Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penyuluhan tentang Gerakan Keluarga Sadar Obat Penggunaan Antibiotik di Kampung Tembong Gunung RT 010 RW 005 Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Kabupaten Kendal Tisa Amalia; Nindya Sekar Mayuri; Elsa Marliana
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 2 (2019): Tantangan Implementasi Hasil Riset Perguruan Tinggi untuk Industrialisasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi adalah warga Kp. Tembong Gunung RT 010 RW 005 Desa Sukamahi Kec. Cikarang Pusat Kab. Bekasi masih banyak yang belum mengetahui dan memahami bagaimana cara menggunakan obat antibiotik yang baik benar. Di dalam pemahaman warga selama ini jika sakitnya sudah sembuh maka obat antibiotik tersebut dihentikan konsumsinya. Metode pelaksanaan kegiatan, menggunakan metode penyuluhan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 08 September 2019, dimulai dari pukul 11.00- 13.00 WIB. Kegiatan dilakukan di SDN Sukamahi 02 yang diikuti oleh masyarakat Kp. TembongGunung RT 010 RW 005 Desa Sukamahi Kec. Cikarang Pusat Kab. Bekasi. Kegiatan dimulai dengan pengisian kuesioner terlebih dahulu, kuesioner ini berisi 10 pertanyaan, yang pertanyaan nya diambil dari materi yangakan disampaikan untuk mengetahui tingkat pengetahuan warga masyarakat tentang materi yang akan di sampaikan oleh tim pelaksana, dilanjutkan dengan perkenalan dan penyampaian materi oleh tim pelaksana.Hasil dari kegiatan penyuluhan ini yaitu tingkat pemahaman warga mengenai penggunaan obat antibiotik menjadi meningkat. Hal ini dapat dilihat dari hasil nilai pre tes dan post-test yang mengalami kenaikan. Dengan terlaksannya kegiatan ini diharapkan warga ketika sakit dan mendapatkan obat antibiotik dapat mengkonsumsinya secara benar. Kata kunci: Sosialisasi penyuluhan, keluarga sadar obat, penggunaan antibiotik
Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Farmasi Klinik Di Puskesmas X Kabupaten Bekasi Berdasarkan Permenkes No.74 Tahun 2016 Tisa Amalia; Yanti Kusmiati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah melalui kementerian kesehatan telah melakukan penyediaan ketersediaan obat publik dan perbekalan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau di pelayanan kesehatan salah satunya adalah Puskesmas. Pelayanan farmasi klinik di Puskesmas sangat dibutuhkan sehingga diperlukan pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimana kesesuaian pelaksanaan farmasi klinik di Puskesmas X Kabupaten Bekasi berdasarkan Permenkes No.74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas. Jenis penelitianyang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis empiris dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Teknik pengambilan data diperoleh dari hasil wawancara terhadap Apoteker dan observasi langsung dilapangan. Hasil dari penelitian ini yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor74 Tahun 2016 adalah pengkajian dan pelayanan resep, pelayanan informasi obat, monitoring efek samping obat dan evaluasi penggunaan obat. Pelaksanaan yang belum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 adalah konseling. Kegiatan konseling belum sesuaipelaksanaannya karena kurangnya sumber daya manusia tenaga kefarmasian dan belum adanya fasilitas berupa ruang atau meja konseling farmasi. Kegiatan visit pasien dan pemantauan terapi obat tidak dilakukan karena Puskesmas tidak ada pelayanan rawat inap.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu untuk kesesuian pelayanan farmasi klinis di Puskesmas X masih 57% yang sesuai ( dari tujuh kegiatan hanya empat kegiatan yang sesuai )Kata Kunci: Pelayanan farmasi klinik, Permenkes No.74 Tahun 2016, Puskesmas
Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Resep Rawat Jalan Berdasarkan PMK Nomor 129 Tahun 2008 Di Rumah Sakit X Tisa Amalia; Dicky Kurnia Ramadhan
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau olehmasyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya melalui waktutunggu pasien yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata waktu tunggupelayanan resep depo farmasi rawat jalan, mengetahui kesesuaian waktu tunggu Rumah Sakit “X”,dan faktor-faktor yang mempengaruhi lama waktu tunggu pelayanan obat. Jenis penelitian ini yaituyuridi empiris dengan menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Hasil penelitian ini adalahmengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep obat, rata- rata waktutunggu pelayana resep depo farmasi rawat jalan pada obat jadi dengan waktu tunggu 18 menitsedangkan waktu tungu pelayan resep pada obat racikan dengan waktu tunggu 32 menit. Untukkesesuain waktu tunggu Rumah Sakit “X” belum memenuhi standar pelayan minimal rumah sakitkarena terdapat nilai maksimal waktu tunggu pelayanan resep pada obat jadi yaitu 44 menit dan obatracikan 73 menit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata waktu tunggu pelayanan reseppasien rawat jalan di Rumah Sakit ‘X” memenuhi standar pelayanan minimal yang telah ditetapkanoleh Kementrian Kesehatan, namun untuk kesesuain waktu tunggu pelayanan resep belum memenuhistandar pelayanan minimal yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan, dan faktor-faktor yangmempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep obat yaitu saat penerimaan resep, saat pemberianetiket, saat pengerjaan resep racikan, saat penyerahan, saat  perpindahan shift serta sarana danprasarana Kata Kunci: Waktu Tunggu, Resep Rawat Jalan, PMK Nomor 129 Tahun 2008
Gambaran Penerapan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bidang Lingkungan Kerja di PT X Tisa Amalia
