Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Kualitas Blended Learning Menggunakan Rubric Quality Matters (studi Kasus – Telkom-pjj) Merlina Dewi Setyarini; Sri Widowati; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam dunia pendidikan dikenal adanya sistem pembelajaran yang senantiasa berkembang. Salah satu sistem pembelajaran yang banyak digunakan dalam institusi pendidikan sekarang ini adalah sistem blended learning. Blended learning adalah suatu kerangka kerja praktis yang dapat digunakan untuk merangkum berbagai pendekatan yang efektif untuk belajar dan mengajar. Yang mendorong penggunaan teknologi kontemporer untuk meningkatkan pembelajaran, dan pengembangan pendekatan fleksibel untuk desain pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan siswa [1]. Telkom PJJ merupakan salah satu instansi pendidikan yang telah menggunakan sistem blended learning dalam metode pembelajarannya, menggunakan face to face dan e-learning [2]. Seiring dengan perkembangan sistem pembelajaran yang diterapkan pada institusi pendidikan maka diperlukan suatu pengukuran untuk mengetahui apakah sistem pembelajaran tersebut efektif untuk diterapkan atau tidak dalam institusi pendidikan tersebut, khususnya pada segi kualitas. Untuk melakukan pengukuran kualitas blended learning yang sedang diterapkan dalam suatu institusi pendidikan penulis mengimplementasikan metode pengukuran kualitas Rubric Quality Matters (RQM) yang relevan dengan standar - standar yang ada dalam sistem pembelajaran blended learning. Untuk memudahkan dalam proses pengukuran kualitas sistem pembelajaran blended learning yang diterapkan, penulis mengimplementasikan Rubric Quality Matters (RQM) ke dalam bentuk sebuah website. Kata kunci: Blended Learning, E-Learning, Face to Face, Rubric Quality Matters(RQM).
Analisis Kualitas Blended Learning Menggunakan Framework Sloan Consortium Pillars Quality (studi Kasus : Telkom Pjj) Heru Sudarsono; Sri Widowati; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan kualitas pada metode pembelajaran pada sebuah institusi pendidikan dilakukan untuk mengetahui tingkat kualitas dari pembelajar, yang nantinya dapat meningkatkan daya saing agar mencapai tujuan yang ditentukan oleh institusi pendidikan. Begitu pula metode pembelajaran pada Telkom PJJ. Telkom PJJ telah mengusung metode pembelajaran berbasis face to face dan e- learning [1]. Beberapa model proses untuk mengukur kualitas blended learning memang dapat dilakukan oleh beberapa model. Permasalahanya, beberapa model dan standar untuk mengukur kualitas blended learning dirasa kurang cukup memadai dalam merepresentasikan karena menggunakan cara yang manual. Penggunaan cara manual tentunya akan memerlukan waktu yang tidak sebentar karena harus melewati beberapa tahap proses pengukuran. Oleh karena itu pada tugas akhir ini, penulis ingin mengimplementasikan salah satu model untuk pengukuran blended learning yaitu Framework Sloan Consortium Pillars pada Telkom PJJ dengan website sehingga institusi pendidikan dapat mengetahui kualitas blended learning yang mereka terapkan menurut Framework Sloan Consortium Pillars dengan lebih mudah dan cepat. Kata kunci: Telkom PJJ, Blended learning, E-learning, Face to Face Learning, Framework Sloan Consortium Pillars, Website.
