Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Internet of things and fuzzy logic for smart street lighting prototypes Mindit Eriyadi; Ade Gafar Abdullah; Hasbullah Hasbullah; Sandy Bhawana Mulia
IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Vol 10, No 3: September 2021
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijai.v10.i3.pp528-535

Abstract

Internet of things (IoT) and fuzzy logic are very useful in increasing the efficiency and effectiveness of a system; this study applies both to the street lighting systems. The prototype of a street lighting control and monitoring system has been completed. The status of lights that are on or off and the value of the light intensity can be monitored by using IoT. The intensity of the light is fuzzy controlled by utilizing the presence of vehicles and pedestrians around the lights. The prototype is made with a scale against real conditions. Data is processed and transmitted using a microcontroller and Wi-Fi on the IoT module. Mobile applications have been used on smartphone interfaces to monitor and control lamps wherever they are connected to the Internet. Changes in the status of lights to turn on or off are done by the relay module. The fuzzy light intensity control system uses sensors and microcontrollers by utilizing the presence of vehicles and pedestrians around the lights. Performance evaluation has been carried out on a miniature street lighting with the results of monitoring and control following its function. An analysis of the resulting energy savings has been demonstrated.
PELATIHAN MANAJEMEN BENGKEL/LABORATORIUM BAGI GURU MATA PELAJARAN PRAKTIK DI SMK WILAYAH KABUPATEN PANDEGLANG Iik Nurulpaik; Hasbullah Hasbullah; Wawan Purmana; Neris Peri Ardiansyah
Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi Terapan Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.624 KB) | DOI: 10.33197/jitter.vol7.iss1.2020.497

Abstract

The function of the workshop/laboratory management in Vocational High Schools has not been fully utilized, it is only limited to the use of student practicum places and has not been widely used by managers in improving the quality of workshops/laboratories in schools. The management of workshop/laboratory facilities is very important in improving the quality of teachers and students in meeting the quality of learning and the results of the quality of learning in order to improve the quality of graduates. Vocational High Schools are basically not only intended to understand theoretical mastery but must also have theoretical and practical competence in meeting performance criteria. Thus the teacher has a very important role in mastering and managing the workshop. Workshop / Laboratory Management Training for Practical Subject Teachers at SMK Pandeglang Regency is carried out to improve teacher management in managing workshop/laboratory facilities at SMK.
Development of Technoprenuer Education and Training Model through Internet of Things (IoT) Based Smart Transportation System Application for UPI Students Muhammad Adli Rizqulloh; Hasbullah Hasbullah; Bachtiar Hasan; Neris Peri Ardiansyah
REKA ELKOMIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2022): REKA ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaelkomika.v3i3.169-176

Abstract

Technology-based entrepreneurial (Technoprenuer) trainings aim at increasing the interest of students and university graduates to become Technoprenuer actors as part of reducing the number of educated unemployment rate. On the other hand, based on the continuously development of transportation technology, smart transportation utilizing the Internet of Things (IoT) is expected to help many parties in the field of supervision and enforcementas as well as the community as it can improve safety and reduce the level of accidents on the road. Therefore, this training provided material on technoprenership and IoT implementation to gain those two benefits. The training was held for 2 weeks, 2 days of which were synchronous and the rest were asynchronous. The trainees consisted of 15 UPI students and they were expected to be able to build prototypes in the end of the training. As the result, 60% of the participants were able to realize their business ideas until the prototype stage.
Solutions to Preventing Mistake in Building Electrical Installation and Maintenance In Urban Area Based on Skills Training Jaja Kustija; Alif Ulfa Afifah; Hasbullah Hasbullah; Irgi Surya
REKA ELKOMIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): REKA ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaelkomika.v4i2.100-107

Abstract

Electricity plays an important role in the functionality of a building. To ensure the required electrical competencies are met, it is essential to provide appropriate training. Therefore, this community service program based on the needs of the assisted village aimed at providing training to potential dropout youths, equipping them with skills in operating and maintaining building electrical installations, enhancing awareness regarding the importance of proper and correct electrical installations, and fostering energy-independent village. The training included several stages namely preliminary study, planning, implementation, mentoring, monitoring and evaluation. The results of the activity showed that the participants of the training obtained operational as well as building electrical system maintenance skills. These acquired competencies led to the improved standard of living, increased welfare, and the prevention of hazards resulting from errors in electrical installation and maintenance within the village of Giri Mekar. The outcome of this community service activity was that in the assisted village a number of skilled installer cadres had emerged, possessing skills in the operation and maintenance of building electrical installation systems.
Implementasi life skill bagi remaja putus sekolah dalam bidang teknologi informasi berbasis kewirausahaan di Pangalengan Kabupaten Bandung Hasbullah Hasbullah
Jurnal Abmas Vol. 9 No. 1 (2009): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v9i1.102

