Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI OBAT INFLUENZA PADA MASYARAKAT PERUMAHAN TELAGA PASIRAYA BLOK F RT.005 RW.011 DESA SUKASARI KECAMATAN SERANG BARU KABUPATEN BEKASI Windi Windi; Tisa Amalia; Ayu Izzatin Haifa; Elsa Marliana
Jurnal Inkofar Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v7i1.280

Abstract

AbstrakSwamedikasi merupakan upaya pengobatan sendiri tanpa didasari resep dokter. Kegiatan swamedikasi banyak dilakukan oleh masyarakat, salah satu penyakit yang pengobatannya dapat dilakukan sendiri adalah influenza. Influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin, yang akan menimbulkan aerosol yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak dengan orang yang terinfeksi, melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi dan jika menghirup virus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Obat Influenza Pada Masyarakat Perumahan Telaga Pasiraya Blok F RT.005 RW.011 Desa Sukasari Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, menggunakan alat ukur kuesioner. Pengambilan sampel yang dilakukan dengan metode purposive sampling yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 72 responden. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak yaitu laki-laki dengan frekuensi 42 responden (58,3%), usia yang paling banyak yaitu 17-25 tahun dengan frekuensi 24 responden (33,3%), pendidikan yang paling banyak yaitu SMA dengan frekuensi 28 responden (38,9%), dan untuk sumber informasi obat yang sering digunakan yaitu melalui iklan, media cetak atau elektronik dengan frekuensi 69 responden (95,8%). Frekuensi responden menurut tingkat pengetahuan masyarakat di lingkungan tersebut dikatakan baik dengan frekuensi 42 responden (58%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi obat influenza pada masyarakat Perumahan Telaga Pasiraya Blok F RT.005 RW.011 Desa Sukasari Kecamatan Serang Baru Kabupaten Bekasi tergolong ke dalam tingkat pengetahuan kategori baik artinya sudah memiliki pengetahuan tentang swamedikasi obat influenza.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Swamedikasi, Obat Influenza, Pasiraya Blok F RT.005 RW.011
Penyuluhan tentang Gerakan Keluarga Sadar Obat Penggunaan Antibiotik di Kampung Tembong Gunung RT 010 RW 005 Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Kabupaten Kendal Tisa Amalia; Nindya Sekar Mayuri; Elsa Marliana
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 2 (2019): Tantangan Implementasi Hasil Riset Perguruan Tinggi untuk Industrialisasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi adalah warga Kp. Tembong Gunung RT 010 RW 005 Desa Sukamahi Kec. Cikarang Pusat Kab. Bekasi masih banyak yang belum mengetahui dan memahami bagaimana cara menggunakan obat antibiotik yang baik benar. Di dalam pemahaman warga selama ini jika sakitnya sudah sembuh maka obat antibiotik tersebut dihentikan konsumsinya. Metode pelaksanaan kegiatan, menggunakan metode penyuluhan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 08 September 2019, dimulai dari pukul 11.00- 13.00 WIB. Kegiatan dilakukan di SDN Sukamahi 02 yang diikuti oleh masyarakat Kp. TembongGunung RT 010 RW 005 Desa Sukamahi Kec. Cikarang Pusat Kab. Bekasi. Kegiatan dimulai dengan pengisian kuesioner terlebih dahulu, kuesioner ini berisi 10 pertanyaan, yang pertanyaan nya diambil dari materi yangakan disampaikan untuk mengetahui tingkat pengetahuan warga masyarakat tentang materi yang akan di sampaikan oleh tim pelaksana, dilanjutkan dengan perkenalan dan penyampaian materi oleh tim pelaksana.Hasil dari kegiatan penyuluhan ini yaitu tingkat pemahaman warga mengenai penggunaan obat antibiotik menjadi meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai pre tes dan post-test yang mengalami kenaikan. Dengan terlaksannya kegiatan ini diharapkan warga ketika sakit dan mendapatkan obat antibiotik dapat mengkonsumsinya secara benar. Kata kunci: Sosialisasi penyuluhan, keluarga sadar obat, penggunaan antibiotik
Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Farmasi Klinik Di Puskesmas X Kabupaten Bekasi Berdasarkan Permenkes No.74 Tahun 2016 Tisa Amalia; Yanti Kusmiati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah melalui kementerian kesehatan telah melakukan penyediaan ketersediaan obat publik dan perbekalan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau di pelayanan kesehatan salah satunya adalah Puskesmas. Pelayanan farmasi klinik di Puskesmas sangat dibutuhkan sehingga diperlukan pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimana kesesuaian pelaksanaan farmasi klinik di Puskesmas X Kabupaten Bekasi berdasarkan Permenkes No.74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas. Jenis penelitianyang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis empiris dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengambilan data diperoleh dari hasil wawancara terhadap Apoteker dan observasi langsung dilapangan. Hasil dari penelitian ini yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor74 Tahun 2016 adalah pengkajian dan pelayanan resep, pelayanan informasi obat, monitoring efek samping obat dan evaluasi penggunaan obat. Pelaksanaan yang belum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 adalah konseling. Kegiatan konseling belum sesuaipelaksanaannya karena kurangnya sumber daya manusia tenaga kefarmasian dan belum adanya fasilitas berupa ruang atau meja konseling farmasi. Kegiatan visit pasien dan pemantauan terapi obat tidak dilakukan karena Puskesmas tidak ada pelayanan rawat inap.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu untuk kesesuian pelayanan farmasi klinis di Puskesmas X masih 57% yang sesuai ( dari tujuh kegiatan hanya empat kegiatan yang sesuai )Kata Kunci: Pelayanan farmasi klinik, Permenkes No.74 Tahun 2016, Puskesmas
Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Resep Rawat Jalan Berdasarkan PMK Nomor 129 Tahun 2008 Di Rumah Sakit X Tisa Amalia; Dicky Kurnia Ramadhan
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau olehmasyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya melalui waktutunggu pasien yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata waktu tunggupelayanan resep depo farmasi rawat jalan, mengetahui kesesuaian waktu tunggu Rumah Sakit “X”,dan faktor-faktor yang mempengaruhi lama waktu tunggu pelayanan obat. Jenis penelitian ini yaituyuridi empiris dengan menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Hasil penelitian ini adalahmengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep obat, rata- rata waktutunggu pelayana resep depo farmasi rawat jalan pada obat jadi dengan waktu tunggu 18 menitsedangkan waktu tungu pelayan resep pada obat racikan dengan waktu tunggu 32 menit. Untukkesesuain waktu tunggu Rumah Sakit “X” belum memenuhi standar pelayan minimal rumah sakitkarena terdapat nilai maksimal waktu tunggu pelayanan resep pada obat jadi yaitu 44 menit dan obatracikan 73 menit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata waktu tunggu pelayanan reseppasien rawat jalan di Rumah Sakit ‘X” memenuhi standar pelayanan minimal yang telah ditetapkanoleh Kementrian Kesehatan, namun untuk kesesuain waktu tunggu pelayanan resep belum memenuhistandar pelayanan minimal yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan, dan faktor-faktor yangmempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep obat yaitu saat penerimaan resep, saat pemberianetiket, saat pengerjaan resep racikan, saat penyerahan, saat  perpindahan shift serta sarana danprasarana Kata Kunci: Waktu Tunggu, Resep Rawat Jalan, PMK Nomor 129 Tahun 2008
Gambaran Penerapan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bidang Lingkungan Kerja di PT X Tisa Amalia
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 2 (2019): Tantangan Implementasi Hasil Riset Perguruan Tinggi untuk Industrialisasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional. Angka kecelakaan kerja terus menunjukkan tren meningkat. Pada bulan Februari 2019 telah terjadi kecelakaan kerja di PT X yang mengakibatkan salah satu pekerja mengalami cidera ringan. Spesifikasi dalam penelitian ini adalah deskriptifanalisis, yaitu penelitian yang mendeskripsikan secara terperinci fenomena sosial yang menjadi pokok permasalahan. Suatu penelitian deskriptif dimaksudkan untuk memberikan data yang seteliti mungkintentang penerapan penerapan norma keselamatan dan kesehatan kerja bidang lingkungan kerja yaitu di PT X.Penelitian ini menggunakan pendekatan yang bersifat yuridis normatif, yaitu dengan menganalisa atau mengkaji data sekunder yang berupa bahan-bahan hukum terutama bahan hukum primer dan bahan hukumsekunder. Hasil penelitian ini yaitu pada faktor fisika ditemukan temuan negatif adanya tingkat kebisingan, pencahayaan dan ventilasi kurang. Faktor kimia perusahaan sudah memiliki IPAL, ruangan tempatpenyimanan bahan berbahaya dan beracun dan telah memiliki ahli K3 kimia akan tetapi belum memiliki petugas kimia. Faktor Ergonomi yaitu  pada area plant A ketinggian meja kerja pada bagian spon kurangtinggi sehingga pekerja agak membungkuk pada saat bekerja. Faktor Penyediaan Fasilitas Kebersihan dan Sarana Higiene yaitu perusahaan telah menyediakan fasilitas kantin dan toilet yang bersih untukkaryawannya. Tempat sampah yang ada di PT X dibiarkan terbuka dan tidak diberi label.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penerapan norma keselamatan dan kesehatan kerja bidang lingkungan kerja yaitu di PT X belum dilaksanakan secara maksimal.  Kata kunci: Penerapan norma keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan kerja