Jeavery Bawotong
Universitas Sam Ratulangi

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : e-NERS

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DI IGD BLU RSUP Prof.dr.R.D.KANDOU MANADO Abdulrahman, Etin; Bawotong, Jeavery; Wowiling, Ferdinand
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1783

Abstract

Abstract: Unxicty is cognitive phenomenom, where someone will feel something happened in our beyod expection and can not be predicted. The unxicty will be got if someone feel able to face it against because impugning it self. The goal of this research to get the level illustration of nurse unxicty at IGD BLU RSUP Prof. dr. R.D. Kandou Manado. The selection of sample uses random sampling by ethnic simple random sampling. The number of sample that deived 40 people. Variable that deived is level illustration of nurse unxicty at  IGD BLU RSUP Prof. dr. R.D. Kandou Manado by category of symptom scor < 14 there’s no unxicty, scor 14 – 28 light unxicty, scor 29 – 42 sample unxicty scor 57 – 70 the most heavy unxicty or panic. From the result of research shows that level nurse unxicty at IGD BLU RSUP Prof. dr. R.D. Kandou Manado by simple category (57,5%). Expected there’s no attension from the member of hospital because will bwe able to infivence the service in generally and more spesificly on nurse in doing duty as profescy. Keywords: Nurse unxicty.   Abstrak: Kecemasan merupakan sebuah fenomena kognitif, dimana seseorang merasa akan terjadi sesuatu di luar kehendak dan tidak bisa diprediksi. Kecemasan akan diperoleh jika seseorang merasa tidak sanggup menghadapinya karena meragukan kemampuan diri sendiri.Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tingkat kecemasan perawat di IGD BLU RSUP Prof. dr. R.D Kandou Manado. Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif. Pemilihan sampel menggunakan random sampling dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 40 orang. Variabel yang diteliti yaitu memerikan tingkat kecemasan perawat di IGD BLU RSUP Prof.dr. R.D Kandou Manado dengan kategori gejala skor  <14 tidak ada kecemasan, skor 14-28 kemasan ringan, skor 29-42 kecemasan sedang, skor 43-56 kecemasan berat, dan skor 57-70 kecemasan berat sekali aatau panic.Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan perawat di IGD BLU RSUP Prof. dr. R.D Kandou Manado dengan kategori sedang (57,5%). Diharapkan adanya perhatian dari pihak rumah sakit karena akan dapat mempengaruhi pelayanan secara umum dan lebih khusus pada perawat dalam melaksanakan tugas profesi. Kata kunci: Kecemasan Perawat.
GAMBARAN UNGKAPAN MARAH TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUANGAN WARANEY RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V.L RATUMBUYSANG PROPINSI SULAWESI UTARA Pontoh, Debby Dianetrice; Bawotong, Jeavery; Rottie, Julia
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1793

