Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Pengaruh Frekuensi dan Duty Cycle pada Ripple Tegangan Buck Converter: Ripple Tegangan Buck Converter Farhana, Fina; Sujanarko, Bambang
DIELEKTRIKA Vol 9 No 1 (2022): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini berusaha mencari jawaban atas Pengaruh frekuensi dan duty cycle pada riple Dc converter yang mempunyai output tegangan yang lebih kecil dari tegangan input, dengan melakukan 8 kali percobaan dengan Frekuensi dan Duty Cycle yang berbeda-beda, Di Antaranya Frekuensi 10KHz dan Duty Cycle 30%, Frekuensi 100KHz dan Duty Cycle 30%, 10KHz dan Duty Cycle 50%, Frekuensi 50KHz dan Duty Cycle 50%, Frekuensi 100KHz dan Duty Cycle 50%, Frekuensi 10KHz dan Duty Cycle 90%, Frekuensi 50KHz dan Duty Cycle 90%, dan Frekuensi 100KHz dan Duty Cycle 90%, sehingga dari percobaan 9 kali tersebut penelitian menemukan bahwa ripple yang lebih halus jika frekuensi-nya lebih besar, yang kedua, Duty Cycle mempengaruhi nilai output Tegangan pada Buck Converter, dan Nilai kapasitor dan resistor yang terdapat pada rangkaian daya Buck Converter mempengaruhi nilai ripple keluaran tegangan pada frekuensi tertentu.
Maximum Power Point Tracking Panel Surya dengan Menggunakan High Step Up Zeta Converter Coupled Inductor Dalam Mensuplai Beban Rohman, Ardianto Syaifur; Sujanarko, Bambang
DIELEKTRIKA Vol 9 No 2 (2022): DIELEKTRIKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/dielektrika.v9i2.291

Abstract

Konverter DC/DC step-up sangat penting untuk sistem pembangkit listrik tenaga surya disbebkan oleh tegangan input dari panel surya yang rendah. Konverter Zeta DC/DC dengan induktor berpasangan yang beroperasi pada rasio tinggi diusulkan. Dalam makalah ini didesain dan disimulasikan Konverter Zeta DC/DC dengan kontrol MPPT pada sistem fotovoltaic menggunakan Simulink Matlab. Gain tegangan tinggi adalah dicapai dengan menggunakan rasio putaran tinggi ke induktor yang digabungkan. Energi discharge dari induktor yang digabungkan secara efisien didaur ulang ke beban dengan kapasitor dan dioda tambahan dan dengan demikian konversi energi yang dimungkinkan efisien. Tekanan pada sakelar aktif juga tertahan. Konverter Zeta dengan topologi induktor berpasangan disimulasikan dan rasio konversi tegangan 8 kali lebih tinggi diperoleh. Tegangan keluaran DC diperoleh dengan setpoint tegangan 260V menghubungkannya ke beban. Penguatan tegangan 8 kali lebih besar dan efisiensi tegangan keluaran konverter 80% adalah dicapai untuk sistem yang diusulkan.
RANCANG BANGUN SISTEM PENDINGIN PANEL SURYA OTOMATIS UNTUK PENINGKATAN PEMANENAN ENERGI LISTRIK Kalandro, Guido Dias; Gumilang, Laksana Fajar; Sujanarko, Bambang; Muhammad Riza Darmawan; Setiabudi, Dodi; Moh. Erdianto Triputradi
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v11i1.46455

Abstract

Potensi energi matahari sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, khususnya dalam konteks penggunaan panel surya dan sistem pendingin otomatis. Eksperimen ini bertujuan merancang sistem otomatis pendingin panel surya dengan sirkulasi tertutup menggunakan Arduino Uno. Panel surya yang digunakan memiliki kapasitas 20WP berjenis polikristalin, dan sistem pendingin menggunakan pipa tembaga berdimensi 3/8 Inch dan panjang 6,11 meter dengan watercoolant sebagai pendinginnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pendingin berhasil menjaga suhu panel surya dalam rentang 33°C hingga 36°C, memberikan perbedaan 10°C hingga 20°C dengan panel surya tanpa pendingin pada intensitas cahaya yang sama. Panel surya berpendingin menunjukkan peningkatan tegangan, arus, dan daya, dengan rata-rata 1 Volt hingga 2 Volt, 0,1 ampere hingga 0,2 ampere, dan 1watt hingga 2 watt lebih tinggi. Efisiensi panel surya juga meningkat sekitar 1-3%. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang pemanfaatan energi matahari dan efektivitas sistem pendingin dalam meningkatkan efisiensi pemanenan energi listrik dari panel surya. Kata Kunci — Panel Surya, Sistem Pendingin Otomatis, Pipa Tembaga
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SEBAGAI SUPLAI DAYA UNTUK PENYINARAN KEBUN BUAH NAGA Erwinda, Yudha Teja; Arizal Mujibtamala Nanda Imron; Dananjaya Endi Pratama; Bambang Sujanarko; Candra Putri Rizkiyah Ramadhani; Wicaksono, Immawan
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v11i1.51294

Abstract

Di Banyuwangi, petani buah naga menghadapi masalah produktivitas di luar musim panen karena tanaman tidak berbunga dalam waktu lama. Mereka menggunakan lampu sebagai pengganti sinar matahari, tetapi ini meningkatkan biaya listrik dan tidak semua lahan dapat dijangkau oleh listrik PLN. Solusi yang tepat adalah memanfaatkan energi terbarukan dari matahari dengan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid. Data input dari panel surya dan baterai diambil selama 3 hari dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, dan data output diambil selama beberapa malam dari pukul 21.00 hingga 02.00 WIB. Perancangan dilakukan dengan menggunakan komponen seperti panel surya, SCC, batrai, dan inverter. Sistem ini menunjukkan kinerja yang baik, dengan produksi energi pada hari pertama sebesar 89,35 Wh melebihi konsumsi 83,3 Wh, dan produksi pada hari kedua mencapai 100,82 Wh dengan sisa energi 17,52 Wh. Meskipun pada hari ketiga produksi turun menjadi 67,78 Wh, sisa energi dari hari sebelumnya mencukupi kebutuhan. Selain itu, pemberian lampu secara signifikan mempercepat pembungaan tanaman buah naga, dengan peningkatan bunga yang signifikan dari minggu kedua hingga kelima, sementara tanaman tanpa lampu tidak berbunga.