Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN QRIS SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM Natsir, Khairina; Bangun, Nurainun; Attan, Michelle Britney; Landias, Joceline Sagita
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i3.26208

Abstract

ABSTRACT E-wallet has become the primary payment method for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) apart from cash. The convenience and ease of using e-wallets have made them a popular choice among the public. The Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), introduced by Bank Indonesia and the Indonesian Payment Systems Association on August 17, 2019, serves as a non-cash payment standard based on QR Codes. QRIS integrates non-cash payment systems across Indonesia, reducing the need for multiple QR Codes. Starting from January 1, 2020, services such as GoPay, OVO, and Bank Syariah Mandiri have implemented QRIS.This initiative focuses on MSMEs in RW 09, Kelapa Dua, Tangerang. Many MSMEs in this area, particularly small kiosks, have yet to adopt QRIS despite its potential to expedite transactions and record-keeping. The engagement involves conducting a training session on QRIS usage on May 6, 2023, in Kelurahan Kelapa Dua, Tangerang. A total of 25 participants are invited to learn about utilizing QRIS as a payment method and for business reporting. ABSTRAK E-wallet telah menjadi model pembayaran utama selain tunai bagi UMKM. Kemudahan dan kenyamanan menggunakan e-wallet menjadikannya pilihan masyarakat. QRIS, diperkenalkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia pada 17 Agustus 2019, adalah standar pembayaran nontunai berbasis QR Code. QRIS mengintegrasikan sistem pembayaran nontunai di Indonesia, mengurangi kebutuhan akan banyak QR Code. Sejak 1 Januari 2020, layanan seperti GoPay, OVO, dan Bank Syariah Mandiri menerapkan QRIS. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada UMKM di RW 09, Kelapa Dua, Tangerang. UMKM di daerah ini, terutama warung kecil, belum mengadopsi QRIS, meski bisa mempercepat transaksi dan pencatatan. Kegiatan pengabdian meliputi pelatihan penggunaan QRIS pada 6 Mei 2023 di Kelurahan Kelapa Dua, Tangerang. Ada 25 peserta yang diundang untuk belajar tentang penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran dan pelaporan usaha.
STRATEGI UMKM MENGHADAPI PERUBAHAN PERILAKU KONSUMEN DI ERA DIGITAL Natsir, Khairina; Bangun, Nurainun
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.31904

Abstract

To face the challenges of today's digital era, marketing strategies must be changed. Changes in consumer behavior are the main component that influences changes in marketing strategy. As today's customers access information more frequently via the internet and social media, organizations must change the way they understand customer preferences and desires. The aim of this community service activity is to increase public awareness about the phenomenon of changes in marketing strategies that occur in facing challenges in the digital era. The activity method is training. Due to changes in consumer behavior, industrial problems, and the pace of technological progress, it is hoped that this activity will help MSMEs create innovative and creative marketing strategies. In today's era of computers and the internet, managing change has become crucial to dealing with difficulties and taking advantage of opportunities. Business owners are also advised by team to use technology to help their management processes. By using innovative, data-driven marketing strategies, businesses can succeed in today's tight digital marketplace. Future business success depends not only on mastery of technology, but also on the ability to innovate, adapt and understand market dynamics. MSMEs must be able to manage change effectively and take advantage of new possibilities. Community service activities were carried out on March 30 2024 in Kelapa Dua Village, Tangerang, and the participating partners were MSMEs who work in the culinary, creative and fashion industries. Mitra has experienced a decline in customers since the pandemic due to customer preferences for shopping online, which is easier, cheaper and more efficient. ABSTRAK Untuk menghadapi tantangan di era digital saat ini, strategi pemasaran harus diubah. Perubahan dalam perilaku konsumen adalah komponen utama yang mempengaruhi perubahan strategi pemasaran. Karena pelanggan saat ini lebih sering mengakses informasi melalui internet dan media sosial, organisasi harus mengubah cara mereka memahami preferensi dan keinginan pelanggan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang fenomena perubahan strategi pemasaran yang terjadi dalam menghadapi tantangan di era digital. Metode kegiatan berbentuk pelatihan. Karena perubahan perilaku konsumen, masalah industri, dan laju kemajuan teknologi, kegiatan ini diharapkan akan membantu para pelaku UMKM menciptakan strategi pemasaran yang inovatif dan kreatif. Di era komputer dan internet saat ini, mengelola perubahan menjadi sangat penting untuk menangani kesulitan dan memanfaatkan peluang. Pemilik bisnis juga disarankan oleh tim pkm untuk menggunakan teknologi untuk membantu proses manajemen mereka. Dengan menggunakan strategi pemasaran inovatif dan berbasis data, bisnis dapat berhasil di pasar digital yang sangat ketat saat ini. Kesuksesan bisnis di masa depan tidak hanya bergantung pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan untuk berinovasi, beradaptasi, dan memahami dinamika pasar. UMKM harus dapat mengelola perubahan secara efektif dan memanfaatkan berbagai kemungkinan baru. Kegiatan pengabdian masyarakat terlaksana pada tanggal 30 Maret 2024 di Kelurahan Kelapa Dua, Tangerang, dan mitra peserta adalah pelaku UMKM yang bekerja di industri kuliner, kreatif, dan fashion. Mitra mengalami penurunan pelanggan sejak pandemi karena preferensi pelanggan untuk berbelanja secara online, yang lebih mudah, lebih murah, dan lebih efisien.
PERANCANGAN KONTEN VIDEO PROMOSI PRODUK UMKM MENGGUNAKAN APLIKASI BERBASIS AI Natsir, Khairina; Bangun, Nurainun; Alodia, Nadia; Rahmat, Burhan Irsali
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32337

