Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Edutama

TEACHER-STUDENT CLOSENESS IN LEARNING ENGLISH AT SMK NADHLATUN NASYIIN KADUR PAMEKASAN Mohammad Amiruddin; Chairul Fajar Tafrilyanto
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 5, No 2 (2018): July
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v5i2.74

Abstract

Abstract: This study aims to find out (1) the ways of teacher to keep his closeness to the students at SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur Pamekasan and (2) the role of teacher-student closeness in learning English at SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur  Pamekasan. This study is a quantitative research by using descriptive case study approach. The participants of this study are students of grade VII at SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur. Observation and interviews with teacher and students were conducted to get the data of teacher-student closeness. The results of the study show that the teacher have five ways to keep his closeness to his students those are saying “hello/assalamualikum or calling the students’ name coming to the classroom, giving the students some question to have an interaction in English, giving some tasks, motivating students to speak English, and inviting students to talk in English. The roles of teacher-student closeness in learning English at SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur Pamekasan are students have motivation to learn and to communicate in English dan they have low anxiety level in learning and talking in English. Keywords : Closeness, English LearningAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) cara dan langkah-langlah guru menjaga kedekatan mereka dengan para siswa SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur Pamekasan and (2) peran dari kedekatan guru-siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur  Pamekasan. Penelitian ini adalah penelitian kualtatif dengan menggunakan pendekatan descriptive case study. Penelitian ini menjelaskan secara detail kedekatan guru-siswa di SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur dalam pembelajaran bahasa Inggris termasuk cara-cara guru-siswa menjaga kedekatan meraka dan peran dari kedekatan mereka dalam pembelajaran bahasa Inggris Participants dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII di SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur. Observasi dan interview dilakukan untuk memperoleh data kedekatan guru-siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat lima cara guru untuk menjaga kedekatan dengan siswa di SMK Nadhkatun Nasyiin Kadur Pamekasan yaitu memberikan sapaan kepada siswa dengan cara memanggil nama-nama siswa tiap kali masuk kelas, memberikan pertanyaan kepada siswa, memberikan tugas, memberikan siswa motivasi untuk berbicara bahasa Inggris, dan memberikan siswa kesempatan untuk berbicara bahasa Inggris. Peran dari kedekatan guru siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMK Nadhlatun Nasyiin Kadur Pamekasan adalah siswa dapat memiliki semangat atau termotivasi untuk belajar dan berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris dan siswa memiliki tingkat kecemasan dan rasa takut yang rendah ketika belajar dan berbicara bahasa Inggris.Kata Kunci: Kedekatan Guru-Siswa, Pembelajaran Bahasa Inggris
PERAN LINGKUNGAN BAHASA DALAM PEMEROLEHAN BAHASA INGGRIS LISAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID PAITON Mohammad Amiruddin; Ukhti Raudhatul Jannah
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 6, No 1 (2019): January
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v6i1.279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lingkungan bahasa dalam pemerolehan bahasa Inggris lisan santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton. Lingkungan bahasa meliputi interaksi santri dengan sesama santri dalam pemerolehan bahasa Inggris, peran interaksi santri dengan ustad dalam pemerolehan bahasa Inggris, dan peran interaksi santri dengan sesama santri dan interaksi santri dengan ustad secara bersamaan dalam pemerolehan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua lisansantri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid Kompleks E Paiton yakni 130 santri. Sampel sebesar 95 santri ditentukan dengan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket dan tes kompetensi berbicara dengan teknik wawancara yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan regresiganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran interaksi santri dengan sesama santri dalam pemerolehan bahasa Inggris adalah rendah (0,192), peran interaksi santri dengan ustad dalam pemerolehan bahasa Inggris adalah rendah (0,224), peran interaksi santri dengan dengan sesama santri dan interaksi santri dengan ustad secara bersamaan dalam pemerolehan bahasa Inggris adalah rendah (0,285). Interaksi yang dilakukan santri dengan sesama santri dan ustad berpengaruh terhadap pemerolehan bahasa Inggris. Santri yang sering berinteraksi dengan bahasa Inggris memperoleh input yang lebih banyak dan mempunyai kelancaran atau kefasihan yang lebih baik dari pada santri yang tidak atau jarang berinteraksi dengan bahasa Inggris.
The Effect of Covid 19 on Students’ Emotional Intelligence in Language Learning Wildona Zumam; Mohammad Amiruddin; Nur Syakherul Habibi
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 1 (2023): January 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i1.2967

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to determine the impact of the COVID 19 pandemic on students' emotional intelligence in language acquisition. This is an experimental study that employs a quantitative method. In this study, students in higher education are treated as a subset of the population. The sampling size is determined using a random sampling approach. This study's subjects are 36 students. The paired t test approach is used to assess the data. The study's findings indicate that sig (p) is substantial. It is less than 0.05. (it is 0.000). The distinction can be deemed true. Before COVID 19, the mean was 59.30; after COVID 19, the mean was 49.33. It suggests that pupils prior to the COVID 19 pandemic had higher emotional intelligence in language acquisition than students after the epidemic. It implies that teachers and members of educational society in higher education are expected to provide students with a suitable environment in order to provide students with consequential input as well as provide students with interface in an attempt to maintain the regularity of experiencing English; additionally, it is suggested that members of scholar society are expected to provide significant input for the students. Keywords:  Effect, COVID 19, Emotion, Intelligence, Learning  Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pandemi COVID 19 terhadap kecerdasan emosional siswa dalam pemerolehan bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan metode kuantitatif. Dalam studi ini, mahasiswa di pendidikan tinggi diperlakukan sebagai bagian dari populasi. Sampel ditentukan dengan menggunakan pendekatan random sampling. Subyek penelitian ini berjumlah 36 siswa. Pendekatan uji t berpasangan digunakan untuk menilai data. Temuan studi menunjukkan bahwa sig (p) adalah substansial. Ini kurang dari 0,05. (ini adalah 0,000). Perbedaan itu bisa dianggap benar. Sebelum COVID 19, rata-ratanya adalah 59,30; setelah COVID 19, rata-ratanya adalah 49,33. Ini menunjukkan bahwa siswa sebelum pandemi COVID 19 memiliki kecerdasan emosional yang lebih tinggi dalam penguasaan bahasa daripada siswa setelah epidemi. Ini menyiratkan bahwa guru dan anggota masyarakat pendidikan di pendidikan tinggi diharapkan untuk menyediakan lingkungan yang cocok bagi siswa untuk memberikan siswa dengan masukan konsekuensial serta menyediakan antarmuka siswa dalam upaya untuk menjaga keteraturan mengalami bahasa Inggris; Selain itu, disarankan agar para civitas akademika dapat memberikan masukan yang signifikan bagi para mahasiswa. Kata kunci: Pengaruh, COVID 19, Emosi, Kecerdasan, Pembelajaran