Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERBANDINGAN LAJU KOROSI TULANGAN PADA BETON NORMAL DAN BETON BUSA POZZOLAN (BETON RINGAN BUSA) R. Dedi Iman Kurnia; M. Ridha; Suhaimi Suhaimi
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v6i1.944

Abstract

Penggunaan beton ringan sebagai struktur dari bangunan dapat dijadikan salah satu solusi pada daerah rawan gempa,  karena semakin ringan suatu bangunan maka semakin kecil pula gaya gempa yang bekerja. Selama ini sudah banyak informasi dan penelitian yang dilakukan mengenai korosi baja tulangan pada beton normal, sedangkan informasi dan penelitian mengenai korosi pada beton ringan khususnya beton busa sangat sedikit. Perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang penggunaan beton ringan seperti beton busa sebagai elemen bangunan, khususnya mengenai ketahanan korosi pada tulangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur laju korosi pada baja tulangan dalam beton busa dengan metode Linear Polarization Resistance (LPR). Benda uji yang digunakan berjumlah 2 buah, benda uji berbentuk balok dengan dua variasi yaitu beton busa pozzolan dan beton normal sebagai pembanding. Ukuran benda uji 15cm x 20 cm x 80 cm dengan faktor air semen 0,4; specific gravity 1,6 dan f’c kuat tekan rata-rata 25 MPa. Digunakan 4 tulangan utama Ø10 mm dan 7 tulangan sengkang Ø6 mm dengan jarak per 10 cm. Setiap variasi benda uji direndam dalam larutan Natrium Klorida 3,5%. Hasil pengukuran potensial korosi menggunakan teknik half-cell potential mapping akan memberikan gambaran awal lokasi yang mempunyai resiko tinggi terkorosi. Pada lokasi ini dilakukan pengukuran laju korosi dengan metode linear polarization resistance. Pengambilan data dilakukan dua minggu sekali selama delapan minggu waktu perendaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi pada beton normal lebih tinggi dari pada beton busa pozzolan. Ketebalan selimut dan waktu perendaman terlihat memberikan pengaruh terhadap nilai laju korosi. Ditinjau dari aspek perilaku korosinya, beton busa pozzolan layak apabila digunakan sebagai elemen bangunan.
EVALUASI KINERJA GEDUNG TIDAK BERATURAN TERHADAP VARIASI ARAH BEBAN GEMPA DENGAN PUSHOVER ANALYSIS (Studi Kasus: Gedung FKIP Universitas Almuslim) Suhaimi Suhaimi; Amrizal Amrizal; R.Dedi Iman Kurnia
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v6i1.947

Abstract

Gempa merupakan getaran acak yang tidak bisa diprediksi dengan baik, waktu dan arah getarannya. Gempa tidak bisa diprediksi baik besarannya, waktunya dan juga arah getarannya. Dalam kasus ini akan di pelajari pengaruh acak getaran gempa dengan menggunakan variasi arah beban lateral statik dengan arah beban gempa 0º, 25, 45° dan 60º. Adapun metode penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gedung baru FKIP terhadap berbagai variasi arah beban gempa dan diasumsikan terletak pada daerah gempa kuat dengan tanah lunak. Analisis gempa dilakukan dengan analisis respons spektrum Selanjutnya perilaku seismiknya dilakukan dengan memanfaatkan analisis pushover software ETABS v9.6.0. Berdasarkan hasil dari analisis diperoleh periode getar alami untuk portal arah beban gempa bangunan sumbu x adalah 0,4857 detik dan periode getar alami sumbu y adalah 0,4082 detik. Evaluasi kinerja dilakukan menurut SNI 03-1726-2003. Dari hasil kurva kapasitas pushover dapat diketahui diperoleh bahwa persentase peningkatan base shear maksimum dengan variasi arah pembebanan gempa 25º, 45º dan 60° terhadap 0º tidak mengalami perubahan base shear untuk sumbu x. Sedangkan untuk sumbu y juga tidak mengalami perubahan base shear. Sebaliknya displacement mengalami penurunan masing - masing adalah 8.36%, 38.21% dan 87.74% untuk sumbu x, sedangkan untuk sumbu y diperoleh persentase penurunan displacement masing-masing 7.35%, 25.78% dan 80.12%. Hasil analisis pushover menunjukkan pola kerusakan struktur Portal Arah Beban Gempa 0°, 25º, 45º dan 60° rata-rata terjadi pada balok kantilever.
PEMBUATAN CETAKAN V-DITCH PRACETAK BETON RINGAN DI DESA SAMUTI RAYEUK KECAMATAN GANDAPURA KABUPATEN BIREUEN Suhaimi Suhaimi; R. Dedi Imam Kurnia; Romaynoor Ismy; Kumita Kumita; Aris Munandar
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2022): Rambideun : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v5i2.1000

