Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Arsitekta

Kenyamanan Termal Ruang Kelas Mahasiswa Randy Dwiyan Delyuzir; Erwin Erwin; Renaldi Pratama
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol 1 No 1 (2019): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.666 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kenyamanan termal ruang kelas yang berlokasi di Universitas Tanri Abeng. Ruang kelas yang dijadikan sampel pengukuran yaitu ruang kelas 303. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan meneliti populasi dan sampel tertentu menggunakan instrument Thermometer, Thermo-Hygrometer, Anemometer, dan kuesioner. Sebanyak 22 reponden (28%) memberikan pilihan ‘0’ atau netral, sementara 41 responden (53%) memilih di bawah netral (sejuk, dingin, dingin sekali), dan sejumlah 15 responden (19%) memilih di atas netral (hangat, panas, panas sekali). Hasil penelitian didapatkan suhu nyaman bagi mahasiswa Universitas Tanri Abeng di ruang kelas 303 adalah 27.40oC suhu udara (Ta). Sedangkan rentang suhu nyaman antara -0,5 dan +0,5, dicapai antara 25.49°C sampai 29.30°C suhu udara (Ta).
Analisa Rumah Sederhana Sehat Terhadap Kenyamanan Ruang (Studi Kasus: Rumah Tipe 18/24, 22/60, 36/72 di DKI Jakarta) Randy Dwiyan Delyuzir
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 2 No. 02 (2020): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.679 KB) | DOI: 10.47970/arsitekta.v2i02.199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa standard rumah sehat dan kenyamanan ruang pada 3 tipe rumahtangga di DKI Jakarta. Sampel pengukuran yaitu 3 tipe rumah tangga di DKI Jakarta (18/24, 22/36 & 36/72),berdasarkan data dari BPS DKI Jakarta, sebanyak 58.09% rumah tangga di DKI Jakarta dengan luasan <19-49m². Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui observasi dan studi literatur. Pada tipe 18/21 dan 22/36belum memiliki sarana pembuangan asap pada area dapur, tipe 36/72 area dapur sudah memiliki saranapembuangan asap pada belakang rumah. Luas sirkulasi pada tipe 18/21 sebesar 9 m² atau 50% dari luas lantaidan luas perabot 3.7 m² atau 20.5% dari luas lantai. Luas sirkulasi tipe 22/36 sebesar 12.5 m² atau 56.8% dariluas lantai dan luas perabot 4.3 m² atau 19.7%. Luas sirkulasi tipe 36/72 sebesar 21.5 m² atau 59.7% dari luaslantai dan luas perabot 10.2 m² atau 28.3% dari luas lantai.
Konsep Rumah Sehat Sederhana terhadap Kenyamanan Ruang (Studi Kasus: Rumah Tipe 18/24, 22/36 & 36/72 di DKI Jakarta) Randy Dwiyan Delyuzir
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 3 No. 02 (2021): Arsitekta : Jurnal Arsitektur Kota dan Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v3i02.241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi desain pada penelitian sebelumnya berjudul analisa rumah sederhana sehat terhadap kenyamanan ruang, dimana studi kasus yang diteliti 3 tipe rumah tangga di DKI Jakarta (18/24, 22/36 & 36/72), berdasarkan hasil penelitian ditemukan masalah pada tipe 18/23 & 22/36 terdapat pada area dapur yang belum memiliki sarana pembuangan asap sesuai standard Kepmenkes, 1999. Sehingga alternatif desain yang diberikan berupa penambahan exhaust fan dan perencanaan ulang tata letak dapur. Masalah yang timbul pada bangunan tipe 36/72 terletak pada posisi penataan perabot yang kurang baik, sehingga sirkulasi menuju kamar tidur dan kamar mandi menjadi sempit. Untuk mengatasi masalah tersebut usulan solusi yang ditawarkan berupa penggunaan perabot dengan konsep compat furniture sehingga penataan perabot menjadi lebih irit tempat dan lebih fleksibel.
Studi Perbandingan Arsitektur Rumah Adat Baduy Dalam dan Baduy Luar: (Studi kasus: Kampung Cibeo dan Kampung Keduketug) Delyuzir, Randy Dwiyan
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 6 No. 02 (2024): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v6i02.758

Abstract

Penelitian ini menganalisis perbandingan arsitektur rumah adat Baduy Dalam dan Baduy Luar dengan studi kasus di Kampung Cibeo dan Kampung Keduketug, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi elemen fisik arsitektur, termasuk bukaan (jendela dan pintu), material bangunan, tata ruang, dan bentuk atap. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi langsung, wawancara, dan pengukuran elemen arsitektur. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan pada area bukaan: rumah adat Baduy Dalam cenderung tertutup dengan ventilasi alami melalui celah anyaman bambu, sedangkan rumah adat Baduy Luar memiliki lebih banyak bukaan jendela dan pintu yang menyesuaikan fungsi ruang. Struktur rumah keduanya berbentuk panggung dengan material lokal seperti bambu, kayu, dan material atap daun aren. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa rumah adat Baduy mencerminkan adaptasi yang kuat terhadap lingkungan alam dan tradisi adat. Rumah Baduy Dalam mempertahankan nilai konservatif, sementara rumah Baduy Luar menunjukkan pengaruh eksternal. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pelestarian arsitektur tradisional dan pengembangan desain berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Tipologi dan Karakteristik Arsitektur: Studi Perbandingan Permukiman Baduy Dalam dan Baduy Luar Delyuzir, Randy Dwiyan; Bachtiar, Firmansyah; Anggraini, Afikha
Arsitekta : Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan Vol. 7 No. 02 (2025): Arsitekta: Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Tanri Abeng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/arsitekta.v7i02.997

Abstract

Penelitian ini membahas tipologi dan karakteristik arsitektur rumah adat Baduy melalui studi komparatif antara masyarakat Baduy Dalam dan Baduy Luar. Fokus kajian meliputi adaptasi tapak, material, sistem struktur, organisasi ruang, orientasi bangunan, serta filosofi kosmologis yang melandasi praktik arsitektur keduanya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi foto dan sketsa, serta wawancara dengan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur Baduy Dalam lebih konservatif, sangat patuh pada aturan adat pikukuh, tidak menggunakan teknologi modern, serta mengutamakan keselarasan dengan kontur alam tanpa modifikasi lahan. Sementara itu, arsitektur Baduy Luar menunjukkan fleksibilitas lebih besar melalui penggunaan paku, variasi motif anyaman bambu, dan adaptasi tapak dengan teknik cut and fill. Perbedaan tersebut mencerminkan dinamika keterbukaan masing-masing kelompok terhadap modernisasi dan pengaruh eksternal. Temuan ini menegaskan bahwa arsitektur vernakular Baduy merupakan manifestasi nilai budaya, filosofi spiritual, serta strategi adaptasi ekologis yang diwariskan secara turun-temurun.