Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Kelelahan Struktur Pada Tiang Pancang Di Dermaga Amurang Dengan Metode S-N Curve Bitty, Stania Ekarista; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 13, No 63 (2015): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap struktur dermaga yang dibangun tentunya didisain agar tidak mengalami kegagalan struktur akibat beban berulang. Analisis Fatigue merupakan suatu cara yang dapat dilakukan untuk memperkirakan risiko terjadinya kelelahan yang diakibatkan oleh beban berulang dan usia dari bangunan tersebut pun dapat diketahui.Lokasi studi kasus pada penelitian ini adalah di pelabuhan Amurang, kecamatan Minahasa Selatan. Pada penelitian ini dilakukan analisis kelelahan struktur pada tiang pancang dengan menggunakan metode S-N Curve berdasarkan peraturan API RP 2A WSD  tahun 2002. Dalam analisis Fatigue, ada beberapa tinggi gelombang yang dipakai untuk mengetahui stress range dari gaya gelombang yang terjadi. Yaitu tinggi gelombang Hz = 2.08 m, 1.85 m, 1.64 m, 1.6 m, 1.43 m, 1,22 m dan 1.10 m, dengan periode gelombang Tz = 3.29 second. Pada sambungan antara tiang pancang dan kepala tiang pada struktur dermaga didapat nilai SCF yaitu 1,556. Sehingga didapat umur bangunan dari Kurva S-N untuk kurva X  yaitu 29.8 tahun, 81.2 tahun, 247.6 tahun, 310.5 tahun, 844.9 tahun, 2546.1 tahun, 3129.3 tahun. Dan kurva X’ yaitu 15.4 tahun, 36.3 tahun, 94.1 tahun, 114.1 tahun, dan 268.4 tahun, 688.4 tahun, 820.9 tahun. Kata kunci : fatigue, pondasi, gaya gelombang, tiang pancang
ANALISA KESTABILAN LERENG AKIBAT GEMPA (STUDI KASUS : IAIN MANADO) Rekzyanti, Raifah; Balamba, Sjachrul; Manaroinsong, Lanny
TEKNO Vol 14, No 66 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lereng merupakan suatu konstruksi tanah dengan ketinggian elevasi yang berbeda, sehingga menghasilkan komponen gravitasi yang cenderung menggerakan massa tanah menuju ke permukaan yang lebih rendah. Gaya penggerak ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah gempa. Gempa adalah peristiwa alam berupa getaran/goncangan tanah yang diawali oleh patahnya lapisan tanah/batuan di dalam kulit bumi dan diikuti pelepasan energi secara mendadak. Energi tersebut terakumulasi secara bertahap di lokasi sumber gempa sebagai energi potensial. Analisis kestabilan lereng akibat gempa studi kasus : IAIN Manado menggunakan program plaxis v8.2 yang dapat menghitung faktor keamanan dengan menggunakan metode finite element atau metode elemen hingga. Pada perhitungan ini membutuhkan beberapa parameter agar memenuhi data yang diperlukan antara lain : Young Modulus(E) ,Poisson’s Ratio(v), Sudut Geser(φ), Kohesi(c), γsat, γunsat, kx,y. Dari hasil penelitian perhitungan menggunakan plaxis dilakukakan dengan cara memvariasikan nilai frekuensi, sedangkan perhitungan secara manual (Excel) menggunakan variasi nilai dari koefisien gempa (kh). Dari hasil kedua perhitungan didapat nilai faktor keamanan yang sama, yaitu 1.003, dengan hasil faktor keamanan sebesar 1.003 lereng dikatakan kritis ada kemungkinan pernah terjadi longsor. Kata kunci : stabilitas lereng, beban dinamis, Plaxis v.8.2., faktor keamanan
ANALISIS STABILITAS LERENG AKIBAT GEMPA DI RUAS JALAN NOONGAN - PANGU Sutiyono, Dina Iis Iis; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva Noviana
TEKNO Vol 15, No 67 (2017): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gempa bumi merupakan salah satu faktor penyebab longsor pada lereng karena gempa bumi menyebabkan getaran yang menimbulkan tekanan pada partikel-partikel mineral dan bidang lemah pada massa batuan dan tanah yang mengakibatkan lereng tidak stabil dan terjadi longsor. Lereng di ruas jalan Noongan-Pangu sering terjadi longsor apalagi dengan adanya pengaruh gempa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor keamanan atau Safety Factor dari lereng di ruas jalan Noongan-Pangu terhadap gempa. Analisis stabilitas lereng terhadap gempa di ruas jalan Noongan-Pangu menggunakan program Plaxis v8.2 yang dapat menghitung faktor keamanan atau Safety Factor. Dilakukan uji laboratorium untuk memenuhi data yang diperlukan pada Plaxis v8.2 yaitu young modulus (E), poisson’s ratio (v), sudut geser (φ), kohesi (c), berat jenis basah (γsat), berat jenis kering (γunsat), dan permeabilitas horizontal serta vertikal (kx,y). Dari hasil penelitian dengan variasi nilai frekuensi gempa dan dengan perhitungan metode irisan konvensional diperoleh angka keamanan (SF) 0.9860 yang menunjukan bahwa kondisi lereng tidak aman terhadap gempa.
ANALISIS KELELAHAN STRUKTUR ANTAR TIANG PANCANG PADA ANJUNGAN LEPAS PANTAI TIPE STS DI SELAT MAKASSAR DENGAN METODE FRACTURE MECHANICS Arung, Asyer; Balamba, Sjachrul; Manaroinsong, Lanny D. K.
TEKNO Vol 14, No 65 (2016): JURNAL TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan sturktur merupakan suatu proses dari kumulatif kerusakan yang disebabkan oleh pengulangan fluktuasi beban yang dapat mengakibatkan keruntuhan meskipun beban yang diterima tidak melebihi batas  maksimum untuk beban statikBeban gelombang lebih kecil dibanding dengan beban yang direncanakan pada bebarapa tipe bangunan offshore, namun beban gelombang sebagai beban berulang berpotensi untuk menimbulkan retakan kecil khususnya pada sambungan baja. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisis kelelahan struktur sambungan antar tiang pancang pada anjungan lepas pantai tipe STS diselat Makassar. Analisis kelelahan (fatigue) dilakukan dengan metode fracture mechanics yang kemuadian hasilnya digunakan dalam menghitung umur kelelahan (fatigue life) akibat beban berulang (beban gelombang), sehingga diperoleh umur kelelahan (fatigue life) untuk tinggi gelombang H = 1,642 m dengan umur bangunan adalah 97.465 tahun. Kata kunci : offshore, fatigue, gelombang, pondasi