Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Islamic Religious Education Learning Strategies to Build Inclusive Religious Character for University Students Sutarto Sutarto; Dewi Purnama Sari
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.2332

Abstract

This phenomenological qualitative research aims to explore the learning strategies used by Islamic Religious Education lecturers in building the character of religious inclusion in the aspects of knowledge, feelings, and aspects of doing. The research informants comprised 15 lecturers who teach religious subjects at the Islamic Religious Education Study Program IAIN Curup. Data was collected using semi-structured interviews. The data collected was analyzed in three steps: data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification. The validity of the data was checked using triangulation of technical sources. The results show that learning strategies to build character in religious intelligence can be carried out not only by providing knowledge and understanding. However, it must be accompanied by the development of attitudes, feelings, skills, and training to cooperate and provide students with real-life experience in a plural society.
Budaya Religius Serta Implikasinya terhadap Kebiasaan Beribadah Siswa Pera Mona Okta Yolanda; Saidil Mustar; Dewi Purnama Sari; Ririn Eka Monicha; Ahmad Qodri; Surya Adi Pratama
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 6 No 2 (2023): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v6i2.6459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya religius dan bagaimana implikasinya terhadap kebiasaan beribadah siswa MAN Rejang Lebong. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan case study. Hasil penelitian ini meliputi pelaksanaan shalat Dhuha, shalat zuhur, shalat Jum’at, zikir, doa, keputrian, berpakaian syar’i dan sopan, 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), dan membaca Al-Qur’an. Adapun implikasi penerapan budaya religius yang dilakukan secara berulang-ulang akan membentuk kebiasaan siswa baik dari segi shalat, seperti shalat Dhuha secara rutin, menjadikan siswa lebih sopan dalam berbicara, berpakaian syar’i dengan penerapan budaya religius diharapkan dapat membentuk siswa yang agamis, berakhlak mulia. Simpulan penelitian ini bahwa terdapat beberapa budaya religius terhadap kebiasaan beribadah siswa diantaranya implikasi shalat Dhuha terhadap kebiasaan beribadah siswa pagi hari, implikasi Shalat Zuhur terhadap kebiasaan beribadah siswa, implikasi 5S serta implikasi zikir terhadap kebiasaan beribadah siswa dengan merupakan budaya zikir religius. Kata Kunci: Budaya Religius, Implikasi, Kebiasaan Beribadah Siswa
Analysis Of The Needs Of Iain Curup Lecturer And Educational Personnel To Create Happiness In The Workplace Dewi Purnama Sari; Sutarto Sutarto; Hamengkubuwono Hamengkubuwono
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Article In Progress Special Issue 20
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5234

Abstract

This qualitative research with a phenomenological approach aims to analyze the needs of IAIN Curup lecturers and educational staff related to the hope of realizing happiness in the workplace. Research informants consisted of 149 lecturers and 59 educational staff. The data collection technique used semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis, then checking the validity of the data using source triangulation. Based on the research results, it is known that in order to create happiness in the workplace, lecturers and educational staff at IAIN Curup expect improvement, maintenance, and arrangement of workplace facilities and environment, attention and support from leadership, clear SOPs for work, provision of rewards and openness in work.
Deteksi Dini Good Character yang Belum Terbentuk pada Anak Usia 7-12 Tahun dan Faktor-Faktor Penyebabnya (Studi Fenomenologi di SDIT Rabbi Radhiyya Curup Bengkulu) Dewi Purnama Sari
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 10 No. 02 (2021): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v10i02.1269

