Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PROSES KOMUNIKASI DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MITIGASI BENCANA DI KAWASAN PESISIR SELATAN KABUPATEN BANTUL Decky Kuncoro; Indrawati Indrawati
Jurnal Mutakallimin : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jm.v2i2.3513

Abstract

Kawasan pesisir selatan Kabupaten Bantul merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana alam yang termasuk ke dalam kategori tinggi. Tinggi nya potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu di kawasan pesisir selatan Kabupaten Bantul tersebut membuat pemerintah Kabupaten Bantul melakukan antisipasi dengan memasukkan kebijakan mitigasi bencana dalam kebijakan pembangunan daerah nya ke dalam misi pembangunan kabupaten Bantul. Untuk dapat mengimplementasikan kebijakan mitigasi bencana dibutuhkan komunikasi kebijakan agar tujuan kebijakan dapat terlaksana dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah proses komunikasi kebijakan mitigasi bencana yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten Bantul. Untuk dapat mendapatkan tujuan penelitian, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk komunikasi langsung adalah yang paling efektif untuk digunakan. Hal tersebut dikarenakan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menjadi terbentuk, serta bertambahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap penanggulangan bencana alam di kawasan pesisir selatan kabupaten Bantul khususnya dalam menghadapi fase tanggap darurat. Kata kunci: Komunikasi Kebijakan;Implementasi Kebijakan;Mitigasi Bencana.
SOSIALISASI EKONOMI KREATIF BERBASIS DIGITAL: STRATEGI PROMOSI PRODUK LOKAL BAGI KOMUNITAS KREATIF BANJARBARU Rizki Apriliyanti; Risa Dwi Ayuni; Ade Nur Atika Sari; Lieta Dwi Novianti; Decky Kuncoro
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i6.643

Abstract

Bangkitnya ekonomi Indonesia pasca pandemic COVID-19 tidak secara otomatis menjadikan penjualan produk berbasis kearifan lokal di pasaran meningkat. Selain karena jumlah permintaan yang rendah, minat untuk membeli produk lokal dari konsumen juga sedikit. Pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial menjadi peluang dalam mempromosikan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Salah satu hambatan yang dihadapi oleh Komunitas kreatif ini yaitu belum memahami dan mengetahui pengambilan foto dan video yang menarik untuk promosi produk mereka. Sosialisasi ekonomi kreatif ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan strategi promosi produk lokal dengan pembuatan konten berbasis foto dan video. Komunitas yang menjadi mitra pengabdian ini adalah Komunitas Wanita Kreatif (KWK) yang ada di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan sebanyak 35 orang dengan menyebarkan kuesioner kepada komunitas untuk mengetahui tingkatan pengetahuan mereka tentang ekonomi kreatif berbasis digital. strategi promosi produk, dan fotografi produk. Hasil yang dicapai dari pengabdian ini, komunitas mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang strategi promosi produk seperti penguatan keunggulan dari produk yang dijual, menggunakan sosial media untuk menjangkau pasar yang lebih luas, serta target pasar yang jelas. Selain itu teknik fotografi produk berupaya untuk mendukung promosi produk melalui sosial media seperti mengutamakan komposisi dan pencahayaan yang benar, sehingga hasil foto dan video yang dihasilkan berkualitas tinggi.
SOSIALISASI EKONOMI KREATIF BERBASIS DIGITAL: STRATEGI PROMOSI PRODUK LOKAL BAGI KOMUNITAS KREATIF BANJARBARU Rizki Apriliyanti; Risa Dwi Ayuni; Ade Nur Atika Sari; Lieta Dwi Novianti; Decky Kuncoro
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i6.643

