban dinamis akibat kerja mesin selain beban statis yang ada. Desain pondasi mesin yang menggunakan tipe blok didasarkan atas 2 keadaan yaitu pondasi blok tidak tertanam dan pondasi blok tertanam. Pada penelitian ini digunakan pondasi blok tertanam, dengan variasi panjang, lebar pondasi dan kedalaman tertanam dari pondasi.Beban dinamis yang digunakan adalah getaran rocking dan torsi. Hasil penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa dimensi pondasi blok L=3B dan G=2B akan memberikan amplitudo yang kecil pada G=Gs dan G=0,5Gs. Untuk ragam getaran besar akan memberikan amplitudo kecil.Kata kunci : respon dinamis, pondasi mesin, getaran vertikal dan horizontal
Korelasi Antara Tegangan Geser Dan Nilai CBR Pada Tanah Lempung Dengan Bahan Campuran Tras Kapantow, Gloria Maria; Balamba, Sjachrul; Sarayar, Alva N.
TEKNO Vol 16, No 69 (2018): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat tanah lempung lunak yang memiliki kapasitas daya dukung dan kuat geser yang rendah menjadi suatu permasalahan yang dihadapi dalam proses konstruksi. Salah satu alternatif yang digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah ialah dengan stabilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan, korelasi kuat geser dan nilai CBR pada tanah lempung yang ada di daerah desa Sonder setelah distabilisasi dengan tras, dengan presentase variasi tras 5%, 10%, 15%, 20%. Pengujian yang dilakukan ialah pengujian CBR dan Triaksial. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan tras memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tegangan geser dan nilai CBR. Dari uji CBR rendaman pada campuran 0% tras didapat nilai CBR sebesar 10,031% dan terus mengalami peningkatan hingga pada campuran 15% sebesar 19,933% dan kembali turun pada campuran 20% menjadi 16,590%, dan pada nilai tegangan geser terus mengalami peningkatan yang awalnya 11,654 t/m2 pada campuran 0% tras, menjadi 12,914 t/m2 pada campuran 15% tras dan pada saat kadar 20% nilai tegangan geser kembali menurun menjadi 12,162 t/m2. Berdasarkan korelasi antara tegangan geser dan nilai CBR terhadap campuran tras dapat dilihat bahwa penambahan presentase tras pada tanah lempung akan meningkatkan nilai CBR dan tegangan geser tanah sampai pada kadar tras 15% dan setelah kadar 15% nilai CBR dan tegangan geser mulai menurun.
Pengaruh Tebal Plat Pada Daya Dukung Pondasi Rakit Di Tanah Pasir Dan Tanah Lempung Akibat Beban Aksial Statis Sollar, Johanes P. P.; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.; Mandagi, Agnes T.
TEKNO Vol 17, No 72 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi bangunan tingkat tinggi saat ini, sudah banyak yang menggunakan pondasi dangkal khususnya pondasi rakit yang merupakan plat beton berukuran besar untuk memikul berat bangunan. Untuk mengetahui pengaruh tebal plat terhadap daya dukung pondasi rakit, dibuat model skala kecil pondasi rakit dengan dimensi panjang dan lebar yang sama dan tebal plat yang berbeda. Model pondasi rakit kemudian diuji di laboratorium, dengan dilakukan pemodelan dengan dua jenis tanah yang berbeda untuk mendapatkan penurunan yang terjadi. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan pemodelan pondasi rakit dengan menggunakan program Plaxis 3D Foundation. Tanah yang digunakan adalah tanah Pasir dan Tanah Pasir Berlempung hasil uji fisik laboratorium. Penurunan tanah maksimum yang diperoleh untuk tanah Pasir memiliki selisih sekitar 12.063% dengan nilai ouput program Plaxis 3D Foundation lebih besar dari hasil laboratorium, dan 6.055% dengan nilai ouput program Plaxis 3D Foundation lebih kecil dari hasil laboratorium untuk tanah Pasir Berlempung. Pengaruh variasi penambahan tebal plat pondasi rakit terhadap daya dukung di tanah Pasir, mengikuti persamaan; untuk hasil Laboratorium y = 19.155x – 134.07; untuk hasil perhitungan Metode Terzaghi y = 13.375x + 157.99; dan untuk hasil analisis Plaxis 3D y = 2.6x + 177.24; sedangkan pengaruh variasi penambahan tebal plat pondasi rakit terhadap daya dukung di tanah Pasir Berlempung, mengikuti persamaan; untuk hasil Laboratorium y = -9.575x2 + 9.585x + 107.25; untuk hasil perhitungan Metode Terzaghi y = 5.605x2 – 8.495x + 175.79; dan untuk hasil analisis Plaxis 3D y = 0.15x + 254.28. Tebal plat pondasi rakit mempengaruhi daya dukung pondasi. Kata kunci — tebal plat pondasi rakit, penurunan, daya dukung
ANALISIS DAYA DUKUNG TIANG PANCANG PADA PEMBANGUNAN MANADO TOWN SQUARE III DENGAN METODE WAVE EQUATION Jaya, Derwin Dirta; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 14, No 65 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi khususnya dalam bidang geoteknik telah mengalami kemajuan yang cukup besar. Salah satunya  tanah sebagai tempat untuk berdirinya bangunan. Banyak metode yang bisa digunakan untuk menghitung kapasitas beban lateral pada pondasi. Terutama metode Wave Equation dimana merupakan persamaan gelombang yang dapat menghitung daya dukung tiang pancang berdasarkan parameter-parameter dan faktor-faktor karakteristik yang ada. Analisis daya dukung menggunakan metode Wave Equation, harus dilakukan dengan bantuan aplikasi komputer didalam perhitungannya. Metode ini digunakan untuk mengetahui jumlah pukulan per millimeter (mm), banyaknya penetrasi akibat pemancangan tiang, gaya maksimum dan tegangan akibat beban. Pada skripsi ini dibuat metode pembanding dengan menggunakan Hilley dan ENR. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa semakin besar nilai beban ultimate yang bekerja, maka akan memperbesar gaya maksimum yang terjadi pada elemen tiang. Kapasitas dari daya dukung dapat dihitung dengan rumus dinamik pada tiang. Kata kunci : beban ultimate, elemen tiang, gaya maksimum, tegangan, wave equation.