Articles
Pilihan Rasional Mahasiswa Difabel dalam Memilih Jurusan Keguruan
Ferdinan Bashofi;
Winin Maulidya Saffanah
SIMULACRA: JURNAL SOSIOLOGI Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (821.971 KB)
|
DOI: 10.21107/sml.v2i2.5936
The existence of a supportive environment is very important for a person with disabilities in deciding things include of choosing school to continue their education. This study intends to look at rational reasons and choices for disabled students who take the teaching profession. The researcher intends to highlight a number of factors that encourage these students on choosing the teaching profession. The choice of students with disabilities is very important to study because it can be a study material for their reasons for studying and for the development of a friendly campus for disabled people in the future. This study use qualitative descriptive research design. The research data was obtained from interviews conducted with a number of selected informants. In addition to interviews, data collected by observing their behavior. To maintain data validity, data triangulation is carried out. Data analysis activities begin with data collection, data reduction, and data presentation. One findings of people with disabilities taking educational study programs is motivated to encouraged people with the same conditions. On the other hands, the teaching profession is also not as physically demanding as other professions and feel like a reasonable choice.
Media Movie Dalam Pembelajaran Sejarah Nasional Indonesia Untuk Meningkatkan Nasionalisme Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang
Faizah Ulumi Firdausi;
Ferdinan Bashofi
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25273/ajsp.v10i1.4505
Pembelajaran sejarah nasional Indonesia memuat kompetensi sebagai sarjana yang memiliki nilai-nilai keindonesiaan dan karakter nasionalisme. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan di Indonesia. Penggunaan media pembelajaran yang efektif dan efesien menjadi modal dasar demi keberhasilan kompetensi yang diharapkan. Media Movie atau film menjadi salah satu media yang dapat di gunakan dalam pembelajaran Sejarah Nasional Indonesia. Di dalamnya memuat cerita-cerita sejarah yang dirangkum secara singkat dan efesien, tanpa mengurangi dan manambah alur cerita sesuai dengan pustaka yang ada. Media movie menjadi bagian dari multimedia interaktif, yang mana menjadi alternatif media berbasis movie. Mudah diakses dan digunakan mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang, oleh sebab menggunakan kecangihan IT. Multimedia interaktif bisa menjadi media pembelajaran yang efektif, inovatif dan kreatif dengan memanfaatkan kemajuan IPTEK. Multimedia interaktif berbasis movie dalam pembelajaran Sejarah Nasional Indonesia diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Sejarah dan Sosiologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan rasa nasionalisme mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang sebagai landasan nilai karakter bangsa demi melahirkan generasi bangsa yang nasionalis dan cinta tanah air. Pelaksanaan penelitian diawali dengan research and information, kemudian dilanjutkan dengan analisis, perancangan, pengembangan, penerapan dan penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dapat meningkatkan karakter nasionalisme mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang melalui media pembelajaran media movie yang dikembangkan. Hasil validasi para ahli materi dan media pengembangan masuk kategori layak untuk diterapkan. Selain itu media ini juga dapat meningkatkan jiwa nasionalisme.
RETRACTED: PENGEMBANGAN DESAIN MOTIF BATIK REYOG BULKIYO DALAM MENDUKUNG DESA WISATA KEMLOKO, KECAMATAN NGLEGOK, KABUPATEN BLITAR
Nurul Ratnawati;
I Nyoman Ruja;
Agung Wiradimadja;
Ferdinan Bashofi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 5, No. 1, April 2022
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um032v5i1p46-53
Following a rigorous, carefully concerns and considered review of the article published in Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial to article entitle “Pengembangan Desain Motif Batik Reyog Bulkiyo dalam Mendukung Desa Wisata Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar” Vol. 5, No. 1 (2022), DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um032v5i1p46-53.This paper has been found to be in violation of the Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial publication principles and has been retracted.The article contained redundant material, the editor investigated and found that the paper published in Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial, Vol. 4, No. 2 (2021), DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um032v4i2p55-61.The document and its content has been removed from Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial and a reasonable effort should be made to remove all references to this article.
