Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PROSES KONSTRUKSI SCAFFOLDING DALAM PEMODELAN MATEMATIKA Iis Sugiati; Anton Prayitno; Sri Rahayuningsih
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v12i1.18283

Abstract

Pemodelan matematika merupakan proses merepresentasikan dan menjelaskan permasalahan pada dunia nyata ke dalam pernyataan matematis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses scaffolding yang dapat diberikan kepada peserta didik guna meningkatkan strategi pembelajaran yang efektif dan fleksibel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pemilihan subjek menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Subjek terdiri dari 3 peserta didik kelas X masing-masing satu peserta didik berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika subjek mengalami kesulitan dalam memahami suatu masalah, bantuan yang diberikan berupa panduan melalui pertanyaan. Jika mereka mengalami kesulitan dalam menghubungkan dengan konsep sebelumnya, bantuan akan berupa arahan untuk membuat tabel dan mereview kembali materi yang sudah dipelajari (Explaining, Reviewing, And Restructuring). Sementara jika subjek menghadapi kesulitan dalam menyusun strategi, bantuan yang diberikan adalah untuk mengingat kembali rencana strategi yang telah disiapkan sebelumnya dan mengembangkan pemikiran konseptual peserta didik (Developing Conceptual Thinking).  Kata kunci: langkah pemodelan, matematika, scaffolding Abstract: Mathematical modeling is the process of representing and explaining real world problems into mathematical statements. This research aims to describe the scaffolding process that can be provided to students to improve effective and flexible learning strategies. This research is a qualitative descriptive study with subject selection using the Stratified Random Sampling technique. The subjects consisted of three 10th grade students, one student each with high, medium and low mathematics abilities. The research results show that when the subject experiences difficulty in understanding a problem, the assistance provided is in the form of guidance through questions. If they have difficulty connecting with previous concepts, assistance will be in the form of directions to make tables and review the material they have studied (Explaining, Reviewing, And Restructuring). Meanwhile, if the subject faces difficulties in developing a strategy, the assistance provided is to recall the strategy plan that has been prepared previously and develop the students' conceptual thinking (Developing Conceptual Thinking). Key words: modeling steps, mathematics, scaffolding
Analisis Literasi Matematis Siswa Pada Materi Polinomial Muqoddimatus Sholichah; Rahma Wahyu; Sri Rahayuningsih
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.79122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi matematis siswa SMA Negeri 1 Balen pada materi polinomial. Literasi matematis merupakan kemampuan siswa dalam merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks kehidupan nyata. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas XI yang telah mempelajari materi polinomial. Pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi matematis yang mengacu pada indikator literasi matematika menurut PISA, wawancara, dan dokumentasi hasil pekerjaan siswa. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada tingkat literasi matematis sedang. Siswa mampu mengidentifikasi informasi dan menerapkan konsep dasar polinomial, namun masih mengalami kesulitan dalam mengaitkan konsep dengan konteks kehidupan nyata dan dalam melakukan penalaran matematis yang kompleks. Temuan ini menunjukkan pentingnya pembelajaran yang menekankan pemecahan masalah kontekstual dan penggunaan pendekatan yang melatih berpikir kritis serta reflektif dalam memahami konsep polinomial.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS Clarissa Dwi Setya; Sri Rahayuningsih; Febi Dwi Widayanti
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12813

Abstract

Mathematical conceptual understanding is a fundamental aspect of mathematics learning because it plays an essential role in developing students’ logical thinking, systematic reasoning, and problem-solving abilities. However, empirical findings in the classroom indicate that many students still experience difficulties in understanding mathematical concepts, particularly in the topic of linear equations. This study aimed to describe the mathematical conceptual understanding abilities of eighth-grade students on the topic of straight-line equations based on the following indicators: (1) restating a concept, (2) representing concepts in various mathematical representations, (3) using and selecting appropriate procedures or operations, and (4) applying concepts or algorithms in problem-solving situations. This research employed a qualitative descriptive approach involving four students selected from a total of twenty-four eighth-grade students based on classroom observations and recommendations from the mathematics teacher. Data were collected through mathematical conceptual understanding tests and unstructured interviews. The findings revealed that students’ mathematical conceptual understanding varied across four categories: very good, good, sufficient, and poor. One student fulfilled all indicators and was categorized as having very good conceptual understanding, one student fulfilled three indicators and was categorized as good, one student fulfilled two indicators and was categorized as sufficient, and one student fulfilled only one indicator and was categorized as poor. Students’ difficulties were primarily related to determining gradients, identifying intercept points, and representing straight-line equations graphically on the Cartesian plane. The findings indicate that low mathematical conceptual understanding is influenced by insufficient mastery of fundamental concepts and the predominance of teacher-centered instructional methods. Therefore, innovative, interactive, and student-centered learning strategies are needed to enhance students’ mathematical conceptual understanding effectively. ABSTRAK Kemampuan pemahaman konsep matematika merupakan aspek fundamental dalam pembelajaran matematika karena berperan penting dalam membentuk kemampuan berpikir logis, sistematis, dan pemecahan masalah siswa. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika, khususnya pada materi persamaan garis lurus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII-B SMP pada materi persamaan garis lurus berdasarkan indikator: (1) menyatakan ulang konsep, (2) menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis, (3) menggunakan dan memilih prosedur atau operasi tertentu, serta (4) mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak 4 siswa dari 24 siswa kelas VIII-B yang dipilih berdasarkan hasil observasi dan rekomendasi guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan pemahaman konsep matematika dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa berada pada kategori yang beragam, yaitu sangat baik, baik, cukup, dan kurang. Satu siswa mampu memenuhi seluruh indikator dengan kategori sangat baik, satu siswa memenuhi tiga indikator dengan kategori baik, satu siswa memenuhi dua indikator dengan kategori cukup, dan satu siswa hanya memenuhi satu indikator dengan kategori kurang. Kesulitan siswa terutama terletak pada menentukan gradien, menentukan titik potong, serta merepresentasikan persamaan garis lurus ke dalam bentuk grafik pada bidang kartesius. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman konsep matematika dipengaruhi oleh kurangnya penguasaan konsep dasar dan pembelajaran yang masih berorientasi pada metode ceramah. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berpusat pada siswa untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika secara optimal.