Abstract

Drainage or exhaust duct is one of the basic facilities designed as a system to meet community needs and is an important component in urban infrastructure planning. On the other hand, the channel can also be interpreted as an effort to control the quality of groundwater in relation to salinity, where drainage is one way of removing unwanted excess water in an area. From an agricultural point of view, drainage is also useful as a waterway that will flow into the community's rice fields, so it is an important infrastructure component in the process of planting rice in the fields. Samuti Rayeuk Village, Gandapura District, is one of the villages with land use conditions that are dominated by agriculture with the type of rice field utilization and community work being farmers, one of the important infrastructures for the concern of the local community is the unavailability of drainage in the community's rice fields. Samuti Rayeuk is a village assisted by the Faculty of Engineering, Almuslim University, which is the location for the Training of Making Lightweight Precast V-Ditch formwork. In some developed countries such as Japan, the use of precast has become the construction standard for drainage. Standards have been developed to ensure product quality and construction. In this community service activity, the Lecturers act as companions and also as instructors who assist in the implementation of making precast V-Ditch formwork starting from the selection of materials to be used, assembling, and finishing to completion. With this training, it is expected that it can increase community innovation for making channels for rice fields so as to improve the economy of the people of Samuti Rayeuk Village, Gandapura District and its surroundings.
Studi Penggunaan Bahan Aditif Dan Variasi Dosis Accelerator Terhadap Perkerasan Beton Yang Dipercepat (Studi Kasus Mutu Beton K-300) Suhaimi Suhaimi; R. Dedi Iman Kurnia
VARIASI : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim Vol. 13 No. 2 (2021): Variasi
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/vrs.v13i2.529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengujian kuat tekan awal beton kombinasi sikafume (mineral additive) dan variasi dosis penggunaan accelerator (chemical admixture). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Adapun prosedur penelitian dimulai dengan studi literatur, dilanjutkan dengan persiapan material, pemeriksaan sifat fisis agregat, perencanaan campuran beton (concrete mix design), pembuatan dan perawatan benda uji, serta pengujian benda uji berupa pengujian slump dan pengujian kuat tekan serta analisis data. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian terkait dengan nilai kuat tekan beton, maupun bentuk atau workability dan waktu perkerasan adalah sebagai berikut: 1) hasil uji kuat tekan beton kombinasi sikafume dengan variasi dosis penggunaan accelerator 1:2 memiliki nilai kuat tekan rata-rata sebesar 26,823 Mpa dan 31,280 Mpa untuk umur pengujian 24 dan 72 jam; 2) hasil uji kuat tekan beton kombinasi sikafume dengan variasi dosis penggunaan accelerator 1:3,5 memiliki nilai kuat tekan rata-rata sebesar 24,913 Mpa dan 30,643 Mpa untuk umur pengujian 24 dan 72 jam; 3) hasil uji kuat tekan beton kombinasi sikafume dengan variasi dosis penggunaan accelerator 1:5 memiliki nilai kuat tekan rata-rata sebesar 23,640 Mpa dan 30,325 Mpa untuk umur pengujian 24 dan 72 jam; 4) nilai slump yang diperoleh pada setiap variasi benda uji lebih besar dari yang direncanakan dalam mix design, yaitu nilai slump yang diperoleh termasuk katagori slump runtuh; dan 5) kombinasi sikafume dan variasi dosis accelerator dapat mempercepat waktu perkerasan dengan nilai kuat tekan rata-rata di atas 24,90 Mpa atau K-300 dalam waktu 24 dan 72 jam
PERBEDAAN GAYA GESER DASAR DAN SIMPANGAN LANTAI GEDUNG UNTUK BERBAGAI KONDISI TANAH DI KABUPATEN PIDIE JAYA Suhaimi Suhaimi; R. Dedi Iman Kurnia
VARIASI : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim Vol. 10 No. 5 (2018): Variasi, Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/vrs.v10i5.699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implifikasi penerapan SNI 1726:2012 terhadap gaya geser dasar dan simpangan lantai gedung yang telah dibangun sebelumnya dengan menggunakan peraturan gempa tahun 2002 untuk berbagai kondisi tanah. Metode penelitian adalah simulasi yang dilakukan dengan software ETABS v.9.6.0. Gedung yang ditinjau adalah fasilitas pendidikan 3 lantai pada kondisi tanah lunak, sedang dan keras yang terletak di 3 kota dalam wilayah Kabupaten Pidie Jaya. Dari hasil penilitian didapatkan peningkatan gaya geser dasar dan simpangan lantai (total drift) gedung yang dianalisa dengan SNI 1726:2012 pada tanah keras dan tanah sedang lebih besar dibandingkan peningkatan yang terjadi pada gedung yang terletak pada tanah lunak. Gedung yang dianalisa dengan SNI 1726:2012 memiliki perbedaan simpangan lantai yang lebih besar pada kondisi tanah sedang dan keras untuk berbagai lokasi, sedangkan pada kondisi tanah lunak simpangan lantai yang terjadi relatif sama untuk berbagai lokasi. Gedung yang dianalisa dengan SNI 1726:2012 memiliki nilai story drift yang lebih kecil dibandingkan gedung yang dianalisa dengan SNI 03-1726-2002 kecuali gedung GTKLP12.
Pengaruh Variasi Kombinasi Agregat Campuran Terhadap Gradasi dan Kuat Tekan Beton K-250 Iman Kurnia, Raden Dedi; Suhaimi, Suhaimi; Ismy, Romaynoor; Mukhlis, Mukhlis
Jurnal Teknik Sipil Unaya Vol 10, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/jtsu.v10i1.4379

