Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perancangan Mail Server dengan Menggunakan Exchange Server Studi Kasus di STMIK Bina Sarana Global Hakim, Zainul; Hanafri, Muhammad Reza; Bayu, Kurniawan
JURNAL SISFOTEK GLOBAL Vol 5, No 2 (2015): JURNAL SISFOTEK GLOBAL
Publisher : STMIK Bina Sarana Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38101/sisfotek.v5i2.73

Abstract

Developments in technology and business needs in college STMIK Bina Sarana Global activity for the employees, faculty and students toward digital. As a means of supporting activities in college STMIK Bina Sarana Global activity staff employees, faculty and students currently use a public email domain so it does not represent the college STMIK Bina Sarana as campus-based Global IT. The system that is in use by the public at the college email STMIK Global Development Facility is not currently on the monitor so that the data can be confidential that is sent and received via email public becomes unsafe. Weak monitoring email turnover in college STMIK Global Development Facility will degrade the image of the campus. Therefore, in this paper will be implemented designing mail server using Exchange Server 2013 (local mail) by using the domain simulation using virtual machines. As for testing the design of the mail server using the mail send and receive mail. Based on the design concept of the mail server, it can be concluded the construction design destination mail server on STMIK Global Development Facility is to facilitate monitoring the entry and exit of mail in activities that occur on STMIK Global Development Facility, so as to overcome the problems that exist in the public mail which is currently in use.
Pengembangan Media Pembelajaran Puzzle Maps Pada Mata Pelajaran IPS di SMPN 2 GRATI Tri Ajeng Nurul Latifah; I Dewa Putu Eskasasnanda; Bayu Kurniawan
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 2, No 2 (2020): JULI
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v2i2.3277

Abstract

Artikel ini bertujuan mengembangkan media puzzle maps pada materi negara-negara ASEAN. Media pembelajaran puzzle maps merupakan media pembelajaran IPS yang dipadukan dengan model pembelajaran team quiz dan dikembangkan berdasarkan permainan. Metode penelitian ini  menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model Borg and Gall, pengembangan produk yang akan dilakukan peneliti sampai proses uji coba skala besar. Media puzzle maps yang telah melalui tahap validasi dan dinyatakan valid untuk digunakan dengan hasil validasi yang diberikan oleh ahli media mendapatkan hasil rata-rata keseluruhan 3.31. Hasil validasi yang diberikan oleh ahli materi mendapatkan hasil rata-rata keseluruhan 3,37. Sedangkan, hasil validasi oleh praktisi pendidikan mendapatkan hasil rata-rata keseluruhan 3,89. Uji coba media puzzle maps pada tahap uji coba lapangan terbatas menghasilkan rata-rata keseluruhan 3,61. Hasil uji coba kelayakan media puzzle maps pada tahap uji coba lapangan lebih luas mendapatkan rata-rata keseluruhan 3,65. Pengembangan media ini dapat menambah pemahaman peserta didik terhadap materi negara-negara ASEAN dan membentuk kerjasama pada proses pembelajaran
Evaluasi Tingkat Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pariwisata di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Mohamad Agus Sanjayah; Agus Purnomo; Bayu Kurniawan
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/geodika.v5i1.3198

