Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

FOLKSONG DALAM TRADISI MA’AROLO LANI MALA’APA DI PELAUW MALUKU TENGAH (KAJIAN MAKNA) Susi Hardila Latuconsina
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.017 KB) | DOI: 10.30651/lf.v1i2.565

Abstract

Nyanyian rakyat dalam perkawinan adat Pelauw adalah produk budaya masyarakat Pelauw. Sebagai produk budaya, nyanyian rakyat dalam ritual perkawinan adat Pelauw digunakan sebagai media ekspresi seni untuk menyampaikan berbagai hal tentang kehidupan manusia, di samping sebagai media hiburan rakyat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna folksong dalam tradisi Ma’arolo Lani Mala’apa di desa Pelauw Kecamatan Pulau Haruku Maluku Tengah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan ancangan hermeneutika untuk mengkaji makna nyanyian rakyat dalam ritual perkawinan adat dengan sumber data Folksong dalam tradisi Ma’arolo Lani Mala’apa di desa Pelauw Kecamatan Pulau Haruku Maluku Tengah. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan makna folksong dalam tradisi Ma’arolo Lani Mala’apa di desa Pelauw Kecamatan Pulau Haruku Maluku Tengah berfungsi sebagai media kritik sosial dalam ritual perkawinan adat Pelauw dan mengandung nilai filosofis, religius dan nilai-nilai sosial.
Pemilihan Bahan Bacaan Sastra Anak dalam Penanaman Nilai Pendidikan Karakter Susi Hardila Latuconsina; Aria Bayu Setiaji; Enggal Mursalin
Wanastra: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 14, No 1 (2022): March
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/wanastra.v14i1.11415

Abstract

Abstrak – Bahan bacaan sastra memiliki peran penting sebagai upaya pembentukan karakter dan pengembangan kepribadian anak. Namun tidak semua bahan bacaan sastra dapat dibaca oleh anak-anak. Bahan bacaan sastra anak perlu disesuaikan berdasarkan tahap perkembangan intelektual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik bahan bacaan sastra anak sesuai dengan tahap perkembangan intelektual dan nilai-nilai yang terdapat pada bahan bacaan anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif berjenis riset kepustakaan (library research). Berdasarkan hasil analisis data, dapat dijelaskan bahwa bahan bacaan sastra yang sesuai dengan tahap perkembangan intelektual anak dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) tahapan, yaitu (1) tahap sensori motor period (0-2 tahun) yakni anak lebih suka dengan suatu bunyi-bunyian dan dendang lagu, (2) tahap praoperasional period (2-7 tahun) yakni bahan bacaan yang sesuai seperti buku-buku yang didominasi oleh gambar, (3) tahap operasional konkret period (7-11tahun) yakni bahan bacaan yang sesuai adalah buku-buku narasi atau cerita yang dapat membawa anak memproyeksikan dirinya ke dalam waktu dan tempat seperti kisah, petualangan atau sastra tradisional, (4) tahap operasional formal period (11-12 tahun) yakni tahap dimana anak sudah dapat memahami buku-buku alur ganda atau puisi-puisi anak yang diberikan di sekolah. Bacaan sastra anak tidak hanya memberikan hiburan atau kepuasan batin, akan tetapi di dalamnya terdapat nilai-nilai karakter yang dapat ditanamkan kepada anak. Nilai-nilai karakter tersebut antara lain nilai moral, budi pekerti, mandiri, kerja keras, toleransi, rasa ingin tahu, kedisiplinan, kepedulian, perjuangan dan lain-lain yang disisipkan ke dalam bahan bacaan sastra anak.Kata Kunci: bacaan sastra anak, nilai-nilai karakter, tahap perkembangan Abstract - Literary reading materials have an important role as an effort to build character and develop children's personality. However, not all literary reading materials can be read by children. Children's literature reading materials need to be adjusted based on the stage of intellectual development. This study aims to describe the characteristics of children's literary reading materials according to the stage of intellectual development and values contained in children's reading materials. This research is a qualitative-descriptive research type of library research. Based on the results of data analysis, it can be explained that literary reading materials according to the stage of children's intellectual development can be grouped into four stages, namely (1) the sensorimotor period (0-2 years) stage, which is children prefer sounds. and singing songs, (2) the pre-operational period (2-7 years) namely appropriate reading materials such as books dominated by pictures, (3) the concrete operational stage of the period (7-11 years) where appropriate reading materials are books narrative books or stories that can bring children to project themselves into time and place such as stories, adventures or traditional literature, (4) the formal operational stage of the period (11-12 years), namely the stage where children are able to understand double plot books or poetry-children's poems given at school. Reading children's literature not only provides entertainment or inner satisfaction, but in it there are character values that can be instilled in children. The character values are moral values, character, independence, hard work, tolerance, curiosity, discipline, concern, struggle and others that are inserted into children's literature reading materials.Keywords: children’s literary reading materials, character values
Bentuk, Makna dan Fungsi Aksara Bilangan dalam Penaggalan Kalender Hatuhaha di Pelauw Maluku (Kajian Semiotika) Susi Hardila Latuconsina
TOTOBUANG Vol. 10 No. 1 (2022): TOTOBUANG, Edisi Juni 2022
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The diversity of calendar characters in the Indonesian Muslim community is very close to the entry of Islam to the archipelago. This assumption is clearly based on the condition in which the community is still very strong in maintaining the customs and traditions related to the religious and Sufistic patterns of the tarekat. The problem being studied is how the form, meaning and function of the calendar calendar used in religious traditions in Pelauw. The purpose of this research is to describe the form, meaning, and function of the calendar calendar in Pelauw. Data collection techniques include observation, interviews, field notes and documentation. Based on the research results it was found that the Takwin Jum'atiyah number used Hisab Urfi. The first year in the Hijriyah Hatuhaha calendar is the year Alif 1 where 1 Muharram falls on a Friday so it is called Bilangan Jum'atiyah. Implementation of the Calendar Calendar related to religious traditions and rituals in Pelauw, the Ma'atenu [cakalel dance, Aroha [celebration of the birthday of the Prophet Muhammad SAW, and Ma'amara Tenuno.
FUNGSI NYANYIAN RAKYAT DALAM TRADISI MA’AROLO LANI MALA’APA DI NEGERI PELAUW MALUKU TENGAH Susi Hardila Latuconsina
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v7i1.10715