Evaluasi Website Akademik Menggunakan Iso/Iec 9126 Martiana Rochmani; Eko Darwiyanto; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan website untuk mendukung aktivitas akademik dalam dunia pendidikan terus berkembang sehingga website yang berkualitas pun diperlukan. Namun, standar evaluasi kualitas website masih terbatas. ISO 9126 adalah standar evaluasi yang telah diakui secara internasional dalam mengevaluasi sebuah perangkat lunak dari sisi software engineering. Model ini dipandang sebagai standar yang pengukurannya cukup valid, reliable dan efisien dalam mengukur kualitas dari sebuah perangkat lunak. Website akademik dalam penerapannya menggunakan perangkat lunak berupa website yang dapat diakses secara online baik oleh dosen maupun mahasiswa. Pada tugas ini dilakukan evaluasi kualitas website akademik menggunakan ISO/IEC 9126 pada website akademik Universitas Telkom. Evaluasi dilakukan untuk memastikan apakah website tersebut memenuhi harapan dan tujuan pengguna. Pengguna yang dimaksud dalam hal ini adalah mahasiswa. Karakteristik ISO/IEC 9126 mampu memberikan tolak ukur yang baik dalam mengevaluasi website akademik Universitas Telkom. Evaluasi difokuskan pada karakteristik functionality, reliability, usability dan efficiency. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh tiga karakteristik yang perlu untuk ditingkatkan yaitu reliability, usability dan functionality. Karakteristik efficiency ditemukan tidak valid sehingga tidak diikutkan dalam analisis dan rekomendasi dalam perbaikan selanjutnya. Kata Kunci— evaluasi, website akademik, ISO/IEC 9126, quality model, kano model, q-score
Audit Keamanan Sistem Informasi Akademik Sekolah Tinggi Farmasi Bandung Berbasis Risiko Dengan Menggunakan Standar Iso 27001 Muhammad Ikhsan; eko Darwiyanto; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tugas akhir ini akan dilakukan audit berbasis risiko dengan menggunakan standar ISO 27001di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung (STFB). ISO 27001 adalah standar yang biasa digunakan untuk mengaudit keamanan sistem informasi sebuah perusahaan dan digunakan untuk menghasilkan dokumen (temuan dan rekomendasi) yang merupakan hasil dari audit keamanan sistem informasi perusahaan tersebut. Selain itu hasil audit juga akanmenggambarkan tingkat kematangan (Maturity Level) , tingkat kelengkapan penerapan SNI ISO/IEC 27001:2009 dan peta area tata kelola keamanan sistem informasi di Sekolah Tinggi Farmasi Bandung (STFB) dengan menggunakan Capability Maturity Model for Integration (CMMI).Berdasarkan hasil analisis risikodalam penelitian ini, ditentukan 16 kontrol objektif dan 57 kontrol keamanan yang tersebar dalam 4 klausal ISO 27001.Dari hasil audit dapat disimpulkan bahwa nilai tingkat kematangan tata kelola keamanan sistem informasi STFB adalah 2,5 yang berarti tingkat keamanan masih berada pada level 2 planned and tracked (sudah direncanakan dan dilacak secara aktif) namun telah mendekati level 3 well defined (telah didefinisikan dengan baik) Kata kunci :SMKI, Teknologi informasi, ISO 27001, Risiko, CMMI, Maturity Level
Implementasi Sistem Informasi Pelaporan Pemberantasan Narkoba dan Pengujiannya menggunakan Standard ISO 9126-4 (Studi Kasus BNNK Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi) M. Dhio Rizky Putra; Eko Darwiyanto; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penerapan Sistem Informasi sangat diperlukan untuk membantu melakukan pengelolaan laporan yang masuk pada BNNK Tanjab Timur, karena proses yang terjadi pada BNNK Tanjung Jabung Timur masih dilakukan secara manual. Sistem Informasi ini diterapkan agar mempermudah masyarakat untuk dapat berinteraksi langsung dengan pihak BNNK Tanjab Timur dengan aman serta data yang masuk dapat langsung dikelola secara komputerisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji Sistem Informasi yang diterapkan untuk dapat diketahui dari segi Kualitas Penggunaannya, apakah dapat digunakan secara efektif dan efisien oleh Pihak BNNK dan Masyarakat Tanjab Timur. ISO 9126-4 Metrik Kualitas Penggunaan digunakan untuk mengukur sejauh mana Sistem Informasi ini memenuhi kebutuhan yang ditentukan pengguna untuk mencapai tujuan tertentu. Didalam Standard ISO 9126-4 ini terdapat Faktor Efektivitas, Keamanan, Produktivitas, dan Kepuasan yang digunakan untuk mengukur dari segi kualitas penggunaannya seperti seberapa efektif, aman, produktif dan puas user dalam menggunakan Sistem Informasi Pelaporan Pemberantasan Narkoba. Penelitian ini dilakukan pada BNNK Tanjab Timur Provinsi Jambi dan diperoleh hasil bahwa Faktor Efektivitas dan Keamanan berada pada Level Medium. Sedangkan dari segi Faktor Produktivitas dan Kepuasan didapati berada pada Level High. Untuk Hasil Akhir yang didapati dari keseluruhan 4 Faktor berdasarkan ISO 9126-4 didapati pada level Kualitas Penggunaan High atau Baik. Kata kunci : Sistem Informasi, ISO 9126-4, Metriks, Efektivitas, Keamanan, Produktivitas, Kepuasan. Abstract The application of the Information System is very necessary to help manage the reports that enter the National Tanjab BNNK, because the process that occurs at the Tanjung Jabung Timur BNNK is still done manually. This Information System is implemented to make it easier for the public to interact directly with the East Tanjab BNNK safely and the incoming data can be directly computerized. This study aims to test the Information System that is applied to be known in terms of its Quality of Use, whether it can be used effectively and efficiently by the National Narcotics Agency and East Tanjab Community. ISO 9126-4 Usage Quality Metrics are used to measure the extent to which this Information System meets user-defined needs to achieve certain goals. In this ISO 9126-4 Standard there are Factors of Effectiveness, Security, Productivity and Satisfaction that are used to measure in terms of the quality of their use such as how effective, safe, productive and satisfied the user is in using the Information System for Narcotics Eradication Reporting. This research was conducted at BNNK Tanjab Timur Jambi Province and obtained results that the Effectiveness and Security Factors were at Medium Level. Whereas in terms of Productivity Factors and Satisfaction found to be at the High Level. For the final results found from all 4 factors based on ISO 9126-4, it is found at the level of high or good quality of use. Keywords: Information Systems, ISO 9126-4, Metrics, Effectiveness, Safety, Productivity, Satisfaction
