Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Kelas KBM Daring Terhadap Mental Mahasiswa Dalam Perspektif Social Media Fatigue (Studi Kasus pada Mahasiswa PENS Sistem Pembangkit Energi) Imamul Arifin; Achmad Farid Baktiar; Angga Prasetya
Nathiqiyyah Vol 4 No 2 (2021): Nathiqiyyah - Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Program Studi Psikologi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/nathiqiyyah.v4i2.306

Abstract

Abstak Sistem Pembangkit Energi (SPE) merupakan jurusan yang berfokus pada proses konversi energi dan pembangkit energi. Pada prodi ini, proses pembelajaran lebih mengedepankan praktikum ketimbang teori agar mahasiswa lebih memahami konsep dari konversi energi. Akan tetapi, pembelajaran materi melalui praktikum ditiadakan karena munculnya virus baru di Indonesia. Hal ini mengakibatkan pembelajaran pada prodi SPE dilakukan secara daring dan membuat mahasiswa mengalami social media fatigue yaitu perasaan subjektif pengguna media sosial yang dapat menimbulkan rasa kecewa, dan kehilangan minat, atau motivasi terutama bagi mahasiswa karena banyaknya informasi yang diperoleh secara langsung.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak-dampak dari pembelajaran secara daring terhadap mahasiswa SPE PENS angkatan 2021 Kata Kunci: mahasiswa,sosial media fatigue,kehilangan minat Abstract Energy Generation System is a major that focuses on the process of energy conversion and energy generation. In this study program, the learning process prioritizes practicum rather than theory so that students better understand the concept of energy conversion. However, learning material through practicum was canceled due to the emergence of a new virus in Indonesia. This results in online learning in the SPE study program and makes students experience social media fatigue, namely the subjective feelings of social media users which can lead to disappointment, and loss of interest, or motivation, especially for students because of the large amount of information obtained directly. is to find out the impacts of online learning on energy generation system PENS students batch 2021. Keywords: students, social media fatigue, lost of interest
PENGARUH PACARAN TERHADAP KONSENTRASI MAHASISWA DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN ILMU PSIKOLOGI Ray Yusra Wijaya; Abdullah Rafif; Muhammad zidan zulfikar; Imamul Arifin
Nathiqiyyah Vol 4 No 2 (2021): Nathiqiyyah - Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Program Studi Psikologi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/nathiqiyyah.v4i2.365

Abstract

Abstrak Fenomena pacaran adalah hal yang wajar bagi mahasiswa, di mana ada dua lawan jenis menghabiskan waktu bersama. Dalam prefektif psikologi pacaran sendiri dapat menimbulkan konsentrasi yang baik dan juga dapat menimbulkan konsentrasi yang buruk, bukan hanya konsentrasi yang akan terpengaruh, Kesehatan fisik, gangguan mental, dll juga akan terpengaruh. Tergantung hubungan pasangan yang di jalani. Namun pacaran ini termasuk hal yang diharamkan dalam Islam. Pada jurnal ini hal yang akan dibahas yaitu mengenai pengaruh pacaran terhadap konsentrasi mahasiswa di PENS. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini yaitu berupa metode kualitatif. Data didapatkan dengan menanyakan pendapat kepada partisipan tentang pengaruh pacaran terhadap prestasi belajar mereka. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pacaran memang memiliki pengaruh terhadap konsentrasi belajar mahasiswa. Mengganggu konsentrasi belajar, menurunkan prestasi kuliah, dapat memengaruhi hubungan seseorang baik dengan teman maupun keluarga, juga menyebabkan lupa hal-hal karena memikirkan pacar. Berbagai metode ada di dalam islam maupun di luar untuk meningkatkan konsentrasi belajar. Bisa dengan melakukan olahraga dan meditasi secara rutin, berdoa ketika ingin belajar, dan juga berwudhu sebelum melakukan sebuah kegiatan. Abstract The phenomenon of dating is a natural thing for students, where there are two opposite sexes spending time together. In prefective psychology, dating itself can cause good concentration and can also cause poor concentration, not only concentration will be affected, physical health, mental disorders, etc. will also be affected. It depends on the couple's relationship. However, this courtship is forbidden in Islam. In this journal, what will be discussed is the influence of courtship on the concentration of students in EEPIS. The research method used in this journal is a qualitative method. The data was obtained by asking participants' opinions about the effect of courtship on their learning achievement. The results of the research that have been carried out show that dating does have an influence on the concentration of student learning. Disrupts learning concentration, lowers college achievement, can affect one's relationships with friends and family, also causes forgetting things because of thinking about a boyfriend. Various methods exist within Islam as well as outside to increase the concentration of learning. You can do sports and meditation regularly, pray when you want to study, and also perform ablution before doing an activity.
Kriteria Joget Tiktok yang Dianggap Wajar dalam Perspektif Etika Publik dan Norma-Norma Islam Imamul Arifin; Ajeng Amelia Veganesa; Putri Nur Cahyani
Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Vol 19 No 1 (2022): Jurnal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan
Publisher : LPPM STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/al-mutharahah.v19i1.451

