Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RISIKO OPERASIONAL PADA BAGIAN MONEY MARKET TREASURY GROUP DI PT. BANK MNC INTERNASIONAL, TBK JAKARTA Simamora, Saur Costanius
Journal of Management and Business Review Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Research Center and Case Clearing House PPM School of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34149/jmbr.v14i1.35

Abstract

Setiap bank di dalam lingkungan industri perbankan akan menghadapi risiko. Risiko operasional telah menjadi bagian dalam perhatian Bank Indonesia sebagai regulator perbankan di Indonesia. Bank Indonesia mendorong bank-bank di Indonesia agar dapat melakukan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko yang baik. Hal ini tidak terkecuali pada bagian pasar uang di Divisi Treasuri. Penelitian ini hendak mengidentifikasi bagaimana profil risiko-risiko operasional apa yang dihadapi Treasuri bagian pasar uang (money market). Diharapkan perusahaan kedepannya dapat melakukan pemetaan, kemudian membuat respon penanganan yang tepat serta pengendalian atas profil risiko-risiko yang dihadapinya disertai dengan sistem pelaporan yang akurat. Hasil identifikasi profil risiko pada bagian pasar uang terdapat 40 risiko yang akan dihadapi oleh PT. Bank MNC Internasional, Tbk. Risiko-risiko operasional yang dihadapi oleh bagian pasar uang tersebut dapat berasal dari internal maupun eksternal. Penyebab risiko operasional yang berasal dari internal terdapat 29 risiko, sedangkan penyebab risiko operasional yang berasal dari eksternal terdapat 11 risiko. Dampak risiko operasional pada bagian pasar uang (money market) dengan menggunakan metode Standardized Approach (SA) sebesar Rp. 29,055,106,469.20. Hal ini menggambarkan modal risiko operasional yang harus dihadapi oleh PT. Bank MNC Internasional, Tbk. PT. Bank MNC Internasional, Tbk hendaknya menerapkan enterprise risk management terintegrasi untuk keseluruhan perusahaan, dimana didalamnya terdapat Divisi Treasuri. Hal ini diawali dengan membuat sistem dan mengumpulkan data-data historis di perusahaan mengenai risiko-risiko yang telah terjadi agar dapat disimpan dengan baik. Every bank within the banking industry will take on risks. Operational risk has been a part of Bank Indonesia concern as national bank regulator in Indonesia. Bank Indonesia encourages every bank to carry out good corporate governance and risk management. This also not limited to the money market in the Tresury Division. This study will (attempt to) elaborate and identify operational risk profiles faced by the the money market in the treasury division; in the hopes that companies will have the tools to plan and establish a correct response to contain various risk profiles that they encounter, along with a detailed and accurate information report. According to the risk profile identification, PT. Bank MNC International will encounter about forty risks. These money market operational risks can come from both internal and external source. Internal contribute about twenty nine risks, where external provides eleven. The impact of operational risks on money market department using the Standardized Approach (SA) Rp 29.055.106.469,20. This illustrates the operational risk capital that must be faced by PT. MNC Bank International, Tbk.It is believed that PT. Bank MNC Internasional, Tbk ought to apply an integrated enterprise risk management for all the branch in the company. The first important step is making a system and by collecting and storing accurate historical risk datas that the company have encountered before.
PENGARUH NPL, LDR DAN BOPO TERHADAP ROE PADA PT.BANK MANDIRI (Persero) Tbk PERIODE TAHUN 2011-2019 Maroni; Saur Costanius Simamora
Jurnal Inovatif Mahasiswa Manajemen Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Inovatif Mahasiswa Manajemen
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/c3xq1x04