Abstract

Abstract: Schizophrenia is a severe mental disorder types of most commonly found with the main symptoms the most easily recognized and the reason for families to bring the client to treated at the hospital that is violence behavior. Violent behavior is a mal adaptive response of anger.when expressed in correctly may lead to hostility and aggression are not able to assertively expressed, extends to the most maladaptive response. The purpose of this study was to describe the expression o fangry at the ability to control violent behavior of schizophrenia clients in psychiatric hospital Prof. Dr. V. L Ratumbuysang Propinsi Sulawesi Utara. This study uses descriptive Survey in go n= 30 patients with schizophrenia in the room Waraney. The results showed that the response appropriately expressed of anger impact on ability to control violence behavior in patients with schizophrenia. It isassociated with the abilityof patients affected by a lack of confidence against disclosure angrily of patients experienced. angrily expressi on that can express precisely in behavior can reduce the frustration that is caused by the response failed to reach the goal.So that it is advisable to improve training for example disclosure of appropriately angrily with pillow batting practice, chatted with others so that patients capable of ondoing on their own which impact on the ability to control violence behavior. Keywords: BehaviorViolence, AngerExpression, Schizophrenia.     Abstrak: Skizofrenia merupakan salah satu jenis gangguan jiwa berat yang paling banyak ditemukan dengan gejala utama yang paling mudah dikenali dan menjadi alasan keluarga membawa klien untuk berobat ke rumah sakit yaitu perilaku kekerasan. Perilaku kekerasan merupakan respon maladaptif  dari marah. apabila diungkapkan secara tidak tepat dapat menimbulkan permusuhan dan agresi yang tidak mampu diungkapkan secara asertif, dapat memanjang hingga respon yang paling maladaptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan ungkapan marah terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien skizofrenia di ruang Waraney Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V.L Ratumbuysang Propinsi Sulawesi Utara. Metode : Penelitian ini menggunakan desain Survei Deskriptif  terhadap 30 klien Skizofrenia di ruangan Waraney. Hasil penelitian: Menunjukan bahwa ungkapan marah yang diungkapkan secara tepat berdampak pada  kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien Skizofrenia. Hal ini dihubungkan dengan kemampuan klien yang dipengaruhi oleh kurangnya percaya diri klien terhadap pengungkapan marah yang dialami. Kesimpulan : Ungkapan marah yang mampu di ungkapkan secara tepat mampu menunjukankan perilaku frustasi yang merupakan respons yang terjadi akibat gagal mencapai tujuan. Saran : Untuk meningkatkan latihan pengungkapan marah secara tepat misalnya dengan latihan memukul bantal, bercakap-cakap dengan orang lain sehingga klien mampu untuk melakukan secara mandiri yang berdampak pada kemampuan dalam mengontrol perilaku kekerasan. Kata Kunci: Perilaku Kekerasan, Ungkapan Marah, Skizofrenia.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, NILAI DAN SIKAP KELUARGA DENGAN PEMBERIAN DUKUNGAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI POLIKLINIK PSIKIATRI RSJ PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG PROPINSI SULAWESI UTARA Makaghee, Marshaly; Bawotong, Jeavery; Rottie, Julia
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1776

Abstract

Abstract: Mental disorder is a disturbance in the way of thinking, will, emotion and action, where individuals are not able to adjust themselves to others and the environment. Familiy is the closest to the patient, can be a big influence for the healing process of mental patients, which can contribute to patient care, either at home or in the hospital, support provided has several functions : informational support, appraisal support, instrumental support and emotional support. To provided support needed good knowledge, positif value and good attitude within any family members of patients in order to apply to the purpose. Purpose of this study was to find correlation between knowledge, value and family attitude in providing support to patients with mental disorders. Number of samples obtained as many as 40 people, using purposive sampling technique. Study design used is descriptive correlatif with Cross Sectional approach. The result of chi square statistical test obtained ρ = 0,002 for family knowledge, ρ = 0, 014 for the value of the family and ρ = 0,007 for a family attitude. The third factor has a value of  ρ <α, in other words there is  an influence between knowledge, value and family attitude in supporting the mental disorder patients at the Psychiatric Clinic RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang North Sulawesi Province. Conclusion of this study is the knowledge, values and attitudes of the family had an influence on the motivation of the family in providing support for inspection at mental disorder patients. Suggesting that health is expected to be more active providing counseling to families of the patients in the context of patient care, in order to prevent the recurrence of a mental disorder. Key Words: Mental Disorder, Family Support, Knowledge, Value and Attitude.     Abstrak: Gangguan jiwa merupakan gangguan dalam cara berpikir, kemauan, emosi dan tindakan dimana individu tidak mampu menyesuaikan diri sendiri, orang lain serta lingkungan. Keluarga merupakan pihak yang terdekat dengan pasien yang dapat memberi pengaruh yang besar bagi proses penyembuhan pasien gangguan jiwa, yang mendukung dalam setiap proses perawatan pasien, baik di Rumah Sakit maupun di rumah, seperti dapat mengurangi stress dan meningkatkan penyesuaian diri pasien terhadap kejadian-kejadian dalam kehidupan. Dalam memberikan dukungan diperlukan pengetahuan yang baik, nilai yang positif dari anggota keluarga serta sikap yang positif dari tiap anggota keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, nilai dalam keluarga serta sikap keluarga dengan pemberian dukungan pada pasien gangguan jiwa. Jumlah sampel yang didapatkan yaitu sebanyak 40 orang responden, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional. Hasil Uji statistic Chi-Square yang dilakukan, diperoleh nilai ρ = 0,002 untuk pengetahuan keluarga, ρ = 0, 014 untuk nilai dalam keluarga dan ρ = 0,007 untuk sikap keluarga. Ketiga factor tersebut memiliki nilai ρ < α, dengan kata lain terdapat hubungan antara pengetahuan, nilai dan sikap keluarga dengan pemberian dukungan pada pasien gangguan jiwa di Poliklinik Psikiatri RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Propinsi Sulawesi Utara. Kesimpulan/saran dari pelaksanaan penelitian ini yaitu diharapkan kepada para petugas kesehatan agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan yang perlu diketahui keluarga dalam perawatan pasien gangguan jiwa di rumah agar dapat mencegah kekambuhan kembali penderita gangguan jiwa. Kata kunci: Gangguan jiwa, Dukungan Keluarga, Pengetahuan, Nilai, Sikap.
PENGARUH KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERATIF DI IBS BLU RSUP Prof. Dr. R.D. KANDOU MANADO Sanggel, Reychie Janis; Bawotong, Jeavery; Masi, Gresty
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1772