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hukum berjoget Tiktok menurut perspektif norma-norma Islam dan mengetahui segi pandang sosial terhadap kriteria joget yang wajar. Penelitian ini, merupakan metode penelitian kualitatif dan tafsir maudhu’i yang mengacu pada penerapan ilmu ilmu Al-Qur'an dan pada perspektif masyarakat. Berdasarkan hukum Islam, berjoget adalah suatu hal yang dilarang karena menjurus pada kesenangan duniawi dan bertingkah laku yang berlebihan, selain itu berjoget dan menari biasanya menampakan aurat yang menimbulkan syahwat dan dilarang serta diharamkan dalam Islam. Dalam hukum Islam menari diperbolehkan dengan syarat tidak menampakan aurat, tidak menimbulkan syahwat dan untuk menjaga kesehatan. Tren masyarakat Indonesia saat ini salah satunya adalah joget Tik tok yang seringkali mengadopsi budaya barat baik lagu maupun gerakan, sehingga memberikan dampak positif dan negatif. Joget Tiktok saat ini sering kali diselewengkan oleh para penggunanya yang sudah melanggar etika dalam bersosial maupun norma-norma Islam seperti menggunakan pakaian yang tidak layak, berjoget berlebihan sehingga memancing hawa nafsu, dan menunjukkan sesuatu yang seharusnya tidak ditunjukkan. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa, kriteria joget yang dianggap wajar adalah ketika joget itu tidak berlebihan yang mana dapat memancing hawa nafsu.
Sistem Kepercayaan, Sistem Nilai, dan Sikap Warga Kampus PENS Terhadap Mahasiswi Bercadar Amarain Syahwa Zamalia; Albanoza Tamyda; Imamul Arifin
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.051 KB) | DOI: 10.15408/interaksi.v1i1.15808

Abstract

This article describes  the social interactions  between residents of college students at the Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya (EEPIS)  on veiled female, including lecturers.Differences of belief, values, and attitudes in cultural pattern influences perception, especially the veil and Gamis clothes  are Arabic culture. It is dangerous for technical practice in Laboratium. Choosing students used purposive techniques with criteria as veiled college students of the EEPIS.The informants were 14 campus residents;  13 students and 1 lecturer. Data collection techniques  has used questionnaires about their beliefs, values, and Attitude on  veiled female college students in EEPIS. It found:1) four beliefs,2) four values, and various attitudes agree and  disagree on the veil female students  in EEPIS with their different arguments.  
Peran Manajemen Waktu dalam Meningkatkan Produktivitas Belajar Mahasiswa Teknologi Rekayasa Internet Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dengan Tinjauan Keagamaan Imamul Arifin; Rifda Qurrotul ‘Ain; Afifah Alhamidiyah
Sultra Educational Journal Vol 1 No 3: Desember (2021)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.093 KB) | DOI: 10.54297/seduj.v1i3.199

