Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Ratifikasi Asean Agreement On Electronic Commerce Oleh Indonesia Indrawati Indrawati; Kartika Fitri Ampiranti
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 3 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i3.238

Abstract

This research examines the study of the ratification of the ASEAN Agreement on E-commerce by Indonesia. The research used in this research is a qualitative research which is described descriptively. Various sources were processed in this study such as books, research results, journals, and research articles. The results of this study indicate that in the current ICT era, e-commerce is a new way of conducting commercial activities, and is an important component in increasing economic growth and development around the world. For example, ASEAN, ICT, and e-commerce are recognized as important segments for regional integration. ASEAN is developing its legal framework to promote and facilitate ICT development and e-commerce growth in the region through the ASEAN Agreement on Electronic Commerce. On September 7, 2021, Indonesia has ratified the bill related to the ASEAN Agreement on Electronic Commerce to become a legal law in Indonesia. With the passing of the Draft Law into Law, the DPR and the government have formed a legal umbrella for cooperation in the intergovernmental electronic commerce sector in ASEAN to increase the value of trade in goods and services, increase the competitiveness of domestic business actors, and expand cooperation through the use of electronic commerce in ASEAN.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ekspor Alas Kaki Indonesia Ke Amerika Serikat Dimas Maya Silviani; Indrawati Indrawati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.321 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.9718

Abstract

Alas kaki merupakan salah satu komoditas unggulan yang akan diekspor oleh bangsa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor alas kaki ke Amerika Serikat. Amerika Serikat merupakan negara tujuan utama ekspor alas kaki Indonesia. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini dan data yang digunakan diperoleh dari jurnal, buku referensi atau surat kabar yang ada. Teori yang digunakan adalah perdagangan Internasional dan SWOT. Hasil dengan menggunakan SWOT menunjukkan bahwa alas kaki Indonesia memiliki kekuatan dan peluang yang saling mendukung dan dapat terus dikembangkan, selain itu ditemukannya kelemahan dan tantangan yang mempengaruhi ekspor alas kaki, yang dapat digunakan untuk meminimalisir ancaman ekspor alas kaki.
Penyuluhan Strategi Membangun Brand Awarness Produk pada Anggota PKK di Warakas Dinar Ayu Chandra Agustin; Vidya Kusumawardhani; Indrawati Indrawati; Dewi Maria Herawati; Sugeng Wahjudi; Danang Trijayanto
PANDAWA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2023): PANDAWA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/pandawa.v2i1.6961

Abstract

Perkembangan teknologi mengubah gaya hidup masyarakat salah satunya adalah kegiatan pemasaran yang awalnya dilaksankan secara konvensional kini beralih menjadi digital. Pemasaran digital adalah kegiatan pemasaran yang memanfaatkan internet untuk dapat menjangkau pasar yang luas. Salah satu strategi digital marketing adalah dengan membentuk, mempertahankan dan meningkatkan brand awareness pada calon konsumen. Namun sayangnya masih banyak pelaku usaha yang telah melakukan digital marketing dalam usaha atau produknya tetapi kurang memahami fungsi dan peran brand awareness, sehingga hasil dari pemasaran yang dilakukan kurang memuaskan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan strategi membangun brand awareness bagi masyarakat yang mayoritas bermatapencaharian sebagai pedangang, yakni di kelurahan warakas, kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Metode yang digunakan yakni, observasi, ceramah, diskusi dan evaluasi kuantitatif. Dari hasil kegiatan diperoleh bahwa 93,3% peserta menjadi lebih memahami menganai brand awareness, keuntungan apasaja yang didapatkan ketika menerapkan brand awareness pada produk dan mengetahui cara-cara untuk membentuk brand awareness.
HIDUP SEHAT TANPA HOAX DI MASA PANDEMI COVID-19 Dewi Maria Herawati; Danang Trijayanto; Agung Yudhistira Nugroho; Indrawati Indrawati; Yansen Marajohan Tambun
PANDAWA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2022): PANDAWA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/pandawa.v1i1.5679

Abstract

ABSTRAK Penyebaran hoax di masa pandemi Covid-19 menjadi persoalan yang besar dikarenakan banyak orang yang percaya pada hoax sehingga menyebabkan penanganan Covid-19 lambat dan banyak memakan korban jiwa. Hoax sendiri merupakan salah satu kejahatan yang paling massif di dunia maya saat ini. Penyebaran hoax yang beredar di masyarakat melibatkan banyak media, baik mulai dari media sosial hingga media massa online. Sedangkan berdasarkan penggunanya, usia 18-24 tahun merupakan pengguna media sosial tertinggi kedua di Indonesia. Sosialisasi dan pengetahuan terhadap tanggap hoax diperlukan dalam masyarakat agar masyarakat dapat memilah informasi yang didapat dan dapat menimbulkan optimisme baru terhadap upaya pencegahan virus ini. Oleh sebab itu, sosialisasi terhadap hoax di masa pandemi ini sangat diperlukan untuk segala lapisan masyarakat. Melihat dari data yang dijabarkan dalam latar belakang diatas, maka pemilihan mitra yang berasal dari usia remaja merupakan prioritas kegiatan ini. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan beberapa cara, yaitu observasi, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi, serta sosialisasi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berjudul Hidup Sehat Tanpa Hoax di Masa Pandemi ini diadakan selama dua hari yakni hari Kamis dan Minggu tanggal 29 Juli dan 1 Agustus 2021. Rangkaian kegiatan abdimas ini dilakukan dalam beberapa tahapan dan koordinasi dari empat orang dosen FISIP Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dengan tugas pokok masing-masing. Hasil dari kegiatan ini adalah Selama ini mereka hanya mengetahui tanpa tahu harus berbuat apa namun setelah sosialisasi ini dilakukan mereka antusias. Oleh karena itu, mereka semangat dalam menggunakan tools seperti fact-checker yang ada di laman Mafindo dan sejenisnya. Setelah acara tanya jawab dilakukan, maka kegiatan berikutnya adalah serah terima piagam penghargaan untuk pembicara dan foto bersama. Berdasarkan hasil analisa dari post-test yang diambil paska acara tersebut, sebanyak 93,8% sudah mengetahui cara melawan dan mencegah penyebaran hoax. Kata Kunci: Hoax, Covid-19 , Media sosial
Ratifikasi Asean Agreement On Electronic Commerce Oleh Indonesia Indrawati Indrawati; Kartika Fitri Ampiranti
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 6 No. 3 (2023): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v6i3.238

Abstract

This research examines the study of the ratification of the ASEAN Agreement on E-commerce by Indonesia. The research used in this research is a qualitative research which is described descriptively. Various sources were processed in this study such as books, research results, journals, and research articles. The results of this study indicate that in the current ICT era, e-commerce is a new way of conducting commercial activities, and is an important component in increasing economic growth and development around the world. For example, ASEAN, ICT, and e-commerce are recognized as important segments for regional integration. ASEAN is developing its legal framework to promote and facilitate ICT development and e-commerce growth in the region through the ASEAN Agreement on Electronic Commerce. On September 7, 2021, Indonesia has ratified the bill related to the ASEAN Agreement on Electronic Commerce to become a legal law in Indonesia. With the passing of the Draft Law into Law, the DPR and the government have formed a legal umbrella for cooperation in the intergovernmental electronic commerce sector in ASEAN to increase the value of trade in goods and services, increase the competitiveness of domestic business actors, and expand cooperation through the use of electronic commerce in ASEAN.