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 2 (2019): Tantangan Implementasi Hasil Riset Perguruan Tinggi untuk Industrialisasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional. Angka kecelakaan kerja terus menunjukkan tren meningkat. Pada bulan Februari 2019 telah terjadi kecelakaan kerja di PT X yang mengakibatkan salah satu pekerja mengalami cidera ringan. Spesifikasi dalam penelitian ini adalah deskriptifanalisis, yaitu penelitian yang mendeskripsikan secara terperinci fenomena sosial yang menjadi pokok permasalahan. Suatu penelitian deskriptif dimaksudkan untuk memberikan data yang seteliti mungkintentang penerapan penerapan norma keselamatan dan kesehatan kerja bidang lingkungan kerja yaitu di PT X.Penelitian ini menggunakan pendekatan yang bersifat yuridis normatif, yaitu dengan menganalisa atau mengkaji data sekunder yang berupa bahan-bahan hukum terutama bahan hukum primer dan bahan hukumsekunder. Hasil penelitian ini yaitu pada faktor fisika ditemukan temuan negatif adanya tingkat kebisingan, pencahayaan dan ventilasi kurang. Faktor kimia perusahaan sudah memiliki IPAL, ruangan tempatpenyimanan bahan berbahaya dan beracun dan telah memiliki ahli K3 kimia akan tetapi belum memiliki petugas kimia. Faktor Ergonomi yaitu  pada area plant A ketinggian meja kerja pada bagian spon kurangtinggi sehingga pekerja agak membungkuk pada saat bekerja. Faktor Penyediaan Fasilitas Kebersihan dan Sarana Higiene yaitu perusahaan telah menyediakan fasilitas kantin dan toilet yang bersih untukkaryawannya. Tempat sampah yang ada di PT X dibiarkan terbuka dan tidak diberi label.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Penerapan norma keselamatan dan kesehatan kerja bidang lingkungan kerja yaitu di PT X belum dilaksanakan secara maksimal.  Kata kunci: Penerapan norma keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan kerja
EDUKASI PENERAPAN PHBS RUMAH TANGGA MELALUI KEBIASAAN CUCI TANGAN DENGAN PRODUK HERBAL Tisa Amalia; Amanda Arifianti E; Ayu Izzatin Haifa; Jenny Risca Ananta; Maulia Bunga Ariyanti; Alifah Khoirunnisa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (BHAKTIMAS)
Publisher : UNIT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - UTPAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70429/bhaktimas.v4i1.290

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya cuci tangan pakai sabun (CTPS), merupakan fondasi pencegahan penyakit berbasis lingkungan. Namun, produk sabun komersial sering mengandung bahan kimia sintetis yang berpotensi menimbulkan iritasi dan dampak lingkungan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktik CTPS dengan memperkenalkan alternatif produk herbal yang aman. Metode yang digunakan adalah edukasi, demonstrasi tujuh langkah CTPS WHO, dan praktik langsung membuat sabun herbal, yang melibatkan 30 ibu rumah tangga di Perumahan TNI-Polri dan Umum Cibarusah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, dan observasi keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan nilai rata-rata dari 7,6 menjadi 8,0, serta 100% peserta mampu menerapkan seluruh langkah CTPS dengan benar dalam observasi. Kegiatan ini efektif dalam menyegarkan dan memperkuat pemahaman serta praktik PHBS, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang kemandirian dalam memproduksi sarana kebersihan alami. Program ini selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3 (Kesehatan yang Baik) dan 6 (Air Bersih dan Sanitasi).
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG SWAMEDIKASI DI RT 01 RW 02 DESA TAMAN RAHAYU KECAMATAN SETU KABUPATEN BEKASI Siska Shintia; Tisa Amalia; Ayu Izzatin Haifa
INKOFAR Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health is a healthy condition of a person both physically, mentally, and socially, which is not only free from disease to enable him/her to live productively. One way for people to maintain health is through self-medication, which is the act of treating themselves. Self-medication is generally done to overcome complaints or minor illnesses such as fever, pain, dizziness, cough, influenza, stomach ulcers, worms, diarrhea, and other skin diseases. Self-medication must be done in a way that is appropriate for the disease experienced. Its implementation must meet the criteria for rational drug use, including the right choice of drugs, the right dose of drugs, no side effects, no contraindications, no drug interactions, and no polypharmacy. In practice, the use of drugs and drug doses, if errors occur continuously for a long time, is feared to pose a health risk. This study aims to determine the level of knowledge and behavior of the community about self-medication in RT 01 RW 02 Taman Rahayu Village, Setu District, Bekasi Regency. This type of research is descriptive quantitative with a cross-sectional approach method, using a questionnaire measuring instrument. Sampling was conducted using purposive sampling method that has met the inclusion and exclusion criteria of 85 respondents. The results of this study indicate the number of respondents who have good, sufficient, low levels of knowledge with percentages of 80%, 13%, and 7% respectively. The results of self-medication behavior measurements indicate that respondents who have appropriate, less, and inappropriate levels of behavior with percentages of 84%, 16%, and 0% respectively. Based on the results of the study, it can be concluded that the description of the level of knowledge and behavior of the community about self-medication in RT 01 RW 02 Taman Rahayu Village, Setu District, Bekasi Regency is good 80% and appropriate 84%.
