Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Health workers as surveillance officers role and cadres deal with pregnant women during the COVID-19 pandemic in Semarang, Indonesia Arif Kurniadi; Dyah Ernawati; Kismi Mubarokah
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v4i2.5507

Abstract

Background: Pregnancy is a difficult period and requires special attention and treatment because it can threaten the lifestyle of the mother and baby.Purpose: This study aims to determine the form of assistance for pregnant women with excessive threats that has been achieved to reduce maternal mortality (MMR) and infant mortality (IMR) in the city of Semarang.Method: This study uses a qualitative descriptive technique. The research sample is medical personnel who manipulate Maternal and Child Health (MCH) software, especially programmers for health institutional networks, health surveillance officers, and cadres in Central Semarang Regency.Results: Efforts to reduce the MMR/IMR achieved through the city health office is through the establishment of Maternal and Child Health Workers. Services in the building use the Public health center Information System Software. Maternal and Child Health Workers have a main mission to support and travel for pregnant and postpartum women, in addition to tracking and traveling at certain stages in pregnancy and postpartum through midwifery fitness offer, because the Maternal and Child Health surveillance officers recruited have a background in midwifery. The printing step for maternal and child health workers begins with making cadres documents in front of pregnant women.Conclusion: there is training for cadres and health surveillance officers on strong verbal exchanges, related to bidding with goals/clients (pregnant women and households). 
Model Pemanfaatan Teknologi Informasi Perancangan Strategis E-Posyandu MY. Teguh Sulistyono; S. Hadiati Nugraini; MG Catur Yuantari; Dyah Ernawati
JOINS (Journal of Information System) Vol 3, No 2 (2018): Edisi November 2018
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.056 KB) | DOI: 10.33633/joins.v3i2.2193

Abstract

Posyandu adalah pelayanan dibidang kesehatan ibu dan anak sebagai ujung tombak terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak karena dengan melihat data-data baik dari BPS, Kementrian Kesehatan RI dan INFID (International NGO Forum On Indonesian Development) tercatat laju pertumbuhan penduduk per tahun akan terus menurun dari 1,38 % menjadi 0,62 % sampai tahun 2035, hal ini disebabkan karena turunnya tingkat kelahiran yang lebih cepat daripada tingkat kematianserta angka kematian ibu dan anak yang dikarenakan masalah kesehatan untuk 1.000 penduduk di tahun 2010 mencapai 32,5%. Untuk menanggulangi masalah tersebut diatas selain diperlukan Pos Pelayanan terpadu juga dibutuhkan sarana dan prasarana kesehatan seperti tempat pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan yang memadai, sehingga kedua komponen tersebut dapat membantu dalam menanggulangi naiknya ratio kematian ibu dan kematian anak di Indonesia. Karena turunnya angka kematian ibu dan anak dapat menaikkan derajat kesehatan ibu dan anak, sehingga generasi muda penerus bangsa dapat terlahir dari ibu yang sehat. Dalam bidang pelayanan Posyandu selama ini masih kurang memadai, hal ini pelayanan yang dilakukan masih menggunakan dokumen-dokumen yang hanya dapat diakses oleh kader posyandu saja, dan tidak dapat menghasilkan laporan yang langsung dipertanggungjawabkan kepada lembaga terkait seperti Puskesmas yang hasil pelapora tersebut akan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan sebagi pertanggungjawaban kepada Pemerintah. Hal itu yang menyebabkan informasi kesehatan terutama kesehatan ibu dan anak terkadang sering terlambat dilaporkan sehingga penanganan terhadap masalah kesehatan yang sangat penting kadang terlambat. Untuk menangani hal tersebut diatas maka dibutuhkan peran teknologi informasi untuk membantu dalam hal pemberian informasi kepada phak yang terkait agar segala penanganan yang sifatnya penting dapat tertangani dengan baik. Penelitian ini membangun sebuah model pemanfaatan teknologi informasi perancangan strategis e-posyandu untuk memabantu Dinas Kesehatan dalam memonitoring kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak melalaui Puskesmas yang didalamnya terdapat posyandu sebagai layanan terdepan dalam penanganan terhadap kesehatan ibu dan kesehatan anak. Model pemanfaatan teknologi informasi perancangan strategis e-posyandu ini dalam penelitian menggunakan jenis data kualitatif yang didapat melalui penyebaran kuesioner terhadap kader posyandu yang tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian data tersebut akan diolah untuk menghasilkan model pemanfaatan teknologi informasi perancangan strategis yang nantinya akan dibangun sebuh sistem E-Posyandu yang implementasinya berguna bagi kader posyandu dan petugas kesehatan dalam melakukan pelayanan kesehatan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah memanfaatkan teknologi informasi dalam bentuk model perancangan strategis E-Posyandu sebagai bentuk kepedulian peneliti kepada kesehatan ibu dan anak agar pelayanan kesehatan dapat merata serta informasi yang dihasilkan dapat dipergunakan sebagai bahan pertanggungjawaban kepada Pemerintah untuk membantu dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Pengembangan Aplikasi Jagabunda Sebagai Pendampingan Ibu Hamil dalam Upaya Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Arif Kurniadi; Dyah Ernawati; Kismi Mubarokah; Oki Setiono
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76549