PELATIHAN PEMBUATAN VIDEO ANIMASI DAN PODCAST SERIES SEBAGAI VARIASI MEDIA PEMBELAJARAN DARING BAGI GURU SMP
Nurul Ratnawati;
I Nyoman Ruja;
Agung Wiradimadja;
Ferdinan Bashofi
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17977/um032v5i2p96-101
This study aims to broaden horizons, provide experience, and improve teacher skills in making variations of online learning media in the form of animated videos and podcasts. The implementation method has four stages, namely: 1) preparation; 2) delivery of information; 3) training and mentoring, and 4) evaluation. This research went well as indicated by the results of the questionnaire, namely 95 percent of the participants were satisfied with the preparation for the implementation of the activity; 94 percent satisfied with the implementation of the training; 90 percent satisfied with the material presented; and 92 percent were satisfied with the resource persons who provided the training. In addition to this, it is known that 80 percent of the participants have succeeded in making animated videos well.Penelitian ini bertujuan untuk memperluas wawasan, memberikan pengalaman, dan meningkatkan keterampilan guru dalam membuat variasi media pembelajaran daring berupa video animasi dan podcast. Metode pelaksanaan ada empat tahap yaitu: 1) persiapan; 2) penyampaian informasi; 3) pelatihan dan pendampingan, serta 4) evaluasi. Penelitian ini berjalan dengan baik yang ditunjukkan dengan hasil angket yaitu 95 persen peserta puas dengan persiapan pelaksanaan kegiatan; 94 persen puas dengan pelaksanaan pelatihan; 90 persen puas terhadap materi yang disajikan; dan 92 persen puas terhadap narasumber yang memberikan pelatihan. Selain hal tersebut, diketahui bahwa 80 persen peserta telah berhasil membuat video animasi dengan baik.
Diversifikasi dan Strategi Pemasaran Produk Berbasis Online pada Industri Mendong Kecamatan Wajak Kabupaten Malang
Nurul Ratnawati;
I Nyoman Ruja;
Neni Wahyuningtyas;
Khofifatu Rohmah Adi;
Ferdinan Bashofi
Madaniya Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53696/27214834.458
Diversifikasi dan strategi pemasaran produk berbasis online menjadi salah satu dari sekian banyak masalah yang dihadapi oleh para pelaku usaha kerajinan mendong di Desa Blayu, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Hal ini karena, strategi pemasaran konvensional tidak dapat menjangkau pasar secara luas dalam waktu singkat serta belum mampu meningkatkan omset penjualan secara cepat jika dibandingkan dengan strategi pemasaran produk berbasis online. Mitra kegiatan ini adalah mitra yang mengarah pada ekonomi produktif dengan potensi dan peluang usaha di bidang kerajinan mendong yang ada di Desa Blayu. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk membantu mitra mencari alternatif solusi dengan melakukan diversifikasi, meningkatkan kualitas, dan melakukan strategi pemasaran produk berbasis online. Tahap awal yang dilakukan yaitu: 1) melaksanakan analisis kondisi dan situasi, 2) melaksanakan FGD bersama mitra, 3) melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan, 4) dan melakukan monitoring dan evalusi pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan alternatif solusi bagi para pelaku usaha kerajinan mendong dalam melakukan diversifikasi produknya, sehingga dapat menghasilkan produk yang beragam dengan berkualitas unggul. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan solusi terhadap pemanfaatan teknologi untuk melakukan promosi dan pemasaran produk berbasis online menggunakan berbagai platform atau apliakasi media sosial serta e-commerce, agar dapat memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan omset penjualan produk. Dampaknya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan bagi para pelaku usaha kerajinan mendong.
