Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

The Relationship Between Stress Levels And Physical Activity With Premenstrual Syndrome In D3 Midwifery Stikes Griya Husada Sumbawa Students In 2022 Ana Lestari; Rafi’ah Rafi’ah; Iga Maliga; Herni Hasifah; Nur Arifatus Sholihah
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 03 (2023): Jurnal EduHealt, Edition September 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jurnaleduhealth.v14i3.2498

Abstract

Pre-menstrual syndrome is thought to occur 7-14 days before menstruation and consists of physical, psychological and behavioral disturbances that can occur in women and can be triggered or exacerbated by factors such as their stress level and physical activity. This study aims to analyze the relationship between stress levels and physical activity and the occurrence of premenstrual syndrome in female students. This study used a quantitative analytical research method with a cross-sectional design. D3 Midwifery female students class of 2021-2024 were used as the sample (n = 32) in this study. Sampling was done by total sampling technique. The research instrument used the Depression Anxiety Stress Scale (DASS) questionnaire and the Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF). Data analysis used the Kendall tau test. The results of statistical tests showed that there was a relationship between stress levels and the incidence of premenstrual syndrome (0.001<0.05), with a correlation coefficient of 0.708 and there was a relationship between physical activity and the incidence of premenstrual syndrome (0.001<0.05) with a correlation coefficient of 0.066. It can be concluded that there is a significant relationship between stress levels and the incidence of premenstrual syndrome
Penyuluhan Pengolahan Sampah Rumah Tangga (Pembuatan Kompos Dan Biopori) Dari Sisa Limbah Organik Dapur Bagi Tanaman Apotek Hidup Di Desa Baru Tahan Iga Maliga; Herni Hasifah; Ana Lestari; Rafi'ah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 1 No 3 (2021): Desember
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v1i3.77

Abstract

This community based program aims to socialize household waste processing with composting and biopori methods. In addition, this training also provides residents with live pharmacy plants. This service was carried out in Baru Tahan Village, North Moyo District, Sumbawa Regency in December 2020. The purpose of this service is to increase public interest in treating their own household waste. In order to achieve the objectives, it consists of counseling and socialization with the stages of activities on planning, implementation, and evaluation. There were 20 participants, housewives, residents of Baru Tahan Village, North Moyo District. The percentage of participants' initial understanding on average is 65% in the less category. After the socialization, a questionnaire was filled out related to the interests and desires of the participants to apply the knowledge at the level of their respective homes. 85% of participants have an interest in implementing the knowledge gained. The results of the questionnaire are good responses, therefore this service activity is expected to be able to make people aware to process their household waste so as to produce products that can be recycled such as compost that can be of economic value. If the organic household waste left over from the kitchen cannot be composted, put it in the biopore hole so that it does not have an impact on the environment.
Pendidikan Kesehatan Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Dalam Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Di Lingkungan Prate Ana Lestari; Rafi’ah; Iga Maliga
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 2 No 1 (2022): April
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v2i1.95

Abstract

Personal hygiene health education during menstruation is one of the actions that can be taken to reduce reproductive health problems. Menstrual hygiene and management is an under-recognized problem that has not received adequate attention. This study aims to provide health education on personal hygiene behavior during menstruation in adolescents in the Prate Environment. The indicator of the success of this community service is that young women are able to apply personal hygiene correctly during menstruation to avoid reproductive health problems. The results of service activities for adolescents inform personal hygiene health education during menstruation, adolescents gain new understanding and are able to apply personal hygiene correctly during menstruation.
Sosialisasi Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Pada Petani di Desa Songkar Moyo Utara Rafi'ah; Iga Maliga; Ana Lestari
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 2 No 1 (2022): April
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v2i1.96

Abstract

Working as a farmer is a profession that has many risks with various kinds of dangers. One way that farmers can protect themselves from these potential hazards is to use Personal Protective Equipment (PPE). This community service aimed to increase farmers about the importance of using PPE when working. The method of community service was counselling through lectures and discussions conducted on farmers. This socialization activity was carried out in June 2021 by involving 20 farmers. The result showed that the level of knowledge of farmers about the use of PPE when working was still low, with a percentage of 15%. This service activity was hoped to increase the knowledge and awareness of farmers about the importance of using PPE when carrying out agricultural activities to prevent work consequences and work accidents.
ANALISIS PERBEDAAN BERAT BADAN ANAK PENDERITA STUNTING DENGAN METODE PENDAMPINGAN POLA ASUH MAKAN DI DESA KUKIN SUMBAWA R Rafi’ah; M Mastila; Iga Maliga
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v3i2.308