Abstract

Salah satu permasalahan sektor pariwisata adalah kurang tersedianya sarana dan prasarana pariwisata. Permasalahan ini muncul dikarenakan pembangunan sarana dan prasarana pariwisata masih belum merata di setiap wilayah. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pariwisata di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei cross sectional. Data yang digunakan mencakup hasil observasi lapangan, yaitu sarana dan prasarana pariwisata di Kecamatan Pujon. Penelitian berada di seluruh wilayah Kecamatan Pujon, dan untuk penentuan sampel diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Kriteria dalam penentuan sampel adalah keberadaan lokasi wisata di sebuah desa dan desa penghubung pariwisata. Jumlah sampel yang diperoleh 8 desa yakni: 1) Desa Bendosari, 2) Sukomulyo, 3) Pujon Kidul, 4) Pandesari, 5) Ngroto, 6) Ngabab, 7) Pujon Lor dan 8) Madiredo. Hasil evaluasi sarana dan prasarana pariwisata di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang yang mencakup sarana pokok, penunjang, pelengkap, prasarana umum dan prasarana kebutuhan masyarakat tersebar di delapan desa. Tingkat ketersediaan sarana dan prasarana pariwisata di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang tersedia dengan Desa Pandesari dan Pujon Lor termasuk kategori memadai. Desa Bendosari, Sukomulyo, Pujon Kidul, Ngabab, dan Ngroto termasuk kategori cukup memadai, dan Desa Madiredo kategori kurang memadai.
ANALISIS PELESTARIAN SITUS CAGAR BUDAYA SEKARAN (STUDI KASUS SITUS SEKARAN DI DESA SEKARPURO KABUPATEN MALANG) Wahyu Nurvita Afnani; Neni Wahyuningtyas; Bayu Kurniawan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v10i3.34307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelestarian Situs Cagar Budaya Sekaran di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ada tiga, yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Situs Sekaran ditemukan pada tahun 2019 saat penggalian tanah yang dilakukan oleh pekerja proyek tol Malang-Pandaan. Sebelumnya masyarakat Desa Sekapuro sudah lama mengenal daerah tersebut sebagai bangunan bata kuno, namun tidak pernah dilaporkan karena rendahnya kesadaran sejarah masyarakat Desa Sekarpuro. Peran pemerintah desa dalam melindungi Situs Sekaran meliputi perawatan, perlindungan dan pengawasan. Peran arkeolog, sejarawan, BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) dan komunitas peduli sejarah dalam pelestarian Situs Sekaran meliputi penyelamatan sejak ditemukannya situs tersebut, pemugaran, mendorong penelitian dan menetapkannya sebagai Cagar Budaya menurut wilayah administratifnya.
Makna Pendidikan dan Pewarisan Ajaran Samin bagi Masyarakat di Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong Kabupaten Blora Rohana Siti Nurkasanah; Agus Purnomo; Bayu Kurniawan
Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um021v6i2p108-118

Abstract

Masyarakat Samin adalah salah satu komunitas di Jawa Tengah yang biasa dikenal dengan sedulur sikep. Masyarakat Samin muncul sebagai bentuk penolakan terhadap Belanda. Penolakan tersebut diikuti dengan sikap tidak setuju terhadap beberapa hal, misalnya keberadaan sekolah. Akan tetapi, perkembangan zaman yang semakin maju telah membawa banyak perubahan pada masyarakat Samin. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan sejarah, makna pendidikan formal, dan ajaran Samin. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilakukan di Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong Kabupaten Blora. Data diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa ajaran Samin yang dipelopori Samin Surosentiko pada tahun 1890 dan langsung diterima oleh masyarakat Blora. Hal tersebut dikarenakan keadaan masyarakat Blora sangat memprihatinkan. Tekanan dari pemerintahan Belanda pada bidang pendidikan, melalui sekolah masyarakat akan mendapat penanaman nilai yang berbasis kebudayaan Belanda. Sekitar tahun 1945 setelah Indonesia merdeka, sedikit demi sedikit masyarakat Samin mulai menerima pendidikan formal. Mulai tahun 2000-an mayoritas masyarakat Samin sudah menempuh pendidikan formal sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Ajaran Samin yang masih dipegang teguh sebagai patokan hidup masyarakat Samin yaitu ucapan, pikiran, dan tingkah laku. The Samin community is a community in Central Java which is commonly known as sedulur sikep. The Samin community emerged as a form of rejection of the Dutch. This rejection was followed by disagreement with several things, for example the existence of a school. However, the progress of the times has brought many changes to the Samin community. The purpose of this study was to describe the history, meaning of formal education, and Samin's teachings. This research uses qualitative research with a descriptive approach. The research was conducted in Sambongrejo Village, Sambong District, Blora Regency. Data obtained from primary and secondary data. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Based on the research, it can be concluded that the Samin teachings were pioneered by Samin Surosentiko in 1890 and were immediately accepted by the people of Blora. This is because the condition of the people of Blora is very apprehensive. The pressure from the Dutch government on education, through community schools, will get the inculcation of values based on Dutch culture. Around 1945 after Indonesia's independence, little by little the Samin people began to receive formal education. Starting in the 2000s, the majority of the Samin people have taken formal primary and junior high school education. The Samin teachings that are still firmly adhered to as the standard of life for the Samin community are speech, thoughts, and behavior.
Phenomenology studies in junior high school students' enthusiasm in social studies learning in Universitas Malang Laboratorium, Indonesia Heru Wijanarko; I Dewa Putu Eskasasnanda; Bayu Kurniawan
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 7, No 2 (2020): September
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v7i2.31686

