Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Redesain Auditorium Gedung Kesenian Societeit de Harmonie (GKSdH) Sulawesi Selatan dengan Pendekatan Partisipatif Ishak, Rahmi Amin; Martosenjoyo, Triyatni; Beddu, Syarif; ., Dahniar; Syam, Syahriana; Ishak, Muhammad Taufik; Taufik, Yusaumi Ramadhanti Fitri
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): Community Empowerment through Higher Education Community Service Programs
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v8i1.568

Abstract

The Societeit de Harmonie Arts Building (GKSdH) is located on Jalan Riburane, Makassar City, South Sulawesi. The building was built in 1896 by the Dutch colonial government, and has undergone several renovations until 1999. For the performing arts community, the interior performance of GKSdH is considered inadequate and less representative as an art building, even though with limited funds from the Makassar City government, various renovate and procurement of building equipment gradually from year to year have been carried out by the management. The lack of maintenance and minimal operational costs of the building indicates a lack of interest in visitors and the art community to come and do activities in this building. This community service activity aims to provide the interior design of the GKSdH Auditorium, which is representative of the performing arts community. Through a participatory approach to redesign, it can be known that user preferences in meeting space needs in accordance with artistic activities in Makassar City. The results of this service activity, in addition to contributing to the idea of an auditorium interior design idea that has better performance and according to user needs, also show an increase in understanding and participation of partners; Pre-test 60,5 and Post-test 95 (out of a total score of 100), especially at the conceptual stage of redesign ideas, and awareness of building maintenance.
Fleksibilitas Hunian Nelayan Berpanggung Terapung di Danau Tempe Kabupaten Soppeng Beddu, Syarif; Yudono, Ananto; Harisah, Afifah; Sir, Mochsen
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 8 No. 2 (2019): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.8.1.23

Abstract

Danau Tempe merupakan danau tertua dan terluas di jazirah Provinsi Sulawesi Selatan, menggenangi tiga kabupaten kota yaitu, Kabupaten Wajo, Soppeng, dan Sidrap. Keberadaan Danau Tempe memberi pengaruh terhadap pola mata pencaharian dan pola bermukim bagi masyarakat sekitarnya. Mereka hidup bertani (pallaon ruma) dan nelayan (pakkaja), menempati kawasan permukiman di Kampung Salo Mate, Kelurahan Limpomajang Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng. Sebagian masyarakat nelayan ini hidup bermukim di atas permukaan air Danau Tempe, dan menempati “rumah berpanggung terapung” (RBT). Rumahnya bentuk panggung dan berdiri di atas rakit (rai), dihuni sekitar tahun 2000-an. Bermukim secara terapung di Danau Tempe menimbulkan fleksibilitas ruang gerak secara makro dan mikro yang mengisyaratkan suasana kemaritiman. Persoalan rumah terapung adalah, bergerak kesana-kemari, bebas orientasi, berubah-ubah kapling, berpindah dengan bantuan tenaga perahu bermotor, rakit berfungsi pelampung berbahan bambu sewaktu-waktu akan diganti. Tujuan keberadaan hunian RBT bagi masyarakat nelayan adalah untuk memudahkan, mencari ikan sampai ke tengah Danau Tempe.
Arsitektur Rumah Berpanggung Terapung yang “Sustainable” di Lahan Berair Beddu, Syarif
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.6.2.113

Abstract

Arsitektur rumah terapung merupakan salah satu bentuk hunian diberbagai pelosok tanah air Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang berdiam di perairan. Perairan adalah kawasan pantai, sungai, danau, rawa dan lain sebagainya. Bertempat tinggal mengapung di atas air mewatakkan penghuninya familiar serta akrab dengan lingkungan sekitarnya. Air telah menjadi ruang kehidupan dan penghidupan keseharian untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Masyarakat nelayan di Kampung Salo Mate, Kelurahan Limpomajang, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan; telah mengalokasikan zoning permukiman mereka di perairan Danau Tempe. Bentuk permukiman berupa rumah berpanggung terapung yang disebut “bola rai” (rumah yang dibangun di atas tumpukan bambu). Menghuni cara terapung merupakan solusi untuk mendekatkan mereka dengan tempat kerjanya; selaku nelayan air tawar. Rumah panggung terapung memiliki fleksibilitas dan mobilitas, sehingga perletakan kaplingnya dapat berubah-ubah. Penelitian ini bertujuan untuk meng-identifikasi nilai-nilai arsitektur “sustainable” (berkelanjutan), yang telah dimiliki rumah panggung terapung (bola rai) tersebut. Metoda penelitian adalah secara analisis sintesa dan kualitatif deskriktif. Sampelnya dipilih secara acak berdasarkan nilai-nilai arsitektur sustainable. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2015.