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh keinginan penulis untuk mengetahui peran manajemen waktu dalam meningkatkan produktivitas belajar mahasiswa Teknologi Rekayasa Internet Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendapat pengetahuan akan pentingnya memanfaatkan manajemen waktu dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam menempuh pendidikan akademik. Subjek dalam penelitian ini adalah 15 orang mahasiswa Muslim Teknologi Rekayasa Internet Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode survei. Survei dibuat menggunakan aplikasi formulir online yaitu Google Form lalu disebarkan melalui grup media sosial WhatsApp mahasiswa Teknologi Rekayasa Internet. Formulir survei berisi enam pertanyaan yang mencakup pandangan mahasiswa tentang peran manajemen waktu terhadap dalam produktivitas belajar di kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian yang diperoleh diketahui bahwa sebagian besar mahasiswa yakni 80% sudah memahami konsep manajemen waktu dan produktivitas yang benar dan bagaimana penerapannya di kehidupan nyata. Sebanyak 86,6% mahasiswa mengaku bila penerapan manajemen waktu yang telah dilakukan memiliki pengaruh terhadap produktivitas belajar. Hal ini berarti dari hasil survei yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa peran manajemen waktu tersebut membawa efek yang signifikan terhadap produktivitas belajar mahasiswa.
Hukum dan Eksistensi Jual Beli Crypto untuk Investasi Dalam Perspektif Ekonomi Islam dan Ekonomi Sosial "Studi Literasi dan Komparasi pada Masyarakat" Meriyati; Imamul Arifin; Dimas Fahrul Putra Arismanto; Muhammad Rizal; Mustamiruddin
Jurnal Justisia Ekonomika: Magister Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/justeko.v7i2.20456

Abstract

In traditional economics, money serves as a universally accepted medium for exchanging goods or services. However, in today's ultramodern economy, cryptocurrencies like Bitcoin have emerged as widely accepted means of payment, wealth accumulation, and value measurement. Despite their potential for simplifying transactions and fostering trade, these digital currencies are viewed cautiously in some contexts. Indonesia, while legalizing Bitcoin and crypto assets, restricts their use as a payment method due to concerns about preserving the value of its national currency and the prevalence of existing e-wallets and mobile banking systems. From an analytical standpoint, investing in cryptocurrencies is recognized as highly volatile, carrying unpredictable risks of value fluctuations. Furthermore, in Islamic Sharia law, such transactions are considered haram lighairihi due to their speculative nature. This research delves into the legal and economic aspects of digital currencies, particularly Bitcoin, highlighting their implications within Indonesia's economic framework while acknowledging their risks and regulatory considerations.Top of Form
MAQASID SHARIA'S VIEW ON THE SCARCITY OF SUBSIDIZED FERTILIZERS ON THE WELFARE OF FARMERS IN EAST OKU INDONESIA Meriyati Meriyati; M. Nasyah Agus Saputra; Imamul Arifin; Maya Panorama; Mahmoud Saleh Mubarak Bin Humaid
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 24 No. 02 (2023): Profetika Jurnal Studi Islam 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v24i02.1954

Abstract

In addition to functioning to meet food needs, the agricultural sector also plays an important role, becoming a provider of employment and a source of income for regional communities. Unfortunately, almost every year this sector is faced with a scarcity of subsidized fertilizers and poorly controlled prices. The problem in this East OKU Belitang is the scarcity of subsidized fertilizers and price increases, as well as the purchasing system for both farmer cooperative members and independently, causing hardship for farmers. The method used is qualitative; fertilizer problems continue to occur, starting from a suboptimal planning and supervision system to a lack of realization of the allocation of fertilizer needs by farmers. The two main human needs that I conveyed above are basic needs that must be met to achieve a prosperous life. Although, of course, there are many other needs that humans have.
IMPLEMENTATION OF USHUL FIQH AS A LEGAL BASIS FOR SOLVING SHARIA-BASED ECONOMIC PROBLEMS Choiriyah; Saprida; Dwi Noviani; Imamul Arifin; Mahmoud Saleh Mubarak Bin Humaid
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 25 No. 01 (2024): Profetika Jurnal Studi Islam 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v25i01.4127

