Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pendampingan Sekolah Inklusi Sekolah Menengah Pertama (SMP) YLPI Pekanbaru Juliarni Siregar; Yulia Herawaty; Dita Fisdian Adni; Annisa Salsabila
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8493

Abstract

Sejak tahun 2017, SMP YLPI telah ditetapkan sebagai sekolah inklusi berdasarkan Surat Keputusan Walikota Pekanbaru, namun SMP YLPI tidak mendapatkan pendampingan khusus dari pihak manapun dalam manajemen dan pelaksanaan sekolah inklusi di tingkat sekolah menengah. Hal ini menyebabkan munculnya berbagai kendala dan keterbatasan yang dihadapi dalam memberikan layanan Pendidikan, khususnya untuk Anak Berkebutuhan khusus (ABK). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan mengenai bagaimana melaksanakan pendidikan inklusi, ciri-ciri / karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, dan keterampilan melakukan deteksi dini masalah emosi dan tingkah laku serta penyusunan Program Pendidikan Individual (PPI). Oleh karena itu, kepada SMP YLPI diberikan pendampingan tahap pertama dengan memberikan 4 program yaitu 1) psikoedukasi mengenai bagaimana pelaksanaan sekolah inklusi, 2) psikoedukasi mengenal anak berkebutuhan khusus, 3) pelatihan keterampilan deteksi dini peserta didik berkebutuhan khusus dengan menggunakan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ), 4) pelatihan menyusun Program Pendidikan Individu (PPI) untuk peserta didik berkebutuhan khusus. Adapun hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan mengenai pendidikan inklusi dan peserta didik berkebutuhan khusus sebesar 58,18 poin dan 41,875 poin (selisih pretest dan posttest) untuk materi deteksi dini masalah emosi dan tingkah laku. Adapun hasil kegiatan keempat adalah bahwa semua peserta telah mampu menyusun PPI dengan baik. Meskipun hasil pengabdian ini menunjukkan hasil yang baik, namun perlu dilakukan pengabdian lanjutan untuk pendampingan implementasi semua pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh melalui pendirian Pusat Layanan Disabilitas sehingga semua program yang dilaksanakan dapat dijamin keberlanjutannya.
Pretend Play as a Key to Enhancing Sexuality Knowledge in Children with Mild Intellectual Disability Alucyana Alucyana; Ikhwanisifa Ikhwanisifa; Juliarni Siregar; Sisra Zeni; Restu Nabila
Ta'dib Vol 28 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v28i1.14920

Abstract

This study aims to analyze the effect of the pretend play method on sexuality knowledge in children with mild intellectual disabilities, while controlling for age, concentration, and verbal ability in special needs schools. This quantitative research uses an experimental approach with a pretest-posttest control group design. A total of 60 children, aged 11ÔÇô14 years, with mild intellectual disabilities were selected through stratified random sampling and assigned to either the experimental group or the control group, each consisting of 30 participants. Data collection was conducted using modules and tests. The results revealed that the pretend play method significantly improved sexuality knowledge in children with mild intellectual disability, with an F value for the pretend play variable of 540.1 and a significance level of p=0.00 (p<0.01). Additionally, age, concentration, and verbal ability were positively correlated with sexuality knowledge, confirming their importance as covariates. These findings suggest that the pretend play method can serve as an effective educational strategy for enhancing sexuality knowledge among children with mild intellectual disability, highlighting the importance of integrating structured play-based learning into special education curricula to support their cognitive and social development.┬á