Abstract

Bangkitnya ekonomi Indonesia pasca pandemic COVID-19 tidak secara otomatis menjadikan penjualan produk berbasis kearifan lokal di pasaran meningkat. Selain karena jumlah permintaan yang rendah, minat untuk membeli produk lokal dari konsumen juga sedikit. Pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial menjadi peluang dalam mempromosikan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Salah satu hambatan yang dihadapi oleh Komunitas kreatif ini yaitu belum memahami dan mengetahui pengambilan foto dan video yang menarik untuk promosi produk mereka. Sosialisasi ekonomi kreatif ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan strategi promosi produk lokal dengan pembuatan konten berbasis foto dan video. Komunitas yang menjadi mitra pengabdian ini adalah Komunitas Wanita Kreatif (KWK) yang ada di kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan sebanyak 35 orang dengan menyebarkan kuesioner kepada komunitas untuk mengetahui tingkatan pengetahuan mereka tentang ekonomi kreatif berbasis digital. strategi promosi produk, dan fotografi produk. Hasil yang dicapai dari pengabdian ini, komunitas mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang strategi promosi produk seperti penguatan keunggulan dari produk yang dijual, menggunakan sosial media untuk menjangkau pasar yang lebih luas, serta target pasar yang jelas. Selain itu teknik fotografi produk berupaya untuk mendukung promosi produk melalui sosial media seperti mengutamakan komposisi dan pencahayaan yang benar, sehingga hasil foto dan video yang dihasilkan berkualitas tinggi.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN RELOKASI PASAR TRADISIONAL BAUNTUNG KOTA BANJARBARU Kuncoro, Decky; Apriliyanti, Rizki
JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah) Vol 10, No 1 (2024): Journal Of Government: Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Publisher : Program Studi Ilmu Pemeritahan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gov.v10i1.7923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi kebijakan relokasi pasar tradisional Bauntung Kota Banjarbaru melalui Keputusan WaliKota Banjarbaru nomor 188.45/386/KUM/2019, tentang Tim Penyiapan Pelaksanaan dan Pemantauan Relokasi Pedagang Pasar Bauntung ke Stadion Mini Gawi Sabarataan, serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dalam implementasi kebijakan relokasi pasar tradisional Bauntung Kota Banjarbaru. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya Keberhasilan pemerintah Kota Banjarbaru dalam merelokasi pasar Bauntung mengutamakan aspek kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan atau yang disingkat BERNAS (Bersih, Nyaman, Aman, dan Sehat).  Keberhasilan tersebut juga tidak dapat dilepaskan dari terakomodirnya kepentingan kelompok sasaran (pedagang dan pembeli) yang menginginkan tempat (lapak/los/kios) yang layak, bersih, sehingga nyaman dalam proses jual beli. Pemerintah Kota Banjarbaru sebagai pemilik kebijakan telah mempersiapkan disposisi dan struktur birokrasi yang ditetapkan melalui SK Walikota Banjarbaru nomor 188.45/386/KUM/2019 tentang Tim Penyiapan Pelaksanaan dan Pemantauan Relokasi Pedagang Pasar Bauntung. Sumberdaya baik manusia, sumberdaya finansial dan lahan juga menjadi salah satu faktor yang membantu keberhasilan kebijakan relokasi pasar.
Evaluasi Penanggulangan Bencana di Kota Banjarmasin: Sistem Peringatan Dini Bencana Kebakaran Bangunan Kuncoro, Decky; Apriliyanti, Rizki; Sya’rani, Ridwan
The Indonesian Journal of Public Administration (IJPA) Vol 11, No 1 (2025): THE JOURNAL OF PUBLIC ADMINISTRATION (IJPA) jANUARI-JUNI
Publisher : Department of Public Administration, Faculty of Social and Political Science, Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/ijpa.v11i1.8303

Abstract

Bencana kebakaran bangunan di Kota Banjarmasin dalam kurun 6 tahun kebelakang telah mencapai 570 kejadian, dengan total kerugian harta benda mencapai 195,5 miliar dan merenggut 12 korban jiwa. Tahun 2020, Kebakaran di Kota Banjarmasin mengalami penurunan yang signifikan sebanyak 16 kejadian. Akan tetapi sejak 2022 hingga 2024 kejadian kebakaran meningkat dan mengalami lebih dari 50 kejadian pertahunnya. Dari kejadian itu, maka dibutuhkan sistem peringatan dini yang dapat berjalan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem peringatan dini bencana kebakaran serta faktor penghambat dalam pelaksanaan sistem peringatan dini di Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem peringatan dini berbasis masyarakat lebih menjadi pilihan utama dibandingkan dengan sistem peringatan dini berbasis teknologi yang lebih banyak hanya digunakan oleh pemilik bangunan gedung yang memiliki modal banyak. Hambatan utama dalam pelaksanaan sistem peringatan dini di Kota Banjarmasin adalah keuangan dan sumber daya manusia.
Kinerja Pegawai Dalam Pelaksanaan Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Sugiannor, Sugiannor; Kuncoro, Decky; Junaidy, Junaidy
JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah) Vol 5, No 2 (2020): Journal Of Government : Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Publisher : Program Studi Ilmu Pemeritahan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gov.v5i2.3995

