Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Nilai-Nilai Budaya dalam Folklor Lubuklinggau Musi Rawas Juwati Juwati
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.378 KB) | DOI: 10.30651/lf.v3i2.3210

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai-nilai budaya yang terdapat dalam cerita rakyat Lubuklinggau, Musi Rawas yang berjudul  “Misteri Danau Raya” berkaitan tentang hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan karya, hubungan manusia dengan sesamanya, hubungan manusia dengan alam, serta hubungan manusia dengan ruang dan waktu. Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  deskriptif kualitatif. Dalam penelitian deskripsi kualitatif yang dihasilkan berupa hasil analisis berbentuk deskripsi bukan berupa angka. Sementara hasil dan pembahasan dalam penelitian ini didapat nilai-nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan seperti tampak pada sikap keyakinan terhadap adanya Tuhan, sikap keyakinan terhadap roh-roh halus. Nilai Budaya dalam Hubungan Manusia dengan Karyanya seperti nilai keberanian, nilai keinginan keras, nilai ketabahan dan kesabaran, nilai tanggung jawab. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan sesamanya seperti nilai mempertahankan sistem kekerabatan, nilai suka menolong, nilai membalas budi, nilai sopan santun, nilai mempertahankan harga diri, nilai konflik, nilai gotong royong. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan ruang dan waktu seperti suka merantau atau mengembara. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam yaitu  memanfaatkan alam sekitarnya, seperti batang kelapa hijau.  Kata Kunci: Nilai budaya, folklor
MODEL PEMBELAJARAN SASTRA BERBASIS CERITA RAKYAT SEBAGAI UPAYA MEMBINA KARAKTER SISWA DI LUBUKLINGGAU Juwati Juwati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 5 MEI 2018
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.948 KB)

Abstract

Abstract—The purpose of this research is to improve and develop local wisdom in this case. Lubuklinggau folklore becomes a teaching material by teachers during the learning process. The method used in this research is R & D. Data obtained from test and test. Furthermore, the collected data is analyzed and described. Results and discussion in this study are. Folklore as a local wisdom produces many values that can educate as well as form a characteristic student. It can be seen from the growing emotional aspect when responding to Lubuklinggau folklore. The level of significance between the initial ability and the final needs of high school students PGRI 2 Lubuklinggau quite good. This is evidenced by the pretest value of 65.75 while the value of posting 70.90 increased 5.15%. The SPSS results show that the data is normally distributed, indicated by the value of Asymp.sig. (2-vols) 0.239 at a significant level of 0.05. Keywords— Character education, literary learning, local wisdom  Abstrak—Tujuan penelitian ini yaitu untuk menyempurnakan sekaligus mengembangkan kearifan lokal dalam hal ini cerita rakyat Lubuklinggau dijadikan sumber materi pelajaran sastra sehingga bisa menjadi alternatif sumber bahan ajar oleh guru pada saat melakukan proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu R & D. Data yang diperoleh berupa hasil tes dan observasi. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dan dideskripsikan. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini adalah tahap-tahap merespons  memfasilitasi pembelajaran sastra untuk membina karakter siswa. Cerita rakyat sebagai kearifan lokal mengandung banyak nilai-nilai yang dapat mendidik sekaligus membentuk siswa  yang berkarakter. Hal itu dapat dilihat dari aspek emosional mereka yang semakin berkembang saat merespons cerita rakyat Lubuklinggau. Taraf signifikasi antara kemampuan awal dan kemampuan akhir siswa SMA PGRI 2 Lubuklinggau tergolong baik. Hal ini terbukti dengan adanya nilai pretes  65,75 sedangkan nilai postes 70,90 meningkat 5,15%. Hasil SPSS menunjukan bahwa data berdistribusi normal, ditunjukan dengan nilai Asymp.sig. (2-teiled) 0,239  pada signifikan level 0,05.  Kata kunci— Pendidikan karakter, pembelajaran sastra, kearifan lokal
PENYUSUNAN NASKAH SOAL BESERTA KISI-KISI DAN KARTU SOAL DI SMA NEGERI 7 LUBUKLINGGAU Rudi Erwandi; Satinem Satinem; Merti Triyanti; Juwati Juwati
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v4i2.1616

Abstract

This community service program is motivated by the teacher's obligation to prepare learning tools including question scripts that will be given to students. The preparation of the question script must be accompanied by a question grid and question card so that the questions used are in accordance with the criteria. Therefore, the PGRI Silampari University service team carried out the preparation of the question script along with the grid and question cards. Question papers, grids and question cards are used to give tests to students according to level. The output target to be achieved by the proposing team is the improvement of values, knowledge and publications. In its implementation, it uses theoretical and practical methods starting with the preparation stage, providing material and the practice of preparing question texts, question grids and question cards.
PELATIHAN MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK BERBASIS DIGITAL LEARNING BAGI GURU SMA KOTA LUBUKLINGGAU Rudi Erwandi; Satinem Satinem; Juwati Juwati
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 5 No 1 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v5i1.1960