Abstract

Sektor perbankan merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia. Mengingat fungsinya sebagai lembaga intermediasi dan penyelenggara transaksi pembayaran juga berfungsi dalam menghimpun dana dari masyarakat serta menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit, maka dapat dikatakan bahwa perbankan adalah salah satu sektor yang berperan dalam menggerakkan perekonomian.Untuk mempertahankankepercayaan masyarakat bank harus menjaga likuiditasnya dan beroperasi secara efektif dan efisien untuk mencapai profitabilitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Non Performing Loan (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return on Equity (ROE) pada Bank Mandiri,Tbk periode 2011-2019. Penelitian ini dilakukan dengan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa NPL, LDR dan BOPO secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap ROE pada Bank Mandiri (Persero)Tbk periode 2011-2019.
PENGARUH RETURN ON EQUITY, CURRENT RATIO DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR KONSTRUKSI Nursiami; Saur Costanius Simamora
Jurnal Inovatif Mahasiswa Manajemen Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Inovatif Mahasiswa Manajemen
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/v0cs7q94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Equity, Current Ratio dan Debt to Equity Ratio terhadap Dividend Payout Ratio pada perusahaan BUMN sub sektor konstruksi yang terdaftar di Indeks IDX BUMN 20 Periode 2013-2020. Data diperoleh dari laporan keuangan yang telah diterbitkan oleh perusahaan dan Bursa Efek Indonesia dengan periode waktu Tahun 2013-2020. Populasi penelitian yaitu perusahaan yang terdaftar di Indeks IDX BUMN 20 dengan pengambilan sampel yaitu perusahaan sub sektor konstruksi yang masuk dalam Indeks IDX BUMN 20. Teknik pemilihan sampel dengan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda, uji t dan uji F untuk memperoleh hasil mengenai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Return on Equity (ROE) dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh secara parsial terhadap Dividend Payout Ratio, sedangkan Current Ratio (CR) tidak berpengaruh secara parsial terhadap Dividend Payout Ratio. Return on Equity (ROE), Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh secara simultan terhadap Dividend Payout Ratio. Hasil Koefisien Determinasi (R2) menunjukan bahwa variabel ROE, CR, DER memiliki pengaruh sebesar 23,4% terhadap Dividend Payout Ratio sedangkan sisanya 76,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO DAN PROFITABILITY RATIO TERHADAP HARGA SAHAM PADA BANK BUMN Yunus; Saur Costanius Simamora
Jurnal Inovatif Mahasiswa Manajemen Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Inovatif Mahasiswa Manajemen
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/t4m61x10

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan milik BUMN yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel sensus.  Sampel di dalam penelitian ini sebanyak 4 perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2016-2020.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif antara Debt to Equity Ratio  (DER) terhadap harga saham. Berbeda dengan Return On Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) menunjukkan hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Tetapi Debt to Equty Ratio  (DER), Return On Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) secara simultan atau bersama-sama berpengaruh terhadap harga saham.  Hasil Koefisien Determinasi (R²) menunjukan bahwa variabel DER, ROA dan ROE memiliki pengaruh terhadap harga saham, namun memiliki hubungan yang lemah. Hal ini menunjukan bahwa kontribusi pengaruh yang disumbangkan dari variabel DER, ROA dan ROE terhadap harga saham hanya sebesar 25,3% dan sisanya sebesar 74,7% disumbangkan dari variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
PENGARUH NILAI TUKAR (KURS) DAN SUKU BUNGA (BI RATE) TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI MASA PANDEMI Dea Fadhillah Ramadhan; Saur Costanius Simamora
Jurnal Inovatif Mahasiswa Manajemen Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Inovatif Mahasiswa Manajemen
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/dz4nr336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh Nilai Tukar/ Kurs dan Suku Bunga terhadap IHSG. Populasi dalam penelitian ini adalah IHSG yang terdaftar di BEI, nilai tukar/kurs dan suku bunga pada bulan Januari 2020 sampai bulan Juni tahun 2021. Metode penentuan data sampel dengan sensus sampling. Metode analisis data yang di guunakan adalah regresi linear berganda, dengan uji hipotesis parsial dan simultan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial Nilai Tukar/ Kurs berpengaruh signifikan terhadap IHSG, Suku Bunga berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Sedangkan secara simultan Nilai Tukar/ Kurs dan Suku Bunga berpengaruh terhadap IHSG dan memiliki pengaruh 71.1% sedangkan 28,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dapat dijelaskan dalam penelitian ini.