Abstract

Social science is a common subject given at every level of education. The Social Sciences junior high school curriculum is taught in an integrated manner to facilitate students' social science learning that is important in everyday life. Unfortunately, there are many obstacles encountered in social studies in practice, one of which is the lack of interest and enthusiasm of students in learning social studies. It makes students unable to grasp the importance of social studies. This research conduct on students and teachers of the Junior High School Laboratory State University of Malang. This study aims to analyze non-enthusiasm students in social classes learning. This research conduct using descriptive methods with survey research. Data collection techniques used are observation, interview, and documentation data collection tools in observation guidelines and interview guidelines. This study's informants were 17 students taken at each grade level and supported by three informants from social studies teachers who were selected purposes study indicates that UM Lab junior high school students' unenthusiastic behavior when learning social studies is reading comics, singing, drawing, chatting, and joking with friends. The factors that cause it are the amount of material and assignments in modules that must be memorized and memorized. Students are dizzy and confused. It has an impact on their understanding, which is less related to social studies material.
PELATIHAN PTK BAGI GURU IPS SMP/MTS MALANG RAYA Agung Wiradimadja; Bayu Kurniawan; Sukamto Sukamto
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.234 KB) | DOI: 10.17977/um032v0i0p6-12

Abstract

Di sekolah pastinya selalu ada permasalahan dalam belajar di kelas, baik masalah kesulitan belajar ataupun sikap perserta didik yang tidak sesuai norma dan nilai sosial. Guru yang profesional adalah guru yang dapat memanajemen permasalahan tersebut dengan cara memperbaikinya. Perbaikan masalah dalam pembelajaran di kelas, dapat ditempuh oleh guru melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Belum banyaknya guru IPS di SMP/MTs Malang Raya yang bisa melakukan PTK. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan guru IPS akan cara perencanaan, pelaksanaan dan penulisan laporan PTK. Maka dari itu, dilakukan  pelatihan PTK bagi guru IPS SMP/MTs Malang Raya sebagai program pengabdian kepada masyarakat. Metode pelaksanaan yakni dengan cara mengunndang langsung para grur IPS Malang Raya melalui Komunitas MGMP IPS. Hasilnya, pertama kegiatan pelatihan PTK dapat terealisasikan dengan baik oleh tim. Kedua, agar guru dapat memanfaatkan laporan hasil penelitian tindakan kelas untuk digunakan sebagai kenaikan pangkat, tim pengabdian kepada masyarakat memberikan juga materi tentang cara dan teknik menulis artikel ilmiah dari laporan PTK.
PELATIHAN PEMANFAATAN POTENSI SITUS LERENG PENANGGUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK SMA NEGERI 2 KOTA MOJOKERTO Wahyu Djoko Sulistyo; Moch. Nurfahrul Lukmanul Khakim; Bayu Kurniawan; Achmad Dicky Setiawan; Mellina Nur Hafidza
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i2.7540

Abstract

Gunung Penanggungan memiliki berbagai tempat bersejarah. Keterbatasan akses kesitus membuat beberapa siswa engan untuk berkunjung ke situs sejarah tersebut. terlebih guru sejarah yang hanya mengandalkan pengetahuan buku paket yang tersedia di sekolah. Padahal guru diharapkan dapat mengekplorasi sumber belajar yang ada dilingkungannya. Oleh karena itu tim pengabdian ingin mengadakan pelatihan penggunaan sumber belajar sejarah melalui aplikasi secara virtual. Dengan tujuan agar siswa dapat mengetahui dan meningkatkan pengetahuan terkait Situs Sejarah di Lereng Gunung Penanggungan. Hasil yang diperoleh hampir 99% memilih setuju dan sangat setuju mengenai penggunaan aplikasi TESIS dapat digunakan sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan.
Partisipasi volunteer pada lembaga swadaya masyarakat (studi kasus volunteer LPAN GRIYA Baca Malang) Livi Fatma Sari Qurotul Ayun; Agus Purnomo; Bayu Kurniawan
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i4p436-451

