Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KINERJA CAMPURAN ASPAL BETON PORUS MENGGUNAKAN ASPAL KARET ALAM PADAT Sumiati sumiati; Sheragizca Yolanda Situmeang; Arief Aszharri
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1337

Abstract

Abstrak   Aspal beton padat memiliki permeabilitas rendah sehingga air hujan sulit meresap, yang berpotensi menimbulkan genangan dan menurunkan keselamatan lalu lintas. Aspal beton porus dikembangkan sebagai alternatif dengan struktur gradasi terbuka yang menghasilkan rongga saling terhubung, sehingga memungkinkan air mengalir ke lapisan bawah perkerasan. Namun, karakteristik ini umumnya berdampak pada penurunan stabilitas campuran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis aspal dan gradasi agregat terhadap kinerja mekanik dan hidrologis aspal beton porus. Variasi yang digunakan meliputi aspal termodifikasi AKAP PG-76 dan aspal konvensional PEN 60/70, serta gradasi agregat AAPA dan British Standard. Benda uji disiapkan dari kombinasi kedua jenis aspal dan gradasi, kemudian diuji menggunakan pengujian Marshall, Cantabro, dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AKAP PG-76 meningkatkan stabilitas Marshall dan ketahanan keausan campuran, sedangkan variasi gradasi agregat berpengaruh signifikan terhadap nilai permeabilitas. Temuan ini memberikan dasar teknis dalam pemilihan kombinasi material untuk meningkatkan kinerja aspal beton porus. Kata kunci: Aspal beton porus; Stabilitas Marshall; Permeabilitas; Gradasi agregat; Uji Cantabro     Abstract   Dense asphalt concrete has low permeability, which limits rainwater infiltration and may cause surface ponding that reduces traffic safety. Porous asphalt concrete has been developed as an alternative by employing an open-graded structure with interconnected voids, allowing water to drain into underlying pavement layers. However, this characteristic often leads to lower mixture stability compared to conventional asphalt concrete, requiring a balance between mechanical and hydraulic performance. This study analyzes the effects of asphalt type and aggregate gradation on the mechanical and hydrological performance of porous asphalt concrete. The variables include modified asphalt AKAP PG-76 and conventional asphalt PEN 60/70, as well as AAPA and British Standard aggregate gradations. Specimens were prepared from combinations of asphalt types and gradations and evaluated using Marshall stability, Cantabro abrasion resistance, and permeability tests. The results indicate that AKAP PG-76 improves Marshall stability and abrasion resistance, while aggregate gradation plays a dominant role in controlling permeability. These findings provide insight into optimizing porous asphalt mixtures through binder modification and gradation design.   Keywords: Porous asphalt concrete; Marshall stability; Permeability; Aggregate gradation; Cantabro test
Efektivitas Penggunaan Difa SS Pada Soil-Bottom Ash Dan Soil Cement Dalam Meminimalkan Kerusakan Sub-Grade Jalan Sumiati sumiati; Mahmuda Mahmuda; Siswa Indra
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.690