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru untuk memanfaatkan sejumlah platform digital salah satunya PDF Profesional. Metode pelaksanaan PKMdilaksanakan dalamduatahap,yaitu tahappertama penyampaian materi terkait program PKM. Sementara tahap kedua, praktik mendesain bahan ajar menjadi media ajar yang unik dan menarik berbantuan aplikasi PDF Profesional. Hasil dan pembahasan kegiatan pelaksanaan PKM diawali dengan sosialisasi dengan instansi terkait yaitu SMA N 5 Lubuklinggau. Selanjutnya penyampaian materi terkait PKM kemudian praktik dan pendampingan mendesain bahan ajar menggunakan aplikasi PDF Profesional. Selama pelaksanaan praktik dan pendampingan kepada guru yang mengikuti kegiatan PKM tidak ditemukan kendala yang berarti. Menurutnya aplikasi PDF Profesional mudah untuk dipraktikan. Selama kegiatan PKM berlangsung sebagian guru sudah menghasilkan desain buku ajar yang unik dan menarik yang dapat dibuka melalui HP atau notbook layaknya membuka buku.
Ulasan Buku ”Il Principe”(Sang Pangeran) Karya Niccolo Machiavelli Muhammad Boim; Tri Rizky Wulandari; Beany Vas Quin; Amon Qulsepfriti; Adetiya Anggreni; Juwati Juwati; Julika Purwasih; Widiawati Widiawati; Nurliani Nurliani; Wiyah Wiyah; Sasa Sasa; Esyi Esyi
Khirani: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2023): Juni : KHIRANI: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/khirani.v1i2.214

Abstract

This review examines the classic book "Il Principe" written by Niccolò Machiavelli. This book became one of the most famous works in the history of political science. by depicting political principles centered on power and governance in a realistic and pragmatic way. Niccolò Machiavelli was a philosopher, writer, diplomat and political thinker who was born in Florence, Italy, on May 3, 1469, and died on June 21, 1527 in Florence. He is known as one of the most important figures in political thought during the Renaissance. “Il Principe" is one of the most famous works written by him. This book was originally published in 1532 and is notable for highlighting human nature, power, and politics. Machiavelli took a realistic and pragmatic approach to politics, considering politics as an arena for power to be exercised with ingenuity and wisdom. In "Il Principe," Machiavelli analyzes historical experience and uses an empirical approach to investigate the actions and decisions of rulers. This book examines practical, albeit controversial, strategies, tactics, and principles of power. Machiavelli describes politics as an art which requires skill and decisiveness.Through this work, Machiavelli highlights the importance of considering the interests of the state and choosing actions that are effective in maintaining power.This book advances the view that political reality is not always in line with moral standards, and leaders Must be able to adapt to changing situations. This review concludes the need to understand political realities and recognize power dynamics to achieve the desired political goals.
SOSIALISASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS LAGU KEARIFAN LOKAL BAGI GURU SMA NEGERI 5 KOTA LUBUKLINGGAU Juwati Juwati; Satinem Satinem; Rudi Erwandi; Jamaludin Jamaludin
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v6i1.1959

Abstract

Tujuan PKM ini yaitu unuk meningkatkan pengetahuan guru terkait lagu berkearifan lokal yang dapat dijadikan salah satu penguatan pendidikan karakter. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah pertama, tahap persiapan yaitu a) koordinasi internal, dilakukan oleh tim untuk merencanakan pelaksanaan secara terkonsep. b) koordinasi secara eksternal, dilakukan dengan pihak luar yang terkait. c) Pemilihan lagu berkearifan lokal, pembuatan instrumen pengabdian dan sebagainya. d) persiapan lokasi, dokumentasi, dan persiapan lainnya. Kedua, tahap pelaksanaan kegiatan yaitu: a) Pembukaan program pengabdian masyarakat. b) Penyajian materi, diskusi, praktik, simulasi, dan tanya jawab. c) Penutup. Ketiga, monitoring dengan melihat perkembangan pelestarian lagu daerah yang telah dilaksanakan oleh guru melalui grup WA. Hasil dan pembahasan dalam PKM ini bahwa lagu daerah berisi tentang keseharian dalam kehidupan masyarakat sekitar yang didalamnya terdapat nilai pendidikan karakter. Misalnya, lagu Watervang, Ayo Ngelong Ke Linggau, dan Ngantat Tulungan. Ketika lagu tersebut disimulasikan sebagai contoh, ternyata guru tidak hanya mendapat informasi tentang lagu saja tetapi juga dapat mengetahui sejarah lagu tersebut diciptakan, dan menjadikannya sebagai pemaknaan berupa nasehat bagi siswa. Adapun lagu yang dikenalkan kepada peserta pengabdian seperti lagu “Ayo Ngelong ke Linggau, Watervang, Ngantat Tulungan”.
Sosialisasi Pentingnya Literasi di Sekolah Dasar Sebagai Salah Satu Wujud Penguatan Pendidikan Karakter Satinem Satinem; Juwati Juwati
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i1.3254