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) masih menjadi permasalahan bahkan Indonesia menempati rangking tertinggi AKI di ASEAN.Tujuan: Mengembangkan model aplikasi pendampingan dan pemantauan ibu hamil untuk menekan AKI dan AKB dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.Metode: Research and development melalui pendekatan prototyping dengan pengujian whitebox dan blackbox. Subjek penelitian terdiri atas kader, programmer KIA, bidan, kepala puskesmas, dan Kasie KIA Dinas Kesehatan Kota Semarang dan ibu hamil. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan FGD kepada subyek sebagai materi dalam analisis kebutuhan, serta dilengkapi dengan studi dokumen. Data kuantitatif lewat kuesioner pengujian sistem dan penggunaan aplikasi.Hasil: Hasil evaluasi prototipe aplikasi Jagabunda mendapatkan skor rata-rata 4,8 pada aspek system usefulness. Kemudian, skor 5,3 diperoleh pada aspek information quality, 5,8 pada aspek interface quality, dan 5,2 yang terakhir pada aspek kepuasan pengguna secara umum. Aplikasi Jagabunda terbukti mampu digunakan sebagai media pendampingan serta warning system informasi kegawatan selama kehamilan terutama dengan risiko tinggi.Kesimpulan: Prototipe melewati uji whitebox dan blackbox dan dinyatakan membantu bumil berkonsultasi dengan bidan, Bidan bisa mendampingi dan pemantauan bumil terutama risiko tinggi, programmer dan kasie KIA terbantu dalam pemantauan program penurunan AKI dan AKB. 
KAJIAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) PUSKESMAS MIROTO KECAMATAN SEMARANG TENGAH KOTA SEMARANG Arif Kurniadi; Agus Perry Kusuma; Jaka Prasetya; Dyah Ernawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 22, No 1 (2023): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v22i1Supp.7852