Abstract

Abstrak: Dalam menyiapkan pasien yang akan dioperasi, maka perawat dituntut mampu menyiapkan pasien untuk siap menjalani tindakan pembedahan. Sehingga komunikasi terapeutik dapat diterapkan oleh perawat untuk mengurangi kecemasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien pre-operatif di IBS BLU RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado. Desain dalam penelitian ini adalah pra-eksperiment one group pretest-posttest design. Sampel adalah pasien yang akan menjalani operasi di IBS BLU RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado yang mempunyai kecemasan. Variabel independen adalah komunikasi terapeutik dan variabel dependen adalah tingkat kecemasan pasien pre-operatif. Analisa data menggunakan uji-T sampel berpasangan pada tingkat kemaknaan 95% (α ≤0,05) dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil analisa didapatkan nilai p=0,000, artinya p <α. Hal ini berarti hipotesis nol (H0) ditolak. Dengan kata lain terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan komunikasi terapeutik pada pasien pre-operatif di IBS BLU RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado. Kata kunci: kecemasan, komunikasi terapeutik, pasien pre-operatif.     Abstract: In preparing the patient to be operated, the nurses are able to prepare patients to readily undergo surgery. So that therapeutic communication can be applied by nurses to reduce anxiety. This study aimed to determine the effect of therapeutic communication to the decline in the level of patient pre-operative anxiety in IBS BLU Dr Prof.Dr.RDKandou Manado. The design in this study were pre-experimental one group pretest-posttest design. Samples are patients who will undergo surgery in the department of Prof.Dr.RDKandou Manado BLU IBS who have anxiety. The independent variable was therapeutic communication and the dependent variable is the level of pre-operative patient anxiety. Analysis of data using paired samples T-test at 95% significance level (α ≤ 0.05) with SPSS version 20. Analysis results obtained p=0.000, meaning that p <α. This means that the null hypothesis (H0) is rejected. In other words, there are different levels of anxiety before and after therapeutic communication in pre-operative patients in the IBS BLU Dr Prof.Dr.RD. Kandou Manado. Keywords: anxiety, therapeutic communication, pre-operative patients.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KECEPATAN PENYEMBUHAN LUKA OPERASI PADA ANAK DI INSTALASI RAWAT INAP A BLU RSU PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO ., Rusmini; Bawotong, Jeavery; Masi, Gresty
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1768