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini yaitu sosialisasi pentingnya literasi di sekolah dasar sebagai salah satu wujud penguatan pendidikan karakter. Adapun metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan PKM ini adalah pertama, tahap persiapan yaitu: a) koordinasi internal, dilakukan oleh tim untuk merencanakan pelaksanaan secara terkonsep. b) koordinasi secara eksternal, dilakukan dengan pihak luar yang terkait. c) persiapan lokasi, dokumentasi, dan persiapan lainnya. Kedua, tahap pelaksanaan kegiatan: a) Pembukaan program pengabdian masyarakat. b) Penyajian materi, diskusi, praktik, simulasi, dan tanya jawab. c) Penutup. Ketiga, Monitoring. Hasil dan pembahasan dalam PKM ini bahwa pada tahap pertama yaitu tahap persiapan TIM PKM terlebih dahulu melakukan koordinasi baik secara internal dan eksternal dengan mitra PKM SD N 47 Lubuklinggau. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh TIM PKM kepada mitra bahwa pentingnya sosialisasi terkait literasi di sekolah dasar sebagai salah satu wujud penguatan pendidikan karakter. Tahap kedua, tahap pelaksanaan kegiatan PKM, TIM PKM menyampaikan tujuan kegiatan PKM yang digagas sekaligus penyampaian materi berdasarkan koordinasi dengan pihak sekolah. Menurut mereka materi yang disampaikan TIM PKM sangat membuka pemikiran bagi guru-guru bagaimana menyelesaikan permasalah yang terjadi di sekolah dasar terkait kemampuan siswa yang masih ada belum bisa membaca dan menulis. Tahap ketiga, tahap monitoring dengan melihat perkembangan literasi siswa sebagai penguat pendidikan karakter yang telah dilaksanakan di SDN 47 Lubuklinggau melalui grup WA. Setelah proses pengabdian dilakukan dengan baik diharapkan guru dapat menjadi inspirator bagi siswa sekaligus penyelenggara kegiatan literasi di sekolah.
Pelatihan Pembuatan Media Literasi Digital untuk Guru Sekolah Dasar dalam Menanamkan Nilai Karakter Satinem Satinem; Juwati Juwati; Intan Vatresia; Olin Aima; Dira Khoirun Dzaki
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 1 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i1.3960

Abstract

Tujuan pengabdian adalaha kat ini mengadakan pelatih kepada guru membuat media pembelajaran sekaligus mengintegrasikan nilai karakter ke dalam media literasi digital. Adapun metode pelaksanaan kegiatan PKM adalah tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan monitoring. Hasil dan pembahasan pelatihan ini berfokus pada pengenalan konsep dasar wordwall, termasuk fungsi layout, integrasi multimedia, penyusunan navigasi konten, hingga kolaborasi real-time. Pelatihan diperkaya dengan contoh seklaigus praktik aplikatif Pelatihan dan pendampingan juga mengintegrasikan aspek literasi digital yang sangat penting di era teknologi. Guru dipandu menciptakan media yang tidak hanya informatif, tetapi juga mendidik siswa agar mampu menggunakan informasi digital secara kritis dan etis. Wordwall memberi ruang bagi guru menyisipkan pesan nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan empati, baik instruksi kegiatan maupun dalam narasi materi. Selain itu, menciptakan aktivitas kolaboratif menumbuhkan perilaku positif, seperti menghargai pendapat teman, disiplin dalam mengumpulkan tugas, dan bertindak etis dalam penggunaan informasi.
Penguatan Literasi dan Growth Mindset Melalui Pelatihan Belajar Efektif Bagi Siswa Juwati Juwati; Satinem Satinem; Imelda Imelda; Bela Sapira
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4291

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan berdasarkan minimnya minat belajar dan kemampuan literasi siswa. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh minimnya keaktifan siswa dalam pembelajaran, kecenderungan mudah menyerah saat menghadapi kesulitan, serta belum optimalnya kemampuan mengelola waktu dan strategi belajar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim PKM menyelenggarakan pelatihan belajar efektif yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya keterlibatan aktif dalam pembelajaran, keterampilan bertanya, pengelolaan waktu belajar, peningkatan fokus, dan strategi mengulang materi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan belajar efektif memberikan dampak positif terhadap perubahan sikap dan perilaku belajar siswa. Siswa menjadi lebih percaya diri, lebih aktif dalam pembelajaran, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Perubahan tersebut menunjukkan perkembangan pola pikir ke arah growth mindset, yaitu pemahaman bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha dan latihan. Selain itu, kegiatan membaca dan memahami bacaan turut meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa. Secara keseluruhan, pelatihan belajar efektif terbukti mampu meningkatkan keaktifan belajar, menumbuhkan sikap produktif dan pantang menyerah, serta membantu siswa memahami strategi belajar yang efektif, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan waktu dan perlunya pendampingan yang lebih intensif bagi sebagian siswa.