RANCANGAN MUSEUM PERTANIAN DEWI SRI DESA KASEMBON KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG
Nurul Ratnawati;
Desinta Dwi Rapita;
Bayu Kurniawan;
Ferdinan Bashofi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1439-1444
Desa Kasembon merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang yang memiliki lahan subur untuk kegiatan pertanian. Pertanian menjadi salah satu mata pencaharian utama penduduk di desa ini. Saat ini terdapat banyak jenis tanaman yang dibudidayakan di desa ini dengan menggunakan teknologi pertanian modern, sehingga banyak alat-alat pertanian tradisional yang sudah tidak terpakai oleh masyarakat dan hanya disimpan saja. Hal ini karena tidak adanya sarana yang dapat digunakan masyarakat untuk menjaga warisan alat-alat pertanian tradisional di desa ini. Permasalahan ini menarik minat Tim Abdimas UM untuk membantu Desa Kasembon dalam mengembangkan potensi yang ada dengan merancang museum pertanian yang dapat digunakan sebagai sarana menyimpan alat-alat pertanian tradisional yang saat ini sudah tidak digunakan sekaligus menjadi sarana edukasi. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yakni persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Program yang telah dilakukan telah menghasilkan rancangan desain dan identitas museum pertanian yang diberi nama Museum Pertanian Dewi Sri, termasuk storyline, visi misi, tujuan, dan yang paling utama yakni susunan organisasi kepengurusan museum. Hal ini memiliki manfaat sebagai sarana untuk menjaga warisan alat-alat pertanian tradisional agar tetap dapat dijadikan sebagai media edukasi bagi generasi muda terutama untuk mengembangkan wawasan terkait sejarah dan perkembangan teknologi pertanian.
Persepsi Masyarakat Terhadap Jual Beli Umur Dalam Perkawinan Di Desa Wiyurejo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang
Riadhotul Badiah;
Ferdinan Bashofi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2835
Usia minimal dalam perkawinan diatur dalam UU No. 16 Tahun 2019 Pasal 7 Ayat (1) tentang Perkawinan yang menyatakan bahwa batas minimal usia perkawaninan bagi wanita disamakan dengan batas minimal usia bagi pria , yaitu 19 (sembilan belas) tahun. Oleh karena itu jual beli umur kerap dilakukan sebagai upaya legalisasi perkawinan di bawah umur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap jual beli umur dalam perkawinan serta faktor penyebabnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan metode kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis. Data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat menanggap jual beli umur dalam perkawinan merupakan hal yang lumrah untuk dilakukan sebagai upaya legalisasi perkawinan. Hal tersebut dilakukan karena berbagai faktor diantaranya (1)faktor internal (suka sama suka), (2) faktor pendidikan, dan (3) faktor ekonomi.
PENDAMPINGAN PERANGKAT DESA DUKUHSARI DALAM OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI MASYARAKAT
Faizah Ulumi Firdausi;
Puspita Pebri Setiani;
Ferdinan Bashofi
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2021
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemerintahan desa memiliki peran yang sangat menentukan terutama sebagai perantara komunikasi antar warga masyarakat desa sehingga dapat terwujud ketertiban dan keamanan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan pada awal agustus 3- 4 agustus 2021 mendapat sambutan yang baik dari pemerintahan desa dukuhsari kecamatan sukorejo kabupaten pasuruan dengan rangkaian kegiatan Pendampingan terhadap perangkat desa untuk dapat mengakses dan menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi masyarakat desa dukuhsari kecamatan sukorejo kabupaten pasuruan. Keamanan dan Ketertiban masyarakat desa menjadi harapan bagi semua warga masyarakat dengan mengefektifkan peran perangkat desa sebagai agent of change masyarakat desa dukuhsari kecamatan sukorejo kabupaten pasuruan.Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara pendampingan bertahap.Tahap awal dilakukan pelatihan penggunaan media social whatsaap dan facebook, tahap selanjutnya dilakukan pendampinganuntuk mengetahui keefektifan penggunaan media social sebagai sarana komunikasi masyarakat desa dukuhsari kecamatan sukorejo kabupaten pasuruan. Implikasi kegiatan pengabdian masyarakat yaitu penggunaan media social seperti whatsaap, facebook dan instagram sebagai sarana komunikasi masyarakat desa dukuhsari kecamatan sukorejo kabupaten pasuruan.