Abstract

Creative content on smartphones includes various types of content such as vlogs, video tutorials, product reviews, unboxings, and more. Trends such as the use of smartphones for photography, videography and creative applications are also increasing people's interest in becoming content creators. Apart from that, much educational content is also provided via social media. Therefore, the aim of this community service activity is to provide training, introduce participants and hone their skills in creating and editing videos using smartphone-based applications. The application used in this training is CapCut. In this training, the community service team provided education on the use of CapCut to develop promotional videos. To implement this application, we will utilize technological advances in the social media category as a means of unlimited communication with training participants, in order to educate with presentations that are as interesting as possible, but easy to understand. Examples of implementation include creating promotional videos to introduce MSME products and can be disseminated via appropriate social media such as YouTube, WhatsApp, Instagram or TikTok. Mitra abdimas is an MSME business actor who lives in Kelapadua village, Tangerang. The problem faced by partners is that MSME players do not use videos much to promote their MSME business products. Through community service activities, basic concepts and simple ways to make videos, edit and disseminate them via social media are introduced using the available features. The capabilities obtained can encourage the development of more innovative MSME businesses. This training is carried out face to face or offline at partner locations. Community service activities were carried out at the end of March 2024 to coincide with the fasting month and were attended by around 15 participants. ABSTRAK Konten kreatif di smartphone mencakup berbagai jenis konten seperti vlog, video tutorial, review produk, unboxing, dan banyak lagi. Tren seperti penggunaan smartphone untuk fotografi, videografi, dan aplikasi kreatif juga meningkatkan minat masyarakat untuk menjadi pembuat konten. Selain itu, konten edukasi juga banyak diberikan melalui media sosial. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan abdimas ini adalah untuk memberikan pelatihan, memperkenalkan peserta dan mengasah kemampuan mereka dalam pembuatan dan pengeditan video menggunakan aplikasi berbasis smartphone. Aplikasi yang digunakan dalam pelatihan ini adalah CapCut. Pada pelatihan ini tim abdimas memberikan edukasi penggunaan CapCut untuk mengembangkan video promosi. Untuk mengimplementasikan aplikasi ini, kami akan memanfaatkan kemajuan teknologi pada kategori media sosial sebagai sarana komunikasi tanpa batas dengan peserta pelatihan, guna mendidik dengan penyajian yang semenarik mungkin, namun mudah dipahami. Contoh penerapannya antara lain membuat video promosi untuk memperkenalkan produk UMKM dan dapat disebarluaskan melalui media sosial yang sesuai seperti YouTube, WhatsApp, Instagram, atau TikTok. Mitra abdimas adalah pelaku usaha UMKM yang tinggal di desa Kelapadua, Tangerang. Permasalahan yang dihadapi para mitra adalah para pelaku UMKM tersebut belum banyak menggunakan video untuk mempromosikan produk-produk usaha UMKM tersebut. Melalui kegiatan abdimas diperkenalkan konsep dasar dan cara sederhana membuat video, mengedit dan menyebarluaskan melalui media sosial yang dimiliki dengan menggunakan fitur-fitur yang tersedia. Kemampuan yang diperoleh dapat mendorong pengembangan bisnis UMKM yang lebih inovatif. Pelatihan ini dilakukan secara tatap muka atau offline di lokasi mitra. Kegiatan abdimas sudah dilaksanakan pada akhir Maret 2024 bertepatan dengan bulan puasa yang diikuti oleh sekitar 15 peserta.
EDUKASI SERTIFIKASI HALAL PRODUK UMKM UNTUK MENDUKUNG KEBERLANJUTAN DALAM INDUSTRI PANGAN Bangun, Nurainun; Natsir, Khairina; Fenny, Tara Aurellia; Selvia
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32341

