Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Latihan Fisik Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Remaja Putri Puput Kurnia Sari; Arisda Candra Satriwati; Aulia; Niken Wahyu Hidayati; Sitti Sarti
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v3i2.39

Abstract

Abstrak Haid atau menstruasi merupakan sebagai pendarahan berkala dari rahim yang terjadi setiap bulan dan sepanjang kehidupan reproduksi aktif seorang wanita. Salah satu permasalahan kesehatan yang dapat timbul bagi kesehatan reproduksi remaja saat menstruasi adalah dismenore atau nyeri saat menstruasi/dismenorhe. Dismenore (dismenore) mempunyai dampak yang cukup besar pada remaja putri karena mengganggu aktivitas sehari-hari, kesulitan berkonsentrasi pada materi yang disampaikan dalam proses pembelajaran tidak diterima dengan baik, meminta izin untuk pulang atau sekadar masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Masalah yang harus di tangani adalah pengetahuan remaja tentang dismenorhe yang masih kurang serta belum tersedianya peer konselor untuk memfasilitasi konsultasi teman sebaya di lingkungan mitra sebagai pusat sarana pelayanan kesehatan dasar. Pengadian Kesehatan ini dilakukan dengan memberikan edukasi tentang latihan fisik untuk mengatasi nyeri dismenorhe. Target luaran dari kegiatan ini adalah penyusunan artikel. Pengadian Kepada Masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang mengatasi nyeri haid dengan latihan fisik pada remaja.   Kata Kunci : nyeri haid;latihan fisik; remaja putri   Abstract Menstruation can be defined as periodic bleeding from the uterus that occurs every month and throughout a woman's active reproductive life. One of the health problems that can arise for adolescent reproductive health during menstruation is dysmenorrhea or pain during menstruation. Dysmenorrhea has quite a big impact on young women because it interferes with daily activities, difficulty concentrating on the material presented in the learning process is not well received, and permission to go home or just go to their room to rest. The problem that must be addressed is the lack of adolescent knowledge about dysmenorrhea and the unavailability of peer counselors to facilitate peer consultations in partner environments as centers for basic health services. This health service is carried out by providing education about exercises and nutrition to treat dysmenorrhea. The target output of this activity is the preparation of articles and booklets. This community service can increase teenagers' knowledge about dealing with dysmenorrhea through exercises and nutrition for teenagers.   Keywords: dysmenorrhea, exercises, teenagers
SUNAT PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF BUDAYA DAN KESEHATAN DI DESA CRANGGANG KECAMATAN DAWE KUDUS Hidayati, Niken Wahyu; Ahmaniyah, Ahmaniyah; Sri Yunita Suraida Salat; Maulana Widi Andrian; Sitti Sarti; Puput Kurnia Sari
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 8: Januari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i8.7298

Abstract

Latar belakang : Praktik sunat perempuan masih dilakukan oleh tenaga medis maupun non medis di Indonesia. Persepsi masyarakat tentang sunat perempuan didasari oleh tradisi masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun, pendapat para ulama, ahli kesehatan maupun akademik. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi ibu tentang sunat perempuan di desa Cranggang kecamatan Dawe Kudus. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Jumlah partisipan terdiri dari 4 partisipan sunat perempuan di Bidan dan 3 partisipan sunat perempuan di Dukun Setempat. Hasil : Hasil wawancara mendapatkan keterangan tentang persepsi ibu terhadap sunat perempuan merupakan segala prosedur, baik menggores maupun melukai bagian alat kelamin perempuan, baik didasari oleh perintah agama Islam, budaya, turun-temurun dari orang tua agar tidak menimbulkan penyakit dan kemandulan, serta alasan non medis lainnya. Sunat perempuan tidak memberikan kegunaan dalam kesehatan dan dilakukan pada anak perempuan usia 0-3 tahun oleh bidan desa maupun dukun setempat. Alat yang digunakan untuk menyunat dan cara penyunatan berbeda antara bidan dan dukun bayi. Simpulan: Sunat perempuan hanyalah merupakan sebuah tradisi/budaya masyarakat dimana tindakan tersebut tidak memiliki manfaat dan dasar kesehatannya.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN PEMBERIAN VITAMIN K PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS WIL. KEC. LASALIMU SELATAN Sarti, Sitti; Arisda Candra Satriawati; Niken Wahyu Hidayati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 8: Januari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i8.7305

Abstract

Latar Belakang: Kejadian pendarahan karena defisiensi vitamin K pada bayi baru lahir (BBL) dilahirkan cukup tinggi berkisar 0,25-0,5 %. Untuk mencegah terjadinya pendarahan tersebut, semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K1 per oral 1 mg/ hari selama 3 hari, sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K1 parenteral dengan dosis 0,5-1 mg IM Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan yang mempengaruhi pelaksanaan pemberian vitamin k pada bayi baru lahir di Puskesmas Wil. Kec. Lasalimu Selatan. Metode: Desain penelitian menggunakan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini ialah semua bayi baru lahir di Puskesmas Wil. Kec. Lasalimu Selatan yang berjumlah 30 orang. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian di Puskesmas Wil. Kec. Lasalimu Selatan maka dapat ditarik kesimpulan ada hubungan pendidikan dengan pemberian vitamin K pada bayi di Puskesmas Wil. Kec. Lasalimu Selatan Tahun 2023 diperoleh nilai p value 0, 003 > α=0,05. Simpulan: Adapun saran pada penelitian ini diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar mengembangkan variable-variabel lain tentang pemberian Vitamin K. Perlunya meningkatkan informasi tentang tentang pemberian Vitamin K.
PENGARUH KOMBINASI PIJAT ENDORPHIN DAN AROMATHERAPI LAVENDER TERHADAP NYERI LUKA POST SECTIO CAESARIA PADA IBU PRIMIPARA DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI Puput Kurnia Sari; Arisda Candra Satriwati; Aulia , Aulia; Niken Wahyu Hidayati; Sitti Sarti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 12: Mei 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i12.7742

Abstract

Background: Sectio Caesaria causes several complaints that may arise, one of which is surgical wound pain. Non-pharmacological methods that are expected to overcome are endorphin massage and lavender aromatherapy. Objective: to find out the effect of the combination of endorphin massage and lavender aromatherapy on post section cesarean wound pain in primiparous mothers at Pandan Arang Boyolali Hospital. Method: Quasy Experimental research design, one group pre post test design. The population of this research is all mothers who gave birth with SC primipara at RS Pndan Arang Boyolali in January 2023 to February 2023, a total of 24 respondents. The sample uses the Federer formula with a total of 18 respondents. Purposive sampling technique. Bivariate analysis using Wilcoxon. Results: Post cesarean section wound pain before the combination of endorphin massage and lavender aromatherapy had a median of 5. caesarean section in mothers at RS JIH Solo (0.000<0.05). Conclusion: the effect of a combination of endorphin massage and lavender aromatherapy on the reduction of post section cesarean wound pain in mothers at RS Pandan Arang Boyolali. It is expected that postpartum mothers can use the combination of endorphin massage and camomile aromatherapy to empower the family in reducing anxiety in postpartum mothers by asking for help from their husbands, mothers or close people