Abstract

Tradisi perkawinan adat di negeri Pelauw, kecamatan Pulau Haruku, kabupaten Maluku Tengah memiliki salah satu tahapan/prosesi yang mengandung nilai kesastraan daerah yang perlu dijaga, dirawat dan dilestarikan demi kerberlangsungannya di masa mendatang. Salah satu tahapan dalam perkawinan adat tersebut yaitu nyanyian rakyat yang oleh masyarakat setempat dinamakan ma'arolo lani mala’apa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi nyanyian rakyat pada tradisi perkawinan adat di negeri Pelauw. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan teori fungsi Alan Dundes dan William R. Bascom untuk mengkaji fungsi nyanyian rakyat dalam tradisi perkawinan adat di negeri Pelauw dengan sumber data berupa lani (kapata) yang biasanya didendangkan dalam acara perkawinan adat. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa nyanyian rakyat dalam tradisi perkawinan adat di negeri Pelauw, Maluku Tengah ditemukan beberapa fungsi yaitu; pendidikan, hiburan, sanksi sosial, kritik sosial, peningkat rasa solidaritas, pengubah pekerjaan yang membosankan menjadi pekerjaan yang menyenangkan dan pengesah pranata-pranata dan lembaga adat. Kata Kunci: fungsi nyanyian rakyat, lani, tradisi, perkawinan adat, Pelauw
Reading Literacy and Numeracy Assistance for Elementary School Students in West Ceram District Adam Latuconsina; Dewinofrita Dewinofrita; Sarfa Wasahua; Kapraja Sangadji; Satia Latuconsina; Nur Faizah Latuconsina; Enggal Mursalin; Susi Hardila Latuconsina; Nurul Latuconsin
MANGENTE: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2021): MANGENTE: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : IAIN AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/mangente.v1i1.2963

Abstract

Abstract. Community Service Activities (PKM) in the form of mentoring are aimed at, 1) increasing students' reading and numeracy literacy skills, 2) increasing learning motivation and competence in facing face-to-face learning. The methods used during the training were lectures, interactive discussions and mentoring by experts. The results of this PkM activity are, 1) 8 (eight) already have an average literacy score greater than 60, while 2 (two) other schools are still below a score of 60; 2) 8 (eight) schools already have an average numeracy score above 60, while 2 (two) schools are below a score of 60.
FUNGSI NYANYIAN RAKYAT DALAM TRADISI MA’AROLO LANI MALA’APA DI NEGERI PELAUW MALUKU TENGAH Latuconsina, Susi Hardila
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/lf.v7i1.10715

