Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelatihan Editing Video dan Youtube sebagai bagian dari Literasi Digital bagi Siswa SMA Mardisiswa Semarang Yani Parti Astuti; Egia Rosi Subhiyakto; Liya Umaroh; Danang Wahyu Utomo
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i1.934

Abstract

Pada era pandemic saat ini, hampir semua kegiatan dilakukan secara online. Dengan adanya kegiatan online, maka peranan media sosial menjadi tinggi. Begitu halnya dengan youtube. Youtube adalah medsos yang tidak asing dari pendengaran kita. Bahkan apapun yang ingin diketahui, tidak sedikit orang yang langsung mencarinya melalui youtube. Youtube sangat dikenal baik dari kalangan anak – anak sampai kakek nenek. Penggunaan youtube yang sangat luar biasa ini, menandakan bahwa perkembangan di dunia teknologi sangatlah pesat. Namun harus selalu diwaspadai bahwa perkembangan teknologi juga berpengaruh pada perkembangan psikologi anak. Dengan adanya dampak teknologi ini, maka perlu adanya literasi yang sudah sudah menjadi bagian dari kehidupan dan perkembangan manusia. Literasi yang dikaitkan dengan teknologi saat ini dikenal dengan Literasi Digital. Literasi digital dapat membuat individu bisa berpartisipasi pada era yang modern saat ini. Literasi digital juga bisa menciptakan sebuah tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif, sehingga mereka tidak akan mudah tertipu yang berbasis digital seperti halnya masyarakat yang telah menjadi korban informasi hoaks. Dengan melihat hal tersebut di atas, maka diperlukan suatu wawasan kepada anak – anak muda tentang pentingnya literasi digital pada era teknologi saat ini. Literasi digital perlu diberikan kepada anak – anak remaja. Dalam hal ini sasaran yang akan diambil adalah siswa SMA. Literasi digital yang diberikan berkaitan dengan youtube, karena diharapkan siswa bisa mengoptimalkan pemakaian youtube. Sehingga siswa harus didampingi dan diberi pelatihan bagaimana memfilter informasi – informasi yang didapatkan dari youtube. Untuk itu, diharapkan siswa tidak hanya sebagai pengguna pasif, tapi harus bisa menjadi pengguna aktif. Sehingga siswa diberi pelatihan tentang bagaimana membuat akun youtube, bagaimana membuat youtube dengan baik dan sesuai aturan, dan juga bagaimana mengunggah video agar menjadi lebih menarik.
Linguistic Landscapes and Communication Strategies to Promote Cultural Heritage Tourism Liya Umaroh; Mukaromah Mukaromah
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 10 No 1 (2023): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpendidikanbahasa.v10i1.3757

Abstract

The goal of this research is describing the relationship between language landscapes and communication strategies to promote cultural heritage tourism. To analyze the data a research method was selected using descriptive qualitative with collecting data through dept interview, observation, and photographing. Meanwhile Linguistic landscapes uses as the object of this research and the result shows that lingustic landscapes and communication strategies can be intertwined to promote cultural heritage tourism.
Incorporating AI Tool Along with Traditional Method for Speaking Assessment Liya Umaroh; Mukaromah Mukaromah; Muhammad Naufal; Ardiawan Bagus Harisa
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 10 No 2 (2023): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpendidikanbahasa.v10i2.4894

Abstract

This work focused on incorporating AI tool with traditional method for speaking assessment. The descriptive qualitative has been implemented to complete this research. Problem encountered during English pronunciation was failing to distinguish between short vowel and long vowel. By employing traditional and AI tool, students got numerous benefits. They may enjoy learning with the flexibility of time and they also can engage face to face interaction while using traditional method furthermore, it is essential to acknowledge AI tool with the limitation and drawbacks. AI tool do not give the same stage of personal interconnection and on-going response as a human facilitator.
CYBER-AWARENESS: PENGUATAN LITERASI DIGITAL UNTUK SISWA SMK DALAM MENGHADAPI SEBARAN BERITA NEGATIF DAN HOAKS Liya Umaroh; Mukaromah Mukaromah; Devi Purnamasari; Agus Triyono
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 5 No. 2 (2026): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, June 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v5i2.6353