Analisis Kualitas Sistem Presensi Pada Igracias Universitas Telkom Menggunakan Standar Iso 9126 Dandles Banjarnahor; Eko Darwiyanto; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mengetahui kualitas sebuah perangkat lunak merupakan elemen penting dalam proses penjaminan kualitas. Standar evaluasi kualitas perangkat lunak saat ini masih terbatas. ISO/IEC 9126 adalah adalah model standar internasional yang diterbitkan oleh ISO untuk evaluasi kualitas perangkat lunak. Model ini mempunyai standar pengukuran yang valid, reliabel, dan efisien dalam mengukur kualitas perangkat lunak. Sistem presensi i-Gracias adalah sistem yang digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan presensi pada kegiatan perkuliahan. Pada penelitian ini dilakukan analisis kualitas sistem presensi pada i-Gracias Universitas Telkom untuk mengetahui kualitasnya dan untuk menentukan bagian mana yang layak dijadikan rekomendasi usulan perbaikan untuk sistem yang lebih baik. Sudut pandang penelitian berfokus kepada kepuasan pengguna dalam menggunakan sistem. Karakteristik yang digunakan dalam pengujian adalah functionality, reliability, usability, dan efficiency. Berdasarkan analisis yang dilakukan didapatkan bahwa karakteristik functionality, reliability, usability, dan efficiency berada pada level baik. Secara keseluruhan sistem presensi i-Gracias menurut pengguna berada pada level memuaskan. Sedangkan untuk rekomendasi perbaikan dilakukan kepada dua item dengan persentase paling rendah. Kata Kunci : perangkat lunak, analisis, kualitas, ISO 1926. Abstract Knowing the quality of asoftware is an important element in the process of quality guarantee. Software quality evaluation standards are currently limited. ISO / IEC 9126 is an international standard model published by ISO for software quality evaluation. This model has a valid measurement standard, reliable, and efficient in measuring software quality. Presence system i-Gracias is a system used by students to conduct presensi on lectures activities. In this research, the quality of attendance system at i-Gracias University of Telkom is done to know the quality and to determine which parts should be recommended for improvement recommendation for better system. The research viewpoint focuses on user satisfaction in using the system. Characteristics used in testing are functionality, reliability, usability, and efficiency. Based on the analysis, it was found that three characteristics entered in the category good and one other characteristic got the category good enough. As for the recommendation of improvement made to two items that fall into the category of less good so it needs improvement. Keywords: software, analysis, quality, ISO 1926.
Implementasi Alat Pengukuran Kualitas Blended Learning Menggunakan Chart For Blended Learning Mikoreza Fakhrurozi; Sri Widowati; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran kualitas dalam sebuah pembelajaran pada sebuah institusi dapat mengetahui seberapa bagus kualitas dari metode yang diambil dalam pembelajaran tersebut, yang dimana dapat meningkatkan daya saing untuk bisa mencapai tujuan dari sebuah institusi. Dengan demikian tugas akhir ini dibuat untuk mengimplementasikan model salah satu untuk pengukuran blended learning dengan menggunakan chart for blended learning dalam bentuk website sehingga institusi tersebut dapat mengetahui kualitas blended learning yang mereka terapkan. Kata Kunci : Blended Learning, Chart for blended learning, E-Learning, Website
Perancangan User Interface Pada Aplikasi Konsultasi Dan Edukasi Hiv/aids Bagi Remaja Penyandang Tunanetra Dengan Interaksi Multimodal Menggunakan Metode User Centered Design Muhammad Reza Rahmawan; Herdiani Anisa; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi
eProceedings of Engineering Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perhatian terhadap angka kematian yang semakin meningkat membuat dunia khawatir tentang penyebaran HIV/AIDS. Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan pada awal tahun 2019 ditemukan kasus baru bahwa yang terinfeksi HIV adalah penyandang tunanetra. Oleh karena itu, sejak usia remaja sangat penting dibekali suatu edukasi untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya HIV/AIDS serta layanan konsultasi yang bertujuan meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan terhadap masalah yang berkaitan dengan HIV & AIDS. Pada zaman modern seperti saat ini, tunanetra sudah terbiasa mengoperasikan aplikasi berbasis mobile dengan bantuan pembaca layar untuk menunjang kegiatan mereka. Namun pada umumnya aplikasi edukasi tentang HIV/AIDS tidak dapat digunakan oleh penyandang tunanetra karena lebih banyak dirancang dengan desain yang universal dan fitur interaktif yang kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan pertimbangan khusus dalam merancang userinterface sebagai media