Abstract

Abstract: Good nutritional status is important in wound healing. Mal nutritionin surgical patients can affect the morbidity due to disruption of wound healing and decreased resistance to infection. The research objective was to identification of nutritional status relationship with the speed of wound healing in children Installing A BLU Hospital In patient Prof. DR. R.D. Kandou Manado. This study uses correlation, cross-sectional approach. The sample of 25 patients. The collection of data through observation and questionnaires. The results showeda no rmalnutritional status as many as 10 patients (40%) showed healing of wounds ≤5 days, while only 1 patient (4%) with sufficient nutrition having wound healing ≥5 days. Based on statistical tests there was no association between nutritional status at speeds wound healing in children (p=0.825) and the correlation coefficient or (r=0.047) indicating that indicates the level of a weak association with the positive pattern. Conclusions The clinical studyis very influential on the nutritional status of wound healing in which nutritional support showed a betterhealing process in surgical outcomes were good but the Stats test showed there was no correlation between the two variables. Keywords: Nutritional Status, Children, Wounds Operations, Wound healing.     Abstrak: Status gizi yang baik merupakan hal penting dalam penyembuhan luka operasi. Malnutrisi pada pasien bedah dapat mempengaruhi morbiditas karena terganggunya penyembuhan luka dan menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi. Tujuan penelitian adalah untuk teridentifikasinya hubungan status gizi dengan kecepatan penyembuhan luka operasi pada anak di Instalasi Rawat Inap A BLU RSU Prof. DR. R. D. Kandou Manado. Metode penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel 25 pasien. Pengumpulan data melalui pengamatan dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan status gizi yang normal sebanyak 10 pasien (40%) menunjukan penyembuhan luka ≤ 5 hari sedangkan hanya 1 pasien (4%) dengan gizi yang cukup  memiliki penyembuhan luka ≥ 5 hari. Berdasarkan uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kecepatan penyembuhan luka operasi (p = 0,825) dan koefisien korelasi atau (r = 0,047) yang menunjukan tingkat hubungan yang lemah dengan pola positif. Kesimpulan dalam penelitian Secara klinis status nutrisi sangat berpengaruh pada penyembuhan luka dimana dukungan nutrisi menunjukan proses penyembuhan yang lebih baik pada hasil bedah yang baik tetapi pada uji statistik menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara kedua variabel. Kata Kunci : Status Gizi, Anak, Luka Operasi, Penyembuhan luka.
GAMBARAN IMPLEMENTASI STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HALUSINASI DI RUANGAN MAENGKET DAN RUANGAN KATRILI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V. L RATUMBUYSANG PROPINSI SULAWESI UTARA Kalengkongan, Nirmala A.H.; Bawotong, Jeavery; Wowiling, Ferdinand
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1773

Abstract

Abstract: The implementation of nursing is the execution actions plan which have been determined, with a view to the needs of patients are met optimally. Provision of nursing care must be according to the standard practice that has been set. The purpose of this study was to describe the conduct of implementation of Nursing Care Standards of hallucinations patients in the Mental Hospital Prof. Dr. V.L Ratumbuysang Manado. This study uses descriptive Surveying to 23 nursing documentation in the room Katirli and Maengket. The results showed that the implementation of standardized of nursing care on clients in the Mental Hospital of hallucinations Prof. DR. VL Ratumbuysang Manado which includes the assessment, diagnoses, planning, implementation and evaluation has not been carried out according to standard. It is associated by a factor of education, length of work, motivation, and the training have been followed by nurses. So that it is advisable to enhance knowledge of nurses through the training which is expected to developing the ability and skill of nurses in applying standardized of nursing care, and socialization adoption according to standard of nursing care. Keywords: Hallucinations, Nursing Standard.   Abstrak: Implementasi keperawatan adalah pelaksanaan rencana tindakan yang telah ditentukan, dengan maksud agar kebutuhan pasien terpenuhi secara optimal. Pemberian asuhan keperawatan harus sesuai dengan standar praktek yang sudah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanan implementasi Standar Asuhan Keperawatan pada pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V.L Ratumbuysang Manado. Penelitian ini menggunakan metode Suvei Deskriptif  terhadap 23 dokumentasi keperawatan di ruangan Katirli dan Maengket. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi standar asuhan keperawatan pada klien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Prof DR. V.L Ratumbuysang Manado yang meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi belum dilakukan sesuai dengan standar. Hal ini dihubungkan dengan faktor pendidikan, lama kerja, motivasi, dan pelatihan yang pernah diikuti oleh perawat. Sehinga disarankan untuk meningkatkan pengetahuan perawat melalui pelatihan yang diharapkan mampu mengembangkan kemampuan dan ketrampilan perawat dalam menerapkan standar asuhan keperawatan, serta  sosialisasi penerapan ashuan keperawatan sesuai dengan standar asuhan. Kata Kunci: Halusinasi, Standar Asuhan Keperawatan.