Abstract

Terdapat beberapa perbedaan pendapat terkait penggunaan agregat untuk dapat menghasilkan beton dengan mutu K – 250. Fakta di lapangan masih dijumpai mutu beton yang kurang dari 250 Kg/cm2 walaupun sudah menggunakan batu pecah sebagai agregat kasarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kekuatan tekan beton yang diperoleh dengan kombinasi agregat pasir-split, sirtu-split dan sirtu-kerikil pada umur pengujian 28 hari. Kombinasi agregat manakah yang paling optimal digunakan untuk dapat meghasilkan beton dengan kekuatan tekan 250 Kg/cm2 pada umur 28 hari. Mutu beton yang direncanakan adalah k – 250. Penggunaan agregat untuk ketiga kombinasi dibatasi dengan ukuran butiran maksimum 37,5 mm. Semen yang digunakan adalah semen tipe PCC. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm.Hasil pengujian kuat tekan beton kombinasi agregat campuran pasir-split, sirtu-split dan sirtu-kerikil pada umur pengujian 28 hari berturut turut adalah sebesar 260,064  Kg/cm2, 279,325 Kg/cm2 dan 253,514 Kg/cm2. Kombinasi agregat campuran yang paling optimal digunakan untuk meghasilkan beton dengan kekuatan tekan 250 Kg/cm2 pada umur 28 hari adalah kombinasi agregat sirtu-split. Hasil penelitian juga membuktikan bahwakombinasi agregat campuran sirtu-kerikil dapat menghasilkan beton dengan kekuatan tekan 250 Kg/cm2.
Pengaruh Penggunaan Pipa Pada Kolom Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu K-250, K-225 Dan K-200 Suhaimi, Suhaimi; Mahsul, Hasan
Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi Vol 6 No 1: Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi, Januari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.652 KB) | DOI: 10.51179/rkt.v6i1.1347