Abstract

Usia 7-12 tahun merupakan usia yang kritis dalam pembentukan sikap, kebiasaan dan pola perilaku. Kritis dalam arti sikap, kebiasaan dan pola perilaku yang terbentuk pada usia tersebut cenderung menetap dan mempengaruhi sejauhmana anak mampu melakukan penyesuaian diri, baik penyesuaian pribadi maupun penyesuaian sosial. Penting bagi orang tua dan guru mendeteksi sikap, kebiasaan, dan pola perilaku baik yang belum terbentuk sedini mungkin agar dapat memberi perlakuan yang berbeda dan membimbing anak secara tepat. Studi ini bertujuan untuk mengungkapkan jenis-jenis good character yang belum terbentuk pada anak usia 7-12 tahun dan faktor-faktor penyebabnya. Melalui pendekatan kualitatif-fenomenologi, studi ini mengungkapkan pengalaman 18 orang siswa yang ditangani secara intensif oleh 8 orang guru. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dianalisis menggunakan Analisis Fenomenologis Interpretatif, serta menggunakan intersubjective validity sebagai teknik verifikasi data. Hasil penelitian menemukan jenis-jenis good character yang belum terbentuk pada anak usia 7-12 tahun diantaranya adalah disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, kepedulian, dan kejujuran. Faktor-faktor penyebab belum terbentuknya good character pada anak usia 7-12 tahun diantaranya adalah karena kurang perhatian orang tua, pengaruh lingkungan di luar sekolah, serta perlakuan orang tua.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DALAM TRADISI KENDURI NIKAH DI DESA BARUMANIS Dewi Purnama Sari; Sutarto Sutarto
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 19 No. 1 (2021): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32729/edukasi.v19i1.829

Abstract

AbstractThis paper aims to reveal the values of multicultural Islamic education which are implemented in the tradition of the feast on marriage in Barumanis village, Rejang Lebong Regency, Bengkulu Province. This research is qualitative research with a phenomenological approach. The research informants consisted of community leaders, traditional leaders, and religious leaders in Barumanis village. The data collection techniques used are passive participation observation and unstructured interviews. To check the validity of the data, the technique of extension of observations and triangulation of sources and data were used. Data analysis using the Miles and Huberman model. The results showed that the values of multicultural Islamic education that are implemented in the wedding festival tradition are, first, democratic values, which include freedom of expression, adherence to manners, and the existence of equal rights. Second, humanistic values, which include mutual respect, respect, and mutual assistance between one another in diversity. Third, pluralistic value, which includes public awareness of diversity in differences and tolerance. The values of multicultural Islamic education can become the glue of the unity of the Barumanis village community so that harmony and peace are formed in diversity.AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang diimplementasikan dalam tradisi kenduri nikah di desa Barumanis Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan penelitian terdiri tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama desa Barumanis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi passive participation dan wawancara tidak terstruktur. Untuk mengecek keabsahan data digunakan teknik perpanjangan pengamatan dan triangulasi sumber dan data. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam multikultural yang diimplementasikan dalam tradisi kenduri nikah adalah pertama, nilai demokratis, yang mencakup adanya kebebasan mengemukakan pendapat, adanya kepatuhan terhadap tata krama dan adanya persamaan hak. Kedua, nilai humanistik, yang meliputi adanya sikap saling menghormati, menghargai dan saling membantu antar sesama dalam keragaman. Ketiga, nilai pluralistik, mencakup adanya kesadaran masyarakat tentang keragaman dalam perbedaan dan toleransi. Nilai-nilai pendidikan Islam multikultural ini mampu menjadi perekat kesatuan masyarakat desa Barumanis, sehingga terbentuk kerukunan dan kedamaian dalam keragaman. 
Implementing the Principles of Educational Psychology to Create Effective Learning Dewi Purnama Sari
Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam Vol. 12 No. 2 (2021): October
Publisher : STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/syaikhuna.v12i2.4769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip-prinsip psikologi pendidikan dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan penelitian yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru SDIT Rabbi Radhiyya Curup. Total ada sembilan informan. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan observasi non-partisipan, dan wawancara tidak terstruktur serta triangulasi teknik dan sumber mengkonfirmasi keabsahan data—analisis data dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip psikologi pendidikan diterapkan dalam proses belajar mengajar di SDIT Rabbi Rhadiyya Curup, merangsang kegembiraan dalam belajar, menunjukkan sambutan hangat, mempromosikan penghargaan dan mengembangkan persaingan yang sehat didorong selama proses berlangsung.