Abstract

Understanding digital literacy plays a very important role in the current period, all activities are internet-based so that the convenience is felt by the community, especially teenagers.  The uncontrolled intensity of social media use causes the information obtained to be very diverse and the spread of hoax news increases. The urgency of community partnership program activities carried out by lecturers is related to digital literacy, especially the dissemination of hoax news and educating teenagers, especially YPE Vocational School students in Semarang City, to be critical of the news they receive. The stages of implementing activities start from preparation, implementation, evaluation and reflection. Use pre-test and post-test to find out how much understanding there is about digital literacy, hoaxes and their impact. The results of the PKM activities after presentation, simulation and practice with cekdata.com increased from pre-test to post-test scores. Understanding of hoaxes 91.7% to 100%, understanding of digital literacy 16.7% to 25%, impact of digital literacy 16.7% to 66.7%. The most significant improvement relates to the impact of digital literacy.
Peningkatan Kemampuan Public Speaking Pelajar SMKN 1 Semarang Heni Indrayani; Naiza Rosalia; Liya Umaroh; Agus Triyono; Hilyana Arieandhin; Cantika Caramina Gusma
PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal (Jurnal Ilmiah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/r1qvkk61

Abstract

Kemampuan public speaking menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki pelajar SMK dalam menghadapi tantangan akademik maupun dunia kerja di masa depan. Namun, masih banyak pelajar yang merasa kurang percaya diri, gugup dan belum memahami teknik berbicara di depan umum. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SMKN 1 Semarang melalui pelatihan interaktif. dan aplikatif. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi dasar public speaking, simulasi, role play, serta pendampingan produksi konten digital. Pelatihan menekankan pentingnya body language sebagai unsur dominan dalam membangun impresi dan kepercayaan diri, serta pemahaman struktur public speaking yang meliputi opening yang impresif, body content yang terstruktur dan closing yang kuat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelajar mengalami peningkatan pemahaman terhadap teknik komunikasi verbal dan non verbal, mampu mengelola kecemasan komunikasi, serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum. Program ini diharapkan dapat menjadi model penguatan soft skill komunikasi bagi belajar SMK dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.
GAYA KOMUNIKASI CHATGPT YANG DIPERSONIFIKASI DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN PARASOSIAL UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN INTERPERSONAL GENERASI Z Ika Safira Syaharani; Liya Umaroh
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2050

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan seperti ChatGPT memungkinkan pengguna berinteraksi dengan ChatGPT layaknya dengan manusia. Pengguna terbanyaknya adalah Generasi Z yang dikenal sebagai generasi digital native. Generasi ini memenuhi kebutuhan fundamental interpersonalnya melalui berbagai alternatif, termasuk interaksi dengan ChatGPT yang diberikan persona. Tujuan penelitian ini mengetahui gaya komunikasi ChatGPT yang muncul setelah diberikan persona beserta perannya dalam membangun hubungan parasosial dan memenuhi kebutuhan fundamental interpersonal. Metode penelitian yang diterapkan addalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Analisis data menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis model Smith. Temuan penelitian mengungkapkan gaya komunikasi yang muncul adalah impression leaving, attentive, friendly, relaxed, open, animated expressive dan dramatic. Tingkatan hubungan parasosial mencapai tingkatan kedua yaitu intense personal feeling, dari 3 tingkatan yang ada. Sementara itu, dalam konteks pemenuhan kebutuhan, ketiga kebutuhan menurut kerangka Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) yaitu inklusi, kontrol, dan afeksi berhasil dipenuhi melalui interaksi dengan ChatGPT yang dipersonifikasi. Studi ini memperluas kajian hubungan parasosial dan komunikasi interpersonal ke dalam konteks Human-Machine Communication. Khususnya dalam memenuhi kebutuhan interpersonal individu melalui interaksi manusia dengan AI yang diberikan persona
PRAGMATICS STUDY ON POLITENESS DYNAMICS THROUGHOUT ORGANIZATIONAL HIERARCHIES Liya Umaroh
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is focused on the dynamics of language politeness used in local fast-food Industry particularly on handling complaint by hierarchical structure. Adopting pragmatic framework and Leech's Principle of Politeness, Brown & Levinson's face theory. The data were collected from various levels of the organization, from the top managerial level to operational staff. The result shows an inverse correlation between power and the burden of politeness principle in handling complaint . Informants at the CEO level tend to use the bald on record strategy and violate politeness maxims for the sake of policy efficiency. Conversely, informants at the middle level (Manager) use politeness as an instrument of diplomacy, while front line staff (Cashier and Crew) demonstrate compliance with the highest maxims through mitigation and humility strategies to reduce conflict. These results prove that politeness in a professional context is a functional instrument determined by organizational roles and managerial responsibilities, not just personal ethics.