Abstract

Abstrak : Penggunaan pipa PVC pada kolom karena tuntutan estetika dapat mengakibatkan terjadinya rongga pada sebuah struktur yang berdampak pada berkurangnya luas penampang dan volume beton, sehingga akan mempengaruhi kekuatan tekan beton. Penggunaan pipa di dalam kolom diperbolehkan dalam SNI-03-2847-2002 dengan syarat tidak boleh melebihi dari 4% dari luas penampang. Saat ini banyak terdapat penggunaan pipa PVC dengan luas penampang 5%-8% melebihi dari yang persyaratan yang telah di tetapkan dalam SNI-03-2847-2002. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase kehilangan kuat tekan beton pada variasi yang berbeda dan manakah variasi mutu beton yang memiliki pengaruh paling besar terhadap kehilangan kuat tekan. Uji eksperimen dilakukan terhadap beberapa variasi mutu beton yaitu K-250, K-225 dan K-200 dengan model berupa selinder ukuran 15cm x 30 cm yang diberi Pipa PVC diameter 1,5 Inch dan tanpa Pipa PVC (benda uji normal), pengujian dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa terjadi penurunan nilai kuat tekan beton yang besar akibat berkurangnya luas penampang pada berbagai variasi mutu beton yang direncanakan, pengunaan Pipa PVC 1,5 Inch (11,395 Cm2 ) pada mutu beton K-250 mengalami penurunan kuat tekan beton sebesar 15,458%, mutu beton K-225 mengalami penurunan kuat tekan beton sebesar 44,201% dan mutu beton K-200 mengalami penurunan kuat tekan beton sebesar 49,538%. Berdasarkan hal tersebut juga mengapa SNI-03-2847-2002 membatasi penggunaan/penempatan pipa tidak boleh melebihi sebesar 4% dari luas penampang.
Analisa Penggunaan Pasir Laut Pada Campuran Beton Dengan Penambahan Sika Grout Terhadap Kuat Tekan Dan Tarik Belah Beton Sakura, Royanna; Suhaimi, Suhaimi; Haikal, Fiqri
Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi Vol 6 No 2: Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi, Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.644 KB) | DOI: 10.51179/rkt.v6i2.1374

Abstract

Penelitian tentang penggunaan sika grout 215 dan pasir laut terhadap kuat tekan dan belah beton sebagai agregat halus dalam pembuatan beton ini dilatar belakangi oleh ketersediaan pasir laut di alam dalam jumlah yang sangat besar. Pasir laut yang digunakan berasal dari daerah Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Jumlah sika grout 215 yang akan digunakan adalah 30% dari berat semen yang diperkirakan mampu meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik belah beton dengan benda uji silinder berdiameter 15cm dan tinggi 30cm dengan jumlah benda uji 30 buah dengan pembagian 10 buah untuk beton normal, 10 buah untuk pasir laut tanpa sika grout dan 10 buah menggunakan campuran sika grout yang akan di uji pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton normal 21,39 MPa pada beton pasir laut dengan campuran sika grout 215 meningkat sebesar 25,19 MPa dan mengalami penurunan pada beton pasir laut tanpa sika grout 215 sebesar 17,98 MPa. Sedangkan untuk kuat tarik belah beton normal sebesar 2,90 MPa mengalami peningkatan pada beton pasir laut dengan campuran sika grout 215 sebesaar 4,25 MPa dan mengalami penurunan pada beton pasir laut tanpa sika grout 215 sebesar 2,45 MPa.
Analisa Tingkat Kerusakan Jalan Dengan Perkerasan Lentur Menggunakan Metode Pavement Condition Index [Studi Kasus: Jalan Line Pipa Kecamatan Nibong Kabupaten Aceh Utara] Iskandar, Iskandar; Munandar, Aris; Suhaimi, Suhaimi
Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi Vol 7 No 1: Jurnal Rekayasa Teknik dan Teknologi, Januari, 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/rkt.v7i1.1830

