Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Nirmana

ANALISIS EFEKTIVITAS IKLAN-IKLAN TV BERTEMA LOCAL CONTENT DI INDONESIA TAHUN 2004 Maer, Bernadette Dian Arini; Tanudjaja, Bing Bedjo; Banindro, Baskoro Suryo
Nirmana Vol 9, No 2 (2007): JULI 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.42 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.9.2.pp. 57-68

Abstract

In the globalization era, local content TV commercials are considered to be more and more important. This thesis aims to analyze how far the local content TV commercials can be accepted by the Indonesian audience, who are culturally diverse; moreover, this thesis would analyze how these commercials contribute positively to the advertisers. Abstract in Bahasa Indoensia: Dalam era globalisasi, iklan bertema local content semakin dianggap penting. Karya tulis ini menganalisis sejauh mana iklan televisi bertema local content dapat diterima oleh masyarakat Indonesia yang memiliki kemajemukan budaya tinggi, serta memberikan kontribusi bagi pengiklan. Kata kunci: Efektivitas, iklan televisi, local content, Indonesia
GAYA PSYCHEDELIA COUNTER CULTURE AMERIKA KOMODIFIKASI INDONESIA KINI Banindro, Baskoro Suryo
Nirmana Vol 9, No 2 (2007): JULI 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1625.304 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.9.2.pp. 69-76

Abstract

The art of psychedelia is an example of art that uses a nation’s cultural consciousness as a source of expression of the past. Conceptually, the spirit of this art is to connect the modern movement with the effects of drug use. The American youths utilized this movement as counter culture that gave the birth to the flower generation in a settled community. Psychedelic style which in the beginning was an identity, a symbol of anti settledness, and Uncle Sam’s youth’s fight against its politics in the 1960’s. At the end it became the signs of times. The zeitgeist movement in the next decade entered Indonesia with new packaging that transforms into comodification that can be applied to various media through popular culture of its youths. Abstract in Bahasa Indonesia: Seni penggunaan kesadaran budaya bangsa untuk diubah sebagai sumber pengungkapan yang terjadi di masa lalu salah satu contohnya ialah “seni psychedelic”. Secara konseptual jiwa seni ini ialah menghubungkan kepada pergerakan modern yang berhubungan dengan perasaan yang diakibatkan oleh pengaruh obat bius. Kaum muda Amerika meman¬faat¬kan pergerakan ini sebagai budaya tanding “counter culture” yang melahirkan “generasi bunga” di komunitas yang telah mapan. Gaya psychedelia yang pada mulanya dijadikan “jati diri” dan simbol anti kemapanan dan perlawanan kawula muda negara “Paman Sam” terhadap kebijakan politik di negaranya tahun 1960an, pada akhirnya menjadi sebuah penanda jaman. Gelombang “zeitgeist” ini pada dekade berikutnya masuk ke Nusantara dengan “kemasan baru” yang menjelma dalam bentuk komodifikasi yang aplikatif di berbagai media melalui budaya popular yang lekat di hati generasi muda Indonesia. Kata kunci: gaya, psychedelic, counter culture, komodifikasi.
TINJAUAN VISUAL GAMBAR UANG KERTAS INDONESIA Banindro, Baskoro Suryo
Nirmana Vol 10, No 1 (2008): JANUARY 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.479 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.10.1.pp. 12-19

Abstract

Images depicted on currency bills are works of art containing aesthetic value. They involve elements of letters, pictures, colors, and specialized printing techniques. Moreover, the images indicate information and even visual codes. Understanding art is attempt to interpret symbols used in a certain culture. One can express and implement one’s experience in forms or images. In images of currency bills, their visual expressions can reflect ideas, concepts, or political legitimation and ideology. Thus, this article investigates symbolic meanings through visual semiotic descriptions of images in Indonesian currency bills. Abstract in Bahasa Indonesia: Gambar pada uang kertas adalah salah satu hasil karya seni rupa, di dalam uang kertas terkandung nilai estetika yang berhubungan dengan masalah keindahan visual, antara lain tersusun atas elemen huruf, gambar, warna serta teknik cetak yang khas. Selain itu gambar pada uang kertas sarat dengan muatan informasi, atau bahkan kode visual. Memahami seni adalah usaha membaca simbol yang digunakan dalam budaya masyarakat tertentu, manusia dapat mengekspresikan dan memancarkan pengalamannya dalam bentuk ujud atau rupa. Dalam gambar uang kertas, ekspresi visual yang dituangkan dapat mencerminkan gagasan, ide, konsep atau muatan politik terkait legitimasi dan ideologi. Melalui uraian semiotika visual gambar uang kertas yang pernah beredar di Indonesia, akan dikaji makna-makna simbolik bahasa rupa di dalamnya. Kata kunci: bahasa rupa, semiotika visual, Uang Kertas Indonesia.
Co-Authors Agave Teofilus Sunarto aldrin yoel kaawoan Alvin Febrian Yusuf Anastasia Safira Sugiharto Anastasia Safira Sugiharto Anastasia Vania Seputra ANDRE PRASTYA DHARMA Ardila, Rikhana Widya Arif Agung Suwasono Asnar Zacky Auliya, Nahij Auliya Baridah Mutmainah Bernadette Dian Arini Maer Bing Bedjo Tanudjaja Bing Bedjo Tanudjaja Brian Steven Susilo Brian Steven Susilo, Brian Steven Christie, Natalia David Budi Prasetyo David Victor Hariawan Dedy Tanjaya Dominicus Fredrikson Jacob Edwin Hendrawan Elim Elim Elim Elim Erny Ferniaty Anggara Ang Fransiscus Erryanto Jasi Gracia Monica Goeifanny hami, yoko galatia Hans Arya Sinatra Irene Ria Santoso Irene Ria Santoso, Irene Ria Jayadi, Lily Meliana Jennifer Budiono Sadono Jennifer Budiono Sadono Jeremy Adrian Sutanto Joshua Kevin Pari Matulessy kaawoan, aldrin yoel Kwang, Yong Lilian Angeline Soesanto Lilian Angeline Soesanto Lily Meliana Jayadi Lintang Andamari Hananto Soenarto Marcelino Michael Madjid Mario Bonaventura Sunyoto Melissa Puspita Melissa Puspita, Melissa Michelle Hartanto Mickael Elia Bong mickael elia bong, mickael elia Mochamad Faizal Rochman Natalia Christie Niko Halimsaputra Novita Condro Dewi Novita Condro Dewi Olivia Onggo Olivia Onggo Oshi Paulina Oshi Paulina Owen Wira Prayoga Prasetyo, David Budi Reyner Valiant Sanjaya Richard Karjohardjo Richard Karjohardjo, Richard Rikhana Widya Ardilla Rima Sukmawaty Tambunan Rima Sukmawaty Tambunan Robby Gunawan Samuel Adi Nugraha Selina Siswanto Selina Siswanto, Selina Sinatra, Hans Arya Stefanie Meilisa Wijanto Stefanie Meilisa Wijanto Stefanus Santoso Sunyoto, Mario Bonaventura Tivoli Yve Gozali Tivoli Yve Gozali Yohanes Yansen Saputro yoko galatia hami Yong Kwang Yusuf Hendra Yolianto Yusuf Hendra Yulianto Yusuf Hendra Yulianto Yusuf Hendra Yulianto Yusuf Hendra Yulianto Yusuf Hendra Yulianto Yusuf Hendra Yulianto