Abstract

The recent widespread presence of MSMEs is mainly due to the existence of good business opportunities in society, for example to provide daily needs, the temptation of businesses that are going viral and provide business opportunities, people's tastes are increasing and varied, affordable prices for the general public, consumers who become loyal customers, availability of raw materials that make it easier to build a business, and so on. However, MSME players often face problems in running their businesses, such as capital problems, lack of knowledge and ability of human resources to manage business capital, lack of knowledge about managing business finances, and weak knowledge about halal certification. The lack of socialization regarding halal certification for MSMEs has resulted in many MSME players not understanding the importance of the benefits of halal certification for products, where this will later have an impact on the development of MSME businesses which do not grow optimally. Partners in this PKM activity are groups of MSME actors in Kelapa Dua Village, Tangerang. Culinary MSMEs in Tangerang are small and medium enterprises operating in the culinary and creative industries. The products offered consist mostly of various types of contemporary food and there are also somewhat conventional culinary products. From the observations made, MSMEs still do not understand the importance of halal certificates and do not know how to obtain halal certification. Through this community service activity, MSMEs in Kelapadua Subdistrict, Tangerang are given education about the importance of halal certificates in order to build trust and sustainability in the food industry as well as how to obtain halal certificates. Community service activities were carried out at the end of March 2024, attended by 15 participants. ABSTRAK Kehadiran UMKM yang marak akhir-akhir ini terutama disebabkan oleh adanya peluang usaha yang baik di tengah masyarakat, misalnya saja untuk penyediaan kebutuhan sehari-hari, godaan dari usaha-usaha yang sedang viral dan memberikan peluang usaha, selera masyarakat yang makin meningkat dan bervariasi, harga terjangkau oleh masyarakat umum, adanya konsumen yang menjadi pelanggan setia, tersedianya bahan baku yang memudahkan dalam membangun usaha, dan sebagainya. Namun demikian, pelaku UMKM sering menghadapi masalah dalam usaha yang dijalankan seperti masalah modal, kurangnya pengetahuan dan kemampuan SDM mengelola modal usaha, kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan keuangan usaha, dan lemahnya pengetahuan tentang sertifikasi halal. Kurangnya sosialisasi mengenai sertifikasi halal terhadap UMKM menyebabkan banyak pelaku UMKM yang kurang memahami pentingnya manfaat sertifikat halal bagi produk, dimana hal ini nantinya akan berdampak pada perkembangan usaha UMKM yang tidak bertumbuh secara maksimal. Mitra pada kegiatan PKM ini adalah kelompok pelaku UMKM di Kelurahan Kelapa Dua, Tangerang. UMKM kuliner di Tangerang merupakan usaha kecil menengah yang bergerak di bidang kuliner dan industri kreatif. Produk yang ditawarkan terdiri dari sebagian besar berupa-rupa jenis makanan yang beraliran kekinian dan ada juga produk kuliner yang agak konvensional. Dari observasi yang dilakukan bahwa dari pelaku UMKM masih kurang memahami pentingnya sertifikat halal dan belum mengetahui cara mendapatkan sertifikasi halal. Melalui kegiatan abdimas ini, kepada pelaku UMKM di Kelurahan Kelapadua, Tangerang diberikan edukasi tentang pentingnya sertifikat halal guna membangun kepercayaan dan keberlanjutan dalam industri pangan serta cara untuk memperoleh sertifikat halal. Kegiatan abdimas sudah terlaksana pada akhir bulan Maret 2024 dengan dihadiri oleh 15 orang peserta.