Abstract

Prasarana yang terbebani oleh volume lalu lintas yang tinggi dan berulang-ulang akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas jalan sebagaimana indikatornya dapat diketahui dari kondisi permukaan jalan, baik kondisi structural maupun fungsionalnya yang mengalami kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan pada permukaan jalan dan mengetahui nilai kondisi kerusakan perkerasan jalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode PCI (Pavement Condition Index).PCI (Pavement Condition Index) adalah sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan luas kerusakan yang terjadi. Tingkat PCI dituliskan dalam tingkat 0 sampai 100.Nilai 0 menunjukkan perkerasan dalam kondisi sangat rusak dan nilai 100 menunjukkan perkerasan masih sempurna. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan jenis kerusakan yang dapat ditemukan pada ruas Jalan Line Pipa Kecamatan Nibong Kabupaten Aceh Utarayaitu kondisi Sangant Baik (Very good) terdapat pada sta 0+100, sta 1200 + 1300, sta 1600 + 1700 kondisi Baik (Good) terdapat pada sta 100 + 200, sta 200 + 300, sta 300 + 400, sta 400 + 500, sta 700 + 800, sta 800 + 900, sta 900 + 1000, sta 1100 + 1200, sta 1300 + 1400, sta 1500 + 1600, sta 1800 + 1900, sta 1900 + 2000 kondisi Cukup (Fair) terdapat pada sta 500 + 600, sta 600 + 700, sta 1000 + 1100, sta 1700 + 1800.Berdasarkan rekomendasi darimetode PCI (Pavement Condition Index) diperoleh kondisi kerusakan rata-rata ruas Jalan Line Pipa Kec. Nibong Kab. Aceh Utara adalah sebesar 62,45%. Prioritas penanganan yang tepat dilakukan setelah mengetahui nilai PCI sebesar 62,45% yaitu perbaikan dengan pemeliharaan berkala.
PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA LALU LINTAS (Studi Kasus: Jalan Prof. A. Majid Ibrahim - Jalan Panglima Polem Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen) Kumita, Kumita; Idayani, Idayani; Ismy, Romaynoor; Suhaimi, Suhaimi; Kurnia, R. Dedi Iman
VARIASI : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim Vol. 14 No. 3: Variasi, Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/vrs.v14i3.1515

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang memegang peranan penting dalam sektor perhubungan darat. Hambatan samping adalah aktivitas di samping jalan yang berpengaruh terhadap kinerja lalu lintas. Aktivitas pada samping jalan yang berpengaruh terhadap lalu lintas adalah pejalan kaki, kendaraan berjalan lambat, kendaraan keluar/masuk sisi jalan, kendaraan berhenti sembarangan dan parkir dibadan jalan (on street parking). Jalan Prof. A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem Kec. Kota Juang Kab. Bireuen adalah salah satu jalan sekunder di Kab. Bireuen yang mengalami kepadatan arus lalu lintas karena kapasitasnya sudah tidak mencukupi lagi dengan banyaknya kendaraan yang melaju di jalan tersebut. Permasalahan yang terjadi di Jln. Prof. A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem adalah tidak cukupnya areal parkir di jalan tersebut, sehingga banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan bahkan di badan jalan yang menyebabkan tidak maksimalnya kinerja jalan sehingga memungkinkan terjadinya kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja jalan dan pengaruh hambatan samping pada ruas jalan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada Senin, Rabu dan Sabtu selama 12 jam dimulai dari pukul 07.00 s.d 19.00 Wib. Lokasi penelitian ini adalah ruas Jln. Prof. A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem Kec. Kota Juang Kab. Bireuen. Metode penelitian ini menggunakan kajian kuantitatif untuk mencari besarnya kapasitas dan derajat kejenuhan yang mempengaruhi aktivitas Jln. Prof A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem Kec. Kota Juang Kab. Bireuen. Sedangkan, analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak microsoft excel, sedangkan perhitungan arus kendaraan dan sebagainya menggunakan metode PKJI 2014Pada Jln. Prof A. Majid Ibrahim didapatkan volume lalu lintas tertinggi terjadi pada Senin pukul 11.00 - 12.00 sebesar 554 skr/jam, hambatan samping sebesar 161 dengan kelas hambatan samping rendah (R). Untuk tingkat pelayanan pada Jln. Prof. A. Majid Ibrahim di dapatkan nilai tingkat pelayanan B dengan derajat kejenuhan 0,42. Sedangkan Jln. Panglima Polem didapatkan volume lalu lintas tertinggi pada Senin pukul 17.00 - 18.00 sebesar 774 skr/jam, hambatan samping sebesar 816 dengan kelas hambatan samping tinggi (T). Untuk tingkat pelayanan pada Jln. Panglima Polem dengan nilai derajat kejenuhan 0,64 didapatkan nilai tingkat pelayanan C.Website slot Online terbaik dan terpercaya di tahun 2025 adalah 12DJARUM.COM