Abstract

Stunting merupakan kondisi kegagalan pertumbuhan yang diakibatkan oleh asupan makanan yang tidak mecukupi dalamwaktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan berat badan anak penderita stunting dengan metodependampingan pola asuh makan di desa Kukin, Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatifdengan jenis penelitian pre experimental dengan menggunakan pendekatan desain penelitian One-Group Pretest-PosttestDesign. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling pada 21 anak usia 1-5 tahun yang menderita stunting.Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji SPSS versi 16.0 dengan analisis Uji T-test One Sample, Uji N GainScore dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil uji T dengan (Nilai signifikansi 0,000 < 0,05) Nilai IK95% adalah antara 10,26 sampai 12,32. Berdasarkan hasil analisis karena nilai Probabilitas < 0,05 dengan hasil uji N GainScore 58,20% dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna antara barat badan awal dan berat badan akhir pada anakpenderita stunting di Desa Kukin. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa hasil berat badan t-hitung 22,869 ? t-tabel 2,08596,maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh metode pendampingan pola asuh makan dengan perubahan berat badan.Oleh karena itu, pola asuh makan dan promosi kesehatan tentang stunting pada ibu untuk meningkatkan status gizi danmencegah stunting pada anak.Kata Kunci: Berat Badan, Metod
Penyuluhan Kesiapan Menghadapi Menarche Guna Mengurangi Kecemasan Pada Anak SD Ana Lestari; Iga Maliga; Rafi’ah Rafi’ah; Asri Reni Handayani; Herni Hasifah; Nur Arifatus Sholihah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i2.769

Abstract

Menstruasi yang pertama kali terjadi pada remaja putri di sebut dengan Menarche. Remaja putri yang mengalami menarche akan merasa gelisah, bingung dan tidak nyaman. Ketidakstabilan psikologis, emosi, dan rendahnya pengetahuan siswi Sekolah Dasar menjadikan siswi cemas, takut dan tidak mengerti apa yang harus mereka lakukan ketika mengalami menstruasi tersebut, tetapi mau tidak mau siswi tersebut harus siap menerima kondisi ini, oleh karena itu persiapan menjelang menstruasi penting untuk dipelajari untuk kesiapan jika menstruasi terjadi secara tiba-tiba. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswi Sekolah Dasar tentang Menarche. Penyuluhan ini dilakukan di SD Negeri Pungkit, Kecamatan Moyo Utara dengan jumlah peserta 27 siswi kelas V dan VI, pada tanggal 09 Juli 2024. Hasil yang diperoleh menunjukkan perubahan pengetahuan setelah mendapat penyuluhan kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan tentang Menarche efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswi untuk meningkatkan persiapan mereka sebelum menstruasi, kurangnya pengetahuan menyebabkan siswi tidak siap dalam menghadapi menarche. Peneliti menyarankan guru bekerja sama dengan Puskesmas untuk melakukan Pendidikan kesehatan secara teratur tentang menstruasi sehingga Siswi akan siap ketika mendapatkan menstruasi untuk pertama kalinya.
Advokasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Siswa-Siswi SMK Islam Farmasi Sumbawa Asri Reni Handayani; Ana Lestari; Nur Arifatus Sholihah; Rafi'ah Rafi'ah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i3.804