Abstract

Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah garapan pengabdian kepada masyarakat yang dapat dijadikan peluang untuk berwirausaha salah satunya adalah usaha di bidang Teknologi Informasi seperti internet. Dari kegiatan pelatihan ini peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan khususnya dalam bidang Teknologi Informasi dengan memanfaatkan semaksimal mungkin Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di daerah tersebut untuk meningkatkan taraf hidup dan menambah pendapatan (income) keluarga. Pelaksanaan kegiatan pelatihan life skill di bidang Teknologi Informasi berbasis kewirausahaan yang dilaksanakan pada tanggal 29-31 Oktober 2008 di Pangalengan Kabupaten Bandung diikuti oleh 40 peserta yang merupakan remaja dan pemuda putus sekolah dari berbagai latar belakang keluarga yang berbeda. Pelatihan ini berisi materi tentang konfigurasi komputer, jaringan komputer, komponen-komponen ICT, teknik jaringan, dan pemanfaatan internet dan wirausaha internet. Dengan kegiatan pelatihan ini diharapkan memberikan pengetahuan yang lebih luas bagi para pemuda tentang teknologi informasi dan memberikan motivasi bagi mereka untuk membuka lapangan usaha di bidang komputer yang dapat menambah pendapatan bagi keluarga. Di samping itu kegiatan ini diharapkan memiliki kontribusi yang besar bagi pembangunan ekonomi masyarakat terutama bagi daerah tertinggal untuk lebih meningkatkan taraf kehidupan dan pendapatan bagi keluarga sehingga mampu menopang ekonomi keluarga yang kurang mampu.
Pelatihan keterampilan pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik rumah tinggal bagi pemuda dan karang taruna di Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Jaja Kustija; Elih Mulyana; Bambang Trisno; Hasbullah Hasbullah
Jurnal Abmas Vol. 16 No. 1 (2016): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v16i1.38706

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengembangkan model pelatihan tentang pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik rumah tinggal bagi pemuda dan karang taruna di desa Sukajaya Kabupaten Bandung. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatori dengan pendekatan Demand Responsive Approach. Model pelatihan yang dikembangkan didasarkan kepada kebutuhan dan potensi masyarakat dan desa setempat dalam konteks pembangunan dan keberlanjutan, sehingga diharapkan hasil dari kegiatan pelatihan ini dapat memberikan peluang kerja bagi pemuda dalam upaya mengurangi pengangguran meningkatkan taraf hidup masyarakat. Model pelatihan keterampilan yang dikembangkan meliputi: (1) tahap perencanaan (need assessment), (2) tahap pelaksanaan pelatihan, (3) tahap pendampingan dan (4) monitoring dan evaluasi. Hasil dari pengembangan model pelatihan instalasi listrik ini adalah terbukanya peluang usaha bagi pemuda dalam bidang instalasi listrik sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan serta terwujudnya model desa binaan yang didukung oleh aparat pemerintahan desa dengan berbasis kemitraan dengan tim PKM UPI. Kegiatan PKM desa binaan berbasis kemitraan ini diikuti oleh sekitar 35 orang pemuda dan karang taruna yang merupakan perwakilan tiap rukun warga untuk diberikan pelatihan dan pendampingan dalam pemasangan dan pemeliharaan listrik rumah tinggal. Kader-kader instalatur ini diberikan pelatihan secara intensif agar mereka benar-benar menguasai berbagai hal tentang permasalahan instalasi listrik. Luaran yang dihasilkan dari PKM kewirausahaan ini adalah munculnya sejumlah kader instalatur desa mandiri dari kalangan pemuda dan karang taruna yang menguasai keterampilan tentang pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik rumah tinggal. Keterampilan tentang instalasi listrik ini juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan membuka peluang usaha bagi dirinya maupun orang lain. Luaran lain dari kegiatan PKM Desa Binaan ini adalah terbitnya artikel atau publikasi ilmiah pada jurnal nasional/internasional yang terakreditasi.
Pelatihan keterampilan operasional dan perawatan sistem kelistrikan bangunan gedung bagi pemuda putus sekolah di Desa Girimekar Kabupaten Bandung Jaja Kustija; Hasbullah Hasbullah; Elih Mulyana
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36851

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat berbasis desa binaan ini adalah untuk memberikan pelatihan bagi pemuda putus sekolah dalam menguasai keterampilan dalam bidang operasional dan pemeliharaan instalasi listrik bangunan gedung yang dilaksanakan dengan menggunakan metode partisipatori dengan pendekatan demand responsive approach. Model pelatihan yang dikembangkan didasarkan kepada kebutuhan dan potensi masyarakat dan desa setempat dalam konteks pembangunan dan keberlanjutan, sehingga diharapkan hasil dari kegiatan pelatihan ini dapat memberikan peluang kerja bagi pemuda dalam upaya mengurangi pengangguran meningkatkan taraf hidup masyarakat. Model pelatihan keterampilan yang dikembangkan meliputi: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan pelatihan, (3) tahap pendampingan dan (4) monitoring dan evaluasi. Hasil dari pengembang model pelatihan instalasi listrik ini adalah terbukanya peluang usaha bagi pemuda dalam bidang operasional dan pemeliharaan instalasi listrik sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan serta terwujudnya model desa binaan yang didukung oleh pemerintahan desa setempat yang berbasis kemitraan dengan tim PKM UPI. Kegiatan PKM desa binaan berbasis kemitraan ini diikuti oleh sekitar 25 orang pemuda yang ada di wilayah Desa Girimekar. Luaran yang dihasilkan dari PKM Desa Binaan ini adalah munculnya sejumlah kader instalatur desa mandiri dari kalangan pemuda yang memiliki keterampilan tentang operasional dan perawatan sistem instalasi listrik bangunan serta adanya publikasi pada jurnal nasional/internasional terindeks.