DINAMIKA POLITIK LOKAL; SEBUAH KAJIAN GERAKAN MAHASISWA 98 DAN PERKEMBANGAN POLITIK PASCA ORDE BARU DI KOTA MALANG
Ferdinan Bashofi
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 1 No. 1 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33503/maharsi.v1i1.394
Dalam Negara yang manganut demokrasi partisipasi masyarakat dalam dunia pelotik tentunnya merupakan sebauah keharusan, banyak partisipasi masyarakat timbul dengan mengambil bentuk dan sifat yang bermacam-macam, di Indonesia partisipasi masyarakat dapat kita lihat pada pemilu, sedangkan pada masa orde baru bisa dikatakan partisipasi semu, barulah geliat masyarakat muncul dengan wajah gerakan mahasiswa dan setelah itu pemilu pada masa transisi demokrasi. Sejarah perkembangan Gerakan Mahasiswa (GM) di Indonesia selalu menarik karena tidak dapat dilepaskan dengan sejarah perkembangan negara Indonesia. Bahkan, keberadaan GM selalu berpengaruh pada situasi politik nasional. Meskipun sudah berkali-kali "diberangus" oleh penguasa di setiap jamannya, GM selalu muncul dengan sikap kritis dan tuntutan untuk memperbaiki keadaan politik nasional. sistem perpolitik Soeharto yang berlandaskan pada kultur jawa membawa pengaruh yang tidak baik bagi perkembangan demokrasi di Indonesia partsipasi masyarakat sangat minim. Sikap otoritarian yang susuai dengan konsep raja jawa membawa pengaruh buruk terlebih lebih saat masalah masalah dalam negeri tidak bisa di atasi dengan baik. Ketika keinginan keinginan untuk menyampaikan suara dibatasi rakyat Indonesia terutama golongan muda yakni para mahasiswa mulai menunjukkan perangai melawan pemerintah yang pada puncaknya mei 1998, yang tersebar di beberapa kota pendidikan di Indonesia salah satunya adalah Kota malang yang dikenal sebagai kota pendidikan. Di kota malang mahasiswa mulai membentuk oraganisasi organisasi seperti : Forstep FKMM, FKSMPT,dan KMM yang nantinya mulai melakukan aksi aksi menentang rezim Soeharto. Dengan runtuhnya rezim Soeharto. Terbukalah angin segar dalam melakukan demokrasi di Indonesia. Pemilu 1999 dilaksakan di Indonesia dan khususnya di Kota malang pemilu dilakukan dengan hasil yang cukup signifikan yakni partai golkar tersisihkan oleh PDI-P, dimana partai ini mengidentifikasikan diri sebagai partai wong cilik.
RANCANGAN MUSEUM PERTANIAN DEWI SRI DESA KASEMBON KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG
Nurul Ratnawati;
Desinta Dwi Rapita;
Bayu Kurniawan;
Ferdinan Bashofi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1439-1444
Desa Kasembon merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang yang memiliki lahan subur untuk kegiatan pertanian. Pertanian menjadi salah satu mata pencaharian utama penduduk di desa ini. Saat ini terdapat banyak jenis tanaman yang dibudidayakan di desa ini dengan menggunakan teknologi pertanian modern, sehingga banyak alat-alat pertanian tradisional yang sudah tidak terpakai oleh masyarakat dan hanya disimpan saja. Hal ini karena tidak adanya sarana yang dapat digunakan masyarakat untuk menjaga warisan alat-alat pertanian tradisional di desa ini. Permasalahan ini menarik minat Tim Abdimas UM untuk membantu Desa Kasembon dalam mengembangkan potensi yang ada dengan merancang museum pertanian yang dapat digunakan sebagai sarana menyimpan alat-alat pertanian tradisional yang saat ini sudah tidak digunakan sekaligus menjadi sarana edukasi. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yakni persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Program yang telah dilakukan telah menghasilkan rancangan desain dan identitas museum pertanian yang diberi nama Museum Pertanian Dewi Sri, termasuk storyline, visi misi, tujuan, dan yang paling utama yakni susunan organisasi kepengurusan museum. Hal ini memiliki manfaat sebagai sarana untuk menjaga warisan alat-alat pertanian tradisional agar tetap dapat dijadikan sebagai media edukasi bagi generasi muda terutama untuk mengembangkan wawasan terkait sejarah dan perkembangan teknologi pertanian.