Abstract

Volunteer activities in Indonesia are increasing, but the results and depth of studies related to volunteerism are still lacking. The NGO LPAN Griya Baca provides opportunities for volunteer participation and is a manifestation of community participation in supporting the success of education in Indonesia. This qualitative research aims to analyze the variety of volunteer involvement and describe the factors that encourage and inhibit volunteer participation in LPAN Griya Baca. The informants of this research include 8 volunteers, 1 chairman, 2 administrators, and 2 children assisted by the institution. The analysis technique is through the adaptation of the Miles, Huberman, & Saldana interactive model. The results showed that volunteer participation in LPAN Griya Baca is seen from decision-making activities that play an important role, in the implementation by contributing funds, goods, time, and energy, then taking benefits by expanding relationships and inner satisfaction. Meanwhile, evaluation is carried out by making decisions in a discussion. The driving factors of volunteer participation consist of opportunity, willingness, and ability. Meanwhile, the inhibiting factors include limited funds, weather conditions, and difficulties in managing time and children. This study has limitations on the depth of the scope of research. Suggestions for future researchers are to examine volunteer participation in one form of activity program objectives using the appropriate theory so that it can produce more in-depth data findings. Kegiatan volunteer di Indonesia semakin meningkat, namun hasil dan kedalaman studi terkait kerelawanan masih sedikit. LSM LPAN Griya Baca turut memberikan peluang keterlibatan volunteer, dan merupakan manifestasi dari partisipasi masyarakat dalam mendukung keberhasilan pendidikan di Indonesia. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis ragam keterlibatan volunteer serta mendeskripsikan faktor pendorong dan penghambat partisipasi volunteer LPAN Griya Baca. Informan penelitian ini meliputi 8 volunteer, 1 ketua, 2 pengurus dan 2 anak binaan lembaga. Teknik analisis melalui adaptasi model interaktif Miles, Huberman, & Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi volunteer di LPAN Griya Baca dilihat dari pengambilan keputusan kegiatan yang berperan penting, pelaksanaan dengan memberikan sumbangan berupa dana, barang, waktu dan tenaga, selanjutnya pengambilan manfaat dengan memperluas relasi dan kepuasan batin. Sedangkan, evaluasi dilakukan dengan mengambil keputusan secara diskusi. Faktor pendorong partisipasi volunteer terdiri dari kesempatan, kemauan, dan kemampuan. Sementara itu, faktor penghambatnya meliputi keterbatasan dana, kondisi cuaca, serta kesulitan mengatur waktu dan anak. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada kedalaman ruang lingkup penelitian. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah mengkaji mengenai partisipasi volunteer terhadap salah satu bentuk tujuan program kegiatan dengan menggunakan teori yang sesuai sehingga dapat menghasilkan temuan data yang lebih mendalam.
RANCANGAN MUSEUM PERTANIAN DEWI SRI DESA KASEMBON KECAMATAN BULULAWANG KABUPATEN MALANG Nurul Ratnawati; Desinta Dwi Rapita; Bayu Kurniawan; Ferdinan Bashofi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1439-1444

Abstract

Desa Kasembon merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang yang memiliki lahan subur untuk kegiatan pertanian. Pertanian menjadi salah satu mata pencaharian utama penduduk di desa ini. Saat ini terdapat banyak jenis tanaman yang dibudidayakan di desa ini dengan menggunakan teknologi pertanian modern, sehingga banyak alat-alat pertanian tradisional yang sudah tidak terpakai oleh masyarakat dan hanya disimpan saja. Hal ini karena tidak adanya sarana yang dapat digunakan masyarakat untuk menjaga warisan alat-alat pertanian tradisional di desa ini. Permasalahan ini menarik minat Tim Abdimas UM untuk membantu Desa Kasembon dalam mengembangkan potensi yang ada dengan merancang museum pertanian yang dapat digunakan sebagai sarana menyimpan alat-alat pertanian tradisional yang saat ini sudah tidak digunakan sekaligus menjadi sarana edukasi. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yakni persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Program yang telah dilakukan telah menghasilkan rancangan desain dan identitas museum pertanian yang diberi nama Museum Pertanian Dewi Sri, termasuk storyline, visi misi, tujuan, dan yang paling utama yakni susunan organisasi kepengurusan museum. Hal ini memiliki manfaat sebagai sarana untuk menjaga warisan alat-alat pertanian tradisional agar tetap dapat dijadikan sebagai media edukasi bagi generasi muda terutama untuk mengembangkan wawasan terkait sejarah dan perkembangan teknologi pertanian.