Abstract

Latar Belakang : Indek   Pembagunan Manusia (IPM)  merupakan patokan penting dalam menentukan posisi daya saing suatu bangsa yang bisa dipengaruhi oleh bidang Kesehatan. Peningkatan IPM memerlukan peningkatan mutu layanan sarana  kesehatan, sehingga Pemerintah menerapkan dasar acuan  dalam mengevaluasi mutu layanan publik khususnya bidang kesehatan  menggunakan Indek Kepuasan masyarakat. Penelitian ini untuk mengetahui indek kepuasan masyarakat atas layanan kesehatan pada wilayah kerja Puskesmas Miroto Kota Semarang.Metode : Penelitian kuantitatif secara cross sectional dengan sampel 286 responden dipilih secara acak. Penilaian terhadap 9 unsur layanan berdasar Permenpan & RB dikumpulkan melalui kuesioner skala linkert yang dibagikan pada bulan Oktober 2021. Analisis deskriptif untuk menghitung  Nilai Persepsi, Nilai Interval Konversi, Mutu Pelayanan dan Kinerja Unit Pelayanan.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan nilai indek rata-rata sebesar 2,84, nilai skor 71,56  dengan mutu pelayanan B dan Kinerja Unit Pelayanan kategori Baik.Simpulan : Dari Sembilan unsur penilaian, nilai terendah terdapat pada pelayanan yang tersedia dan berkesinambungan, keinginan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas. Pihak manajemen puskesmas miroto harus melakukan pembenahan khususnya secara internal
Segmentasi Data Sinyal EEG Berdasarkan Domain Waktu Sebagai Dasar Dalam Pengolahan Sinyal Pengambilan Keputusan Dalam Rehabilitasi Stroke Sulistyono, MY Teguh; Ernawati, Dyah; Amodia, Stalina Anggraeny Dewi; Putra, Davin Hernanda
JOINS (Journal of Information System) Vol. 9 No. 1 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/joins.v9i1.9561

Abstract

Penyakit stroke adalah salah satu penyakit kardiofaskuler  jika menyerang akan menyebabkan cacad permanen dan meninggal dunia. Proses pemeriksaan membutuhkan dokter hanya berdasarkan visual unruk mendiagnosa penyakit, jika pemeriksaan dilakukan banyak dokter maka diagnose akan berbeda-beda. Unruk menghindari hal tersebut dibutuhkan alat EEG untuk mengambil aktivitas gelombang otak yang hasil pengambilan data tersebut dalam bentuk data mentah. Data mentah agar dapat dihasilkan untuk proses analisis diperlukan pemrosesan sinyal yang terdiri dari band pass filter, cleaning data, segmentasi dan decomposisi. Permasalahan selama ini yang timbul bahwa data mentah tersebt masih dalam bentuk data yang masih banyak noise baik dari pergerakan mata ataupun aktivitas otot., sehingga data mentah yang telah diolah akan menjadi dasar dalam pemilihan feature. Penelitian ini menggunakan metode penelitian menggunakan 2 tahapan yaitu data mentah dan pre processing, dimana pre processing memiliki 3 langkah yaitu band pass filter, cleaning data dan segmentasi.Hasil akhir dari penelitian ini adalah Segmentasi Data Sinyal EEG Berdasarkan Domain Waktu Sebagai Dasar Dalam Pengolahan Sinyal Pengambilan Keputusan Dalam  Rehabilitasi Stroke. Kata kunci: EEG, Stroke, Segmentasi, Cleaning Data, Band Pass Filter, Feature
PELATIHAN DAN UPDATING KODING KLINIS UNTUK KEPERLUAN REIMBURSEMENT KLAIM INA-CBGs PADA RUMAH SAKIT SWASTA Ernawati, Dyah; Agiwahyuanto, Faik; Yulianah, Sri; Prasetya, Jaka; Muzakki Syah, Rizka
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 5 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v5i2.136

Abstract

Case-mix coding is a critical task for hospital staff, especially those in the medical records department and the case-mix unit responsible for managing JKN patient claims. To ensure accuracy in INA-CBGs reimbursement claims, training and skill development in clinical coding are essential. The UDINUS Community Service Team conducted a comprehensive training program involving knowledge sharing, interactive discussions, and practical mentoring on clinical coding enforcement and reimbursement processes. The training covered basic clinical coding concepts, application of ICD-10 and ICD-9CM standards, case analysis aligned with reimbursement regulations, hands-on coding practice, and concluded with a post-test. A total of 54 participants from diverse healthcare roles including medical record officers, doctors, nurses, and non-health personnel actively engaged in the sessions. Evaluation results indicated significant improvement in participants’ understanding of medical terminology and their ability to accurately apply clinical codes according to established guidelines. Additionally, the training highlighted the importance of clinical coding for effective hospital case-mix management. In summary, proficiency in medical terminology is vital for medical record officers to ensure precise clinical code assignment that supports high-quality health information data within healthcare institutions.