ANALISIS KETERSEDIAAN OBAT DENGAN FORMULARIUM NASIONAL DI PUSKESMAS Y Neng Widia Ningsih; Tisa Amalia; Aulia Asmawati
INKOFAR Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adequate drug availability is a crucial component of healthcare services at Community Health Centers. Drug shortages can disrupt services and reduce patient trust, while overstocking risks expiration and financial loss. The National Formulary (Fornas) serves as a reference for selected drugs to ensure treatment quality. However, its implementation in health facilities still faces challenges. This research aimed to analyze the conformity of drug availability with the National Formulary and the percentage of drug availability level at Y Community Health Center in 2024. The study applied a descriptive method with a retrospective approach. The population included all drugs available from January to December 2024, with a total of 94 types, using total sampling technique. Data were collected from drug stock cards and monthly drug usage reports (LPLPO). Data analysis was performed by comparing the drug list with the National Formulary and calculating drug availability levels based on stock coverage time. The results showed that the conformity rate of drug availability with the National Formulary was 98.94%. Meanwhile, the percentage of drug availability level was categorized as 36.56% insufficient, 24.73% safe, and 38.71% excessive. It is concluded that drug availability at Y Community Health Center has not met the standard indicator of 100% conformity with the National Formulary and 100% safe availability level. This condition indicates inefficiency in drug management planning, which can disrupt rational drug use. Improvements in drug planning and monitoring are recommended.
ANALISIS PENGELOLAAN STOK OBAT BERDASARKAN PERSENTASE WAKTU KEKOSONGAN DAN NILAI OBAT KADALUARSA DI PUSKESMAS X Maya Nurul Paidah; Tisa Amalia; Ayu Izzatin Haifa
INKOFAR Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effective drug stock management is crucial for ensuring medication availability and minimizing financial losses due to expired drugs in primary healthcare facilities. This study aimed to analyze drug stock management based on the percentage of stockout time and the value of expired drugs at Public Health Center (Puskesmas) X. This descriptiveanalytical research employed a mixed-method approach conducted from January to December 2024. Data were collected through observation, interviews, and document review. Quantitative data were analyzed using formulas for stockout percentage and expired drug percentage, while qualitative data were analyzed thematically. The results showed a stockout percentage of 23.87%, with 47 out of 94 indicator drugs experiencing stockouts. The expired drug percentage was 2.12%, with a total financial loss of IDR 2,693,966. The main causes were ineffective distribution, changing disease trends, and inaccurate planning. In conclusion, drug management at Puskesmas X is not yet optimal, as indicated by high rates of stockouts and expired drugs. Improvements in planning, distribution, and monitoring are required.
OUTPATIENT PATIENT SATISFACTION WITH MEDICATION INFORMATION SERVICES AT X PRIMARY INPATIENT CLINIC BASED ON MINISTER OF HEALTH REGULATION NO. 34 OF 2021 Putri Ade Fitriani; Tisa Amalia; Ayu Izzatin Haifa
INKOFAR Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background Drug information services are a critical component of pharmaceutical care, ensuring patient safety and therapeutic adherence. However, suboptimal delivery of drug information remains a challenge in primary health facilities, potentially leading to patient non-compliance and increased risk of adverse drug reactions. Purpose This study aims to determine the level of outpatient satisfaction with drug information services at Klinik Pratama Rawat Inap X based on Regulation of the Minister of Health Number 34 of 2021 concerning Pharmaceutical Service Standards in Clinics. Methodology A descriptive quantitative method with a cross-sectional approach was employed. Data were collected through a validated nine-item questionnaire distributed to 98 outpatients selected using the Slovin formula. Data analysis used Likert scale (1-5) with percentage calculation and categorized into five satisfaction levels.. Findings The overall satisfaction rate was 69% (satisfied category). The highest score was for drug benefit information (85%, very satisfied), while the lowest was for drug storage information (69%, satisfied). Three mandatory information items, side effects (70%), precautions (70%), and storage (69%), were at the lower threshold of the satisfied category. The staff-to-patient ratio (1:85) exceeded the recommended standard (1:50), contributing to incomplete information delivery. Implications This study recommends strengthening regulatory compliance, increasing pharmaceutical staff capacity, and improving supervision of drug information services in primary health facilities to enhance patient satisfaction and therapeutic outcomes. Originality This research provides a comprehensive evaluation of outpatient satisfaction with drug information services specifically in a primary care clinic setting, using a multidimensional assessment aligned with national regulatory standards.