Abstract

Kasus kekerasan seksual mengalami peningkatan setiap tahun, dengan remaja sebagai kelompok rentan yang sering menjadi korban. Pelecehan seksual ini sering terjadi karena adanya penyalahgunaan kekuasaan (Quid Pro Quo). Oleh karena itu, penting bagi pihak sekolah untuk membuat kebijakan dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual agar terciptanya ruang-ruang aman yang menjamin baiknya tumbuh kembang siswa-siswi. Siswa-siswi juga perlu mengetahui tindakan yang harus dilakukan jika mengalami kekerasan seksual dan juga perlu adanya gerakan yang mendorong siswa untuk melawan kekerasan di lingkungan sekolah. Pengabdian ini berupa kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan informasi atas bahaya, dampak dan pencegahankekerasan seksual terhadap siswa-siswi SMK Islam Farmasi Sumbawa. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini diikuti oleh pihak sekolah dan siswa-siswi SMK Islam Farmasi Sumbawa. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan baik dan diikuti oleh para peserta dengan antusias. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan, afektif, dan psikomotor terkait pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.
Pembentukan Kader Remaja Sehat Kespro di SMA Negeri 1 Moyo Utara Ana Lestari; Luh Putu Sri Yuliastuti; Galuh Permatasari; Fitri Setianingsih; Iga Maliga; Rafi’ah Rafi’ah; Asri Reni Handayani; Herni Hasifah; Nur Arifatus sholihah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1289

Abstract

Masa remaja adalah periode yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan dan perilaku pribadi, lingkungan keluarga maupun masyarakat dimana remaja tersebut berada. Untuk menyikapi perkembangan tersebut maka setiap remaja perlu menyiapkan diri dengan baik. Salah satu cara dalam menyiapkan diri adalah dengan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dengan benar melalui berbagai cara yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebagai bagian dari lingkungan yang dapat memberikan pengaruh pada remaja khususnya dalam menjaga kesehatan reproduksinya, maka sekolah berkewajiban membangun lingkungan yang dapat mendukung perkembangan kesehatan reproduksi remaja ke arah yang positif. Pembentukan kader kesehatan remaja bertujuan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja dan sebagai wadah untuk memfasilitasi kebutuhan kesehatan remaja, dengan melibatkan siswi untuk menjaga kesehatan reproduksi sesuai fase yang dialaminya dalam rentang kehidupan remaja. Sosialisasi dilakukan di SMA Negeri 1 Moyo Utara, Sosialisasi diawali dengan pengerjaan pre test kemudian dilanjutkan edukasi terkait kesehatan reproduksi remaja. Pengerjaan post test dilakukan setelahnya dengan harapan tercapainya output dari edukasi yaitu peningkatan nilai tes dengan rata-rata nilai 80%. Diharapkan dengan Pembentukan Posyandu Remaja ini dapat meningkatkan derajat kesehatan remaja serta meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi bagi para remaja.
Edukasi Hukum dan Etika Terhadap Kesehatan Mental Responsif Gender Bagi Kader Kesehatan di Labuan Badas Sumbawa Asri Reni Handayani; Nur Arifatus Sholihah; Ana Lestari; Evi Gustia Kesuma; Rafi'ah Rafi'ah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1342

Abstract

Kesehatan mental merupakan komponen fundamental dalam konsep kesehatan holistik. Banyak masalah-masalah gangguan mental yang terjadi tidak terdeteksi secara dini, sehingga tidak dapat dilakukan penanganan secara cepat, sehingga perlu dilakukan pencegahan dengan upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Pencegahan kesehatan mental perlu melibatkan keluarga dan masyarakat salah satunya kader kesehatan jiwa. Serta perlunya memberikan pelayanan kesehatan mental yang menekankan pentingnya perlindungan hak-hak orang dengan gangguan jiwa dengan pendekatan Responsif gender. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Kegiatan ini diikuti kader kesehatan Desa Labuan Badas. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan baik dan diikuti oleh para peserta dengan antusias. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan meningkatnya pengetahuan kader dan keterampilan terkait hukum dan etika dalam kesehatan mental yang responsif terhadap gender
EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DALAM RANGKA MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI DI SD NEGERI SONGKAR Ana Lestari; Rafi’ah Rafi’ah; Iga Maliga
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 3 (2022): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i3.432

Abstract

Lack of knowledge about menstruation can be the cause of long-term reproductive health problems and make young women unprepared for menstruation. Unpreparedness to face menarche causes adolescents to have negative responses such as shame, fear, and worry. Community service activities were carried out in July 2022. The activity was attended by 25 students of class V and VI SD Negeri Songkar. The implementation of community service activities used is the dissemination of reproductive health as a preparation for facing menarche. The method used is the lecture method using leaflets, question and answer method and games/ quizzes. Provision of knowledge about reproductive health to elementary school students needs to be done either as an additional subject or in the form of counseling outside of teaching and learning activities.