Abstract

Assesment of public service rendered by the government depending on his employee performances. Performances employees in public service can be seen through some performance indicators. Indicators used to rate employees performance Sungai Tabuk sub district included, responsiveness, responsibility, and accountability. All three indicators will be used for as a basic judging the performances employees in providing public services. To answer research questions, the researcher uses a qualitative descriptive methode. Research has shown that employees performances in public services is good enough. There are a few point that make a good record in this research; 1) Staff responsibility discriminatory in rendering services; 2) Employee response to community service has been adjusted with the urgency situation; 3) Accountability of employee performance in giving service, have conformed to the applicable values and norms of society. Its intended value and norms is berelaan, bubuhan, gawi manuntung, dalas belangsar dada, and bisa-bisa maandak awak. In an effort to improve performance to achieve good public service, there are certain obstacle in particular that deal with the lack of public knowledge of the conditions to be prepared, and the undisciplined of an employee when it comes to working hours.
Implementasi Kebijakan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Kegiatan Penambangan Intan di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru Decky Kuncoro; Ahmad Jamaluddin Islami; Beni Akhmad
JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah) Vol 11, No 1 (2025): Journal Of Government : Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Publisher : Program Studi Ilmu Pemeritahan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gov.v11i1.9083

Abstract

Diamond mining in Cempaka District, Banjarbaru, significantly contributes to the local economy but also causes adverse environmental impacts. This study aims to assess the implementation of environmental management policies in diamond mining activities in the area and identify the factors hindering their implementation. The research uses a qualitative approach with in-depth interviews of key stakeholders, including local government, community members, and miners. The findings reveal that although environmental management policies have been implemented, key challenges such as weak law enforcement, lack of community participation, and limited resources for supervision hinder their effectiveness. Environmental impacts include land degradation, reduced water quality, and threats to biodiversity. The study recommends improving supervision, enforcing stricter laws, and raising community awareness and involvement in environmental management processes.
Analysis Of Behavior Change Communication In Counseling By The National Narcotics Agency Of South Kalimantan Province In Preventing Narcotics Abuse Among The Younger Generation (A Study From An Islamic Communication Perspective) Amelia Puspita; Nasrudin Nasrudin; Decky Kuncoro; Devia Hetty Hernany
SAHAFA: Journal of Islamic Communication Vol. 9 No. 01 (2026): Sahafa Journal of Islamic Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/sjic.v9i01.24

Abstract

Drug abuse remains a major public health and social issue, particularly among young people who are highly vulnerable due to peer influence, curiosity, and environmental factors. As the leading institution responsible for drug prevention in Indonesia, the National Narcotics Agency (BNN) of South Kalimantan Province implements educational outreach programs to encourage behavioral change. This study aims to analyze the implementation of Behavior Change Communication (BCC) in BNN South Kalimantan Province's anti-drug awareness campaigns for young people from the perspective of Islamic communication. A qualitative case study approach was employed. Data were collected through observations, in-depth interviews with BNN officials, counselors, and outreach participants, as well as documentation. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, while source and technique triangulation were applied to ensure data credibility. The findings reveal that the implementation of BCC incorporates four main components: communication messages, communication media, communication methods, and target audiences. Communication messages are developed based on current national drug abuse data, while visual and audiovisual media enhance participants' understanding. Interactive methods, including lectures, discussions, question-and-answer sessions, quizzes, and ice-breaking activities, encourage active participation. Furthermore, communication strategies are tailored to audience characteristics, particularly students and university students who are considered high-risk groups. From the perspective of Islamic communication, the implementation reflects the principles of bil hikmah, mau'izhah hasanah, and the protection of life (hifz al-nafs) and intellect (hifz al-'aql). The study concludes that integrating BCC with Islamic communication principles strengthens the effectiveness of anti-drug prevention campaigns by fostering awareness, positive attitudes, and sustainable behavioral change among young people. Keywords: Behavior Change Communication; Drug Abuse Prevention; National Narcotics Agency; Youth; Islamic Communication.
Analisis Hubungan Fungsi Pengawasan Dalam Upaya Peningkatan Kinerja Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja Kuncoro, Decky; Fadiyah, Dina; Jamaluddin Islami, Ahmad
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 16, No 2 (2026): Dinamika Governance - JULI
Publisher : Universitas of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v16i2.5770

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara fungsi pengawasan dengan kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja dalam mendukung reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 78 responden yang ditentukan melalui teknik probability sampling menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, tabulasi silang, uji Chi-Square, dan koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi pengawasan berada pada kategori sedang sebesar 53,8%, sedangkan kinerja pegawai juga berada pada kategori sedang sebesar 52,6%. Hasil tabulasi silang menunjukkan adanya hubungan positif antara fungsi pengawasan dan kinerja pegawai. Uji Chi-Square menunjukkan nilai X²hitung sebesar 32,326 lebih besar dari X²tabel 13,277 pada taraf signifikansi 1%, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Disimpulkan bahwa fungsi pengawasan berhubungan signifikan dengan peningkatan kinerja pegawai secara nyata dan positif..