Abstract

Tradisi perkawinan adat di negeri Pelauw, kecamatan Pulau Haruku, kabupaten Maluku Tengah memiliki salah satu tahapan/prosesi yang mengandung nilai kesastraan daerah yang perlu dijaga, dirawat dan dilestarikan demi kerberlangsungannya di masa mendatang. Salah satu tahapan dalam perkawinan adat tersebut yaitu nyanyian rakyat yang oleh masyarakat setempat dinamakan ma'arolo lani mala’apa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi nyanyian rakyat pada tradisi perkawinan adat di negeri Pelauw. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dengan pendekatan teori fungsi Alan Dundes dan William R. Bascom untuk mengkaji fungsi nyanyian rakyat dalam tradisi perkawinan adat di negeri Pelauw dengan sumber data berupa lani (kapata) yang biasanya didendangkan dalam acara perkawinan adat. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa nyanyian rakyat dalam tradisi perkawinan adat di negeri Pelauw, Maluku Tengah ditemukan beberapa fungsi yaitu; pendidikan, hiburan, sanksi sosial, kritik sosial, peningkat rasa solidaritas, pengubah pekerjaan yang membosankan menjadi pekerjaan yang menyenangkan dan pengesah pranata-pranata dan lembaga adat. Kata Kunci: fungsi nyanyian rakyat, lani, tradisi, perkawinan adat, Pelauw
ANALISIS SEMIOTIKA TERHADAP AKSARA PENANGGALAN KALENDER DALAM TRADISI KEAGAMAAN DI MALUKU DAN SUMATERA BARAT Nur Apriani Nukuhaly; Susi Hardila Latuconsina
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2022): Linguistic Studies
Publisher : LP2M UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v4i2.4115

Abstract

Masyarakat Maluku dan Sumatera Barat merupakan dua daerah adat yang sangat unik dalam melakukan ritual keagamaan, namun di sisi lain masing-masing memiliki naskah penanggalan penanggalan untuk menentukan awal kegiatan keagamaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bilangan hatuhaha dan takwin ulakan memiliki persamaan yaitu bilangan takwin jum'atiyah (hatuhaha) dan bilangan takwin ulakan (sumatera barat/padang parimana), keduanya menggunakan hisab urfi. Selain itu terdapat perbedaan angka takwin jumat (hatuhaha) dan takwin ulakan (Sumatera Barat/Padang), yaitu tahun pertama dalam penanggalan Hijriah Hatuhaha adalah tahun Alif 1 dimana 1 Muharram jatuh pada hari Jumat sehingga disebut nomor Jumat. 'atiyah. Sedangkan tahun pertama dalam perhitungan takwin ulakan adalah Alif 1 tahun, tetapi 1 Muharram jatuh pada hari Kamis. Selain itu, terdapat perbedaan pelaksanaan penanggalan penanggalan terkait tradisi dan ritual keagamaan antara masyarakat Hatuhaha dengan masyarakat Padang Parimana.
EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM TRADISI HARI FATIMAH DI PELAUW MALUKU: KAJIAN FEMINISME SIMONE DE BEAUVOIR DAN FATIMA MERNISSI Susi Hardila Latuconsina; Nur Apriany Nukuhaly; Rusli Tuasikal
Lingue : Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Language and Literature Studies
Publisher : LP2M UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/lingue.v6i1.7870

Abstract

Abstract This study aims to describe the existence of women in the tradition of Fatima Day in the country of Pelauw Maluku Tengah. This type of research is qualitative description with the feminism theory approach of Simone de Beauvoir and Fatima Mernissi with data sources such as documents, videos and interviews. Based on the results of the research, it was concluded that the existence of women in the tradition of Fatima Day as in the procession of Ma’a koku sanama manu and ma’a hu’u uru there was a correspondence with the thinking of Simone de Beauvoir about women and history as well as women of the present. Unlike the Beauvoir feminism, the correspondence of the Fatima day tradition with the thought of the feminist Fatima Mernissi, that is, women participate in the role of reading the Zikir in the Procession of the Sahut and Zikir up Fatima. In addition, women in their daily lives are free to participate and actively participate in the social life, some professing as teachers, lecturers, government officials, private, merchants, students and students. Keywords: Fatimah Day, traditions, women, feminist theory