Abstract

Abstrak Salah satu penyebab kerusakan jalan adalah seringnya struktur perkerasan jalan terendam air saat musim hujan. Tanah lempung berplastisitas tinggi mempunyai sifat fisik dan teknik yang kurang baik jika digunakan sebagai lapisan tanah dasar (sub grade), karena mempunyai sifat kembang susut yang tinggi dan nilai CBR yang rendah jika terendam air. Stabilisasi menggunakan chemical additive dan limbah pabrik merupakan salah satu cara untuk memperbaiki sifat fisik dan teknik tanah, di mana akan memberikan hasil yang memadai jika komposisi campuran yang digunakan sesuai dan tepat. Oleh sebab itu akan diteliti efektifitas penggunaan aditif Difa SS pada Soil-Bottom ash dan Soil-Cement dengan melakukan pengujian CBR laboratorium unsoaked dan soaked. Hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan Difa SS tidak memberikan peningkatan nilai CBR soaked pada Soil-bottom ash. Nilai CBR soaked Soil-Cement menunjukkan peningkatan dan lebih besar dibandingkan nilai CBR unsoaked sehingga Difa SS lebih efektif digunakan sebagai chemical additive pada Soil-Cement dalam usaha meminimalkan kerusakan jalan. Kata kunci: tanah-bottom ash, tanah-semen, Difa soil stabilizer.  Abstract One of the causes of road damage is that the pavement structure is often submerged in water during the rainy season. High plasticity clays soils have poor physical and technical properties when used as a subgrade layer, because they have high sweeling and shrinkage properties and low CBR values when submerged in water. Stabilization using chemical additives and factory waste is one way to improve the physical and engineering properties of the soil, which will give adequate results if the composition of the mixture used is appropriate and appropriate. Therefore, the effectiveness of the use of Difa SS additive in Soil-Bottom ash and Soil-Cement will be investigated by conducting unsoaked and soaked laboratory CBR testing. The results showed that the addition of Difa SS did not increase the soaked CBR value in soil-bottom ash. Soil-Cement soaked CBR value shows an increase and is greater than the unsoaked CBR value so that Difa SS is more effectively used as a chemical additive in Soil-Cement in an effort to minimize road damage. Keywords: soil-bottom ash, soil-cement, Difa soil stabilizer  
KINERJA CAMPURAN ASPAL BETON PORUS MENGGUNAKAN ASPAL KARET ALAM PADAT Sumiati sumiati; Sheragizca Yolanda Situmeang; Arief Aszharri
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v16i1.1337

Abstract

Abstrak   Aspal beton padat memiliki permeabilitas rendah sehingga air hujan sulit meresap, yang berpotensi menimbulkan genangan dan menurunkan keselamatan lalu lintas. Aspal beton porus dikembangkan sebagai alternatif dengan struktur gradasi terbuka yang menghasilkan rongga saling terhubung, sehingga memungkinkan air mengalir ke lapisan bawah perkerasan. Namun, karakteristik ini umumnya berdampak pada penurunan stabilitas campuran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis aspal dan gradasi agregat terhadap kinerja mekanik dan hidrologis aspal beton porus. Variasi yang digunakan meliputi aspal termodifikasi AKAP PG-76 dan aspal konvensional PEN 60/70, serta gradasi agregat AAPA dan British Standard. Benda uji disiapkan dari kombinasi kedua jenis aspal dan gradasi, kemudian diuji menggunakan pengujian Marshall, Cantabro, dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AKAP PG-76 meningkatkan stabilitas Marshall dan ketahanan keausan campuran, sedangkan variasi gradasi agregat berpengaruh signifikan terhadap nilai permeabilitas. Temuan ini memberikan dasar teknis dalam pemilihan kombinasi material untuk meningkatkan kinerja aspal beton porus. Kata kunci: Aspal beton porus; Stabilitas Marshall; Permeabilitas; Gradasi agregat; Uji Cantabro     Abstract   Dense asphalt concrete has low permeability, which limits rainwater infiltration and may cause surface ponding that reduces traffic safety. Porous asphalt concrete has been developed as an alternative by employing an open-graded structure with interconnected voids, allowing water to drain into underlying pavement layers. However, this characteristic often leads to lower mixture stability compared to conventional asphalt concrete, requiring a balance between mechanical and hydraulic performance. This study analyzes the effects of asphalt type and aggregate gradation on the mechanical and hydrological performance of porous asphalt concrete. The variables include modified asphalt AKAP PG-76 and conventional asphalt PEN 60/70, as well as AAPA and British Standard aggregate gradations. Specimens were prepared from combinations of asphalt types and gradations and evaluated using Marshall stability, Cantabro abrasion resistance, and permeability tests. The results indicate that AKAP PG-76 improves Marshall stability and abrasion resistance, while aggregate gradation plays a dominant role in controlling permeability. These findings provide insight into optimizing porous asphalt mixtures through binder modification and gradation design.   Keywords: Porous asphalt concrete; Marshall stability; Permeability; Aggregate gradation; Cantabro test