edukasi dan konsultasi HIV/AIDS bagi penyandang tunanetra untuk memastikan kesesuaian dan aksesibilitas bagi mereka. Pada tugas akhir ini, perancangan user interface menggunakan metode User Centered Design yang berfokus pada kebutuhan serta karakteristik pengguna, kemudian dilakukan evaluasi usability sebanyak 2 tahap menggunakan metode Heuristic Evaluation. Perbaikan yang dilakukan pada evaluasi tahap 1 berpengaruh pada menurunnya temuan masalah serta nilai rata-rata severity ratings menjadi 0, dimana angka tersebut menunjukkan tidak adanya masalah usability yang ditemukan. Sehingga rancangan user interface yang telah dihasilkan dapat digunakan dengan mudah oleh remaja penyandang tunanetra karena telah memenuhi seluruh heuristic guidelines untuk accessibleapp. Kata kunci : HIV/AIDS, tunanetra, user interface, user centered design, heuristic evaluation Abstract Attention to increasing mortality rates makes the world worry about the spread of HIV / AIDS. Data from the Health Office shows that in early 2019 new cases were discovered that those infected with HIV were people with visual impairment or blind. Therefore, since adolescence it is very important to provide education to increase awareness of the dangers of HIV / AIDS and consultation services aimed at increasing the ability to make decisions about issues related to HIV & AIDS. At this time, visual impairment or blind people are accustomed to operating mobile-based applications with the help of screen readers to support their activities. But mostly, not all educational applications about HIV/AIDS can be used by visual impairment or blind people because they are build with more universal designs and complex interactive features. Therefore, special considerations are needed in designing the user interface as a media for HIV / AIDS education and consultation for blind people to ensure their suitability and accessibility. This study uses the User Centered Design method that focuses on the needs and characteristics of users, then usability evaluation was done in 2 stages by using the Heuristic Evaluation method. Improvements made in the evaluation phase 1 affect the decrease in problem findings and the average of severity ratings become 0, the number indicates that no usability problems were found. So that the results of the user interface design can be used easily by teenagers with visual impairments because it meets all the heuristic guidelines for accessible app. Keywords: HIV / AIDS, visual impairment, user interface, user centered design, heuristic evaluation
Realignment Matrix of Digital Campus Master Plan based on Digital Transformation Maturity Assessment Yanuar Firdaus Arie Wibowo; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi; Amarilis Putri Yanuarifiani; Widia Febriyani
IJISTECH (International Journal of Information System and Technology) Vol 6, No 6 (2023): April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/.v6i6.296

Abstract

The previous research that created a framework for evaluating the level of digital maturity and digital transformation in higher education is a valuable resource for universities when revising their Digital Campus Master Plan (DCMP). DCMP is an integral part of a university's life cycle and is derived from their Strategic Plan. The strategic planning within DCMP should be reviewed regularly and adapted to the latest changes in digital maturity and digital transformation within the university. A university's level of digital maturity is a measure of their readiness to incorporate digital technology and information technology into their campus. The goal of a digital transformation in universities is not only to implement technology but to also develop new strategies and methods of working that positively impact the university experience for students (digital journey). The digital transformation maturity assessment is crucial in helping universities align or restructure their DCMP or Information Technology Master Plan (ITMP). The outcome of this research is a matrix that will guide the digital transformation planning team in realigning or redeveloping the DCMP.
Realignment Matrix of Digital Campus Master Plan based on Digital Transformation Maturity Assessment Yanuar Firdaus Arie Wibowo; Dawam Dwi Jatmiko Suwawi; Amarilis Putri Yanuarifiani; Widia Febriyani
IJISTECH (International Journal of Information System and Technology) Vol 6, No 6 (2023): April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/.v6i6.296

Abstract

The previous research that created a framework for evaluating the level of digital maturity and digital transformation in higher education is a valuable resource for universities when revising their Digital Campus Master Plan (DCMP). DCMP is an integral part of a university's life cycle and is derived from their Strategic Plan. The strategic planning within DCMP should be reviewed regularly and adapted to the latest changes in digital maturity and digital transformation within the university. A university's level of digital maturity is a measure of their readiness to incorporate digital technology and information technology into their campus. The goal of a digital transformation in universities is not only to implement technology but to also develop new strategies and methods of working that positively impact the university experience for students (digital journey). The digital transformation maturity assessment is crucial in helping universities align or restructure their DCMP or Information Technology Master Plan (ITMP). The outcome of this research is a matrix that will guide the digital transformation planning team in realigning or redeveloping the DCMP.