Abstract

The purpose of this study is how models of the application of Usul Fiqh are used as a basic source for solving Sharia-based economic problems. Where Usul Fiqh has always been considered an essential discipline for Muslims, it lies in its position that it can easily understand modern economic laws that are not covered by other sciences. In addition, the science of Fiqh Ushul is considered to help understand and solve problems surrounding furu'iyah or fiqhiyyah that continue to develop from time to time and from various uncertain situations and conditions. The method used in this study is qualitative, with a normative approach and analytical content. The primary source of this research is text documents related to this theme. The results of the study concluded that Ushul Fiqh is considered to be a solution to legitimize and provide support for the law regarding every economic activity in every field of the transaction (muamalah), as long as it adheres to the basic principles of law, namely not violating the text and maqhasid al-Sharia.
PRODUKSI SENI PATUNG DALAM DUNIA BISNIS PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Imamul Arifin; Fika Firdha Fara; Lailatul Yulia Wati
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16805

Abstract

Jual beli barang merupakan transaksi paling kuat dalam dunia bisnis bahkan secara umum adalah bagian terpenting dalam aktivitas usaha. Sesungguhnya diantara bentuk jual beli ada juga yang di haramkan ada juga yang dipersilahkan hukumnya. Oleh sebab itu, menjadi satu kewajiban bagi seorang usahawan muslim untuk mengenal hal-hal yang menentukan sahnya jual beli tersebut, dan mengenal mana yang halal dan mana yang haram dari kegiatan itu sehingga ia betul-betul mengerti persoalan tentang akad jual beli. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana pelaksanaan jual beli patung dan berfokus pada tinjauan hokum pembuatan patung dalam syari’at Islam. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan yaitu mengamati secara langsung praktik jual-beli patung yang dilakukan oleh pengrajin patung, seniman, dan konsumen. Tujuan lainnya juga untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan jual-beli patung, kemudian di analisis tentang bagaimana peran hokum agama dalam menjamin kegunaan para pihak yang berkecimpung dalam industri pahat patung tersebut. Pada dasarnya, setiap patung itu adalah gambar, tetapi tidak semua gambar adalah patung. Dari yang telah kita telusuri, menurut para ulama yaitu sepakat bahwa hukum membuat patung baik berbentuk manusia maupun hewan itu haram. Mereka juga sepakat tentang keharaman memperoleh dan memajangnya. Selain itu juga diharamkan menjual belikan serta memakan hasil penjualannya. Menurut etika bisnis Islam, bahkan patung juga menjadi pengecualian karena dapat disebut komoditi bisnis yang dijual adalah barang yang tidak suci dan halal, atau haram, setara babi, anjing, minuman keras, ekstasi, dan lain sebagainya.
Muslim Women-Led Agriculture: Strengthen Families and Climate for SDGs in East Java, Indonesia Dianidza Arodha; Maya Panorama; Moh. Syawaludin; Bahrina Almas; Imamul Arifin; Hilmy Baihaqy Yussof
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 26 No. 03 (2025): Profetika Jurnal Studi Islam 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v26i03.12529

Abstract

Objective: This study analyzes the contribution of Muslim women-led agriculture in Bondowoso Regency to the reduction of household carbon emissions as well as the strengthening of ecological and economic resilience based on tengka values, supporting local SDGs targets. This study also formulates a synergy model for households, Islamic boarding schools, and village governments as a form of women's empowerment aligned with global SDGs objectives. Theoretical framework: This research is based on the integration of sustainable agriculture, women's empowerment, and Islamic ecology based on local wisdom. Tengka values serve as a framework for cultural empowerment that connects low-carbon practices with women's social agency. Literature review: Literature review shows that studies on low-carbon agriculture, women's leadership, and the role of local values are still rarely integrated simultaneously. This research fills this gap through an integrated cultural and institutional approach. Methods: This study uses a qualitative approach with a case study design in Karanganyar Village, East Java. Data was obtained through interviews, observations, and document analysis. Results: The results showed that the production of local bhug-bhug feed from kitchen waste resulted in lower carbon emissions than industrial feed. This practice is able to reduce feed costs by up to 80% and strengthen household economic resilience. Implications: These findings confirm that climate change mitigation can be achieved through gender-equitable and culturally sensitive household farming practices. The synergy model of households–pesantren–village governments has the potential to become a reference for low-carbon village policies. Novelty: The novelty of this research lies in the formulation of a tengka-based women's empowerment model that integrates low-carbon agricultural practices and local institutional synergy. This study places local wisdom and religious institutions as the foundation of sustainable ecological transformation (sdgs).