Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kepribadian Narapidana dalam Tinjauan Model Big Five Personality Tania Mayendry; Ahmad Hidayat; Juliarni Siregar
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2019): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v4i2.816

Abstract

The purpose of this study was to describe the personality of prisoners in Bangkinang’s prison. The personality trait was assessed by Indonesian Big Five Inventory (BFI) that has been adapted by Ramdhani (2012) which consists of 44 items. Descriptive statistical analysis was used in this research. The result of this study shows that the highest mean score of personality trait is agreeableness (3.83) while neuroticsm has the lowest mean score (2.98). Based on the age range, all of the age range of the prisoner indicates that the most common trait is agreeableness (mean score 3.82 for 20-40 years old and 3.86 for 40-65 years old) while the lowest neuroticsm (mean score 3.00 for 20-40 years old and 2.98 for 40-65 years old). Analysis based on the type of offences shosw that the drugs and crime prisoners have agreeableness as the most trait (mean score 3.90 and 3.68) while the neuroticsm is the lowest (mean score 2.90 and 3.15).
Pendampingan Sekolah Inklusi Sekolah Menengah Pertama (SMP) YLPI Pekanbaru Juliarni Siregar; Yulia Herawaty; Dita Fisdian Adni; Annisa Salsabila
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8493

Abstract

Sejak tahun 2017, SMP YLPI telah ditetapkan sebagai sekolah inklusi berdasarkan Surat Keputusan Walikota Pekanbaru, namun SMP YLPI tidak mendapatkan pendampingan khusus dari pihak manapun dalam manajemen dan pelaksanaan sekolah inklusi di tingkat sekolah menengah. Hal ini menyebabkan munculnya berbagai kendala dan keterbatasan yang dihadapi dalam memberikan layanan Pendidikan, khususnya untuk Anak Berkebutuhan khusus (ABK). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan mengenai bagaimana melaksanakan pendidikan inklusi, ciri-ciri / karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, dan keterampilan melakukan deteksi dini masalah emosi dan tingkah laku serta penyusunan Program Pendidikan Individual (PPI). Oleh karena itu, kepada SMP YLPI diberikan pendampingan tahap pertama dengan memberikan 4 program yaitu 1) psikoedukasi mengenai bagaimana pelaksanaan sekolah inklusi, 2) psikoedukasi mengenal anak berkebutuhan khusus, 3) pelatihan keterampilan deteksi dini peserta didik berkebutuhan khusus dengan menggunakan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ), 4) pelatihan menyusun Program Pendidikan Individu (PPI) untuk peserta didik berkebutuhan khusus. Adapun hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan mengenai pendidikan inklusi dan peserta didik berkebutuhan khusus sebesar 58,18 poin dan 41,875 poin (selisih pretest dan posttest) untuk materi deteksi dini masalah emosi dan tingkah laku. Adapun hasil kegiatan keempat adalah bahwa semua peserta telah mampu menyusun PPI dengan baik. Meskipun hasil pengabdian ini menunjukkan hasil yang baik, namun perlu dilakukan pengabdian lanjutan untuk pendampingan implementasi semua pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh melalui pendirian Pusat Layanan Disabilitas sehingga semua program yang dilaksanakan dapat dijamin keberlanjutannya.