Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Gizi Buruk Pada Balita Menggunakan Metode Naïve Bayes Berbasis Website Viery Viransyah; Bambang Sugiarto
Digital Transformation Technology Vol. 3 No. 2 (2023): Artikel Periode September 2023
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v3i2.3074

Abstract

Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Gizi Buruk Pada Balita merupakan sistem yang dapat mendiagnosis penyakit gizi buruk yang sering terjadi pada balita, gizi buruk adalah masalah kesehatan pada balita yang sering terjadi di negara berkembang yang diakibatkan kurangnya pemberian asupan makanan yang mengandung zat-zat sehat seperti protein dan energi. Asupan protein harus dimulai dengan tingkat rendah dan ditingkatkan secara bertahap. Pentingnya gizi seimbang pada masa balita dan anak-anak sangat dibutuhkan terhadap perkembangan, pertumbuhan maupun kecerdasan balita. Seringkali orang tua mengabaikan pentingnya pemeriksaan dan konsultasi dengan ahli gizi. Kurangnya pemberian makanan bergizi, terutama protein dan zat gizi lainnya, sangat merugikan pertumbuhan dan perkembangan balita dan anak kecil. Hal ini dapat menyebabkan keterlambatan dalam penanganan gizi buruk. Keadaan ini juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit dan mempengaruhi kualitas lingkungan hidup. Oleh karena itu, peranan orang tua untuk mencari informasi dan panduan dari ahli gizi agar dapat mengoptimalkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka. Sistem pakar ini membantu mempercepat diagnosis penyakit gizi buruk pada balita secara efektif dan akurat berdasarkan gejala yang dialami dengan menggunakan metod? Naive Bayes. Hasil akhir dari penelitian ini menghasilkan pengujian sistem sebanyak 5 kali bersama pakar atau ahli dengan akurasi sistem yang dihasilkan sebesar 80%, dengan penyakit yang ada pada sistem sebanyak 3 jenis penyakit gizi buruk dan sebanyak 22 jenis gejala.
The Use of Moringa Seeds and Alum to Improve the Quality of Well Water into Drinking Water Bambang Sugiarto; Sephia Lita Acitya Putri; Alvina Damayanti; Retno Dwi Nyamiati
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 01 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.28

Abstract

Water is a basic need of living things that is very important to maintain its quality so that it does not cause problems. The method that can be used to improve water quality is to carry out the coagulation method using moringa seed coagulant (moringa oleifera) and alum which has been proven to be able to improve the quality of water. Both coagulants can reduce the following parameters, turbidity by reducing TSD, neutralizing pH, reducing dissolved metal levels, color, and reducing microorganisms contained in it such as E-coli bacteria and total coliform. The results of this study indicate that the two coagulants can reduce the parameter values of TDS, turbidity, iron content, E-coli, color, and pH in the sample water to be below the maximum limit or in accordance with drinking water quality standards, but the nitrate parameter is not yet below the maximum level. The optimum concentration to improve the quality of well water into drinking water is 2.5 ppm with an optimum residence time of 4 weeks.